Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 60


__ADS_3

Jika keadaan merindu telah mencekam hati, jiwa sampai perilaku maka apapun akan menjadi pelampiasannya. Tak peduli miliknya atau tidak, dia akan menganggap nya seperti darah dagingnya. Begitulah arti seorang wanita yang memiliki jiwa keibuan. Bagaimana liburan Juan bersama Lexa dan Leon?


...


Juan sudah hampir satu Minggu tinggal di apartemen kakaknya dan Lexa. Juan sangat kerasan karna bergantian ikut bersama Lexa atau Leon ke tempat kerja mereka. Namun Juan lebih senang pergi ke Hotel Prime karna selalu bertemu dan bermain bersama Sheryy juga selalu dibelikan ice cream oleh Renzy. Juan berlibur sekitar satu bulan jadi dia bisa sepuasnya di sini.


Leon merasakan perubahan adiknya yang kini sudah lebih besar karna selama satu Minggu, dia sama sekali tidak menanyakan mom mereka. Namun Lexa tetap menyuruh Leon untuk melakukan video call agar Juan tidak terlalu rindu pada ibunya.


"Juan, apa kau tidak bosan di sini?" tanya Lexa basa basi. padahal Lexa sangat senang Juan ada di sini karna apartemennya menjadi ramai.


"Tidak!" Jawab Juan menggeleng sambil memainkan mobil buldozer nya di meja ruang tengah apartemen Lexa dan Leon.


"Hem, apa kau ingin ke tempat rekreasi?" tanya Lexa ingin benar benar mengajak adik iparnya itu berlibur yang sesungguhnya.


"Apa itu?" Juan memang tidak tahu karna di kotanya belum ada dibangun taman rekreasi besar seperti yang Lexa maksud.


"Ya, jadi seperti banyak permainan di sana. Kuda kudaan , mobil mobilan, perahu bergoyang." Leon yang menjawab karna dia mengerti dengan kota asalnya.


"Wah, di Springfield tidak ada kak." gumam Juan sedikit kecewa.


"Memang! Nanti ku buat kalau kakak mu ini jadi presiden!" celetuk Leon bergurau.


"Hahaha..."


"Ya, jadi mau tidak? Besok hari Minggu kita kesana bersama Sherry dan Paman Manuel, bagaimana?" Leon kembali memastikan.


"Maaauuuu!!!" Jawab Juan sangat bersemangat.


Leon merangkul Lexa juga senang merasakan keceriaan adiknya. Lexa pun tersenyum sumringah seperti sudah memiliki keluarga kecil saja.


Keesokan harinya, mereka pun bersiap menuju ke rumah kecil Manuel. Manuel memang seorang yang dapat memanajemen keuangannya. Ketika sudah bekerja selama enam bulan dengan Dion dan Leon, dia sudah membeli sebuah rumah dengan cicilan yang tidak terlalu panjang. Dia tidak mau mengontrak lagi. Oleh sebab itu kini dia bersama Reginald sudah benar benar menjadi direktur saham. Dion dan Leon sangat percaya pada mereka.


Ketika sampai di rumah Manuel, Lexa, Leon dan Juan mendapatkan Sherry bersedih karna Manuel tidak bisa ikut. Manuel harus bertemu dengan seorang klien yang hendak membeli saham secara besar besaran namun dia hanya dapat bertemu hari ini.


"Leon, aku harus bertemu dengan Tuan Hendrick. Kau tahu dia kan? Pemilik perusahaan Elektronik terkenal di Honolulu? Dia tertarik dengan saham kita. Hem, kata Tuan Dion, Tuan Egnor yang merekomendasikan saham kita." Kata Manuel memberi tahu perlahan mengapa Sherry menjadi mengerutkan wajahnya.


"Ya aku tahu, jadi kenapa?" Leon masih belum paham.


