Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 63


__ADS_3

Lele63


Lexa merasakan aura kemarahan Leon. Leon pasti sudah menuduh adiknya pikir Lexa. Lexa juga melihat ketakutan yang tersirat pada wajah Angel yang memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.


"Lexa! Jujur!" Kata Leon dan kini pandangannya ke arah adik perempuannya.


"Aku sedang berjalan jalan di sekitar lalu aku melihat ada seekor rusa kecil. Lalu aku mengikutinya dan ternyata aku sudah sangat jauh! Begitulah maka aku tersesat." Kata Lexa berbohong. Namun, Leon tahu, kalau Lexa sedang menyelamatkan adiknya dari amukannya.


"Begitu ya?" Periksa Leon menyeringai tanpa mengalihkan pandangannya pada Angel. Jane dan Larry sudah diam saja. Dia tahu bagaimana Leon jika sedang marah. Tidak mengeluarkan banyak bicara dan mata lancipnya mengeluarkan pandangan sangat tajam pada buruannya.


"Iya Leon! Sekarang aku lapar!" Saut Lexa kemudian dengan maksud meluluhkan hati Leon yang terus menatap tajam Angel.


"Ya, ayo kita masuk dan makan!" Leon lalu berbalik dan meraih tangan Lexa untuk masuk ke dalam rumah. Ketika sampai pada daun pintu rumah, Leon menghentikan langkahnya yang tepat berada di samping adiknya.


"Lain kali Lexa, kalau kau mengikuti rusa, kau harus membawa rusa itu biar kukurung atau kuikat kakinya agar dia menyukaimu dan bisa menjadi peliharaanmu!" Kata Leon yang sangat mengetahui kejadian yang sebenarnya yang ditutupi oleh Lexa. Leon kembali berjalan setelah membuat adik perempuannya terpaku bergidik di tempat.


"Ayo masuk! Dan mulailah bersikap baik pada Lexa agar kakakmu tidak mencurigaimu!" Larry menepuk bahu anak keduanya untuk bisa menerima Lexa lebih baik dan tulus.


...


"Apa ada yang kau alami selama di perjalanan sendiri Lexa?" Tanya Leon ketika mereka hendak tidur. Lexa duduk di sisi ranjang dan Leon duduk dihadapannya dengan kursi. Dia memegang tangan Lexa dan menatap wanitanya itu.


Lexa menggeleng.


"Lexa, kau jangan berbohong lagi. Aku tahu apa yang Angel lakukan padamu!" Kata Leon lagi memegang pipi Lexa. Lexa lalu mengangguk dan tersenyum. Dia juga memegang pipi Leon.


"Tapi, kau jangan apa apakan dia. Ini caraku untuk mengambil hatinya. Biarkan dia pikirkan apa yang ia perbuat padaku karna amarah dan sindiranmu padanya. Hem hem? Aku pintar kan?" Lexa menaik turunkan alisnya menunggu tanggapan Leon yang harus mengetahui kelicikannya.


"Aku berbohong di depan kedua orang tuamu dan dia agar mereka semua melihat kebaikanku, hahaha! Mereka akan makin mengira kalau aku ini baik hati, tidak sombong dan murah hati!" Tambah Lexa membuat Leon semakin gemas dengannya. Dia lalu mendorong tubuh Lexa perlagan ke atas tempat tidur lalu berada di atas Lexa.


"Kelinci licik dan cerdik! Jadi benar Angel meninggalkanmu? Kau mengikutinya iya?" Tanya Leon sambil menyampingkan rambut rambut halus yang menutupi wajah Lexa.


"Hehem, aku mengikutinya namun aku meninggalkan kelopak bunga sepatu sehingga aku tahu jalan pulang! Haha, aku seperti di dalam dongeng. Kau tahu cerita hanzel and gretel?" Jawab Lexa tersenyum.


"Tidak tahu!


"Ya dia meninggalkan seperti ranting ranting ketika di ajak ke tengah hutan oleh ibu tirinya." Tambah Lexa.


"Kalau ini adik ipar yang jahat ya?" Leon mengumpamakan dengan adiknya yang menurutnya seperti ibu tiri.


"Kau yang mengakui bukan aku!" Lexa terkekeh.


"Kelinci nakal!!!" Leon lalu makin mendekatkan wajahnya.


"Jangan ulangi lagi, aku mohon! Aku terlalu lemah tanpamu, Lexa! Aku benar benar takut kehilanganmu!" Kata kata Leon begitu tulus pikir Lexa.


