
"Lexa?" Panggil Leon mencari cari keberadaan Lexa setelah kembali dengan ayah nya tadi kira kira pukul 7 malam. Dia mencari Lexa ke kamar namun tak ada batang hidungnya. Dia mengetuk kamar kecil namun kamar kecil tidak terkunci dan tidak ada siapa siapa.
Dia menuju ke ruang makan yang bergabung dengan dapur. Lexa juga tidak ada. Di sana hanya ada ibunya yang sedang menyiapkan makan malam.
"Mom, di mana Lexa?" Tanya Leon akhirnya pada ibunya.
"Lho? Bukannya di kamar? Aku ingin menemuinya tapi belum sempat." Jawab Jane sedikit menoleh.
"Tidak ada mom! Aku kira dia bersamamu?" Saut Leon menggaruk garuk kepalanya mulai cemas.
"Tadi aku ke belakang, aku kira dia di kamar berisitirahat karna lelah membuat kimchi. Aku belum sempat melihatnya." Kata Jane lagi kini membalikan tubuhnya mulai cemas.
"Mari makan!" Tiba tiba Angel datang bersama Larry dan Juan. Dia duduk di kursi makannya dengan tenang seperti tidak melakukan apa apa.
"Leon, kemana Lexa? Panggil dia kita makan malam!" Tanya Larry menuju kursi meja makan dan meletakan Juan di kursi makan khusus seumurannya.
"Dia tidak ada di mana mana, dad!" Jawab Leon pelan.
"Benarkah? Jane, kau tidak bersama Lexa? Bukannya tadi dia bersamamu?" Tanya Larry pada istrinya yang mulai berbaur di meja makan.
"Tidak sayang! Tadi aku ke belakang. Angel, kau melihat Lexa tidak?" Jane malah bertanya pada Angel.
"Mana aku tahu!" Jawab Angel sekenanya.
"Tadi kak Lexa mengikuti kak Angel!" Tiba tiba Juan yang hanya seorang anak kecil di sana mengatakan apa yang ia lihat saja.
Angel agak terkejut mendengar penuturan adiknya. Dia lupa kalau tadi Juan sedang di ruang tamu dan melihat sedikit drama Lexa yang terus mengikutinya. Angel tidak menyangka kalau Juan mengatakan yang terjadi sebenarnya.
Leon langsung menatap tajam adik perempuannya itu seperti beburu jawaban dari semua kecemasannya.
"Apa kak? Aku tidak tahu di mana dia! Dia hanya mengikuti sampai depan rumah, aku sudah melarangnya, lalu aku tidak tahu dia di mana! Mungkin dia berjalan jalan di sekitar rumah, atau ke hutan? Berani sekali dia!" Kata Angel dengan sangat tenang sambil melajutkan makan yang sudah ia taruh di piringnya.
"Hutan? Ayo Leon kita mencarinya! Ini sudah gelap, kalau malam hari seperti ini suka berkeliaran musang liar dan srigala srigala kecil." Ajak Larry beranjak dari duduknya.
"Srigala?" Leon mendelikan alisnya.
"Ya, di pegunungan sana sudah ada srigala srigala kecil, hanya srigala kecil sih, tapi kita harus wasapda." Larry menghampiri Leon dan menepuk bahu anaknya itu untuk segera mencari Lexa.
Leon masih menatap adik perempuannya itu yang tampak tenang.
"Pokoknya kalau ini berkaitan dengamu, malam ini kau tidur di luar atau sampai aku berada di sini!" Ancam Leon berbalik dan mengikuti ayahnya mencari Lexa.
"Kalian yang sering bersamanya, mengapa aku yang disalahkan?!" Saut Angel mencoba mengalihkan namun sebenarnya ada perasaan takut kalau kalau Lexa kembali dan menceritakan semuanya.
"Angel, cepat katakan, kau apakan kak Lexa mu itu?! Jangan sampai membuat kakakmu marah!" Tanya Jane lagi menepuk bahu anak keduanya itu.
"Mom! Aku tidak berbuat apa apa! Kau saja dengar kan aku melarangnya untuk ikut! Aku meninggalkannya di depan rumah dan aku tidak tahu lagi! Sudahlah, aku mau makan, mengganggu saja!" Jawab Angel mendengus. Jane menarik napas. Wajahnya sudah mulai cemas. Dia takut terjadi apa apa dengan calon menantunya itu.