"Sherry ingin aku ikut bersama kalian. Hem, maafkan aku. Kalau hanya Reginald yang ikut, aku tidak akan mendapat bonus. Tuan Dion menjanjikan bonus yang lumayan. Aku bisa menabungnya untuk biaya sekolah Sherry." Tambah Manuel memberi tahu sambil menundukan kepalanya. Dia sebenarnya ingin menemani Sherry namun hal ini juga penting untuk masa depan anaknya.


"Ya kau benar!" Leon bergumam dan hendak berbicara pada Sherry namun ternyata Juan lebih dulu berkata kata.


"Sherry, Daddy mu harus bekerja. Dad and mom ku saja sedang membantu kakakku menjaga bayi jadi aku mau bersama kak Lexa dan Kak Leon. Masa kau tidak mau bersama Kak Lexa dan Kak Leon?" Begitulah kata seorang anak kecil yang hanya mendengar saja . Dia memegang bahu Sherry.


"Mereka aunty dan uncle ku." Sherry mengoreksi sambil mendengus.


"Terserah, pokoknya kau ikut saja dengan kami, biarkan Daddy mu bekerja!" Balas Juan sedikit memutuskan.


"Hemm, yasudah! Daddy, tapi kau harus menjemput ku pulang nanti!" Akhirnya Sherry mengijinkan ayahnya karna kata kata Juan .


"Pasti sayang! Kalian bermain jangan nakal dan selalu menuruti aunty Lexa dan uncle Leon ya?" Ujar Manuel berjongkok di depan Juan dan Sherry.


"Dia kakak ku Tuan Manuel!" Kini Juan yang mengoreksi seperti apa yang Sherry lakukan sebelumnya.


"Hahahaha"


Mereka pun tertawa dan bersiap pergi ke taman rekreasi tersebut. Sementara Manuel bertolak menuju pertemuannya dengan pemilik perusahaan elektronik tersebut.


Sesampai di tempat rekreasi, Juan begitu takjub melihat permainan yang memancing dirinya untuk menaikinya. Pertama Tama Sherry yang mengajaknya menaiki sebuah komisi putar berbentuk kuda dan ada juga kereta kencana. Juan mengangguk tersenyum dan menaiki sebuah kuda hitam dan Sherry menaiki kuda berwarna putih. Sedangkan Lexa dan Leon menaiki sebuah kereta kencana berduaan.


"Leon, mereka seperti anak anak kita!" Gumam Lexa menyandarkan tubuhnya di samping Leon.


"Anggap saja begitu! Ahh aku santai dulu Lexa, hemm sepertinya kita harus mengganti sofa kita dengan kereta kencana seperti ini Lexa dan mencari suasana baru dalam bermain." Balas Leon merangkul Lexa.


"Mesum!" Decak Lexa seketika.


"Hey, sudah satu Minggu kita tidak bermain." Protes Leon tak suka dengan umpatan istrinya.

__ADS_1


"Ada adikmu Leon!"


"Dia tidur bisa kita bermain, kau ini sama sama mesum tapi tidak cerdik!" Gerutu Leon memejamkan matanya merasakan putaran kereta kencana ini.


"Ya, kau memang yang paling cerdik Danteleon! Musang mesum selamanya akan seperti itu!" Dengus Lexa akhirnya melihat lihat suasana taman rekreasi itu.


"Terserah!"


Bukannya bermesraan selagi ada waktu melainkan malah saling menebarkan umpatan. Ya itulah mereka, kalau tidak seperti itu, mereka mungkin tidak akan bersatu. Setelah menaiki komidi putar itu, mereka menaiki sebuah arena tabrak menabrak mobil. Di mana Leon bersama Sherry dan Juan bersama Lexa. Juan dan Sherry begitu menikmati arena ini. Mereka tertawa dan menebar keceriaan.