"Iya, tidak lagi!" Lexa menyentil hidung Leon lalu mereka berada dalam cumbuan mereka. Leon yang sudah sangat sangat merindukan Lexa memberanikan diri mengelus pinggang Lexa dari dalam sweater yang ia kenakan. Ia ingin mendekap wanitanya itu. Lexa merasakan kehangatan tangan Leon bahkan dia tidak menolaknya ketika tangan Leon terus menelusup sampai pada perutnya dan sedikit menyingkapkan sweaternya.


Leon terkesiap merasakan kemulusan tubuh Lexa. Dia lalu menarik diri melepaskan ciumannya di bibir Lexa dan menatap Lexa yang sudah tersipu.


"Bagaimana kalau malam ini aku melakukannya?" Tanya Leon tersenyum tipis.


Lexa malah menggeleng dan tersenyum. Jujur saja jantungnya sudah berdegup kencang. Sepertinya malam ini dia akan benar benar menjadi santapan Leon. Tapi dia sebisa mungkin menolaknya dengan lembut.


"Aku hanya ingin memelukmu!" Kata Leon kemudian. Dia lalu memindahkan tubuhnya di samping Lexa, belum saja Leon menarik dirinya, Lexa lebih dulu menghampiri Leon dan kepalanya tidur di atas dada Leon. Leon kembali mendekapnya. Dia mengecup kepala Lexa berkali kali sampai mereka berdua tertidur.


...


Keesokannya merupakan hari ketiga Lexa dan Leon berada di rumah orang tua Leon. Lexa sudah memberikan hadiah hadiah untuk Larry, Jane dan juga Juan.


Larry sangat senang karna dia mempunyai tambahan koleksi sweater rajutnya yang sungguh menghangatkan tubuhnya. Jane lebih lebih menyukainya. Katanya, dia bisa memamerkan topi cantik nan mahalnya itu kepada teman temannya. Juan tak kalah exited dengan hadiah yang Lexa berikan. Sebuah mobil mobilan berbentuk bulldozer dan excavator yang sangat disukai Juan karna mereka mobil mobil besar yang sangat menakjubkan bagi Juan.


Ketika mereka semua menikmati hadiah pemberian Lexa, Angel menuruni anak tangga dengan penampilan yang sangat cantik. Dengan dress simple dan flatshoes membuat dirinya tampak manis dan berbeda dari biasanya.


"Mau kemana kau?" Tanya Leon


"Kencan!" Jawab Angel singkat.


"Masih siang Angel! Kau mau kemana dengan Nigel?" Tanya Jane kemudian.


"Ke kota sebentar!" Jawab Angel dan mulai keluar dari rumah.

__ADS_1


Sementara Lexa yang mengingat kejadian semalam melihat Nigel beranjak dan hendak menyusul Angel namun Leon menahannya.


"Mau apa lagi?!"


"Sebentar!" Jawab Lexa kekeh.


"Jangan kuti!"


"Tidak! Masa orang kencan kuikuti, sebentar saja!" Lexa melepaskan pegangan tangan Leon dan mengejar Angel.


"Angel!" Panggil Lexa dan Angel terdiam. Dia tidak berbalik hanya ingin menghormati Lexa.


"Angel, kau benar akan nge-date dengan Nigel?" Lexa memeriksa.


"Lalu aku mau apa? Ke rumah kaca dan kau mengikutiku dan aku meninggalkanmu, dan apa? Mengapa kau tak katakan sejujurnya?" Angel menoleh ke belakang dengan tatapan tajamnya.


"Kakakmu tahu kok! Jangan bahas yang kemarin! Kau pasti tahu apa maksudku tidak mengatakan yang sebenarnya! Kita hidup di dunia nyata untuk apa memainkan drama seperti aku orang baik yang teraniyaya dan kau orang jahat yang selalu selamat. Cih, sudahlah Angel! Intinya kakakmu tahu apa yang kau lakukan padaku dan aku sudah membuatmu tidak dihukum olehnya. Harusnya sekarang kau mengucapkan maaf dan terimakasih padaku. Hem hem?" Lexa menaik turunkan alisnya.


"Ya ya ya terserahmu! Jadi kau jangan mengangguku lagi! Kak Leon tidak membutuhkan restuku untuk apa kau terus berusaha untuk membuatku baik padamu?" Decak Angel mulai berbalik.


