Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 51


__ADS_3

Cinta abadi yang telah berlandaskan janji pernikahan yang suci dan sah akan semakin kuat jika memiliki dasar kepercayaan yang kokoh. Semakin banyak rintangan yang dihadapi dan dapat melaluinya maka asas saling percaya dapat semakin erat. Siapa penggemar rahasia Lexa? Sebisa mungkin Leon percaya pada keteguhan hati istrinya ketika istrinya menceritakan semuanya. Lalu, bagaimana pendapat Lexa dengan semua ini?


...


Leon sudah menutu pintu apartemennya dan semua teman yang ia ajak sudah menunggu di luar. Leon menghela napas tapi juga tersenyum melihat apa yang dilakukan Lexa. Dia yakin ini semua untuknya. Dan ini kesalahannya, dia tidak memberitahu Lexa. Dia tidak berpikir macam macam. Yang dia tahu pasti Lexa sedang memasak seperti biasanya.


Leon lalu menuju ke kamar mereka. Lexa masih bersembunyi di sana, di bawah selimut bed covernya yang besar. Dia sudah membuang bando kelinci itu entah kemana. Leon mendekati gundukan bersar selimut itu. Dia duduk di samping wajah Lexa yang masih tertutupi. Dia mencoba membuka tutupan selimut pada bagian atas kekasihnya namun Lexa menahannya.


"Kau bodoh sekali Leon! Bodoh!!!" Umpat Lexa di dalam selimut itu.


"Haha, dengarkan aku dulu!" Leon masih berusaha membuka selimut itu.


"Tidak mau! Sudah berapa kali kau menjatuhkan martabatku satu Minggu ini? Sudah dua kali!! Kau bedebah sekali, musang tengik busuk mengapa aku bisa menyukaimu seperti ini!!" Keluh Lexa sangat sangat malu dan sebal.


"Disitulah letak keunikan hubungan kita sayang. Haha, buka dulu selimutnya!" Pinta Leon sambil terus tersenyum.


"Tidak mau! Kau jahat sekali!!" Lexa masih bersih keras menutup namun tarikan tangan Leon nyatanya sangat kuat. Akhirnya selimut itu terbuka dan Lexa terliht sudah hampir menangis. Wajahnya memerah dan dia menutupinya.


"Maafkan aku sayang! Aku kira kau sedang memasak." Kata Leon menarik kepala Lexa yang masih menunduk.


"Lagipula mengapa kau tidak mengabariku?" Tanya Lexa kesal.


"Aku lupa! Aku selesai dari Summer, bertemu dengan Gabriel dan Tuan Moses, suruhan ayah angkatmu untuk mengurus tugas dari Tuan Dion dan aku memenangkannya. Tuan Dion memberiku bonus dan aku langsung mengajak mereka kemari untuk sekedar minum minum dan makan masakanmu. Ayolah aku minta maaf. Yang melihatmu hanya Abby, Renzy dan Sherry tenang lah." Tutur Leon masih dalam senyumnya. dia benar benar lucu dengan tingkah istrinya yang juga merasa malu dan salah tingkah. tapi sebenarnya Leon agak terangsang.


"Tapi aku malu Leon!! Mereka melihatku mengenakan gaun sialan ini!" sungut Lexa lagi dan lagi.


"Tapi ini sangat cocok untuk mu sayang. Tubuhmu sangat indah, nanti malam kau harus menjadi makanan penutup ku. Sekarang gantilah dulu, ayo bergabung!" ajak Leon lagi.


"Tidak mau!" dengus Lexa masih menundukan kepalanya.


"Tidak apa apa. Masa kau tega mengusir mereka? Mereka yang membantuku menyelesaikan pekerjaan dari Tuan Dion dan imbalan Tuan Dion sangat wah Lexa. Besok aku akan memberitahumu!" ujar Leon mencoba membenarkan posisi Lexa yang terus tengkurap.


"Masa bodo! Usir saja mereka aku malu!" dengus Lexa menekuk semua wajahnya.


"Begitukah kita bersama teman yang sudah membantu kita? Baiklah aku akan memberinya uang saja untuk makan di luar." Leon hendak beranjak namun dia tahu istrinya tidak akan sampai tega begini.


