
Angel sudah hampir mati gila. Datang sendiri ke Legacy membawa ribuan bunga bunga nya di dalam kabin pesawat yang di sewa Leon dan ketika menghubungi kakaknya, kakaknya malah marah marah padanya. Sekarang Angel sudah ada di salah satu kamar hotel Prime presidental suit yang Leon sudah booking. Leon yang menyuruhnya ke sini. Angel sebenarnya bingung apa yang terjadi pada kakaknya. Untung saja Leon juga sudah memperkirakan semuanya, menyewa tour guide dan 1 mobil sedan putih untuk Angel. Yang mana mobil sedan itu untuk Angel hias. Angel datang atas permintaan Leon namun dia malah mendapatkan banyak kebingungan.
Angel menghela napas. Dia sudah lega mengerjakan apa yang Leon perintahkan padanya meski kakaknya masih belum menghubunginya lagi. Dengan semua keahliannya merangkai bunga, dia sudah merubah kamar hotel presidental ini menjadi seperti lautan mawar merah. Dia juga sudah merangkai buket bunga mawar peach andalannya dengan sangat besar. Bunga mawar berwarna peach ini adalah bunga yang sangat sulit ia rawat. Dia sengaja memberikannya pada orang yang akan menjadi kekasih kakaknya itu. Dan, baru baru ini juga, Angel mempelajari seni merangkai bunga big bouquet of flowers. Dia sangat senang dia bisa membuatnya sangat cantik dan elegan. Dia sudah menyimpannya dengan baik. Lalu yang terakhir, Angel bergegas menghias bagasi belakang mobil sedan putih yang Leon pesan dengan sentuhan bunga baby breath, peach rose dan beberapa purple rose. Serta tulisan yang akan membuat calon kakak iparnya itu terkseimah dan smakin mencintai kakaknya. Angel dengan semangat menuruni hotel prime dengan riang. Setelah selesai dia hanya menunggu kakaknya menghubunginya untuk ke tempat lokasi yang Leon tunjukan maka Angel akan datang bersama sang tour guide.
Angel agak khawatir dengan kakaknya. Pasalnya dia datang dan disambut dengan amarah lalu belum ada kabar apa apalagi dan kakaknya itu. Angel berusaha menghubungi namun tidak diangkat. Akhirnya Angel hanya bisa menunggu saja di ruangan yang sudah bertabur mawar merah itu.
Sementara itu Leon disibukan dengan memeriksa ponselnya di tengah tengah makan bersama mereka. Leon memikirkan adiknya. Apakah dia sudah ke kamar hotel Prime yang ia pesan? Pikirnya.
💌LEON💌
Angel, kau dimana? Kau baik baik saja kan? Apa kau sudah mengerjakan yang kusuruh?
💌ANGEL💌
Sudaaahh!!! Kau dimana kak! Aku lapar, apa aku bisa memesan makan di sini?
💌LEON💌
Ya kau pesan saja apapun, katakan saja atas namaku! Kalau sudah makan cepat ke mansion jalan kintamani, aku akan membagikan lokasinya. Bawa buket bungamu dan mobil yang sudah kau hias ya? Terimakasih my lil angel
💌ANGEL💌
IYAAA!!! KALAU ADA MAUNYA KAU BARU MEMANGGILKU LIL ANGEL, KEMARIN KEMARIN KEMANA, AKAN KUADUKAN KAU DENGAN KAK LEXA!!
Leon hanya tersenyum menanggapi pesan trakhir adiknya. Lexa menyadari Leon yang sejak tadi memainkan ponselnya.
"Ada apa? Kenapa kau senyum senyum? Kau tidak selingkuh kan?" Lexa mencolek dagu Leon.
"Mana ada?! Bisa mati aku di makan kelinci rabies!" Dengus Leon namun terkekeh.
"Hem, musang busuk! Awas saja kau! Bukan hanya rabies, aku bisa menjadi monster kelinci!!" Saut Lexa dan Leon tersenyum. Leon lalu merangkul wanita yang kini resmi menjadi kekasihnya bahkan calon istrinya itu. Dia lalu mengecup pelipis Lexa.
