
Lexa mencoba menghubungi Leon dengan meminjam ponsel Abby namun tidak ada jawaban. Leon tertidur di kantornya. Dia tidak mendengar ponselnya. Sampai Renzy yang hendak pulang membangunkannya dan mengatakan kalau istrinya menghubungi namun sudah kembali ke apartemennya lebih awal.
"Sial Renzy! Kenapa hari hari ku tidak bersahabat seperti ini hah?" Dengus Leon bangun dari sofa.
"Karna siapa?" Tanya Renzy masih di daun pintu ruangan Leon.
"Ya, sejak mengenal wanita tua itu haiizzz. Bagaimana ini? Lexa menghubungiku dengan ponsel Abby berkali kali dan apa? Dia sudah pulang?" Leon masih merajuk melihat ponselnya.
"Ya, dia sudah pulang karna kau sangat lama!"
"Baiklah, aku pulang sekarang. Pukul berapa Renzy?" Tanya Leon lagi tidak menyadari ponselnya.
"Setengah tujuh malam."
"Mengapa kau juga baru pulang?"
"Memastikan statistik naik turunnya nilai invistasi Leon!!!" Jawab Renzy menuju meja kerjanya.
"Laporkan padaku besok?!" Perintah Leon yang sebenarnya ini adalah tugasnya.
"Sudah ku email!! Sepertinya kau butuh refreshing dan benar kau harus pergi berlibur ke Honolulu!!" Saut Renzy.
"Sudah tahu! Ayo pulang!"
Leon dan Renzy pun pulang. Renzy seperti biasa dijemput oleh Ruben, suaminya. Renzy mengajak Leon untuk menumpang sampai apartemennya. Leon menyetujuinya.
Sesampainya di apartemennya, dia menemukan Lexa sedang memasak. Perasaannya berkecamuk. Dia tidak bisa menyembunyikannya lagi. Lexa harus tau semuanya.
"Lexa?" Panggil Leon duduk di meja makan.
"Kau ini kemana? Aku menunggumu menjemputku!" Kata Lexa tanpa berbalik. Dia tetap fokus dengan masakannya. Sepertinya ia sedang membuat sup.
"Ya, aku tidak membawa mobil. Ponselmu tertinggal. Aku ketiduran di kantor. Maafkan aku." Jawab Leon dan agak melemah pasalnya Lexa tampak biasa saja.
"Iya aku terburu buru jadi melupakan ponselku, aku pulang dengan Abby karna Ben mengatakan kau tidak membawa mobil dan dia harus mengantar Tuan Jeremy." Kata Lexa lagi dengan nada biasa saja.
"Iya Lexa, aku sangat lelah akhir akhir ini. Kepala ku juga pusing." Leon menggerutu.
"Besok besok kau harus memastikan siapa yang minta kau jemput. Kalau bukan orangnya langsung yang menghubungi, kau tidak usah menjemputnya." Ujar Lexa mulai mengaitkan masalah tadi malam. Dia mencoba sabar dengan tenang agar tidak terjadi pertengkaran. Lexa sedang tidak ingin.
"Kau benar Lexa." Kata Leon seaat menunduk dan belum menyadari apa yang dimaksud istrinya. Tapi tak lama otaknya bekerja dan menangkap maksud istrinya.
"Eh, bagaimana kau tahu Lexa? Aku baru saja mau menjelaskan." Kata Leon lagi mendongakan kepalanya.
Lexa tidak merespon. Dia lalu mematikan kompor. Dia menuang sup yang ia buat ke dua mangkuk, satu untuknya dan satu untuk suaminya. Dia lalu ke meja makan dan menyajikannya.
"Sup miso dan ayam, masih panas, cobalah!" Kata Lexa menyodorkan satu mangkuk milik Leon. Leon melihatnya. Kuahnya agak merah tidak bening seperti biasanya.
"Kenapa warna nya merah?" Selidik Leon mengernyitkan dahinya.
"Aku menambahkan bubuk cabai, aku sedang ingin makan yang pedas, panas dan gurih. Cobalah! Hem, enak sekali!!" Jawab Lexa sambil menyeruput satu sendok ke dalam mulutnya. Karna aroma yang menguar dari sup tersebut, Leon pun mencobanya.