"Karna kau akan menjadi adikku! Begitu saja berpikir! Lebih baik kau memikirkan dua atau seribu kali untuk bersama Nigel! Cari pria lain! Kau malah akan sakit hati, Angel! Aku sudah memperingatimu!" Kata Lexa dengan tenang dan tangan terlipat di depan dada.


"Ada apa dengannya? Aku menyukainya dan akan terus seperti ini. Dia juga menyukaiku bahkan mengatakan mencintaiku!" Bela Angel terhadap Nigel.


"Mencintai tapi bersama wanita lain!" Celetuk Lexa membuat Angel menatapnya tajam.


"Apa maksudmu?" Angel menyipitkan matanya.


"Aku tidak mau mengatakannya karna kau akan berpikir aku berbohong. Dengar, sewaktu Leon didekati Solane, aku ingin menyerah! Aku tidak mau terlalu jatuh di dalamnya, namun nyatanya Leon menjauh dari Solane dan bersamaku. Coba saja kau bicarakan wanita lain atau pancing dia bersama wanita lain atau kalau Tuhan menghendaki kau melihat dia bersama wanita lain! Hanya itu yang ingin kukatakan, selamat siang! Hati hati dijalan dan jangan pulang malam malam, maka akan ada musang liar yang siap menerkammu, roar! Bye!" Kata Lexa si kelinci cerdik yang dapat menyusun perkataan dengan perumpamaan dan memainkan hati seseorang.


Lexa lalu masuk ke dalam rumah dan tersenyum. Dia juga berdoa dalam hati supaya Angel mengerti apa yang ia maksud. Sementara Angel masih berpikir tentang Nigel yang liar biasa hebat di desanya itu. Maka juga tak menutup kemungkinan Nigel memang menyukai wanita lain atau bermain di belakangnya. Angel menggeleng gelengkan kepalanya masih berpikir positif. Dia lalu berjalan ke luar pekarangan dan di sana Nigel sudah menjemputnya dengan mobil ayahnya.


Karna perkataan Lexa, Angel jadi terus memikirkannya. Dia melamun hingga sampai di kota. Nigel agak penasaran namun Nigel hanya diam dan sesekali menyentuh tangan Angel. Di kota ternyata Nigel mengajak Angel ke sebuah club. Angel sebenarnya agak risih namun dia tetap mengikuti Nigel. Angel dikenalkan oleh beberapa teman Nigel yang rata rata semuanya perempuan. Namun Nigel terus bersama Angel. Sesekali Nigel mengecupi leher Angel namun Angel menolaknya. Sampai Nigel memaksa Angel berciuman bibir, namun karna kekalutan perkataan Lexa tentang Nigel, Angel menjadi geram dan menampar Nigel. Angel maupun Nigel terkejut. Nigel menatap tajam Angel karna malu gadis itu menamparnya. Nigel pun menarik tangan Angel untuk keluar dari club tersebut dan pulang kembali ke desa.


"Ada apa denganmu Angel?!" Tanya Nigel geram.


"Ma-maafkan aku Nigel, aku tidak sengaja!" Jawab Angel dengan tangan menyatu di mobil perjalanan pulang ke desa.


"Bu-bukan itu. Aku sedang banyak berpikir!" Angel berusaha menjelaskan namun sulit dan takut.


"Berpikir apa? Sudahlah kita putus saja!" Nigel mengambil keputusan yang membuat hati Angel patah sepatah patahnya karna Nigel cinta pertamanya.


"Putus?" Angel tercengang.


"Ya putus lalu apa?! Kau sudah membuatku malu dan entah apa yang sekarang mereka katakan tentangku bahkan tentang kita! Kau ini kuno sekali!" Decak Nigel acuh.


Dan bersamaan dengan perdebatan mereka yang sudah sampai di desa dan juga di pekarangan rumah Angel.


"Nigel, aku bisa menjelaskannya padamu, aku benar benar seperti merasa kau orang lain." Angel masih berusaha ingin menjelaskan namun nampaknya Nigel tidak peduli.


"Diam dan turun! Aku sudah muak denganmu yang selalu sok sok polos tapi masih mau bersamaku! Turun dan kau renungi apa kesalahanmu dan kita mungkin masih bisa bersama!" Bentak Nigel lagi membuka pintu mobil bagian Angel dan menyuruhnya turun.


Angel akhirnya turun dari mobil Nigel. Nigel langsung melaju pulang sementara Angel tertegun di sana. Hari itu masih sore, Leon yang sehabis pulang dari perkebunan sayur mayur bersama Juan melihat adik perempuannya itu tampak sedih.