"Tunggu! Baiklah!! Ijinkan mereka masuk, aku sudah memasak udon, mungkin mereka suka." kata Lexa masih dalam kesalnya namun hanya sebatas kesal. biar bagaimana pun teman teman Leon tidak tahu apa apa.


"Kau memang yang terbaik sayang. Susun gaun mu ini agar tidak rusak, aku harus menikmatinya, Ting!" Ujar Leon menarik satu tali gaun tidur tersebut dan mengedipkan matanya.


"Tunggu sayang!" Lexa masih menahan tangan Leon.


"Ada apa?"


"Kau bilang kau bertemu Gabriel?" selidik Lexa mengubah posisinya setengah memiringkan tubuhnya.


"Iya, ada apa? Kau merindukannya?" Leon agak mengerutkan dahinya.


"Sejak kapan dia di sini?" Lexa mengusap dagunya.


"Baru datang pagi tadi untuk sidang akuisisi itu." jawab Leon datar.


"Oohh, bukan apa apa. Aku curiga sepertinya dia yang mengirimiku kue tersebut. Yang beberapa kali ku bawa." Lexa akhirnya memberitahu Leon tanpa sadar.


"Jadi sudah berapa kalo kue itu datang?!" tanya Leon memancing. selama ini Lexa hanya membawanya beberapa kali sekitar tiga sampai empat kali saja.


"7 hari sama hari ini." jawab Lexa polos.


"7 hari?! Tapi kenapa kau hanya membawanya beberapa kali saja?!" decak Leon sebal.


"Aku juga mu memakannya. Kalau aku bawa terus ke rumah, kau yang memakannya!" dengus Lexa duduk di sisi ranjang.


"Kau tega sekali Lexa! Kau berselingkuh dengan si pengirim kue itu?!" tuduh Leon membuat Lexa agak kesal.


"Berselingkuh apa?! Kalau aku berselingkuh mana mau aku menggunakan kostum kelinci kuning ini! Idemu ini benar benar mesum!" Lexa kembali menyalahir Leon.

__ADS_1


"Kau seksi sayang! Sudahlah jangan membahas si pengirim kue itu, nanti kuhabisi kurir yang mengirimnya! Cepat ganti pakaianmu, biar mereka masuk!" Decak Leon kesal dan menuju ke pintu, sesaat tersungging senyum di mulut Leon.


Lexa membentuk huruf o pada mulutnya takut kalau kalau Leon benar melakukannya. Sepertinya dia harus menyembunyikan kue itu dan tidak memberitahukannya lagi. Bisa terjadi perang dunia entah yang keberapa jika Leon berubah menjadi monster Musang. Tapi entah mengapa Lexa merasakan ada sedikit perbedaan dari Leon. Leon tidak mau membahas dan melupakan seperti itu saja. Hem, cukup mencurigakan menurut Lexa. Lexa sedikit menyampingkan kecurigaannya karna ada teman teman Leon. Dia segera mengganti pakaiannya dan siap menyambut semua teman teman Leon.


"Jadi Leon, bukan kau yang mengirim kue itu untuk Lexa?" Tanya Abby ketika mereka masih berkumpul di ruang tamu. Mereka telah selesai makan malam dan menikmati cemilan dan minuman dingin.


Lexa lalu menendang kaki Abby agar tidak membahas si pengirim kue itu karna benar saja, setelah itu Leon mengerutkan dahinya.


"Kenapa Lexa? Leon tidak tahu akan hal ini?" Abby malah makin menggoda Lexa.


"Aku tahu! Besok akan kuakhiri kurir yang bertugas mengirim kue itu terus atau ku buat tutup toko kue nya!!" decak Leon kesal.


"Apa apaan kau Leon! Mereka tidak bersalah hanya menjalankan tugas!" Lexa mencoba membela karna Leon suka nekat.


"Kue ini enak sekali Aunty Lexa!" Kata Sherry yang sudah mencicipi kue hari ini. Kue itu di taruh di atas meja ramai ramai bersama mereka.


"Ya, kau habiskan saja Sherry!" Kata Leon dan Lexa jadi agak bersedih. Dia bukan sedih Sherry memakan kue nya tetapi sikap Leon yang menunjukan kalau bukan suaminya itu yang mengirimkan kue itu.


