Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 8


__ADS_3

Leon melangkahkan kakinya mendekati Lexa, Solane dan Rico. Leon sudah memicingkan matanya melihat punggung seorang pria yang jas nya ia kenal. Leon menerka pasti klien Lexa. Namun, nampaknya dia sangat dekat dengan Leon dan Solane.


"Mengapa kau mendadak sekali menjemputku Leon?" Tanya Lexa yang mana Leon sudah mendekatinya dan mereka saling mengecup pipi mereka.


"Ya, Tuan Dion memberiku waktu untuk memanjakanmu sayang!" Jawah Leon. Solane menatap sumringah Leon dan melirik lirik ke arah Rico yang sudah meneguk ludahnya berkali kali.


"Leon, ini kebetulan, mungkin kau sudah mengenal asistennya Nyonya Bella. Dia juga bekerja sama dengan kami Leon." Kata Lexa kemudian hendak mengenalkan Rico.


Leon lalu menoleh bersamaan dengan Rico juga menoleh. Mereka berdua lalu terkekeh.


"Ternyata kau asisten klien Lexa yang sering menggodanya?" Tanya Leon tersenyum ramah dan menepuk bahu Rico.


"Hahaha, hanya sebatas kerjasama, kau tenang saja, aku tidak akan merebutnya darimu. Ehem, tapi Leon, kalau kau memberi celah sedikit saja, aku akan mengambil Lexa!" Saut Rico beranjak juga menepuk bahu Leon.


"Jadi kalian juga sudah mengenal?" Tanya Lexa benar benar tak menyangka.


"Kami satu perguruan tinggi di Springfield, Lexa!" Jawab Leon merangkul Rico. Baru kali ini mereka bebas seperti ini karna sebelumnya belum sempat saling bertemu dan bercengkramah.


"Duduklah sayang, kau sudah makan belum?" Tanya Lexa kemudian menarik jas Leon untuk duduk di sampingnya.


"Oohh, jadi musang ini berteman dengan krokodail ya? Kenapa aku dulu tidak tahu dia Leon?" Sela Solane ikut bergabung pada percakapan.


"Kau kuliah dimana, aku dimana?!" Celetuk Leon.


"Wanita berisik ini kuliah juga?" Sela Rico menggoda Solane.


"Sembarangan sekali kau? Aku lima tahun sekolah modeling, kau jangan meremehkanku!" Decak Solane menepuk bahu Rico.


"Sudah sudah, kalian ini bertengkar terus!!" Lexa melerai sambil terkekeh.


Leon lalu memesan makanan yang mana Lexa juga membantunya memberitahu makanan terenak di restoran ini. Setelah memesan, Lexa menemukan setetes keringat membasahi pelipis Leon, Lexa menghapusnya.


"Kau tampak lelah sekali, sayang. Untuk apa kau menjemputku? Nanti Abby juga akan kembali melintas di restoran ini Leon." Kata Lexa menopang tangannya di meja dan menatap suaminya.


"Aku terlalu merindukanmu! Aku ingin cepat cepat pulang dan tidur bersamamu." Bisik Leon namun nampaknya Solane dan Rico mendengarnya.


"Kau ini! Musang mesum!" Umpat Lexa memukul pelan lengan Leon.


"Kalau setiap hari kau melakukannya, tidak akan bisa juga Tuan Leon!! Kau belum pernah ikut program hamil ya?" Decak Solane menimpali dan Rico saat itu juga terbatuk. Pikirannya sudah melayang kemana mana dan membuat hatinya sedikit panas.


"Ada apa kau terbatuk? Kau cemburu? Sana, kau cari krokodail betina dan kau lakukan!!" Decak Solane kini meledek Rico.


"Mulutmu Solane! Aku ke toilet dulu!" Decak Rico tak senang dengan gurauan Solane. Dia pun beranjak dan menuju ke kamar kecil.


"Ada apa dengannya?" Tanya Leon sesaat.