Setelah itu mereka memasuki rumah boneka dan rumah hantu. Awalnya malah Juan yang agak sedikit takut tapi Sherry menggodanya sehingga Juan merasa tertantang. Sementara Lexa dan Leon tidak mau ikut campur. Mereka hanya menuruti kemauan anak anak kecil ini dan mendampinginya. Akhirnya mereka memasuki rumah hantu itu. Ternyata sampai di dalam malah Sherry dan Lexa yang ketakutan. Lexa sudah mengalungkan tangannya pada lengan Leon sementara Sherry minta digendong Leon. Sedangkan Juan malah berjalan di depan mereka.


"Kak Leon, bukannya dia menggunakan topeng? Aku tahu topeng itu seperti festival Halloween kan?" Decak Juan sangat polos dan jujur.


"Kau pintar Juan!" Balas Leon sama seenaknya dengan adiknya itu.


"Hahaha yang itu labu terbang! Sherry, aku biasa membuatnya di Springfield! Kau ini kenapa? Tadi kau menggodaku! Aku sering melihat semua ini." Kata Juan lagi berbangga diri.


"Sudah cepat jalan Juan keluar dari sini, aku takut!" Saut Lexa sudah agak bergidik melihat wajah wajah seram zombie di sana .


"Kak Lexa diam saja pegang tangan kak Leon. Ini semua kebohongan!" Balas Juan seenaknya tanpa rasa takut sedikitpun.


"Seperti kehidupan Juan." Saut Leon juga sekenanya.


"Nah!" Juan mengangkat jarinya sambil terus berjalan.


Lexa benar benar tidak habis pikir dengan ke dua bersaudara ini. Lexa bertaruh, Angel juga pasti tidak takut. Dasar, keluarga aneh menurutnya.


Sampailah akhirnya mereka keluar dari rumah hantu itu.


"Aahhhh, tidak seru! Apa di sini tidak ada bermain tembak menembak kak?!" Protes Juan merenggangkan otot ototnya.


"Juan, aku sudah mau jantungan kau bilang tidak seru!" Saut Lexa sedikit mendengus.


"Tadi kak Lexa dan Sherry meledekku ternyata kalian yang menangis." Tutur Juan berbangga diri.


"Sudah sudah Sherry jangan menangis, Uncle Leon belikan ice cream ya?" Kata Leon mencoba menenangkan.


Sherry mengangguk.


"Aku juga kak!" Juan juga meminta.


"Ayo berdua! Lexa, kau duduk di sini saja ya? Aku akan membelikanmu, kau tampak sangat lelah." Kata Leon meminta ijin.


"Aku ketakutan, mengapa zombie dan vampir itu menyeramkan? Di film Breaking dawn vampirnya tampan tampan, apalagi Emmet Cullen. Heemmm .." gumam Lexa duduk di bangku di bawah pohon .


"Otakmu! Kau tidak lihat siapa di depanmu?" Decak Leon tak senang istrinya memuja pria lain.


"Ya, paling kau tampan seperti TOP BIGBANG sudah sana! Begitu saja cemburu!" Dengus Lexa dan duduk di bawah pohon menunggu Leon, Sherry dan Juan.


Sekitar lima belas menit kemudian Leon datang namun hanya bersama Juan. Lexa agak bingung mengapa Leon datang tidak juga bersama Sherry?


"Leon!! Di mana Sherry?" Tanya Lexa dengan hatinya yang sudah tak enak.


"Sherry? Hah? Bukannya dia berjalan duluan kembali padamu?" Jawab Leon juga mulai panik.


"Tidak! Lihat saja aku sendiri!" Lexa pun berdiri dari duduknya.


"Damn it! Bagaimana ini? SHERRYYY??" Panggil Leon mulai melihat ke kanan dan ke kiri.


Mereka tampak panik apalagi Lexa. Di kerumunan yang cukup ramai ini bagaimana mereka bisa menemukan Sherry.


"Leon, dimana Sherry? Oh Tuhan! Kenapa kau ceroboh sekali?! Seharusnya kau tidak membiarkannya berjalan sendirian, dia masih kecil!" Lexa memarahi Leon yang benar benar teledor.