"Di setiap kue selalu ada kartu ucapannya, Leon." tambah Abby memperpanas suasana. Renzy agak mendelikan matanya menatap Abby. dia tidak suka dengan wanita wnita sering berceloteh seperti Abby. cukup Solane yang sudah membuat telinga nya pengang.


"Ben, istrimu seperti kompor!" Celetuk Renzy. Renzy merasa Abby sengaja memberitahu Leon.


"Bukan seperti kompor Renzy tapi api unggun haha! Aku hanya memberitahu saja!" kan benar? Abby malah menanggapi Renzy. Renzy memutar bola matanya malas dan ikut memakan kue bersama Sherry.


"Kau menerima kartu ucaannya Lexa?!" Tanya Leon dengan wajah cukup geram.


"Pasti Lexa membacanya, ini di sini kartu ucapannya!" Kata Abby lagi lalu mengambil kartu ucapan yang masih tertempel di atas kotak kue tersebut dan memberikannya pada Leon.


"Kau sudah membacanya?" kata Leon menunjukan pada Lexa.


"Kartu ucapan itu langsung terbaca, sudahlah Leon, kue nya sudah dimakan Sherry, kau puas kan? Aku juga tidak memikirkannya. Aku hanya memanfaatkan kue nya. Kau percayalah padaku, hatiku hanya padamu!" Lexa mengalungkan tangannya di lengan suaminya.


"Benar ya?!" Leon memastikan dengan mata lancipnya.


"Iya!! Malah aku merasa itu darimu!" dengus Lexa mengerucutkan bibirnya.


"Sudah Abby kau diam! Leon, kau jangan terpancing dengan hal hal seperti ini. Orang ini hanya mau menghancurkan hubungan kalian. Percaya padaku! Aku juga sering mengalaminya bersama Abby. Mungkin saja bukan seorang pria." sela Ben membantu Lexa menjelaskan yang sebenarnya.


"Benar kau Ben! Kalian berdua harus kuat, saling percaya maka semua akan terlewati. Seperti aku dan istriku dulu!" tambah Manuel mengingat istrinya dan dia menundukan kepalanya.


"Sudah kau jangan terbawa perasaan Manuel, secepatnya kau mencari ibunya Sherry. Apa kau mau kunalkan pada adikku?" Reginald menawarkan dan semuanya terkikik karna Manuel agak mengingat istrinya yang membuat dirinya melankolis.


"Aku jadi ingin cepat pulang bertemu Ruben. Cepatlah habiskan wine ini, kau antar aku pulang dulu Reginald, Manuel! Abby kau tidak boleh meminum wine!" kata Renzy kemudian karna malam semakin larut dan mereka sudah sambil membicarakan pasangan mereka.


"Tentu ibu Ratu!" saut beberapa dari mereka yang mengangga kedewasaan Renzy. Renzy memang paling tertua di sana.


Mereka kembali berbincang bincang dan bersenda gurau sementara Lexa dan Leon agak curi curi pandang saling memperhatikan satu sama lain. Sampai teman teman mereka pulang, saat itulah Lexa dapat menyalurkan hormonnya yang sejak tadi sudah tergoda dengan tatapan Leon. Leon terus melihatnya karna terbayang gaun tidur Lexa.


Mereka pun bermain dalam pergulatan cinta terpanjang karna entah berapa kali Leon mencapia pelepasannya dan meminta lagi sampai pagi pagi buta menjelang. Seluruh tubuh Lexa pegal tapi Lexa masih bergelayut di atas dada Leon. Mereka tertidur tanpa berpakaian hanya tertutup selimut bed cover itu. Ngomong ngomong obat pemberian ibunya Leon hanya diminum dua hari sekali dan Lexa hanya berani memberikannya ketika Leon pulang. Haha!


...


