
Dan mereka pun menjalani hubungan jarak jauh itu seperti tak ada beban. Setiap pagi Angel dan Jerry bergantian melakukan video call. Jerry sudah memasang alat penguat signal di rumah Angel sehingga mereka tidak harus direpotkan dengan tidak ada signal dan lain sebagainya. Jaman sudah canggih dan bertekhnologi, jangan karna urusan signal, urusan cinta mereka harus salah paham karna terhambat signal.
Selain melakukan video call, setiap siang mereka saling mengingatkan makan dan ketika malam mereka saling berhubungan lewat sambungan telepon. Rutinitas terindah dalam kamus hubungan mereka. Dan ketika satu bulan sekali Jerry mengunjungi Angel. Alasannya sekalian mengantar Alexis berobat. Namun, memang Alexis dan Jim selalu ikut dengannya. Lexa agak khawatir dengan kondisi ayahnya, namun Alexis juga ingin selalu bersama Jerry. Pria tua itu ingin menjadi saksi cinta mereka berdua.
Meski begitu, Angel dan Jerry pun tak ayal juga tetap sering bertengkar. Ketika rindu menghantam hubungan mereka, tak sedikit Jerry atau Angel agak sensitif atau cemburu jika sedikit pun pesan tak dibalas. Namun, lewat dari semua itu terasa seperti krikil yang bisa mereka sapukan.
Dan, sampai akhirnya ketika sudah dua bulan mereka berpacaran, datanglah kabar gembira yang akhirnya sampai di telinga Jerry. Lahan yang Jerry inginkan, dimana lahan ini terdapat di perbatasan kota dan arah menuju desa Serena, desa Rumah Angel. Tanpa pikir panjang, Jerry bersama perusahaan properti yang menjadi koleganya membangun seperti motel and resort yang sama seperti dimiliki Motel and Resort Prime di Honolulu. Jerry membangunnya tanpa sepengetahuan Angel. Dia ingin memberi kejutan pada Angel.
Sekitar 4 bulan proyek itu terealisasi. Dan bertepatan usia hubungan mereka yang ke 6 bulan, Jerry mengajak Angel untuk memotong pita peresmian motel tersebut. Angel benar benar tak habis pikir kalau Jerry benar benar akan membangunnya. Padahal waktu itu, Angel hanya asal bicara dan bergurau.
Sampai Jerry pun memanggil namanya untuk membantunya memotong pita resmian, Angel masih seraya bermimpi. Dia menyuruh Juan untuk terus mencubit lengannya namun kenyataannya semuanya sakit dan ini bukan mimpi. Tangan Angel sampai dingin ketika Jerry memegangnya untuk memutuskan pita tersebut.
"Kau gugup sekali sayang!" Jerry tersenyum mengetahui dinginnya punggung tangan Angel.
"Sangat! Kau serius membangunnya Tuan!" Angel masih tak percaya.
"For you! Agar aku lebih dekat lagi denganmu. Kakak mu tidak menikah menikah sungguh membuat ku frustasi." Decak Jerry berbisik percis di indera pendengarannya.
Angel terkekeh! Angel sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, karna kegugupannya. Bukan sampai dia berhasil memotong pita ini tapi ketika dia membaca, nama yang Jerry gunakan untuk motel adalah:
Atkinson de Angel
Motel And Resort
Dia lalu menoleh ke arah Jerry. Dia terheran sekaligus mempersiapkan jawaban manis Jerry karna ada namanya di dalamnya.
"Mengapa ini namanya?" Tanya Angel polos tersipu.
"Lantas?"
"Atkinson saja sudah bagus." Saut Angel mencoba tenang karna pasti kekasihnya akan berkata kata lagi.
"Tidak, motel ini akan memiliki fasilitas berbeda dari hotel hotel ku yang lain. Di dalamnya akan terdapat spa dan juga toko bunga yang besar. Semua kudedikasikan untukmu, jadi kuberikan tanda kalau motel ini khusus. Oleh sebab itu jadilah Atkinson de Angel. Jelas?" Kata Jerry dengan tegas dan pasti.