"Heng, sudah berani dia mencium cium Lexa, Viena! Tidak tahu malu!" Umpat Dion berdecih.
"Kau Tuan! Kenapa senang sekali meledekku, kau cemburu ya?" Leon balik menggoda.
"Cih! Tuan Alexis, sepertinya kau harus mempertimbangkan lagi Leon menjadi menantumu!" Saut Dion terkekeh dan juga menggoda Alexis. Alexis dan Jerry tertawa ringan.
"Haha, kau bisa saja Tuan Dion. Memang kalian pasangan majikan dan asisten yang sangat akrab! Aku salut dengan kalian! Nah Jerry, lebih baik kau juga mencari asisten agar tidak melulu sendiri!" Kata Alexis menanggapi dengan ramah.
"Iya dad, kau tenang saja, aku akan mencari asisten sekalian menjadi asisten cintaku, seperti Lexa.." Jerry menaik turunkan alisnya melihat Lexa seraya meledek Leon.
"Carilah Lexa yang lain Tuan Jerry, karna Lexa ini hanya milikku, sudah di tetapkan dalam kamus Tuhan di langit sana!" Saut Leon tidak terima namun tetap bergurau.
"Pemaksaan!" Dion masih meledek asistennya itu dan mereka tertawa. Mereka masih saling berbicara dan bersenda gurau.
Sekitar satu jam kemudian yaitu sekitar pukul setengah enam sore, Angel mengabari Leon kalau dia sudah ada di depan mansion yang Leon maksud. Angel sudah diperbolehkan masuk ke mansion. Angel memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk mansion Jerry yang sudah Leon arahkan.
"Lexa, bisa kah hari ini kau ikut denganku?" Tanya Leon pelan pada pelipis Lexa. Lexa menoleh ke arah Leon yang mana mereka masih bercengkramah di ruang tengah.
"Kemana?"
"Aku punya sesuatu untukmu. Ke hotel prime."
"Secepat ini Leon?
"Haha, aku tidak akan menerkammu, aku mau menunjukan sesuatu. Pekerjaan semingguku!" Leon menaik turunkan alisnya.
"Benarkah? Kau mau menunjukannya padaku?" Lexa sebenarnya memang agak penasaran sejak Leon mengatakan mempunyai pekerjaan besar.
"Hehem, ketika malam aku akan kembali mengantarmu kesini!" Saut Leon mengerti keadaan Alexis.
Lexa pun mengangguk tersenyum. Leon lalu meminta ijin pada Alexis dan Jerry. Dan, tentu mereka mengijinkannya dan malah Alexis menyuruh Lexa bersenang senang sampai dia puas. Alexis benar benar merasakan kebahagiaan anaknya yang baru terasa saat Leon menyatakan cintanya. Viena dan Dion pun juga undur diri. Alexis dan Jerry mengantar kepergian mereka semua ke daun pintu.
Ketika Jim membukakan pintu masuk, di sana sudah ada Angel memegang buket mawar peach nya yang besar itu.
"Surprise kak Lexa!!!" Teriak Angel agak kesulitan menatap Lexa yang sudah terpaku disana. Lexa menutup mulutnya benar benar terkejut. Buket bunga mawar peach yang begitu besar dan sangat sangat indah. Dan yang paling membuatnya terharu adalah Angel yang datang dari Springfield sana demi menyemarakan semua kejutan yang Leon buat untuk Lexa. Lexa menoleh ke arah Leon sedikit tak percaya.
"For you my Lexa." Bisik Leon tersenyum. Semua yang ada di sana juga tersentuh dengan perlakuan Leon pada Lexa.
Ketika Angel hendak memberikan buket bunga besar itu, Angel agak kesulitan melangkah, sehingga dia hendak terjatuh karna sepatu hak tinggi yang juga ia gunakan menjadi keseimbangannya agak goyah. Jerry yang berada tak jauh dari daun pintu dan agak dekat dengan Angel terjatuh langsung menopang Angel. Mereka berdua bertatapan. Jerry tersenyum dan Angel agak salah tingkah. Dia lalu menegakan kembali tubuhnya.
