
Angel sudah memberitahu Ana, Tony dan teman lainnya untuk besok mengemasi semua jenis bunga berwarna putih dan merah muda. Sebenarnya, Lexa hanya meminta bunga berwarna putih, namun Angel tetap membawanya agar tidak terlalu kaku dengan satu warna yang Lexa inginkan.
"Jadi, Ana, seperti kemarin aku membawa bunga bunga ke Legacy, semua harus di letakan di wadah berisi air agar selalu segar sampai Legacy. Sore hari truk yang kusewa akan kemari dan segera mengangkutnya untuk di bawa oleh pesawat. Aku membutuhkannya lusa malam untus dekorasi." Perintah Angel lagi memastikan Ana dan Tony ketika teman lainnya telah kembali pulang. Angel mengijinkannya pulang lebih awal karna dirinya akan ke kota bersama Jerry.
Lexa dan Leon akan menikah sekitar tiga hari lagi, jadi Jerry menjemputnya bersama keluarganya untuk menaiki jet pribadinya.
"Baik Angel, serahkan pada kami." Kata Tony.
"Bagus! Tidak ada kesalahan ya?" Angel kembali memperingati.
"Tenang saja, sudah sana, Tuan Jerry mu sudah menunggu!" Suruh Ana yang melihat Jerry di samping rumah kaca dan menunggu dengan sabar.
"Ah iya, dia mau mengajakku menonton bioskop. Em, bagaimana kalau kau dan Tony ikut denganku ke kota? Sudah lama kan kau tak ke kota? Hitung hitung aku memberikan kalian refreshing." Angel menaik turunkan alisnya memberi penawaran pada kedua temannya yang setia.
"Benar sekali kau Angel! Benar kami boleh ikut?" Ana tampak bersemangat.
"Iya! Tuan Jerry, aku mengajak Ana dan Tony ya?" Teriak Angel seketika meminta ijin kekasihnya yang pasti tidak akan menolak.
Jerry hanya mengangguk dan tersenyum.
Mereka semua lalu berangkat ke kota. Suasana di mobil menjadi sangat ramai karna Angel saling bergurau bersama Ana juga Tony. Jerry yang friendly pun ikut berbaur dengan mereka. Jerry juga bertanya tanya tentang keluarga Tony dan Ana. Mereka berdua tampak nyaman bercakap cakap dengan Jerry yang terbilang terhormat namun mereka tidak canggung sama sekali. Jerry juga senang teman teman Angel ikut karna akan menjadi saksi atas apa yang akan ia lakukan nanti pada Angel. Jerry terus tersenyum mengingatnya.
Tepat pukul 5 sore mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan pusat kota Springfield. Jerry sudah menggandeng tangan Angel untuk menyusuri jalan jalan plaza yang cukup besar itu. Tony dan Ana berjalan di belakang mereka melihat dengan senang suasana plaza tersebut yang hendak memasuki hari natal. Semua ornamen tampak cantik terpajang di sisi sisi plaza, memanjakan setiap mata yang melihatnya.
Mereka lalu menuju ke bioskop hendak memesan tiket menonton terlebih dahulu. Entah mengapa bioskop tampak ramai sehingga mereka harus mengantri. Mereka berempat memutuskan mengantri bersama. Jerry agak celingukan melihat kesana dan kemari sampai Angel merasa ada yang aneh dengan kekasihnya itu.
"Tuan Jerry, apa kau lihat lihat sejak tadi hah? Seperti sedang mencari seseorang. Mencari siapa?" Tanya Angel mendongakan kepalanya yang berada di depan Jerry.
"Ya, aku hanya sedang mencari moment yang tepat untuk melakukan sesuatu." Saut Jerry masih celingukan.
"Hah? Ingin melakukan apa?" Angel semakin penasaran.
"Biarkan aku menelepon seseorang dulu Angel." Kata Jerry kemudian lalu meninggalkan Angel. Sungguh hal yang membuat Angel terheran namun ia membiarkannya. Dia masih harus mengantri untuk mendapatkan tiket.
Mereka sebenarnya agak telat datang dari jam yang diinginkan. Seharusnya mereka tiba pukul setengah lima sore untuk menonton film di jam 5, tapi tiketnya sudah habis dan mereka harus menontin di jam 7. Dan sepertinya rencana Jerry agak gagal.
Tak berapa lama Jerry kembali dan antrian sudah memaju. Angel menatap Jerry penuh penyelidikan.
