Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 21


__ADS_3

Setelah Leon menghubungi pihak keamanan apartemen, anjing Solane dapat di bawa keluar. Leon juga sudah menyuruh polisi kenalannya untuk melacak pemilik anjing tersebut karna sudah menganggu Lexa tanpa sebab.


Leon telah mengganti baju dengan pakaian santainya. Kaos lengan panjang dan celana panjang training berwarna sama, hitam. Leon segera menghampiri Lexa. Hari ini benar benar tahun special baginya.


Biasanya dia hanya sendiri atau hanya makan berdua bersama Renzy atau Dion. Kalau harus pulang ke kampung halamannya akan memakan waktu dan biaya. Tahun ini sebenarnya dia tidak merasa Lexa akan mengetahuinya. Dia pun tak berniat memberi tahunya. Namun, kedatangan Lexa secara tiba tiba sudah seperti kado baginya.


"Lexa, apa yang membuat kau kesini? Bukannya kau akan pergi ke acara ulang tahun temanmu?" Leon sudah bertandang di samping tubuh Lexa dan merangkulnya.


"Jangan rangkul rangkul, aku masih lelah! Bukannya memberiku air minum," saut Lexa jual mahal.


"Ahh iya, aku sangkin senangnya Lexa, sebentar ku ambilkan minuman ber energi supaya kau siap menghadapiku, hihihi .. " Leon menyeringai dan bergegas mengambil minum untuk Lexa.


Jantung Lexa berdegup, apa yang mau Leon lakukan. Lexa takut tidak dapat menolak semua keromantisan Leon dan ketika Leon sudah menatapnya saja, dia takut jantungnya akan berserakan kemana mana.


"Ini minumlah," ternyata Leon membawa se teko kaca air putih dingin.


"Minuman ber energi apa ini? Ini air putih Leon, kau ini semakin tua semakin aneh!" Celetuk Lexa, membuat Leon berpikir apakah Lexa mengetahui ulang tahunnya. Namun, dia tidak mau percaya diri. Dia sudah senang melihat Lexa bersamanya saat ini.


"Apa maksudmu semakin tua? Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu Lexa, ayo cepat katakan bagaimana bisa kau kemari? Aku jadi curiga, sepertinya kau menyukaiku kan?" Balas Leon yang sudah kembali duduk dan memangku tangannya.


Lexa lebih dulu meminum air yang tampak menyegarkan sebelum dia merogoh tasnya mengambil sesuatu.


"Kau ini bodoh atau apa? Sudah jelas kan aku sudah melacak keberadaanmu dan mengetahui kalau hari ini ulang tahunmu, ini untuk mu, selamat ulang tahun!" Lexa memberikan kartu ucapan yang telah ia pesan dari Lucy ke meja.


Leon cukup terkesiap mendengar penuturan Lexa yang membuatnya terharu dan lebih semakin mencintai Lexa, wanita itu memberikan kartu ucapan selamat ulang tahun.


"Aarggghh, sebuah perjalanan yang melelahkan untuk kemari, aku curiga itu anjing Solane, percis kan peliharaan dan majikannya!" Lexa masih berceloteh karna jujur saja dirinya salah tingkah mengakui semua pencariannya selama ini akan Leon.


Leon masih memperhatikan kartu ucapan yang sangat kreatif. Yang mana jika kartu tersebut dibuka terdapat rumah klasik yang muncul tiga dimensi lalu di atasnya bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY MUSANG LIAR". Leon sedikit memicingkan matanya.


"Ucapan macam apa ini? Beginikah caramu mengucapkan selamat ulang tahun, hah?" decak Leon sedikit ketus.


Jantung Lexa sesaat berdetak, apakah Leon tidak menyukai prilaku manis nya ini? Pikir Lexa mebelakan matanya.


"Jadi, kau tidak suka?" Tanya Lexa terbata.


Leon menyeringai. Diraihnya tangan Lexa, diarahkan wajahnya tepat di depan wajahnya dan Leon mencium bibirnya. Lexa membuka sedikit bibirnya. Leon lalu melumat bibir atas Lexa dengan pelan begitu juga Lexa yang mengikuti alur Leon yang sangat lembut dan benar saja, Lexa tidak dapat menolaknya.

__ADS_1


"Aku sangat menyukainya, terimakasih kelinciku," Leon menarik ciumannya lalu membenamkan Lexa dalam pelukannya.


Lexa merasakan kehangatan Leon sesaat dan menarik diri dari Leon.


"Leon, kau sangat berlebihan, lain kali kau jangan seenaknya menciumku, kita bukan sepasang kekasih," ucap Lexa pelan.


"Jadi, kau mau kita menjadi kekasih?"


"Tidak! Lupakanlah, apa kau tidak bisa menaikan ac mu, ini sangat panas Leon," kata Lexa berdiri dari duduknya. Dia melepas blazer abu abunya dan terpampanglah lekuk tubuhnya dan terlihatlah belahan dua gundukan Lexa.


Leon yang hendak menaikan suhu ac nya mendadak terdiam dan meneguk ludahnya.


"Lexa, kupastikan, pakaianmu seperti ini hanya di depanku saja ya? Jangan di depan orang lain, aku tidak sudi! Harus aku yang lebih dulu merasakannya," ucap Leon dan beranjak mencari remot ac nya yang berdalih ada di kamarnya, padahal ada di atas tv. Namun, Leon tidak dapat berpikir jernih melihat betapa cantik dan menggodanya Lexa.


