Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 65 EKSTRA END


__ADS_3


Alexa Luxurio


---------------------------


Penantian panjang yang penuh dengan derai air mata dan perjuangan akhirnya berbuah manis. Bagaimana keadaan Lexa dan bayinya? Bagaimana perasaan Leon bagi keluarga barunya?


...


"Di mana istriku, sus?" Tanya Leon memasuki ruangan tersebut. Dia sudah tidak tahan.


"Ah iya Tuan, maafkan saya karena belum memanggil anda karena Nyonya Lexa masih masuk dalam tahap bukaan empat. Katanya, dia ingin melahirkan normal," jawab sang suster yang menjaga.


"Apa aku bisa menemaninya?" Tanya Leon.


"Silahkan Tuan. Nyonya Lexa ada di ruang tengah," kata sang suster menunjukan ruangan Lexa.


Leon segera menemani Lexa yang tampak lemah dan posisinya setengah duduk sambil memegang tiang selang infus.


"Lexa?" Panggil Leon mendekati istrinya.


"Leon, sakit!!" Lexa meringis terus memegang perutnya.


"Apa kau ingin operasi saja?" Leon mengelus lengan Lexa.


Lexa menggeleng. Dia ingin melahirkan secara normal. Leon pun mengalah. Dia terus menemani Lexa. Sampai akhirnya rasa kontraksi Lexa terus menerus terasa. Leon memberitahukan pada suster dan suster memeriksanya.


"Tuan dan Nyonya bersiaplah, sebentar lagi Nyonya Lexa akan melahirkan," kata sang suster memberitahu dan segera menghubungi dokter yang bertanggung jawab. Lexa sudah masuk ke bukaan terakhir. Kini dia sedang memeluk Leon. Hanya aroma tubuh Leon yang menenangkan sehingga tidak begitu merasa sakit. Sebelumnya Viena sudah melihat Lexa yang tampak kacau karna kelelahan Lexa yang menahan kontraksi.


Sang dokter pun sudah siap. Lexa memegang tangan Leon. Dokter sudah memberi aba aba untuk mengejan. Lexa mengejan sampai air matanya keluar dengan sendirinya.


"Sakit Leonnnn!!!!!" Lexa malah memanggil nama suaminya bukannya memberitahu sang dokter seperti wanita kebanyakan.


"Mengejan lagi nyonya!" perintah sang dokter.


"Enggggg!!!!!" Lexa mengejan dan malah menarik tangan Leon. Dia memeluk Leon. Leon sudah diam saja karena dia merasa istrinya begitu berjuang dan tampak lelah. Leon mengikuti apa yang Lexa lakukan padanya.


"Lagi nyonya! Kepalanya sudah terlihat!" kata sang dokter memotivasi.


"Aaarrrggghhhhhhh!!!" Lexa membuka mulutnya dan menenggerkan kepalanya pada bahu Leon.


"Kau pasti bisa Lexa! Kau wanita kuatku! Anak kita akan segera lahir, ayo Lexa! Aku di sini!" bisik Leon menguatkan istrinya dengan sangat lembut di dengar.


"Bagus Nyonya sekali lagi nyonya, sekali lagi!"


"Eeennngggg!!!" Lexa menggigit bahu Leon.


"Aarrhhhhh!!!" Leon berteriak karna terkejut atas gigitan Lexa juga mendengar suara tangisan yang mereka semua nantikan.


"Huuaa huaaa hhuuuuaaa ...!!" Suara tangisan seorang bayi yang begitu menggelegar keluar dari antara tungkai Lexa.


"Berhasil Nyonya! Anak anda laki laki," kata sang dokter menunjukan sesaat bayinya.


Kepala Lexa bersandar pada bahu Leon. Leon pun juga masih mengatur napasnya kar a gigitan Lexa yang begitu tajam dan sangat perih. Lexa sedikit melirik ke arah bayinya. Dia tersenyum. Leon berusaha menarik diri perlahan dan membaringkan Lexa.