"Angel! Ada apa denganmu?!" Leon menepuk bahu adiknya membuat Angel tersadar dan melihat kakaknya dan adiknya. Sesaat tatapannya menjadi bengis.


"Ini semua karna pacarmu! Aku sangat sangat membencinya! Aku bersumpah hubunganmu dan wanita itu tidak berjalan dengan mulus kak! Karna dia aku sekarang putus dengan Nigel! Tidak tahu diri!" Decak Angel dan lari menuju rumah sambil menangis.


"Kak Angel kenapa Kak Leon?" Juan yang terheran akhirnya bertanya pada Leon.


"Tak tahu!! Tidak jelas!!" Decak Leon yang juga terheran. Pasalnya Angel pergi seharian dan Lexa di rumah seharian. Mengapa tiba tiba Angel membencinya dan menyumpahi hubungannya? Pikir Leon.


Angel memasuki rumah nya dan hendak menuju kamarnya di lantai atas. Dia berpapasan dengan Lexa yang hendak ke kamarnya. Angel lalu menatap Lexa dengan sangat sinis dan dingin di tengah tengah air matanya yang menetes.


"Angel, mengapa kau menangis?" Tanya Lexa reflek memegang lengan Angel.


"Jangan sentuh aku! Ini semua karna semua perkataanmu, aku jadi terbawa suasana dan akhirnya aku putus dengan Nigel! Kau jahat!!! Kau tak henti hentinya membuat aku seperti ini!" Angel menghempaskan tangan Lexa marah.


"Putus? Bagus dong! Kau terbebas dari musang jahanam sepertinya!" Kata Lexa lega.


Pak! Angel menampar Lexa bersamaan dengan itu Leon masuk dengan Juan.

__ADS_1


"Angel! Apa apaan kau?!" Leon yang terkejut melihat Angel menampar Lexa menghempaskan pelan tubuh adiknya ke dinding. Jane yang juga mendengar tamparan Angel menghambur ke bawah tangga.


"Ada apa denganmu?! Mengapa kau menampar Lexa?! Setan dari mana yang kau bawa kesini hah? Sudah setiap hari prilakumu seperti arwah gentayangan begini, sekarang kau malah menampar Lexa!! Lexa dari tadi di rumah dan kau pergi, kau menyalahkannya kenapa hah kenapa?!!!!" Leon benar benar sudah kesal dengan prilaku adiknya pada Lexa dan kini berani menampar Lexa.


"Leon, tidak apa, ini memang salahku!" Sesaat Lexa mengerti. Mungkin Angel memikirkan kata katanya tadi.


"Diam kau! Terus saja kau berpura pura seperti ini!" Angel masih membentak Lexa.


"Angel!!!" Teriak Jane karna juga tak menyangka Angel berubah menjadi anak yang suka membangkang dan tidak menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Aaaahhhh!!! Semua sudah tidak menyangiku! Semua karna wanita ini ibu! Kau setiap hari memperhatikannya! Kak Leon tidak percaya padaku dan sekarang Nigel meninggalkanku karna siapa? Karna wanita tengik ini! Aku benci kalian semua aku benciiiii !!" Teriak Angel mengacak rambutnya dan menuju ke atas.


"Kurang ajar, akan kuberi pelajaran dia!" Kata Leon tak mau kalah hendak menyusul Angel yang sudah menghambur ke atas dengan cepat namun Lexa menahannya.


"Sudah Leon tenang, aku akan menjelaskan padamu!" Kata Lexa mengelus lengan Leon. Jane langsung menghampiri Lexa.


"Maafkan Angel ya nak?" Kata Jane mengelus pipi Lexa.


"Tidak apa apa mom, dia hanya sedang pada umur di mana emosinya sangat meledak ledak, tenang saja." Lexa tersenyum dan Jane memeluknya.


"Lexa, berjanjilah! Jangan tinggalkan anak lelaki pertamaku ini ya! Kau bahkan melebihi malaikat. Terimakasih sudah mau bersama anak pertamaku yang playboy ini." Kata Jane yang merasakan perbedaan dari semua wanita yang menjadi kekasih Leon.


"Mom!" Leon agak protes dengan kata playboy.


"Lalu apa sering menggonta ganti wanita! Kali ini aku melarangmu keras! Cepat kau buat sesuatu yang romantis untuk Lexa!" Decak Jane memukul dada Leon. Leon dan Lexa terkekeh dan Leon merangkul ibunya. Sementara Lexa masih memikirkan Angel.