"Angel, dengarlah, khusus untukmu!" Jerry menghadapkan pada seorang pria yang sedang memainkan biola yang berjalan ke arahnya.
Seluruh pengunjung bioskop saat itu sudah menatap kagum terhadap pria yang memainkan biola itu. Pria itu memainkan sebuah lagu instumental Marry You by Bruno Mars yang terdengar lembut dan menenangkan. Dia terus mendekat mendekati Angel. Angel pun terkagum dan dia malihat kekasihnya.
"Ada apa ini Tuan Jerry?" Tanya Angel dan hatinya mulai tak karuan.
"Angel, aku ingin melamarmu, dihadapan seorang banyak khususnya orang orang di springfield!" Jawab Jerry tersenyum. Dia lalu merogoh sakunya. Dia meraih kotak cincin lalu membukanya. Jerry belum bertanya namun Angek sudah takjub dengan cincin bermata berlian yang agak kecil namun elegan dan bersinar indah.
Tak lama Jerry keluar dari antrian berada di samping Angel. Dia lalu berlutut seperti pria pria yang hendak melamar kekasihnya. Dia mengarahkan kotak cincin itu di hadapan Angel.
"Angel, will you marry me?" Tanya Jerry diiringi alunan biola yang menyejukan hati. Semua pasang mata yang melihat aksi Jerry hanyut dan sontak mengitari Angel, Jerry, Ana dan Tony di sana. Ana sudah melingkarkan tangannya ke lengan Tony merasa senang dan haru atas perlakuan romantis Jerry pada teman mereka.
Angel jelas sangat terkejut sampai menutup mulutnya. Jerry tidak perlu melakukan hal ini pikirnya.
"Angel, jawablah!!" Bisik Jerry yang merasa Angel sudah terlarut dalam keharuannya.
"Iya tuan, aku pasti mau!! Kau ini, bangunlah, aku malu sekaliii!!!" Kata Angel akhirnya membuat semua orang di sana bertepuk tangan. Jerry dan Angel sekejap menjadi pusat perhatian. Mereka telah menjadi saksi pernyataan cinta Jerry menjadikan angel kekasiynya.
"Ini Angel!" Jerry lalu mengenakan cincin itu di jari manis Angel. Angel lalu mengalungkan tangannya di leher Jerry dan Jerry langsung mencium bibirnya di tengah kerumunan dan mereka yang menyaksikannya hanyut dalam keromantisan itu. Mereka ikut senang dalam kabahagiaan Jerry dan Angel.
"Sekarang, kau resmi menjadi calon istriku. Setelah kakak mu menikah, kita harus menyiapkan semuanya." Kata Jerry menyudahi ciuman mereka.
Angel tak dapat berkata lagi. Dia mengangguk, tersenyum dan matanya sudah berkaca kaca. Jerry kembali memeluknya. Angel tak menyangka Jerry melamaranya dengan cara seperti ini. Di tempat kesukaannya. Rasanya Jerry akan ada dimanapun Angel berada supaya dirinya tidak mudah melupakan kekasihnya itu karna hubungan jarak jauh ini.
...
Karna sangkin senang dan gembiranya dengan acara resepsi pernikahan kakaknya, Lexa dan Leon, setelah selesai dansa, Angel meminum banyak bir disana. Jerry pikir wanita kecilnya itu kuat. Dia biasa saja karna semua orang juga meminumnya. Namun, tak disangka, pikiran Angel jadi melantur kemana mana. Dia bicara asal sampai tak terkontrol. Dia mengatakan semua keburukan Leon dan Lexa ketika belum menjadi kekasih.
Namun, sebenarnya kata kata Angel malah membuat suasana menjadi tambah meriah. Pengunjung jadi terus tertawa karna ulahnya. Lexa dan Leon pun merasa malu namun mereka jadi tersanjung dengan perhatian Angel pada mereka.
"Kalian tahu kan kakakku itu seperti apa? Dia menangis seperti anak kecil memeluk mom ku ketika kak Lexa menghilang. Dia tidak mau wanita lain . Mom mom aku hanya ingin Lexa, huhuhuhu, dia seperti Juan, bahkan Juan tidak terlalu begitu. Tapi dia melakukannya!"
__ADS_1
Kata Angel di tengah lantai dansa itu memegang mic sambil membawa bir nya. Sampai rasanya dia sudah terlalu banyak bicara, akhirnya Jerry menyuruhnya duduk. Angel masih berkata kata namun sudah tidak terlalu banyak.