Sudah hampir satu jam lebih, Leon mencari Lexa bersama ayahnya. Dia sudah mencari di sekitar rumahnya dan hutan kecil di samping rumahnya. Leon juga sudah mencari ke tempat tempat yang Lexa sudah ketahui seperti kebun jeruk dan halte. Namun semuanya nihil. Mereka lalu kembali ke rumah dan ketika sampai di depan pekarangan rumah Leon, Leon menemukan gantungan ponsel Lexa yang sangat Leon kenal karna dia yang memberikannya.
Gantungan ponsel berbentuk seekor monyet dan pisang di sana. Leon lalu menggenggamnya erat. Dia benar benar mengkhawatirkan Lexa. Dia mencoba menghubungi Lexa karna ia yakin wanita itu membawa ponselnya. Tapi, ponselnya tidak aktif karna signal yang sangat tidak mendukung.
"LLLEEEXXXXAAAA!!!!" Teriak Leon memanggil Lexa di dekat sekitar rumahnya. Mereka mulai mencari lagi namun benar benar tidak ada tanda tanda keberadaan Lexa.
__ADS_1
"ANGEL, CEPAT KATAKAN PADAKU DI MANA LEXA, AKU YAKIN KAU MELAKUKAN SESUTU PADANYA KAN?!" Teriak Leon meledak kembali ke rumahnya dan memanggil adiknya. Dia sudah curiga ketika Juan mengatakan Lexa mengikuti adiknya itu. Lexa sangat kerasa kepala, pasti wanita itu mengikuti Angel dan mungkin adiknya itu meninggalkan Lexa sehingga tidak tahu jalan pulang.
Angel, Jane bersama Juan yang masih di ruang makan berhambur keluar karna mendengar teriakan Leon.
"Aku tidak tahu kakak! Kalian yang selalu bersamanya, mengapa kau bertanya padaku! Jadi sekarang kau lebih percaya pada orang lain dari pada dengan adikmu sendiri hah?" Decak Angel mencoba untuk tenang dan melipat tangannya di depan dadanya.
"Apa kau bilang? Orang lain?" Leon yang sudah sangat kesal menghampiri adiknya dan mencengkram lehernya.
"Leon, tenang nak, tenang!!" Jane lalu memegang tangan Leon untuk melepaskan adiknya.
"Pokoknya kalau sampai tengah malam Lexa belum ditemukan, kau tidak boleh tidur malam ini, kau harus ikut mencarinya SAMPAI DAPAT! Mengapa kalian semua tidak bisa menjaganya? Dia wanita yang sangat baik! Dia bahkan ingin berteman dengan mu Angel! Tadinya dia tidak mau ke sini tapi aku memaksanya dan akhirnya dia mempunyai tekad untuk membuat kalian semua menyukainya! Tapi begini keadaannya! Dengarkan baik baik, khususnya untuk mu Angel! Aku akan terus bersama dengannya! Bahkan aku akan menjadikannya istriku, AKU TIDAK PERLU RESTUMU!" Leon menatap tajam Angel dengan geram dan penuh amarah.
"Aku akan kembali mencarinya!" Kata Leon lagi dan kembali menuju pintu untuk kembali mencari Lexa. Namun, ketika ia membuka pintu, ia melihat Lexa tiba berlari lari kecil dengan napasnya yang tersenggal. Leon langsung menghampirinya.
"Leooonnn... akhirnya aku sampai. Tadi ada musang liar yang mengejarku, untung aku lari dengan cepat, hosh hosh!!" Kata Lexa yang akhirnya sampai di rumah Leon setelah dalam perjalanan bertemu musang yang mengejarnya. Leon tak kuasa lagi. Dia sudah sangat panik dan cemas. Dia lalu memeluk Lexa dengan sangat erat.
"Lexaaa..!!" Dan air mata Leon menetes. Dia sudah sangat takut. Dia takut Lexa akan menjadi korban pemerkosaan atau lebih buruk lagi menjadi mangsa para srigala sirgala. Dia benar benar sudah berpikir sampai sebegitunya sangkin khawatirnya.
Lexa yang merasa Leon pasti sudah mencarinya karna hari sudah gelap dan malam. Lexa juga ikut memeluknya mengingat tadi dia sempat menyebut nama Leon ketika mencari jalan pulang.
...
Sekitar empat jam yang lalu. Waktu menunjukan pukul 16.30 atau setengah lima sore.
"Angel, jadi setiap hari kau menyusuri jalan jalan ini ya?" Tanya Lexa masih mengikuti Angel dari belakang. Angel diam saja. Angel sudah sangat risih dengan Lexa di belakang sana tapi dia menyabarkan dirinya.