"Hhhhaaahhh!! Lexa! Ini pedas sekali!! Jangan terlalu banyak, nanti perutmu sakit lagi bagaimana? Kau lupa, kau ada riwayat sakit magh? Kau ini!!" Decak Leon tapi masih menyeruput sup nya.
"Tidak, kau tenang saja! Aku sudah meminum obat perutku sebelum makan. Enak kan?" Saut Lexa.
"Ya ini enak sekali, aku juga jadi menyukainya. Em, jadi Lexa..." Tutur Leon kembali memulai.
"Jelaskan sayang!" Ujar Lexa menyeruput lagi supnya sambil melirik tersenyum ke arah Leon.
"Kemarin aku tidak menemukan Tuan Dion. Mungkin ada seseorang yang hendak mengerjaiku. Karna aku mengantuk dan berfokus pada Tuan Dion jadi aku mengiyakannya. Em, ternyata sampai di sana aku malah bertemu dengan Nyonya Bella. Jadi, aku malah mengantarnya karna aku tidak bisa menghubungi Rico." Begitulah yang Leon jelaskan. Sebisa mungkin dia ingin Lexa percaya padanya dan tidak memikirkan yang tidak tidak apalagi mengenai Bella. Karna Leon masih harus bekerjasama untuk dedikasi kesetiaannya untuk Dion dan pekerjaannya. Selagi masih bisa membuat Lexa percaya, dia mencoba melakukannya.
"Begitu?" Selidik Lexa masih menikmati sup nya.
"Iya Lexa. Percayalah padaku!!" Leon memohon.
"Kau sedang tidak dekat dengan siapapun? Karna begini Leon, aku tidak mau memaksa kau masih mencintaiku atau kau akan mencintai wanita lain. Karna sebelum kita berdua menderita dan saling menangis tidak jelas, lebih baik kita mengoreksi diri. Katakan padaku, apa yang menjadi diriku kurang dimatamu maka aku akan berusaha mengubahnya sehingga kau tidak berpindah di lain hati. Kau tahu kan Leon itu akan sangat menyakitkan. Kau juga tidak ingin kan jika aku menduakanmu meski sedikitpun aku tidak mau lelaki lain." Balas Lexa yang sedikit mengungkap rasa sensitifnya belakangan ini.
"Oh Tuhan!" Pekik Leon seketika. Dia lalu mendekatkan dirinya duduk di samping Lexa.
"Sayang, aku juga tidak ingin wanita lain, aku hanya ingin dirimu. Percayalah Lexa, aku hanya mencintaimu, tidak ada perasaan lain dengan wanita manapun, bahkan seseorang yang kusuka selain dirimu, tidak ada!" Kata Leon merangkul Lexa.
Lexa memandangnya.
"Kita baru saja menikah selama tiga bulan, jangan ada yang disembunyikan Leon. Aku ingin selalu bersamamu sampai hayat yang memisahkan kita. Jangan mengecewakanku!" Balas Lexa memegang wajah Leon.
"Tidak akan sayang! I love you now and until the end. Trust me!" Saut Leon meraih tangan Lexa dan mengecupinya.
"Kalau sampai aku yang mengetahuinya Leon, aku minta maaf kalau aku akan meninggalkanmu. Karna ya hatimu telah berdua bukan sepenuhnya untukku." Kata Lexa lagi terus meyakinkan dan sedikit memberi peringatan.
__ADS_1
"Tidak akan, tidak akan sampai terjadi! Kau ditakdirkan bersamaku dan aku bersamamu!" Leon menggenggam erat tangan Lexa.
"Cih, manis sekali mulutmu." Saut Lexa terkekeh.
"Dari dulu sayang, kau mau mencobanya?" Balas Leon mengerucutkan bibirnya.
"Setiap hari kucoba!" Dengus Lexa tersenyum manja.
"Oke mari kita melanjutkan makannya. Buka mulutmu, biar aku yang suapi!" Kata Leon kemudian dan meraih kuah sup dengan sendok.
"Hem, mengapa kau jadi menyukai pedas Leon?" Tanya Lexa basa basi dalam makan sederhananya.
"Entahlah, sepertinya sangat nyaman diperutku."
"Kita seperti orang ngidam."
"Ya, itu yang kita inginkan kan?"