Ketika sunset menjelang, Jerry malah sibuk membawa Angel memasuki kamar hotel. Angel sudah sempat tidur di meja makan itu. Angel masih dapat dibangunkan, oleh sebab itu Jerry memapah nya berjalan menuju kamar hotelnya.
Jerry membuka pintu kamar. Dia menyandarkan Angel ke dinding dengan matanya yang agak sayu. Jerry menutup pintu kamar terlebih dahulu. Jerry kembali mendekati Angel.
"Angel, kau baik baik saja? Ayo, berbaringlah dulu." Jerry mendongakan kepala Angel dan hendak membawanya ke atas tempat tidur namun sejenak dia menatap wanitanya itu. Angel juga menatapnya dengan wajah agak lelah. Angel tersenyum tipis dan meraba wajah Jerry.
Entah mengapa Jerry jadi terpesona dengan wajah polos Angel namun sebenarnya menyimpan hati, jiwa, perasaan yang sangat luas. Jerry ikut tersenyum dan tanpa sadar, mereka sudah saling mengecupi bibir mereka. Angel sudah melingkar kan tangannya di pinggang Jerry dan Jerry merengkuh wajah Angel dengan lembut. Mereka berciuman dan saling menggiring tubuh mereka ke tempat tidur.
Jerry rasanya tak memikirkan apapun. Dia terus mencium Angel sampai sudah merebahkan Angel di atas tempat tidur. Dia membuka jas nya sesaat dan kembali mendekatkan dirinya pada Angel. Dia kembali mencium wanita kecilnya itu. Angel pun menyeimbangkan sambil keisengannya membuncah. Dia membuka dasi Jerry dan perlahan membuka kancing kancing kemeja kekasihnya itu.
"Kalau kau ingin, aku menerimanya Tuan, jika tidak jangan menciumku lagi!" Sesaat Angel menegakan kepala Jerry yang masih berciuman dengannya. Jerry tersenyum mendengar pernyataan Angel.
"Kemari!" Jerry malah menempelkan Angel pada pelukannya. Dia meraih resleting gaun Angel yang berada di belakang dan dia menarik gaun tersebut sampai hanya tersisa celana dalam Angel. Penutup buah dadanya telah menyatu dengan gaun tersebut.
"Kemarin aku masih menghormatimu tapi sekarang sepertinya aku sudah tidak tahan lagi dengan semua rayuanmu dan betapa cantiknya dirimu hari ini. Sejak pagi aku sudah membayangkan tubuhmu Angel!"
Jerry membuka kedua kaki Angel. Dia mengecupi tubuh Angel mulai dari betisnya, tungkai tungkai (paha) nya, melewati daerah inti Angel terlebih dahulu karna langsung ke perut Angel yang rata dan pinggangnya yang ramping. Dan akhirnya sampailah Jerry di kedua lapisan dada Angel yang menggunung ranum.
"Mendesahlah jika ingin, dan jambak saja rambutku jika kau terlalu merasakan nikmat Angel!"
"Aku sudah tahu, lakukanlah!" Angel malah mengarahkan wajah Jerry untuk memanjakan kedua buah dadanya yang seraya siap dimainkan. Angel pun sambil perlahan membuka kemeja Jerry. Dia meraba lengan lengan Jerry yang cukup berotot. Sampai Jerry sudah puas dengan kepunyaannya yang menggunung itu, Jerry kembali mencium bibir Angel. Jerry lalu mengarahkan tangan Angel untuk memegang kepunyaannya.
"Apa kau merasakannya Angel? Dia sudah sangat tersiksa selama hampir satu tahun ini. Dia terus membayangkanmu setiap saat yang hanya bisa kukeluarkan dengan tanganku. Sekarang kau harus melayaninya. Kau harus membayar siksaan yang selama ini kau torehkan, bagaimana? Kau siap sayangku?" Kata Jerry mengelus dahi Angel. Angel malah tersenyum dan menggigit bibir bawahnya. Jerry malah semakin gemas dan bersemangat. Dia beranjak sambil menarik tangan Angel duduk disisi ranjang. Tanpa aba aba lagi, Angel malah membuka celana panjang Jerry yang tersisia beserta semua yang menutupi daerah bawahnya.
"Sebenarnya aku juga sudah menginginkannya namun aku tetap harus meminta persetujuan yang memilikinya. Sekarang biarkan aku melumasinya dulu sebelum apa yang sudah kau bayangkan terjadi my Jerry!" Kata Angel menyeringai dan Slurp!!