"Terimakasih Tuan." Kata Angel menundukan kepalanya. Dia lalu melihat ke arah Lexa dan Leon yang juga tadi hendak menangkap adiknya namun jangkauan Jerry lebih dekat.
"Ini buket bungamu kak! Kak Leon sangat menyusahkan! Kau tidak tahu kan, se-antero bandara Springfield melihatku bersama ribuan bunga yang ku bawa dari sana. Mungkin orang pikir aku kebun mawar berjalan. Lain kali aku tidak mau kak Leon, tidakk maauu!!!" Dengus Angel memalingkan wajahnya dan melipat tangannya. Dia juga agak salah tingkah karna mendapat senyuman dari Jerry. Semua orang disana tertawa.
"Tapi memang dirimu seperti mawar. Kau siapanya Leon? Aku Jerry." Jerry memperkenalkan diri karna melihat tingkah Angel yang lucu dan berani memarahi Leon.
"Aku Angel! Adiknya Tuan Danteleon yang sok kaya itu!!!" Angel menjabat tangan Jerry namun satu tangannya lagi menunjuk kakaknya.
"Aku memang kaya, kalau tidak mana mungkin kau sampai kesini Angelina?!!!" Balas Leon tak mau kalah. Lexa sudah menepuk kecil dada Leon terkekeh.
"Hem, i hate you!!" Decak Angel kembali memalingkan tubuhnya dan sudah menarik tangannya dari genggaman Jerry.
__ADS_1
Mereka tertawa lagi melihat tingkah kedua bersaudara itu yang sifatnya masih percis sama. Terlalu meluap luap dan percaya diri.
"Lexa, kita akan menaiki mobil ini. Ayo, sini!" Leon menarik satu tangan Lexa lainnya karna satu tangannya lagi sudah mengalungkan buket besar itu. Rasa rasanya Lexa ingin memeluknya terus.
Sebelumnya Leon sudah meminta sang supir membuka bagasi belakang mobilnya. Lagi lagi Lexa terharu sampai matanya berkaca kaca. Di lihatnya betapa manis nya rancangan bunga itu dengan perpaduan bunga mawar berwarna peach dan ungu juga baby breath yang menambah indah rangkaian kumpulan bunga itu. Kali ini yang mengejutkan Lexa adalah bagian tulisan "Marry Me!".
"Leon! Kenapa kau melakukan semua ini hah?" Tanya Lexa terperangah dengan semua perlakuan Leon.
"Ini baru babak awal." Leon tersenyum.
"Kau jangan membuatku mati terharu Leon, begini saja aku sudah sangat sangat bahagia!!" Lexa menggenggam erat tangan Leon. Leon tersenyum lalu meraih sebuah kalung yang ibunya titipkan untuk Lexa. Kata Jane, itu kalung berlian peninggalan neneknya Leon yang sengaja diberikan untuk istri dari Leon karna sang nenek sangat dekat dengannya.
"Lexa, kalung ini peninggalan nenek ku khusus untuk wanita yang akan menjadi istriku!" Leon mengenakannya. Lexa sudah tak kuat lagi dan dia menangis.
"I really really love you!" Ucap Lexa.
"Love you too!!" Cup! Leon mengecup kecil bibir Lexa yang dia sudah gemas sejak tadi.
Leon dan Lexa pun menaiki mobil. Leon menyuruh Lexa menaruh buket bunga nya itu di rumah mansion saja karna sangat memakan tempat. Lexa terlalu sulit meninggalkannya karna sangat menakjubkan baginya tapi dia tetap menyetujui perintah calon suaminya itu.
Angel pun hendak ikut masuk ke kursi depan namun Alexis malah menyuruh Jerry mengantar Angel. Jerry dengan senang hati karna juga ingin melihat kejutan kejutan yang Leon siapkan sampai sampai hampir kehilangan wanita yang ia cintainya itu. Angel awalnya menolak namun Leon dan Lexa juga menyuruhnya untuk pergi bersama Jerry. Sementara Viena dan Dion sudah pulang kembali ke apartemen mereka. Tugas mereka sudah selesai, selanjutnya urusan Leon dan Lexa menurut mereka. Mereka pun menuju hotel Prime. Alexis sudah di bawa masuk oleh Jim untuk beristirahat.