"Haha, betul!! Suatu saat kita akan merasakannya."
"Benar, kau harus yakin Lexa!"
Dan Leon terus menyuapi Lexa dan juga dirinya. Mereka bercanda dan bergurau. Leon memang tidak ada perasaan apa apa dengan wanita lain sekalipun Bella mengemis atau membuat pernyataan pernyataan yang membuat dirinya hanyut. Hatinya hanya selalu ada cinta untuk istrinya. Lexa.
...
Keesokan harinya, Solane mulai bekerja bersama Lexa melakukan shooting di Belleza Hotel. Perkiraan shooting mereka tiga hari namun tidak menutup kemungkinan akan lebih. Di sana Solane menjadi seorang ibu peri layaknya pada kisah kisah dongeng. Dengan gaun yang elegan dan pas dengan tubuh Solane yang tetap langsing meskipun sudah melahirkan. Solane berubah menjadi seorang peri modern masa kini. Rambutnya yang lurus dengan mahkota bunga di atas kepalanya.
"Kau cantik sekali Solane!" Kata Lexa memuji Solane yang sungguh memukau.
"Cih, kau jangan memuji Lexa, kalau aku cantik sekali, suamimu akan terjerat padaku lagi." Balas Solane bergurau
"Kau Solane! Jadi kau masih mencintai suamiku? Lalu Jimmy?" Decak Lexa menanggapi namun biasa saja.
"Entahlah Lexa, mengapa perasaan ku akhir akhir ini tidak enak dengannya ya? Dia sudah jarang bercanda dengan Jacklyn. Dia sibuk dengan ponselnya sepulang bekerja dan tertidur. Ah aku sebal! Aku merindukannya!" Guman Solane yang kini menundukan kepalanya.
"Mungkin dia lelah karna pekerjaan yang semakin menumpuk, pasalnya Leon juga agak kelelahan ketika pulang." Kata Lexa mencoba memberi semangat pada Solane.
"Ya, mungkin saja ya?" Solane sedikit menoleh ke arah Lexa.
"Kau harus berpikir positif, kasihan my jack jack! Dia sudah baikan kan?" Tanya Lexa sedikit mengalihkan rasa negatif Solane.
"Ah iya Solane. Rico maksudmu? Kemarin dia menanyakanmu kenapa kau tidak datang makan siang Nyonya Viena." Jawab Lexa mengingat pembicaraan kemarin.
"Oohhh, dia menyukai Jacklyn, aku curiga dia pedofil Lexa!" Celetuk Solane sedikit terkekeh.
"Kau!"
Tak berapa lama Rico datang menghampiri Lexa dan Solane yang sudah bersiap setelah mengurusi nyonya nya.
"Waaahh Solane! Kau berubah menjadi ratu hutan! Amazing!!! Kenapa gaunnya tidak hijau daun saja?" Kata Rico memulai umpatannya.
"Ratu hutan apa kau?! Kalau bukan karna uang 625 juta, aku tidak mau!" Dengus Solane.
"Mata duitan!" Umpat Rico kemudian.
"Life is money!" Decak Solane lagi.
"Sudah... Kita akan memulai shooting! Rico, jangan merusak mood nya!" Kata Lexa memukul lengan Rico.
"Oke! Aku mengalah! Karna aku percaya pada isnting mu saja Lexa, jadi aku mau menerimanya jadi model iklanku." Rico masih saja meledek Solane.
"Rico..!!!" Lexa kembali mengingatkan. Rico terkekeh sementara Solane sudah memalingkan wajahnya tidak mau melihat Rico.
Dan shooting pun berjalan. Solane harus berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain untuk menunjukan fasilitas fasilitas yang dimiliki Belleza Hotel. Solane juga terkadang harus menyebutkan tagline hotel yang baru yang sudah diciptakan oleh Jovancy Advertising.
Hem, karna kondisi Jacklyn yang ternyata belum pulih benar, shooting agak tertunda tunda. Karna Jacklyn hanya ingin bersama ibunya. Sementara feel dari Solane sudah membawa ketertarikan dari iklan itu sendiri. Viena pun juga suka dengan gaya Solane yang sangat menjiwai, sampai Viena berkata akan memberikan bonus untuknya. Namun, mereka harus mengerti kondisi Solane yang mana juga seorang ibu yang mengurus anaknya sendiri. Solane tidak bisa menaruh harapan banyak pada mertuanya. Akhirnya shooting sudah berjalan selama 7 hari.