Angel bermain dengan sangat baik. Sepertinya sudah banyak yang ia pelajari di tayangan yang ia curi curi dari internet bebas karna kekasihnya juga yang memasangkannya.
Sampai rasanya Jerry hendak mengeluarkannya, dia menahan wajah Angel.
"Aku sudah tidak kuat!" Kata Jerry. Dia lalu kembali membaringkan angel. Dia melucuti bahan terakhir yang tertinggal di tubuh Angel.
Jerry melakukannya. Dengan perlahan memasukan apa yang sudah ia tahan selama ini. Sebentar lagi dia akan menikahi Angel, dia hanya merasa sudah sah. Dia sudah memberikan semuanya untuk Angel. Semua perjuangannya yang dengan tulus ia berikan hanya untuk wanita kecilnya itu. Ini kali pertama dirinya mencintai seorang wanita sedalam ini.
Sampai mereka pun menyudahinya dan kembali melakukannya di bawah pancuran shower karna saling membersihkan diri. Angel tak merasa menyesal sedikitpun karna dia begitu mencintai dan kini sudah sepenuhnya mempercayai Jerry. Angel sudah sangaat jarang merajuk pada Jerry. Jerry pun semakin membimbing Angel dengan kesabarannya.
"Apa ada yang sakit Angel?" Tanya Jerry setelah panjangnya pergulatan mereka malam ini.
"Selangkanganku lah, lalu apa?" Jawab Angel di dalam pelukan kekasihnya.
"Apa sebegitu besarnya kah?" Selidik Jerry menopang kepalanya dengan tangan satunya.
"Aku mana tahu milik pria lain, yang jelas itu agak membuatku sesak!" Saut Angel sekenanya.
"Karna pintu yang dimasuki sempit ya sesak lah!!" Balas Jerry juga sekenanya.
"Ini kali pertamaku Tuan Jerry, jadi maklumi saja. Mungkin kau sudah pernah bersama wanita wanita lamamu ya? Aku tidak marah sungguh, aku malah minta maaf telah mengecewakanmu." Sungut Angel menari narikan jarinya di atas dada Jerry.
"Ya, kau memang yang kedua merasakannya Angel." Kata Jerry menggoda.
"Aku sudah tahu. Tidak apa Tuan, aku tidak marah, kau tenang saja!" Saut Angel berbohong sambil mendongakan kepalanya memandang kekasihnya dengan tersenyum yang ia paksakan.
Jerry kembali merasa gemas dengan wajah cemburu Angel sehingga ia meraih dagunya dan mencium bibir Angel dengan lembut sesaat.
"Yang pertama merasakannya adalah tanganku. Aku tidak bisa melakukannya dengan siapa siapa selain tanganku. Aku tidak mau melakukan nya jika tidak sesuai hatiku. Sebenarnya sejak awal aku membasuhmu waktu itu aku sudah ingin. Aku merasakan hatiku tak karuan bersamamu Angel, namun kurasa masih sangat dini. Aku takut kau kecewa sehungga aku tidak bisa memilikimu. Sekarang aku tidak takut kehilanganmu, karna cintamu sudah banyak untukku kan Angel?"
Angel terkejut mendengar penuturan Jerry yang menurutnya sangat jujur. Angel kembali terharu. Dia lalu mencium Jerry lagi. Mereka kembali berciuman dan akhirnya tertidur sampai matahari menjelang.
...
Nada nada mengalun merdu dan indah. Permainan biola, saxophone, violin dan piano berpaut menjadi satu memainkan lagu lagu indah sesuai keinginan Angel. Semua suara melodi itu tersiar memenuhi ruangan resepsi pernikahan dirinha dengan Jerry.
Jerry tampak bak pangeran dengan setelan jas putih putih dan tentu saja Angel benar benar seperti malaikat. Dengan bagian atas model tube dress. Bagian bawah depannya memperlihatkan kaki jenjangnya namun bagian belakang bawahnya menjuntai sampai ke lantai. Tak lupa Angel mengenakan flower crown yang khusus Lexa pesan dari seorang design aksesoris terkenal di Legacy. Angel berjalan berdampingan dengan Jerry menaiki pelaminan. Disambung dengan orang tuanya, Alexis, Lexa dan juga Leon.