"Jim, sepertinya saat ini waktu istirahatku yang paling membuatku nyaman." Kata Alexis hendak membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Ya Tuan, saya juga ikut senang akan kebahagiaan anak anak Tuan. Mari, saya bantu ke tempat tidur!" Jim menawarkan namun Alexis menolaknya.
"Aku bisa sendiri, lihat aku! Aku sudah kembali sehat dan akan segera sembuh Jim! Aku akan melihat anakku menikah dan Rose pasti sedang tersenyum di atas sana." Kata Alexis tersenyum dan dia mulai berdiri perlahan menuju ke tempat tidurnya. Jim pun menghargai keinginan majikannya. Dia ikut senang dengan suka cita yang lambat laun terus melekat di mansion kediaman mereka.
...
Malam, pukul 20.00
"Leon, kau sudah berada di balkon atas?" Tanya Ben di telepon dari sebuah tempat yang akan memberi kode pada temannya untuk pemasangan kembang api pesanan Leon.
"Ya sudah, cepat nyalakan sekarang, aku sudah tidak sabar melihat reaksi Lexa!!" Jawab Leon agak berjauhan dengan Lexa, Jerry dan Angel.
"Baiklah, akan segera tampak bos!" Saut Ben dan mematikan panggilan.
"Leon, kita mau apa kesini?" Tanya Lexa ketika Leon kembali menghampiri mereka.
"Tau, kak Leon selalu aneh aneh!!" Decak Angel.
"Pasti sesuatu yang luar biasa, malaikat." Guman Jerry di samping Angel.
"Namaku Angel!" Sungut Angel.
"Ya begitulah Tuan Jerry, adikku ini memang pintarnya setengah setengah. Kau jangan banyak protes, kau lihat saja apa yang kutulis di angkasa sana!" Kata Leon mulai berbaur dengan mereka.
"Beh, mana mungkin orang sepertimu akan membuat pertunjukan kembang api yang mana akan tertulis i love you lexa, cih aku tidak yakin!" Angel meremehkan Leon.
"Kau harus merangkai bunga lagi untuk dekorasi pernikahanku jika aku melakukannya!" Ancam Leon pada adiknya dan mendekati Lexa.
Tak berapa lama..
"Angel, kau memang harus mendekorasi pernikahanku dengan keahlian tanganmu sayang.. lihat ada namaku di sana.." gumam Lexa benar benar tak dapat berkata kata selain apa yang diucapkan Leon pada adiknya.
Semua yang Angel katakan pada kejutan kakaknya yang dia terka terjadi sudah.
Di atas langit malam sana. Shoot..!! Suara kembang api melaju ke atas dan dengan cepat membentuk ukiran nama L E X A lalu dilanjutkan di bawahnya kembang api itu membuat guratan I lalu lambang hati dan U . Jadilah semua kalimat itu LEXA I ❤ U.
Jerry tersenyum senang menyaksikannya. Jerry memang sangat yakin kalau Leon begitu mencintai Lexa. Tidak salah dia merelakan hatinya. Angel benar benar takjub bukan main. Mulutnya sampai menganga. Bukan hanya itu. Masih ada satu pertunjukan yang membuat Lexa sudah meneteskan air matanya dengan kedua tangannya yang juga sudah terpaut di depan dadanya.
Kembang api itu masih menari nari di angkasa raya malam sana. Kembali dengan cepat menuliskan nama lengkap Lexa. Alexa Luxurio. Lalu kembali dilanjutkan dengan kalimat i love you dan diiringi oleh beberapa kembang api bulat yang memegahkan kalimat romantis itu.