"Lexa, sekarang aku yang merintih kesakitan. Kau sungguh luar biasa! Terimakasih sayang!" Leon mengecup kening Lexa di tengah kesakitannya.


"Iya Leon! Maafkan aku. Bayi kita sudah lahir," kata Lexa masih dengan napas tersenggal karena begitu melelahkan.


"Sudah dia laki laki," jawab Leon tersenyum.


Dan tak lama kemudian sang dokter memberikannya pada Lexa untuk dipeluknya. Untuk melakukan sebuah inisiasi menyusui dini. Leon sedikit beranjak dan melihat bayinya yang begitu merah dan masih menangis. Lexa meraihnya dan memeluknya, mendekatkannya pada dadanya. Lexa meneteskan air matanya. Leon merasakan haru kebahagiaan dari sang istri. Dia mengelus kepala Lexa dan mengecupnya.


"Terimakasih sayang, kita telah memiliki seorang anak laki laki," Tutur Leon merasakan haru yang luar biasa.


Lexa mengangguk dan mengecupi puncak kepala anaknya. Leon juga mengecupnya sesaat.


"Leon, akhirnya aku memiliki bayi darimu dan kini aku bisa memeluk dan menciumnya," ujar Lexa meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Benar sayang, keluarga kita sudah lengkap. Lexa, biarlah dia bernama Marxelino Alexio Janson. Bagaimana?" tampaknya Leon sudah merangkaikan kata untuk anak mereka karena dia begitu antusias.


Lexa mengangguk dan menoleh tersenyum lebar pada Leon. Ternyata ini memang kenyataan. Dia memiliki dua anak, Lionel dan Xelino yang sekarang ia peluk.


"Iya Leon, aku suka," kata Lexa sumringah.


"Anak kita akan menjadi pria yang cerdas, dan terlebih dia akan patuh kepadamu sayang. Dia akan mencintaimu sebagai ibunya dan akan menurutimu, sebab kau ibu yang terbaik. Aku bangga kau menjadi ibu bagi anakku Lexa," kata Leon lagi dengan membubuhkan doa dan harapan di dalam naman tersebut.


"Dia juga akan cerdik dan ceria sepertimu, Leon, aku yakin!" Lexa menatap penuh kepastian pada suaminya.


"Dia anak kita, sayang, anak kita! I love you!" Ucap Leon terdengar mesra dan penuh kasih sayang.


Lexa menyandarkan pipinya pada pipi Leon yang terus mendekatinya. Mereka berdua sangat bahagia melihat buat hati mereka.


"Baiklah Tuan Leon, biarkan istri anda bersama anaknya sementara lalu akan dimandikan. Silahkan anda mencari ruang perawatan untuk Nyonya Lexa," kata sang dokter memberi arahan.


Leon mengangguk dan mengecup kening Lexa terlebih dahulu. Lexa masih memperhatikan anaknya. Suster pun membantu Lexa membimbing anaknya untuk bisa menyusui secara bertahap.


Hem, menyusui? Hal yang sudah dinantikan oleh Lexa ...


Kini, dia sudah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.



(Leon and Baby Xelino)


...


Lima tahun kemudian, Springfield.


"Mami, aku mau di sini, di sini ada Kak Jes, Alle, dan Uncle Juan, juga Grandpa yang selalu membuatkan ku mobil. Belum lagi Grandma selalu membuatkanku carrot cake. Aku aku di sini saja!" dengus Xelino ketika ayah dan ibunya mengajaknya pulang setelah satu Minggu berlibur di rumah kakek dan neneknya.


"Tahun depan kita kesini lagi Xelino!" kata Lexa memberi pengertian.


"Tidak mau, sekarang saja! Papiii, aku mau di sini!!" Xelino malah menjawab kembali perkataan ibunya dan merajuk pada ayahnya.


"Kau mau meninggalkan Zhavia?" kata Lexa masih berusaha.