Wajah Angel bersinar selama pemberkatan sampai acara resepsi ini. Dia benar benar terharu akan semua ini. Tak menyangka mendapat pria hebat seperti Jerry. Meski banyak pertengangan dan harus menyesuaikan sesama emosi, hubungan mereka terus terjalin mesra sampai kepada tahap ini.
Jerry pun mana ada yang tahu jika bertemu dengan wanita yang umurnya cukup jauh di bawahnya. Namun, dengan kesabaran dan cinta kasih yang mereka miliki, mereka dapat melewatinya.
__ADS_1
"Dan, mari kita saksikan wedding kiss!!!" Kata sang master ceremony ketika acara ciuman didepan pengunjung.
Jerry pun mencium Angel dengan kelembutan yang selalu Angel rasakan ketika mereka mempertemukan bibir mereka. Tanpa rasa nafsu namun suatu keinginan hasrat yang terjadi atas dasar cinta dan saling menghormati.
Hari ini, mereka pun resmi menjadi pasangan suami istri. Tidak terjadi dengan mulus, tidak terjadi dengan mudah, menyatakan cinta, menjadi kekasih dan menikah. Tidak. Namun ada proses yang terjadi diatara keduanya.
Jerry mengajak Angel untuk pindah ke Legacy, namun dia tidak mau. Dia benar benar membuat suaminya itu mengerti bagaimana posisinya. Dan lebih menjelaskan kalau Angel harus tetap menjaga dan mengawasi kedua orang tuanya yang semakin lanjut usia. Selain itu pekerjaannya yang telah ia kembangkan sejak kecil.
Jerry dengan semua kedewasaannya mengerti semua keinginan dan niat baik Angel. Jerry pun akhirnya memutuskan memindahkan pusat kendali perusahaannya ke Atkinson de Angel di Springfield dan juga membawa Alexis bersamanya. Muncul perdebatan dengan Lexa namun lagi lagi Lexa mengalah karna Alexis pun sudah terbiasa bersama Jerry. Jerry tetap menemui Angel seminggu satu kali di desa karna perjalanan kota ke desa yang memakan banyak waktu. Mereka menyetujuinya karna mereka pun sudah menjalani hubungan jarak jauh ini.
Mereka berdua saling menghargai keputusan mereka meskipun mungkin ada yang harus dibayar dari semua ini. Angel berusaha tetap baik dengan semuanya dan Jerry juga berusaha tetap menghadirikan diri nya mendukung istrinya.
Angel sudah merasakan semua kebaikan dan keberadaan suaminya sejak mereka nekat melakukan hubungan jarak jauh.
Hanya bertemu satu bulan sekali.
Hanya melihat wajah tanpa saling menyentuh.
Hanya mengandalkan batin untuk saling mempercayai, dan.
Hanya mempertaruhkan perasaan cinta mereka untuk saling menghormati dan menghargai.
Karna cinta tak mengenal jarak
Karna cinta tak lekang oleh waktu
Karna cinta adalah kesabaran
...
...
...
...
...
Yuhuhuhuuu happily ever after ..
Ada pesan yang tersirat? Semoga ada ya hehe 😍😍
Finally mereka sudah menjadi Tuan dan Nyonya Atkinson. Tetep LDR an yee karna gempor juga bolak balik kampung kota wakakak ..
Sampai jumpa di kisah Jerry dan Angel yang nongol nongol di kisah Lexa Leon nanti ya?
Jangan kangen . Kalo kangen ngbrol aja sama yang nyiptain ahahahy 😁😁
.
Oke untuk kelanjutan novel ini mungkin vii akan langsung cus ke Lexa Leon AFTER MARRIAGE aja yaa? Karna belum dapet feelnya juga sih dua pasangan yang berjasa untuk Lexa Leon juga. Paling nanti sama kayak Jerry dan Angel, nyempil nyempil mereka ya 😁😁
.
Eh eh . Skarang noveltoon ada grup author lho. Di sana kita bisa berbagi dan saling berbucin ria dengan karakter favorit wakakak .. yuk gabung dengan vii 😁😁
Yang mau lebih dekat dengan vii boleh bangetss 😍😍
Caranya klik profil viiyovii dengan meng klik foto eke dan disana nanti ada tulisan grup viiyovii silahkan klik dan ijin masuk. Masih bisa masuk secara bebas lho. Bisa juga klik di profil depan setiap novel karya karya aku 😊😊
Yuk gabung dan saling mengenal 😍😍
.
Dan pastikan jangan lupa LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE yaa 😁😁
.
Thanks for read and i love you ❤
__ADS_1