"Jangan menangis Lexa, ini semua adalah perasaanku selama ini padamu. Aku tidak ingin hanya sekedar mengucapkan kata kata mau kah kau menjadi kekasihku atau aku mencintaimu dengan sangat biasa. Aku ingin yang luar biasa karna cintaku padamu luar biasa seperti kembang api itu Lexa. Setiap bertemu denganmu hatiku selalu meletup letup dan bercahaya. Tidak ada kesedihan dan hampa jika sudah melihat wajahmu." Gumam Leon merangkul pundak Lexa yang masih kagum dengan semua pertunjukan di angkasa raya sana.
Buk! Lexa memukul dada Leon. Dia menangis.
"Kau jahat sekali Leon! Mengapa kau memendamnya hah? Kau membuat aku menangis satu minggu ini kau tahu? Aku tersiksa harus menuruti papiku sementara aku juga mau dia sembuh, aku aku terlalu takut mengatakan padamu. Aku takut kau tak peduli dengan keinginanku mau menjadi istrimu! Kau jahat Leon, benar benar jahat!" Kata Lexa menutup wajahnya. Leon lalu memeluknya.
"Aku minta maaf, aku minta maaf, sudahlah, aku sudah membayarnya, come on, jangan menangis!!! Lihat kembang apinya akan berakhir!!" Tutur Leon dan Lexa kembali melihat sisa sisa kembang apinya.
"Waw! Pertunjukan luar biasa Tuan Janson! Selamat, sampai aku juga terkesima!" Puji Jerry dan dia menjulurkan tangannya hendak berjabat tangan. Leon pun meraihnya.
"Terimakasih Tuan, dan terimakasih juga telah menjaga Lexa satu minggu ini!"
"Sama sama, aku tidak akan membiarkan dia dengan musang liar lainnya." Jerry meledek.
"Hihihi!! Musang liar tengik sok romantis sok kaya, lengkap semua padanya!!" Angel terkekeh karna barusan dia menceritakan tentang nama nama panggilan yang menurutnya bodoh itu pada Jerry.
"Angel! Aku kakakmu!! Kau sana langsung kembali ke Springfield!" Dengus Leon dan Lexa memukul dadanya lagi.
"Tidak Angel, besok saja kau pulang, ayo kita ke bawah. Kau sewa saja salah satu kamar di sini, aku yang bayar!" Ajak Lexa merangkul Angel menuju bawah hotel.
__ADS_1
"Adikmu lucu sekali Leon!" Kata Jerry seraya mengikuti Lexa dan Angel menuruni balkob juga dengan Leon.
"Ya begitulah Tuan, tidak berbeda dariku, eh tampaknya kau menikmati bercanda dengan adikku ya?" Selidik Leon.
"Sepertinya." Jerry tersenyum.
"Dia baru berusia 23 tahun kau jangan macam macam Tuan!" Gurau Leon terkekeh.
"Siapa yang tahu!" Jerry menaik turunkan alisnya dan Leon hanya tertawa. Leon pun tak mengekang siapapun pria yang mendekati Angel asalkan pria itu bertanggung jawab atas perasaannya.
Dan mereka sampailah pada koridor hotel ruangan presidental. Lexa terheran mengapa dia akhirnya mengikuti Angel berjalan kesini sementara mereka belum ke resepsionis untuk memesan kamar.
"Angel, kau sudah memesan kamar ya?" Tanya Lexa masih mengikuti gandengan tangan Angel.
"Kamar mu dan kak Leon lebih tepatnya. Aku belum dipesankan kamar kak, aku juga mau kamar seperti ini ya!!" Gerutu Angel.
Lalu mereka sampailah di kamar yang sudah Angel hias untuk Lexa dari kakaknya. Leon dan Jerry masih berjalan menuju kamar itu namun sudah tampak.
"Dan, kakak Lexa ku tersayang. Inilah akhir dari kejutan si Tuan Musang Danteleon mu.... Kalau kau tak menyukainya, aku bisa antar kau ke rumah sakit jiwa agar otakmu diubah menjadi otak kelinci!!!" Decak Angel sudah memegang engsel pintu yang besar itu.