"Suami tidak peka itu sepertimu Leon, untung kau bukan jodohku!" Ledek Solane pada Leon.


Lexa melirik Solane.


"Sepertinya kau masih mencintai Leon ya Solane, aku tidak akan bertindak tapi adiknya!" Selidik Lexa terkekeh.


"Hahaha! Leon, Rico menyukai istrimu, kau harus menjaga sikapmu!!" Kata Solane mencoba membuat Leon mengerti akan sikap Rico.


"Oohhh, biar saja, ini kan istriku!" Saut Leon tak peduli dan kembali merangkul Lexa.


"Ya ya dia istrimu, wanitamu, jangan kau sakiti dia Leon! Jangan kau terayu oleh janda itu ya?" Solane memperingati dengan menunjuk Leon. Lexa mengernyitkan dahinya.


"Jadi siapa janda itu Solane?" Tanya Lexa lagi masih sangay penasaran.


"Masa kau tidak tahu Lexa!"


"Solane, kau jangan begitu, ini hanya kerja sama saja!" Sela Leon tidak ingin terjadi berita berita miring seperti yang dikatakan Tuannya.


"Memang siapa Leon?"


"Tidak siapa siapa, kau cukup dengarkan aku saja Lexa, aku tidak akan menyakitimu, kau percaya kan?" Kata Leon memegang tangan Lexa dan menaruhnya di dada nya. Lexa terhanyut dalam tatapan Leon dan senyumnya yang menawan. Leon berbuat seperti ini hanya tidak mau tersebar berita miring yang juga akan mempengaruhi kerja sama dan juga hotel tuannya. Leon juga percaya kalau Lexa pasti yakin padanya.


"Iya Leon aku percaya! Kau tenang saja! Kau juga harus percaya padaku kalau tidak ada lelaki lain selain mu!" Kata Lexa juga ingin membuat Leon percaya kalau meskipun ada pria yang mendekatinya, Lexa tidak akan tergoda.

__ADS_1


Leon pun mengangguk juga menghargai kepercayaan istrinya.


"Haduuhh kalian! Si Jimmy ini mana sih, kenapa dia tidak menjemputku Leon?" Sela Solane yang merasa mulai risih. Dia meraih tasnya dan merogohnya hendak mencari ponselnya.


"Jimmy sedang berbincang dengan IT pusat Solane. Dia hendak membuat sebuah aplikasi yang akan mengetahui frekuensi jumlah pelanggan Hotel Prime." Jawab Leon.


"Oohh, suamiku memang jauh terdepan!" Decak Solane bangga.


"Dia akan menjadi kepala pusat divisi pelayanan pelanggan jika dia dapat menciptakan sebuah terobosan yang membuat Tuan Dion dan Tuan Jeremy kagum, Solane. Sebenarnya suamimu pintar sejak dulu tapi karna harta ayahnya dia jadi terbuai." Tambah Leon yang juga bersahabat dengan Jimmy.


"Ya, aku tahu itu. Oleh sebab itu aku begitu mencintainya." Gumam Solane jadi merindukan suaminya.


"Kau harus bangga padanya!" Kata Lexa.


Tak berapa lama makanan Leon datang bersamaan dengan Rico yang sudah kembali dari kamar kecil.


"Baiklah Lexa, mana yang harus kutanda tangani? Aku masih harus mengantar Nyonya Bella." Kata Rico kemudian yang sudah duduk bergabung dengan mereka lagi.


"Hey, kau kenapa? Kenapa tidak dari tadi saja kau menandatanganinya?" Tanya Solane yang merasa sikap Rico berubah. Tidak friendly seperti tadi.


"Tidak apa apa Solane. Aku harus kembali bekerja." Jawab Rico lembut tidak mau berdebat terus.


"Em, ini Rico kau tanda tangani di sini dan di sini dan sepertinya lusa kita sudah bisa mulai shooting di hotelmu. Bagaimana?" Tanya Lexa memberi pertimbangan.