Lexa menggeleng gelengkan kepalanya bingung sekaligus tersenyum bangga, Leon sama sekali sangat menghargai kesuciannya.


...


Lexa menceritakan apa saja yang ia lakukan dengan Leon ketika pria itu berulang tahun kepada Lucy dan Abby. Abby merasa sahabatnya benar benar telah jatuh cinta. Namun, Abby bingung karna mereka berdua belum menyatakan perasaan mereka masing masing. Mereka hanya menikmati masa kebersamaan mereka. Makan malam bersama, Leon menjemput Lexa dan sesekali Leon mengirimi Lexa makanan kecil.


Apalagi belakangan ini sejak atasannya, Viena sedang berduka dan pulang dengan wajah yang baru, Lexa tetap bersama Leon kapanpun itu. Solane sudah diberi peringatan keras oleh Leon, karna waktu itu Leon sudah mengetahui pemilik anjing tersebut. Namun, apakah Solane diam saja? Pada kenyataannya Solane masih suka mengganggu Lexa dan Leon ketika tidak sengaja Solane bertemu mereka.


Jadi, Leon mengajaknya ke cafe makanan siap saji yang cukup enak bagi Leon.


Leon telah memesan satu hotdog berukuran besar dengan extra mustard dan satu porsi besar nachos bolognes. Dan mata Lexa berbinar binar melihatnya.


"Leon, kalau aku habiskan semua, apa kau marah?" Tanya Lexa yang sudah mengambil sedikit nachos yang menggeliurkan itu.


"Silahkan, kau harus makan banyak agar energi mu banyak, agar kau kuat sewaktu waktu aku menerkammu, hihi!" Gurau Leon menyeringai.


"Musang mesum!" Dengus Lexa mulai memotong hotdog menjadi dua bagian.


"Kenapa kau memotongnya istriku?" Tanya Leon sambil memanggil Lexa dengan panggilan yang pasti akan membuat Lexa sedikit kesal.


"Iya, karna sebentar lagi aku akan memotong lidahmu karna memanggil sembarangan," Lexa menjukurkan pisau ke arah Leon.


"Lexa, memang kau tidak mau menjadi istriku hah?" Leon memegang pergelangan tangan Lexa yang memegang pisau dan menatap wanita itu dengan tatapan teduh.

__ADS_1


"ISTRI APA LEON?! AKU YANG HANYA BOLEH MENJADI ISTRIMU!" tiba tiba Solane sudah menyaksikan kemesaran mereka dan dia marah. Dia menghempaskan tangan Leon dan Lexa yang sedang saling berpegangan.


Pisau yang dipegang Lex terlempar begitu jauh membuat Lexa sangat kesal. Dia beranjak dari kursinya dan menatap nanar Solane.


"Dasar wanita jalang, semua yang ada disini, lihat wanita ini! Dia merebut pacarku dan merayunya untuk menjadikannya istrinya, sangat tidak tahu malu!"


Entah setan dari mana, Solane melemparkan minuman Lexa ke wajah Lexa dan memaki maki Lexa. Leon terkejut bukan main. Lexa masih diam dan menyaksikan drama Solane.


"Bukankah itu Solane anak bupati itu?" Ucap salah satu pengunjung.


"Ya benar aku anak bupati Springfield, wanita ini cemburu karna Leon mempunyai pacar sepertimu sedangkan dia bukan siapa siapa, dia berusaha dengan berbagai cara agar Leon memutuskan ku dan mempermalukan ku!" Solane mulai berpura pura bersedih.


"Solane! Apa yang kau katakan?" Ujar Leon hendak meluruskan.


"Leon, aku memaafkanmu karna mendekati wanita ini, aku tahu dia yang merayumu kan," Solane meraih jaket Leon.


"Kasihan sekali anak bupati itu, sedangkan perempuan itu hanya diam saja, dasar tidak tahu malu!" Seseorang memencak mencak Lexa.


Lexa akhirnya mendidih. Di menarik rambut Solane menuju ke luar cafe. Dia membanting tubuh Solane sampai tersungku ke aspal.


"Aku menunggu surat penuntutanmu langsung datang bersama ayahmu! AKU TIDAK TAKUT!" ujar Lexa dingin dan seram. Dia lalu pergi dari cafe tersebut dengan menangis.


Leon menghampiri Solane yang telah tersungkur.


"Dengar Solane, kalau kau memasukan Lexa ke penjara, aku juga akan ikut masuk! Aku sudah memperingatimu!" Kata Leon lalu mengejar Lexa. Harus perkataan maaf seperti apa lagi yang akan disampaikan pada pujaan hatinya.


Lexa sudah terlalu banyak disakiti Solane. Apakah Leon harus mengalah? Leon merasa harus mendatangi ayah Solane. Semua nya sudah keterlaluan.


Sementara Solane terluka disekujur tubuhnya hendak menuju gedung kantor ayahnya untuk melaporkan Lexa.


...


Next part 22


Apalagi ulah Solane ya?


Atau ada masalah lain?

__ADS_1


Uda sih Leon nyatakan perasaanmu :(


__ADS_2