"Sudahlah Lexa. Biarkan Xelino di sini, nanti kalau dia tidak betah, aku yang akan mengantarnya," kata Jerry tidak tega dengan kemarahan Xelino.


"Nah! Uncle Jer saja mengerti!" saut Xelino.


"Semua nama kau singkat, Xeli!" sela Juan tiba tiba yang lucu sendiri mendengar nama panggilan yang disingkat oleh keponakannya. Juan sudah menjadi seorang paman. kini dia hendak memasuki sekolah menengah atas.


"Kau yang mengajari, paman! Namaku Xelino, lebih baik kau membuatnya menjadi Lino saja, Paman Ju!"


Semua tertawa mendengar celotehan Xelino yang seperti orang dewasa. Sebenarnya Xelino juga meminta untuk les seperti Dior. Dia selalu cocok jika bercakap cakap dengan Dior meskipun perbedaan usia yang cukup jauh, lima tahun lebih. Namun, Dior menyukai cerita Xelino setiap mendeskripsikan sesuatu. Ya, seperti ayahnya yang bekerja sangat baik dengan Dion.


Lexa tidak mau Xelino terlalu terbeban, oleh sebab itu, Xelino hanya ikut dengan Leon jika jam sekolahnya sudah selesai. Lexa berniat akan memberikan Xelino pelajaran tambahan ketika berusia sepuluh tahun.


Lexa menatap Leon sedikit sedih. Mungkin ini saatnya Lexa menyerahkan Xelino pada mertuanya yang memang ingin bertekad mengurusi cucu cucunya di masa tuanya. Leon mendekati Lexa dan mengecup pelipisnya.


"Turuti saja, kita lihat dia kerasan atau tidak. Jika kerasan biarkan saja. Kita akan menengoknya satu bulan sekali," kata Leon memberi pengertian pada Lexa.


"Benar Leon? Tapi, aku masih sanggup merawatnya," ujar Lexa masih bersedih.


"Ya, aku mengerti selama ini kita sudah merawatnya, tetapi biarkan Xelino merasakan suasana baru di masa masa perkembangannya. Kau sendiri yang bilang kan, akan memperkenalkan dunia pada Xelino? Biarkan dia berkreasi mulai hari ini. Bersama grandma dan grandpanya, juga dengan Juan? Kita hanya perlu mendoakan dan mendukungnya," kata Leon lagi memberi tahu maksud dirinya mengijinkan.


Lexa berpikir sejenak. Sebenarnya dia memang sedikit keteteran karena proyek iklan semakin meningkat. Viena hanya cocok bekerja dengannya. Lexa juga tidak bisa lari dari semua tanggung jawab. Sepertinya ini akan membantunya. Semua juga untuk masa depan Xelino. Lexa dan Leon tidak mau mendapat bantuan melulu dari Dion dan Viena. Mereka ingin menabung untuk pendidikan dan masa depan Xelino dengan jerih payah mereka sendiri.


"Baiklah Leon, aku mengijinkan," ucap Lexa tersenyum. Dia melihat anaknya yang lebih bebas dan bahagia di rumah kakek dan neneknya ini. Jane juga tersenyum melihat menantunya. Dia mendekati Lexa dan memeluknya.


"Jaga dia baik baik mom, katakan padaku apa saja yang ia butuhkan nanti. Marahi saja jika dia berbuat salah dan beritahu yang benar," kata Lexa berpesan pada mertuanya. Jane mengangguk pasti dan tersenyum.


"Tenang saja kak, kalau dia nakal, aku akan mengurungnya di kandang domba, biarkan dia tidur bersama domba!" saut Angel juga ambil peran dalam mendidik Xelino.


"Tidak apa di kandang domba. Bulu bulu domba itu begitu lembut, nanti aku juga akan membantu Grandpa memotong bulunya." Xelino terus menjawab seperti otaknya adalah kamus berjalan.


"Ya ya terserahmu saja!" Angel menyerah.

__ADS_1


Mereka kembali tertawa. Leon lalu memanggil Xelino.