"Baiklah. Katakan saja, aku akan standby!" Saut Rico dan mulai membaca kontrak kerja samanya dan menandatanganinya.


Selagi penandatangan Rico, ponsel Solane berbunyi. Ibu mertuanya menyuruhnya pulang karna baby message yang Solane pesan sudah datang.


"Lexa, aku juga sudah setuju dan menandatangani kontrak kita ya? Sepertinya aku harus pulang sekarang, ibu mertuaku menghubungiku." Kata Solane setelah mematikan panggilan ibunya.


"Oh iya Solane. Pulang lah. Leon sudah bersamaku." Jawab Lexa tersenyum.


"Hem, Rico, sekalianlah kau mengantar Solane dulu!" Kata Leon kemudian.


"Tidak usah tidak usah Leon, aku bisa naik taxi, kalau bersama dia nanti aku bisa ikut ikutan tidak jelas!" Celetuk Solane asal.


Rico tidak menggubris. Dia tampaknya sudah tidak berselera namun tetap menanggapi perkataan Leon dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis ke arah suami Lexa itu. Rico sudah menandatangani dan memberi cap Nyonya nya. Dia lalu berdiri ke arah kereta bayi Jacklyn sementara Solane masih berkemas.


"Tentu! Kau datang lah ke apartemenku. Nanti kita minum bersama Ben dan Jimmy." Jawab Leon ramah.


"Kalau perlu Tuan Dion juga kau ajak, aku yakin tambah seru!!" Tambah Rico.


"Jaaanngaaannn!!!"


"Kenapa Lexa? Kau berlebihan sekali!" Decak Solane yang kini sudah berdiri.


"Apartemenku bisa bau alkohol, kalian semua pasti peminum yang hebat kan, cih!!" Lexa berdecih dan mereka berempat tertawa.


"Sudahlah, nanti saling berkabar saja Leon." Kata Rico lagi.


"Ya Riko, sampai jumpa. Hati hati!"


"Oke, selamat sore!" Kata Rico dan dia mendorong kereta bayi Jacklyn menuju basement parkir membuat Solane tampak terkejut dengan perlakuan spontan Rico. Dia melihat ke Lexa dan Lexa mengangguk tersenyum agar mengalah dan mau diantar Rico.


"Solane, sudah sana tak apa, Rico orang baik!" Celetuk Leon dan akhirnya Solane mengalah. Dalam hatinya, Solane merasa ternyata Rico memiliki sisi kelembutan yang sangat peka.


...


Leon dan Lexa sampai di apartemen mereka sekitar pukul 8 malam setelah Lexa meminta Leon untuk mengantarnya dulu membeli bahan bahan makanan untuk sarapan mereka. Lexa segera membersihkan dirinya sedangkan Leon masih mengecek beberapa email yang masuk. Selang sekitar dua puluh menit, Lexa keluar dari kamar mandi dan sudah selesai membersihkan dirinya. Dia mengenak dress piyama dan menuju ke dapur.


"Sayang, bersihkan dulu dirimu lalu apa kau masih lapar? Aku tiba tiba lapar lagi, Leon!" Kata Lexa melewati suaminya yang kini membuka laptopnya.


Leon melirik istrinya. Tidak biasanya Lexa makan semalam ini sejak menikah. Apalagi jika mereka pulang berpergian. Biasanya Lexa hanya membersihkan diri dan segera tidur.


"Kau lapar Lexa? Ada apa denganmu sayang? Bukankah tadi kita baru saja menikmati pancake coklat? Mengapa kau lapar lagi?" Teriak Leon karna istrinya di dapur.


"Entahlah, aku menjadi sangat lapar. Aku hendak membuat udon, kau mau?" Tanya Lexa juga berteriak.


"Tidak aku sudah kenyang, aku akan membersihkan diri dulu."

__ADS_1


"Em, baiklah!"