"Eng, ada berapa bunga yang kau tanam Angel? Aku benar benar penasaran ingin melihatnya, apa masih jauh?"
"Kalau kau terus berceloteh, kita tidak akan sampai sampai kau tahu?!" Angel berbalik dan menatap sinis Lexa.
"Masih! Kau diamlah!" Jawab Angel acuh.
Akhirnya Lexa diam sambil bersenandung lagu Big bang kesukaan Leon. Ternyata Angel juga menyukainya. Angel terus menikmati senandung yang dibawakan Lexa. Namun, rencanannya untuk membuat Lexa tersesat tetap ada di pikirannya.
Tak lama mereka lalu sampai di pekarangan rumah kaca Angel. Rumah kaca tersebut berbentuk rumah yang tidak terlalu besar. Berada di tengaj tengah padang rumput. Betapa indah dan beembun karna hari sudah sore dan mulai gelap. Lexa memutuskan untuk melihat lihat tanpa menganggu Angel dlu. Angel sedang memeriksa bunga bunga nya yang beberapa pot sudah bermunculan bunganya.
Angel memberi pupuk dan menyirami pot pot bunga yang masih membutuhkan perawatan. Dia lalu melihat Lexa yang sedang menikmati padang rumput dengan beberapa bunga yang ia tanam di sana. Angel lalu menyeringai. Dia lalu dengan segera meninggalalkan Lexa.
"Heng, silahkan nikmati bunga bunga padang rumput itu sampai kau puas! Dan semoga kita bertemu di rumah! Bye!" Gumam Angel dengan senyum liciknya dan segera pergi dari rumah kacanya setelah menguncinya. Dia berlari dengan cepat menjauh dari rumah kacanya agar Lexa tidak melihatnya.
Kira kira Lexa sudah puas melihat lihat dan menikmati bunga bunga indah Angel, Lexa baru akan mencari Angel untuk bertanya tentang bunga bunga ini. Dia melihat lihat sekitar dan ternyata Angel tidak ada. Dia masih berpikir positif dan mendekati rumah kaca. Ketika dia hendak membukanya ternyata terkunci. Dia lalu menarik napas.
"Ya, Lexa, kau membuat jebakanmu sendiri! Pasti calon adik iparmu yang nakal itu telah meninggalkanmu atau lupa mengajakmu pulang karna biasanya pergi sendiri. Ah Lexa kelinci bodoh, mana mungkin dia lupa, masih saja kau berpikir positif. Leon benar, aku hanyalah kelinci bodoh yang berharap bersanding dengan musang pintar seperti Leon. Pantas saja Angel lebih setuju kakaknya dengan Solane, seorang model papan atas. Hemm... Sekarang aku hanya bisa mengharapkan kelopak bunga yang tadi kusebar." Lexa merenungi nasibnya dengan duduk di depan rumah kaca bunga Angel. Dia berjongkok di sana dan mulai meneteskan air matanya.
Ada perasaan menyesal karna tidak mendengarkan Leon. Harusnya dia tegas terhadap Angel, tapi semuanya tidak akan menyelesaikan masalah. Dia mulai merindukan Leon. Kalau saja Leon tahu dirinya sendiri seperti ini, Leon pasti memeluknya.
"Huuuaaaaa!!! Mangapa jadi seperti inii?!!" Teriak Lexa pelan dalam tangisnya.
Dia lalu membenamkan wajahnya di atas tangannya yang terlipat di atas lututnya.
"Lexa, berdirilah, pulanglah dan tunjukan kalau kau ini lebih dari wanita apapun dan Leon semakin menginginimu!" Tiba tiba Lexa mendengar suara wanita yang mendengung di telinganya. Suaranya sangat merdu seperti suara ibunya.
"Mom?!" Lexa menegakan kepalanya. Dia mencari cari namun tidak ada siapa siapa. Akhirnya Lexa berdiri.
__ADS_1
"Benar! Aku tidak boleh berdiam di sini. Aku harus pulang ke rumah Leon. Kalau aku di sini aku tidak tahu akan banyak binatang liar berkeliaran. Leon juga pasti sangat cemas mencariku!"