"Kau baik baik bersama grandma dan grandpa ya? Jangan nakal! Kalau kau nakal, papi akan menjemputmu dan tidak akan kesini lagi!" pesan Leon mengusap puncak kepala Xelino.


"Siap bos pap!" xelino memberi hormat.


"Xelino," panggil Lexa. Lexa juga sudah berjongkok dan Xelino memeluknya.


"Kau yakin akan berjauhan dengan mami?" tanya Lexa kembali muram.


"Aku hanya masih mau di sini mam, nanti aku akan pulang," jawab Xelino memegang pipi Lexa.


"Tinggallah di sini, aku mengijinkan, tapi jika kau merindukanku, kau harus menghubungiku atau langsung pulang ke rumah. Mengerti?" kata Lexa tersenyum hangat.


"Yes mam! I love you!" Xelino mendaratkan kecupan kecil pada pipi ibunya dan inilah yang membuat Lexa merasa sangat sempurna.


"Jaga dirimu, jangan nakal, turuti perintah grandpa, grandma, Uncle Jerry, Bibi Angel dan Paman Juan. Jangan berkelahi dengan Kak Jessie dan Allegra, kau mengerti?" pesan Lexa.


Xelino mengangguk lagi. Dia lalu mengecup kening ibunya dan sekali lagi mengatakan dia mencintai ibunya sangat dan mendalam.


Dan, akhirnya Lexa dan Leon memiliki seorang anak laki laki, tetapi Lexa tetap menganggap dirinya memiliki dua anak, satunya sudah tenang di surga. Semua pesan kakaknya untuk Xelino, sudah juga Lexa sampaikan. Leon dan Lexa sudah menceritakan semua yang terjadi pada dirinya terhadap Xelino. Oleh sebab itu, Xelino begitu menyayangi kedua orang tuanya, khususnya Lexa.


Seiiring berjalannya waktu, Xelino lebih patuh terhadap Lexa ketimbang Leon. Xelino akan langsung mendengarkan apa yang Lexa katakan, sedangkan dengan Leon terkadang merekapun berdebat. Lalu, bagaimana perjalanan hidup dan cinta seorang Xelino? Mari kita saksikan, sesaat lagi 😊


AFTER MARRIAGE LEXA LEON


TAMAT ...


Pesan yang dapat diambil :


Buah yang manis itu tidak muncul begitu saja. Dia membutuhkan perawatan yang terampil dan sentuhan tangan yang penuh kesabaran serta kelembutan. Begitu juga kehidupan, akan ada masanya mencapai sebuah keberhasilan tentang apapun itu, asal jangan pernah menyerah, sabar, dan menciptakan hal hal yang bermanfaat bagi kita makan niscaya kesuksesan akan datang sendiri pada kita.


Lexa dan Leon telah mengalami banyak asam manis kehidupan sejak mereka menetapkan kemandirian pada diri mereka. Namun, mereka tak kenal menyerah. Berusaha menjadi yang terbaik dan orang kepercayaan. Ketika bertemu, mereka memiliki masalah nya masing masing tetapi mereka berusaha melengkapi sampai dapat menjalin sebuah hubungan dan mencapai ke jenjang pernikahan.


Tidak sampai di sana. Mereka harus merasakan sebuah kehilangan sampai rasanya tidak mau memiliki lagi. Kini sudah terbayarkan semuanya dengan kehadiran Xelino. Buah yang telah mereka sirami dengan sedemikian rupa yang sekarang telah matang dan memiliki warna yang mencolok.



(Bonus Foto Leon biar ga lupa haha)


...


...


...


...


...


jeng jeng tamat gesss .... ahh akhirnya ..


apa aku perlu kembali lagi menceritakan Rico Solane menjelang pernikahan??


aku bingung 😁😁


vii ingin segera ke kisah Xelino soalnya 😊😊


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


nanti vii umumkan pemberi vote terbanyak 😁


siap siap yaa 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2