"Aku akan mencarinya, kau langsung lapor ke keamanan Lexa, cepat Lexa cepat!!! Juan, kau tidak boleh melepaskan tanganmu ya!" Juan mengangguk dan mereka berdua mencari Sherry.


Lexa segera menuju ke pos keamanan untuk melapor kejadiannya. Setelah melapor, Lexa dan salah satu petugas keamanan juga mencari Sherry. Lexa sudah menangis mencari Sherry. Dia merasakan kehilangan ini sangat sesak di dadanya. Rasanya seperti dia keguguran Lionel waktu itu. Lexa terus mencari tanpa berhenti sementara Leon sudah berhenti karna Juan lelah.

__ADS_1


"Nyonya, tidak ada! Aku sudah mencari ke sudut sudut tempat tidak ada anak yang kau maksud!" Kata sang petugas dengan napas tersenggal.


"Ahhh kau ini bagaimana? Pokoknya anak itu harus dapat! Ya Tuhan, Sherry kau di mana?" Kata Lexa memegang dadanya. Bukan hanya mengatakan pada Manuel, tapi Lexa merasa kasihan takut Sherry tersesat sendirian dan tidak tahu arah.


"Lexa, duduklah dulu, nanti kita akan mencari lagi atau langsung melapor ke polisi." Kata Leon menunggui Juan yang duduk.


Lexa lalu menatap tajam suaminya. Dia menghampiri Leon.


"Kau keterlaluan Leon! Ini semua salahmu, kau tidak berjaga jaga! Bagaimana kalau dia sedang sendirian atau jika terjadi kecelakaan padanya, apa kau tidak memikirkannya sampai ke sana?! Aku tidak memikirkan mengatakan pada Manuel, aku sangat takut terjadi sesuatu pada Sherry! Oh God, jagalah anak perempuan kecil itu!" Lexa memarahi Leon yang sudah berdiri di hadapannya. Lexa pun menautkan tangannya dan menangis. Dia menunduk. Dia memikirkan Sherry.


"Iya iya Lexa, maafkan aku, kita pasti akan menemukannya, maafkan aku! Sudah, kita pasti akan menemukannya." Kata Leon meminta maaf dan merasa bersalah. Dia memeluk Lexa.


Lex masih menangis dan bertekad harus menemukan Sherry. Sementara Leon yang juga memikirkan kemana Sherry merasakan kasih sayang Lexa yang hampir saja menjadi seorang ibu.


'oh Tuhan! Kemana Sherry? Bodohnya diriku sampai membuat hati istriku meringis seperti ini! Padahal Sherry bukan anaknya tetapi Lexa bisa setakut dan secemas ini, hemm kapan Kau kembali membuat istriku hamil, Tuan?' gumam Leon dalam hati di puncak kepala istrinya. Dia harus menemukan Sherry sebelum malam karna sebentar lagi Manuel pasti menghubunginya.


Sementara itu sepasang mata memperhatikan Lexa ,Leon dan Juan yang kebingungan mencari Sherry. Dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Tuan, aku sudah mendapatkan anak si Manuel, mau di bawa kemana?" Tanya si penelepon pada tuannya di seberang sana.


"Ke rumahku lah! Secepatnya!"


"Baik Tuan!"


...


...


...


...


...


Nah lho Sherry diculik sapose? Paling paling ..


.


Next part 60


Detik detik end yaa .. disini cuma pengen kasih tahu gimana rasa rindu Lexa yang ingin kembali menjadi seorang ibu hehe


.


Em em ada yg mau request aku harus ceritain siapa lagi sebelum aku mau nyeritain anaknya Lexa Leon hehe ?? Mungkin ada yg terlewat atau buat penasaran hehe namanya aku author tetap manusia hahaha


Komen atau chat aja ya 😁😁


.


Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya:


----- LOVE IN FRIENDSHIP -----


ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁


.


pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


.

__ADS_1


__ADS_2