Leon pun membersihkan dirinya. Setelah itu dia menyusul istrinya yang tampak masih merebus udon kering itu. Tampak Lexa agak makin berisi namun tetap seksi. Leon seperti biasa memeluk Lexa dari belakang dan mengecupi leher istrinya.


"Kau ini, tak pernah bosan menciumi leherku!" Kata Lexa.


"Karna aku ingin. Kau selalu menggodaku Lexa!"


"Jangan hari ini! Aku lelah sekali Leon! Perutku juga agak nyeri. Mungkin karna aku lapar." Saut Lexa memberi peringatan pada Leon.


"Yaa, baiklah makanlah. Aku menunggumu!" Kata Leon agak masam namun tetap menunggu Lexa makan untuk berhambur ke kamar mereka.


Setelah Lexa selesai makan, Leon merangkul Lexa menuju kamar mereka. Seperti biasa, Lexa atau Leon pasti menyalakan televisi mendengarkan lagu lagu kesukaan mereka. Lexa menjadi menyukai lagu lagu yang disukai Leon.


Sangkin lelahnya, baru sekitar dua tiga lagu, Leon sudah tertidur dengan memeluk perut Lexa yang duduk dan masih membaca majalah. Sementara Lexa juga ikut tidur ketika sudah mengetahui Leon terlelap. Dia mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur.


Selang beberapa jam kemudian Leon terbangun karna ponselnya berbunyi. Kira kira pukul satu pagi dia terbangun. Dia segera menuju ke ruang tamu yang mana kamarnya tidak tertutup dan langsung terdengar dengan keadaan ruang tamu. Leon lalu meraih ponselnya. Tampaknya Lexa benar benar lelah jadi tidak merasa gerak gerik Leon. Seseorang menghubungi Leon. Leon mengangkatnya.


"Apa ini Tuan Leon, asisten Tuan Dion Prime?" Kata seseorang di sebrang sana.


"Ya benar, ada apa?" Jawab Leon sedikit cemas.


"Tuan anda mabuk dan tidak bisa bergerak. Dia menyebut nama anda. Bisakah anda menjemputnya?"


"Tuan Dion? Mabuk? Kau serius?"


"Benar Tuan, kalau tidak, bagaimana saya tahu nama anda."


"Oohh iya baiklah, dia ada dimana?"


"Di Club St. Angel."


"Ya ya, aku segera kesana!" Kata Leon dan menutup panggilan.


"Tuan Dion mabuk? Benar atau bagaimana? Coba kuhubungi ponselnya." Gumam Leon sesaat. Dia lalu menghubungi ponsel Dion dan tidak aktif. Dia tidak berani menghubungi Nyonya Viena. Akhirnya, dia terpaksa melihatnya. Dia menghampiri Lexa terlebih dahulu untuk meminta ijin.


"Lexa, aku mendapat kabar Tuan Dion ada di club. Dia menyuruhku menjemputnya. Aku pergi sebentar ya?" Kata Leon dan Lexa mengiyakan. Lexa sangat tahu pekerjaan sebagai asisten pribadi yang begitu sangat dibutuhkan. Lexa pun juga pernah menjemput majikannya ketika harus malam malam karna membawa Dior. Ya begitulah pekerjaan mereka seoasang asisten yang saling mencintai.


Leon segera bergegas hendak menjemput tuannya. Namun, ketika sampai di sana, Leon tidak menemukan batang hidung tuannya sama sekali. Dia malah melihat seseorang yang membuatnya tak habis pikir selama beberapa hari ini.


...


...


...


...


...


Alalallaa Leonn awas banyak batu krikil bertebaran dimana manaaaa.... 😂😂


.


Next part 9


Siapa orang yang mabuk itu sebenarnya?


Bisa bisa nya boong dirimuu ahhh takut dakuu 😁😁


.


Jangan lupa LIKE KOMEN yang banyak


Kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa


.


Thnks for read and i love you always!!

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2