Sementara di lain pihak, satu minggu sebelum keberangkatan ke Honolulu, tampak Bella selalu mendatangi Hotel Prime dua hari sekali. Katanya dia hendak berkonsultasi dengan Dion bagaimana cara mempertahankan eksistensi hotelnya di tengah banyak nya persaingan. Mengingat Dion sudah merupakan senior sejak beberapa tahun ini.
Dan ketika pulang, dia selalu menunggu Leon pulang. Dia sudah memberi peringatan pada Rico untuk tidak usah menjemputnya. Ya, alasannya memang wajar. Dia memanfaatkan ketika Leon hendak menjemput Lexa yang shooting di Belleza Hotel. Kenyataannya Bella sudah mengetahui dari Rico kalau ternyata Lexa adalah istri dari Leon.
"Cih, asisten rendahan seperti dia yang hanya mengurus iklan tidak ada apa apanya bagiku Rico! Kau diam saja, jangan mengurusiku! Aku menyukai Leon dan akan membuat dia juga bertekuk lutut padaku!" Begitulah tanggapan Bella.
Jadi Bella meminta untuk pulang bersama Leon karna sekalian Leon menjemput istrinya. Leon benar benar menganggapnya hanya kebetulan dan sama sekali dia tidak merasakan apa apa. Ya, dia juga menganggap Bella adalah majikannya. Hal inilah yang malah membuat Bella semakin diterima apa adanya oleh Leon.
Bella terus saja mencari perhatian Leon dengan membicarakan anaknya yang menggemaskan atau kehidupannya di Honolulu. Leon hanya antusias dengan anak Bella karna dia juga memiliki kerinduan mempunyai anak bersama Lexa.
Sampai akhirnya satu hari sebelum keberangkatan team saham Dion ke Honolulu bersama Bella, Bella mengatakan sesuatu pada Rico. Dia hendak membuat rencana yang akan membuat Leon akan selalu bersamanya. Dia merasa Rico pasti akan menghalang halanginya jika ikut.
__ADS_1
"Rico, kau tidak usah mendampingiku ke Honolulu. Kau di sini saja mengawasi hotek kita. Lagipula shooting iklan itu belum berakhir kan? Istri Jimmy itu sangat tidak berkompeten. Jangan gabungkan masalah keluarga dengan pekerjaan!" Kata Bella yang pada akhirnya mengatai Solane.
"Nyonya, dia mengurus anaknya. Sama seperti dulu ketika Athena kecil, kau yang mengurusnya." Sela Rico yang agak tidak enak mendengar tuduhan Bella.
"Ya karna Erickson sudah meninggal. Dia kan masih ada Jimmy. Suruh si Jimmy itu bergantian!"
"Jimmy kan juga sibuk!"
"Sibuk apa, kalau aku datang kesana, dia sedang bermain ponselnya sambil senyum senyum. Dia sedang apa? Saling mengirim pesan dengan Solane? Lebih baik dia menjaga anaknya dulu sebentar sementara istrinya bekerja." Celetuk Bella.
"Bukannya dia banyak pekerjaan Nyonya?" Rico menyelidiki dan jadi agak curiga dengan Jimmy.
"Aku melihatnya ketika jam istirahat sih. Tapi Rico.. ah sudahlah, kenapa aku jadi mengurusi model itu. Jadi oke Rico kau disini saja ya? Lagipula ada Leon yang juga bisa menggantikan posisimu!" Bella tersenyum tipis mengingat Leon.
"Apa Nyonya?" Rico mencoba memastikan.
"Tidak tidak! Pokoknya kau di sini saja, tidak usah ikut besok, oke?!"
"Nyonya, kau jangan macam macam. Leon dan Lexa orang baik. Mereka saling mencintai." Rico mencoba memberi pengertian.
"Aku tidak peduli! Aku menyukai Leon, kau jangan ikut campur Rico, hutangmu tidak akan bisa membayarnya! Sebaiknya kau kerjakan bagianmu dan jangan mengurusiku!" Decak Bella membuat Rico agak curiga. Dia curiga kalau Bella pasti akan melakukan sesuatu. Dia harus mengetahuinya.