Pria itu memasuki toko kue terkenal dan hanya membuat kue kue limited edition yang disediakan satu kali satu hari. Japanis Chesse Cake Coffee ini salah satu nya. Setiap pagi pukul sembilan tepat toko kue tersebut buka, dia sudah datang dan memesan kue tersebut. Satu slice setiap hari dan satu round cake berukuran besar untuk bersama setiap tiga hari sekali. Ini hari ke delapan dan dia sudah memesan delapan slice kue keju varian kopi itu dan dua kali round cake dengan rasa berbeda. Dan hari ini dia hanya memesan satu slice Japanis Chesse Cake Coffee.


"Seperti biasa kirimkan segera menggunakan kurir yang berbeda dan lebihkan biaya pengirimannya. Kirimkan ke tempat biasa. Untuk Lexa di Perusahaan Iklan Jovancy Adv. Lantai empat." perintah pria berjas rapi itu. hari ini cukup maskulin dan membuat para pegawai wanita kue itu terkesima dengan dirinya. belum lagi rambutnya yang menegak ke atas serta kaca mata hitam yang menggantung di saku kemejanya.


"Baik Tuan. Kartu ucapannya Tuan?" sang pegawai memastikan seperti biasa.


"Sebentar." Pria itu menuliskan kartu ucapan untuk hari ke delapan.


"Ini sudah. Segera antarkan agar tiba sebelum jam makan siang ya?" kata si pria itu lagi menyerahkan kartu ucapan tersebut.


"Siap Tuan segera kami laksanakan. Ada lagi Tuan?" tanya sang pegawai lagi.


"Oh iya, hampir saja aku lupa. Besok aku pesan Japanis Chesse Cake Coffee ini yang berukuran besar ya? Besok puncak acaranya dan sudah full kedelapan slice ku kirimkan dan jadi satu round cake. benar kan?" kata si pria menegaskan. dia pun menaikan satu alisnya membuat dirinya semakin menawan.

__ADS_1


"Anda benar benar romantis sekali Tuan!" puji si pegawai kasir tersebut.


"Untuk wanita spesial dalam hidupku harus lah yang sangat spesial." si pria mengedipkan satu matanya membuat si pegawai wanita itu salah tingkah sampai berkata kata di luar alam sadarnya.


"Benar Tuan. Andai aku yang menjadi wanita itu." gumam di pegawai.


"Apa?!"


"Tidak Tuan. Baiklah aku akan menyiapkannya!" wajah si pegawai memerah lalu menekan nekan layar monitor kasir.


"Ini kartu hitam ku!" si pria memberikan kartu debet hitam keemasannya. hanya orang orang penting yang memilikinya.


"Baik Tuan, total semuanya satu slice Japanis Chesse Cake Coffee dan satu round cake Japanis Chesse Cake Coffe beserta pengiriman jadi sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu Tuan." kata si pegawai kasir memberi laporan.


"Hemm.."


Pria itu lalu meninggalkan toko kue itu dengan kembali menggunakan kaca mata hitamnya.


"Hey pria tampan itu kembali lagi?"


"Ya benar! Kemarin ada seorang wanita cantik yang menanyakannya. Sepertinya wanita itu adalah wanitanya."


"Mereka sangat serasi. Dan bahagia sekali menjadi wanitanya. Lihat saja dandanan pria itu. Mengenakan jas rapi, dasi hitam yang dang sesuai dengan kemejanya. Jangan lupa, matanya sungguh menggoda imanku!


"Bukan kau saja! Aku juga!"


celotehan para pegawai toko itu mengiringi kepergian pria tampan nan berkelas itu. padahal ia hanya berjalan namun seperti memberikan sihir pangeran berkuda putih


...


...


...


...


...


wkwkwk swag banget nii wkwkwk!! 😎😎


lagu cucok apaan yak buat ni cowo yang keluar dari toko pake kaca mata item


lagunya big bang yang bang bang bang terlalu mafia genks


eh ini aja : wow fantastic baby .. wkwkwk 😂😂


.


next part 52 extra ya gaes haha


jadi siapa nii cowo?


Uda banyak ku kasi kode harusnya tau ahh capede .. tar malem ato besok penentuan haha 😅😅


.


rekomendasi novel baper n lucu dari diriku emm judulnya HOT DADDY kisah tiga pria muda yang hotcah yang mengurusi seorang anak. ada lucu dan menegangkan ada romantisnya juga . mampir gaes 😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2