...


Keesokannya adalah pesta rakyat di Desa Serena. Semua orang datang ke alun alun desa seperti lapangan terbuka di dekat rumah bupati. Di sana terdapat kuliner makanan tradisional Desa Serena Springfield, pertunjukan seni dan bazar buah dan sayur mayur murah. Tampak Jane dan Larry pagi pagi sekali sudah sibuk membantu di sana. Sementara Leon dan Juan masih tertidur tepat pukul 9 pagi. Lexa yang menyiapkan sarapan, Jane sudah mempercayakan semuanya. Angel juga belum kunjung turun.


Tak berapa lama ketika Angel merasa lapar dia keluar dari kamarnya dan mencari ibunya.


"Mom sudah ke alun alun, aku yang membuatkan sarapan, silahkan Angel!" Sapa Lexa namun Angel tidak bergeming. Dia menatap sinis Lexa dan meninggalkannya menuju ke luar rumah. Lexa menarik napas dan memakluminya.


Lexa mencari Angel karna dirinya tidak mendengar Angel ke lantai atas.


"Aku tidak datang! Aku malas! -- Ya, kau saja! -- aku tidak punya baju bagus lagi! -- kau saja! - ya ya!"


Lexa mendengar Angel sedang berbicara dengan seseorang di sebrang sana. Setelah panggilan terputus, Lexa tampak melihat wajah muram Angel. Seperti masih memikirkan hal lain dan saatnya Lexa kembali bicara pada calon adik iparnya itu setelah dia mengambil sesuatu dari kamarnya.


"Ini Angel!" Lexa memberikan sebuah kotak persegi panjang.


Angel yang tidak tahu kalau Lexa di belakangnya langsung reflek menerima kotak tipis itu. Dia membukanya agak penasaran dan terkejutlah dia. Kain sifon dengan corang bunga bunga kecil yang sangat cantik. Angel lalu menarik kain tersbut dan ternyata sebuah gaun cantik berbahan sifon dan bercorak bunga bunga kecil yang begitu manis.


"Aku minta maaf Angel kalau aku membuat hidupmu selalu bersedih. Aku memang tidak seperti Solane yang cantik dan banyak uang. Aku hanyalah Lexa. Yang berusaha kuat tanpa ayah dan ibu. Aku hanya ingin mencari lelaki yang bisa menjagaku dan menggantikan posisi ayah dan ibuku dan kurasa itu kakakmu. Aku sudah tidak tahu lagi cara diriku memenangkan hatimu. Aku hanya ingin keluarga Leon menyukaiku dengan apa adanya diriku. Aku tidak bisa menjanjikan apapaun selain kebahagiaan untuk kakakmu. Aku akan tetap memohon restumu. Itu gaun untukmu sebagai permohonan maafku dan aku tidak akan menganggumu lagi. Tapi, Angel aku akan tetap menunggu restumu dan aku baru akan bersama selamanya dengan kakakmu!" Tutur Lexa dengan pelan dan duduk di samping Angel.


Kali ini Angel menatapnya lirih. Lexa juga menatapnya dan tersenyum.


"Pergilah bersama gaun itu. Tunjukan pada Nigel kalau kau seorang wanita yang tak pantas ditinggalkan. Kau seorang wanita yang harusnya disayangi dan tidak direndahkan seperti ini. Tunjukan padanya kalau kau adalah seorang malaikat seperti namamu. Oh, dan ini flower crown nya. Gunakanlah. Aku sudah memperbaikinya." Lexa lalu memberikan flower crown yang sudah ia benari bersama Leon. Meski Leon marah besar, namun karna Lexa, Leon tetap mencintai adiknya. Leon terus membantu Lexa dalam memenangkan hati adiknya.


Angel kembali tertegun dan berpikir terbuat dari apa hati calon kakak iparnya. Dia sudah membuang bahkan mematahkannya lebih dulu, namun sedikitpun dia tidak merasa kebencian atau kedongkolan hati Lexa.


...


...


...


Hah, sudah berasa Angel?


Next part 64


Ni kalo begini ceritanya ulahnya angel apa emang kecelakaan? Hihi 😝😝


.


Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE RATE pkoknya sesuatu yang mendukung aku, aku suka sangaat!!! Love you pokoknya!!


..


Thanks for read 💕

__ADS_1


__ADS_2