"Angel ada apa lagi? Aku benar benar tak sanggup sumpaahhh!!!" Lexa sudah gemetaran. Lexa sudah gugup setengah mati sampai Leon sudah berada di belakang Lexa memegang bahunya.
"Kututup saja matamu dulu ya?" Kata Leon dan dia mulai menutup mata Lexa. Lexa benar benar sudah gemetaran.
"Leon, aku ikut bergidik, ayo Angel ku bantu membuka pintunya!" Jerry lalu ke engsel pintu satunya membantu Angel membuka pintu kamar hotel itu dan Jerry benar benar menampilkan senyum sumringahnya.
"Waaaaww Leon Luar biasa..." Jerry memuji dengan wajahnya yang bersinar.
"Tuan Jerry, aku yang membuatnya!" Gerutu Angel.
"Ya kau jauh lebih luar biasa.." Jerry juga memuji Angel dan mereka berdua berdiri disisi dinding.
"Lexa, kau sudah siap?" Tanya Leon dan Lexa hanya mengangguk angguk namun jantungnya berdetak sampai hampir terdengar.
Dan Leon membuka tangannya. Mata Lexa benar benar terbelalak. Dia menutup mulutnya karna ikut terbuka bersamaan dengan matanya.
"Oohh My Goodd.. Leonnn, kau benar menyuruh Angel melakukan ini?" Lexa mulai berjalan menikmati bunga mawar merah yang sudah mulai tersusun dari daun pintu. Semuanya merah dengan lilin di bawah lantai menambah kesan romantis dan elegan. Belum lagi balon hati berwarna merah yang khusus Angel sediakan.
"Masuklah terus Lexa.." ajak Leon menggiring calon istrinya itu.
"Leon, kau benar benar tidak waras ya? Semua bunga ini dari Springfield?
"Ya, dari rumah kaca ku! Kau harus membayarnya juga kak! Hihi aku dapat banyak uang!!" Angel terkekeh dan Jerry merasa Angel sangatlah berbeda. Agak seperti Lexa namun versi masih kekanak kanakan. Jerry ikut tersenyum menanggapi guman an Angel.
"Dan Lexa, lihatlah di sudut sana. Kau harus menjawabnya sekarang karna kita akan segera melangsungkannya. Aku sudah tidak sabar untuk selalu bersama denganmu SETIAP HARI!!" Leon menunjukan sebuah neon box bertuliskan will you marry me. Leon sudah memesannya dan menaruhnya di kamar presidentalnya ini kemarin sewaktu pulang dari Summer.
"Leon, kau benar benar membuatku lunglai. Aku tidak kuat lagi!!" Lexa tersungkur di lantai. Dia menangis lagi. Hari ini benar benar hari menangis dirinya terlama dan sangat sering. Leon benar benar membuatnya jatuh semakin mencintainya. Ternyata semua ini yang Leon persiapkan. Hanya untuk dirinya. Seorang wanita yang dia pikir sendirian, sebatang kara. Seorang asisten yang tidak ada apa apanya. Asisten hebat seperti Leon memilih asisten yang kurang pergaulan dan tidak asik seperti Lexa. Dia benar benar terharu.
"Everything for you, Lexa, aku mencintaimu, sangat dan mendalam!" Leon ikut berjongkok dan mengecup pelipis Lexa. Lexa pun memeluk Leon dengan sangat erat sampai ia tak ingin melepasnya.
"I do Leon, i do!!" Pekik Lexa.
...
...
...
...
...
LeonLeonLeonLeon ga tau lagi aku #speechless
.
Next part 77
Wedding preparation yeayy 🎉🎉
Semoga gada masalah apa apa ya bu pak leon 😁😁
.
Gaes gaes jangan lupa lhoo beneran aku ga akan bosen mengingatkan kalian tolong kasih jempol LIKE nya dan KOMEN yang buanyaak hihii akutu semangat baca komen klean sumpe dehh 😍😍
Kasih RATE dan VOTE juga di depan profil novel yaa 😘😘
.
Thanks for read and i love youuu alll 🌹🌹
Ku kasih mawar nii dari angel 🌹🌹
__ADS_1
Hehe