Bella lalu turun ke lobby hendak menemui resepsionisnya. Rico pun mengikutinya.
"Apa yang mau kau lakukan Nyonya?" Tanya Rico masih ingin tahu.
"Tidak ada! Aku hanya ingin berbicara dengan ahli kunci kamar hotel di Honolulu. Ini rahasia, hahaha!!" Jawab Bella dengan sangat puas. Rico harus mengetahuinya. Tapi ketika mereka ke bawah dan Bella menuju ke ruangan resepsionis, Rico melihat Solane yang sepertinya sudah selesai shooting. Dia tidak bersama Lexa karna hari ini Lexa ijin tidak datang. Dia agak tidak enak badan. Satu harian kemarin muntah dan agak demam.
Rico sedikit takjub dengan Solane yang masih sangat cantik, seksi namun dia sangat memperhatikan anaknya yang hari ini ia bawa. Solane menggendongnya sambil juga membawa tas bayinya. Solane sempat berpapasan dengan Bella. Bella memperhatikannya dari bawah sampai ke atas. Bella jadi mengingat dirinya dulu namun dia tetal tidak menyukai Solane. Solane menatapnya tak suka.
"Aahh, pasti akan bertengkar lagi, aku harus melakukan sesuatu!" Decak Rico dan segera menyusul kedua orang wanita itu.
"Solane, kau mau pulang? Sini biar aku yang menggendong Jacklyn, aku akan mengantarmu sampai depan." Kata Rico langsung menarik Jacklyn yang juga menyambutnya dengan senang. Solane lagi lagi terkejut dengab prilaku Rico, sementara Bella juga memperhatikan kedekatan Rico. Bella malah berdecih dan meninggalkan asisten dan model iklannya.
"Nyonya mu itu sangat sangat tidak jelas!! Cih, kau mau saja terus bekerja dengannya! Kalau aku masih kaya seperti dulu, lebih baik kau bekerja denganku saja. Sepertinya kau sangat suka anak kecil!" Solane berdecih.
"Baiklah, aku juga bisa bekerja denganmu, bekerja untuk Jacklyn lebih tepatnya. Benar tidak jack? Ayo, uncle antar pulang!" Saut Rico yang malah bercanda dengan Jacklyn. Jacklyn pun tertawa sangat senang. Dan, Rico malah menuju ke basement parkir. Solane bingung dan mengikutinya, namun ada sedikit perasaannya pada Rico yang beberapa hari ini sering mengantarnya pulang jika Lexa harus bersama Leon.
"Rico, kau bilang sampai depan, kenapa malah ke basement?" Tanya Solane mengikuti Rico.
"Aku antar, kau ini! Jangan terlalu kaku dengan ku, santai saja! Suamimu sibuk kan? Lagipula aku mengantar Jacklyn bukan kau!" Saut Rico terus menimang nimang Jacklyn.
"Cih, pemanfaatan!" Umpat Solane dan dia akhirnya menyetujui Rico mengantarnya lagi.
Di mobil, ketika anaknya sudah terlelap, Solane malah membicarakan Lexa yang kemarin tidak enak badan. Solane curiga kalau Lexa hamil tapi besok dia harus ditinggalkan Leon untuk beberapa hari. Begitu juga dengan dirinya yang ditinggalkan oleh Jimmy. Hal ini jadi membuat Rico kembali mengingat ada sebuah rencana yang akan dibuat nyonya nya. Rico tidak akan membiarkannya. Rico harus mencaritahu dan menyelamatkan hubungan sahabatnya. Karna dulu Leon pernah membantunya dari semacam pembullyan. Oleh sebab itu, Rico sangat memuja Leon yang kini sudaj maju di atasnya. Rico juga mendengar penuturan Solane yang sangat berhutang budi pada pasangan asisten baik hati itu.
...
...
...
...
...
Ayo Rico - Solane selamatkan pasangan asisten itu 😍😍
.
Next part 11
Apa Lexa hamil?
Apa yang akan dilakukan Bella pada Leon?
Ahh kau tan, menakutkan sekalii 😂😂
.
Jangan lupa LIKE KOMEN yang banyak
Kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa
.
Thnks for read and i love you always!!
❤❤❤❤❤❤
__ADS_1