Lexa akhirnya melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang tadi ia tapaki. Dia tidak begitu mengingatnya karna perjalanan agak jauh dan dia tidak memperhatikan jalanan. Lexa akhirnya melihat kelopak bunga yang sudah ia tebarkan. Namun, hari semakin gelap. Dia tidam melihatnya dengan jelas. Akhirnya dia meraih ponsel di sakunya. Dia mencoba menghubungi Leon namun gagal karna signal yang tidak mendukung. Dia akhirnya menyalakan senter pada ponselnya mencari cari kelopak bunga yang sudah ia tinggalkan.
Lexa hanya berdoa tidak akan ada orang orang atau binatang binatang liar yang mengerjainya. Dia terus menyusuri jalan tanah diantara perkebunan jagung dan sesekali melewati perumahan. Ketika Lexa sudah hendak melewati beberapa rumah, Lexa melihat sepasang muda mudi seumuran Angel sedang berciuman di samping rumah yang redup penerangan.
"Ah Nigel, pelan pelan!" Tiba tiba Lexa seperti mendengar nama Nigel samar samar. Lexa lalu sangat penasaran, mengingat kemarin dia juga melihay Nigel menaiki sepeda motor dengan seorang gadis yang bukan Angel. Lexa akhir bersembunyi di pepohonan dan menyorot senter ponsel pada pasangan yang sedang bercumbu itu dan terlihatlah wajah Nigel sesaat Lexa menyembunyikan senter ponselnya. Nigel dan wanitanya itu terkesiap lalu membenarkan pakaian mereka yang hendak tanggal dan hendak pergi dari sana. Betapa Lexa sangat terkejut karna wanita itu bukan Angel.
"Heng playboy! Ternyata disini memang pusatnya musang musang liar berhati busuk dan tengik! Awas saja kau Leon kalau kau juga seperti itu!! Kuhabisi perkebunan
pisangmu sampai HABIS!!!!!" Decak Lexa dan dia melanjutkan kembali perjalanannya dengan sentar ponselnya melihat lihat kelopak bunga yang terkadang sudah terbang karna angin.
Mata Lexa agak perih karna hari sudah gelap dan dia harus mencari kelopak bunga yang agak kecil kecil itu. Dia menghela napasnya dan tersenyum karna sudah melihat kebun jeruk Jane dan Larry, orang tua Leon.
"Lexaaaa...." Panggil seorang pria yang sangat ia kenal
"Leon? Itu pasti Leon sedang mencariku, aku harus cepat!! Leon, aku disini!!!" Teriak Lexa lagi namun nampaknya suaranya agak pelan karna dirinya sudah lelah dan haus.
Lexa lalu terus berlari dan ketika hendak sampai ke pekarangan rumah Leon, seekor musang melewatinya hendak menyebrang. Namun mata musang tersebut mengarah tajam padanya hendak menerkamnya. Dengan sejuta akal, Lexa langsung mengarahkan senter ponselnya agar sang musang menghindar terlebih dulu sehingga ia bisa berlari menuju rumah Leon. Ketika sang musang lengah, larilah Lexa dengan sangat cepat.
"Musang liar, kau tidak bisa mengalahkan lariku, biat anjing herder waktu itulun, kelinci ini sangat cepat, bodoh!!!" Decak Lexa menyeringai di tengah tengah lari cepatnya.
...
"Leon? Lexa sudah kembali? Oh Lord, Lexa, aku sangat cemas!!!" Jane yang menghambur keluar hendak mengejar Leon yang penuh amarah melihat anaknya sedang memeluk erat Lexa. Dia lalu menghampiri pasangan itu.
Lexa melepas pelukannya dan memeluk calon mertuanya itu. Larry, Juan dan juga Angel juga sudah berada di halaman rumah.
"Lexa! Aku tanya kau harus jawab dengan jujur! Siapa yang membuatmu tersesat seperti ini?!!!" Tanya Leon selanjutnya dengan nada yang sangat dingin. Angel meneguk ludahnya. Habislah sudah dia pikirnya.
...
Jeng jeng jeng, dag dig dug hatiku!!!!
Next part 63 tar malem lah ya 😁😁
Ayo ayo, Lexa bakal jujur apa ngak?
Abis kau Angel!!!
.
Jangan lupa likeee yangg banyaaakk gaess
Komen jugaa ya biar smangat nii viiyovii nan aduhai ini haha 😂😂
Kasih RATE dan VOTE di depan profil novel 😊😊
.
Oiya aku kasih tau lagi ya hasil giveaway waktu itu aku umumin akhir bulan tanggal 1 januari ya .. yang belum ikutan monggo ikutan cuss!!
.
__ADS_1
Thanks for read and i love you 💕