"Aku benar benar tak bisa berkata kata. Terimakasih Jerry ku. Cup!" Angel mengecup pipi kekasihnya itu.
"Your welcome sweetheart."
Dan merekapun memotong pita pengesahan ini. Mulai beroprasi lah motel dan resort ini. Khusus untuk hari ini dan 3 hari ke depan, Jerry memberikan gratis untuk pembelian rangkaian bunga dan satu kali pelayanan spa.
...
Waktu terus berlalu menjelang pernikahan Lexa dan Leon karna tertunda terlalu lama. Angel dan Jerry sangat memaklumi karna mereka adalah seorang yang berkompeten dalam pekerjaan. Mereka terlalu setia terhadap majikan yang memang baik terhadap mereka.
Sudah hampir dua bulan, setiap seminggu sekali Angel selalu ke kota untuk menjalani perintah kekasihnya mengawasi motel dan resortnya. Tadinya Jerry akan mempekerjakan seorang supervisor profesional namun Angel menolak. Angel juga ingin mempelajari bisnis. Namun, Angel tetap di awasi oleh seorang manager dan ayahnya yang selalu menemaninya ke kota, mengingat Larry pun satu jurusan bisnis dengan ayahnya Dion. Dan lagi sebenarnya Angel juga senang melihat toko bunga yang ada di dalam motel itu. Toko bunga itu membuka seperti kelas merangkai bunga. Terkadang Angel diminta untuk menilai beberapa hasil karya tanpa Angel harus ikut di dalamnya. Tak ayal, Angel pun akhirnya yang menjadi pemasok bunga terbanyak untuk motel itu.
Hari itu Angel datang agak siang bertepatan dengan jadwal Jerry juga mengunjunginya. Angel sudah mengatakan kalau dirinya sekeluarga akan ada di motel ini.
Angel segera menuju ruang kerjanya yang berada di lantai teratas. Jerry sengaja menempatkannya di atas agar dapat melihat pemandangan kota Springfield yang selalu asri.
Angel datang tergesa sampai dia tidak menyadari kalau sekertarisnya yang ada di luar ruangan tampak panik. Ketika Angel hendak membuka, dia pun akhirnya merasakan aura aura tidak nyaman.
"Kau kenapa?" Tanya Angel melirik.
"Itu Nona Janson, di dalam.."
"Di dalam kenapa? Apa Tuan ku sudah datang?" Selidik Angel memegang engsel pintu.
"Belum, tapi.." sekertarisnya tampak bingung.
"Tapi apa? Katakan cepat Nona Sabet, aku penasaran!"
Sang sekertaris yang bernama Sabet itu menghela napas.
"Aku sudah lama ikut bersama Tuan Jerry dan mengetahui sedikit hubungan cintanya. Aku ditarik kesini takut akan terjadi kesalah pahaman untuk dirimu. Sehingga nanti aku yang bisa menjelaskan." Sabet memulai menjelaskan dengan pelan dan perlahan.
"Kau tidak ada rasa dengan kekasihku kan? Aku baru tahu hal ini lho!" Angel kini menatap mengintimidasi Sabet. Kenyataannya Angel memang sangay pencemburu seperti kakaknya. Percis!
"Sama sekali tidak nona. Aku sudah memiliki tunangan. Tuan Jerry sudah seperti kakakku." Sabet yang sebenarnya dua tahun lebih tua dari Angel tetap menghormati Angel sebagai kekasih tuannya.
"Jadi?"
"Di dalam ada seorang wanita yang selalu menganggu Tuan Jerry." Dengus Sabet seperti pernah mengalami hal buruk dengan wanita di dalam itu.
"Siapa dia?"
"Pasti kau bisa menghadapinya, tapi Nona, kau tidak boleh kalah, dia sangat tidak waras. Aku hanya memperingati agar kau bisa menyerangnya sampai dia tidak lagi menganggu Tuan!" Kata Sabet memperingati dan yakin dengan sikap Angel yang semaunya pasti bisa menghadapi wanita seperti yang di dalam.
"Kenapa kau mengijinkannya masuk?" Angel malah bertanya kembali.
"Kan sudah kubilang dia tidak waras, jadi dia tetap menerobos masuk."
__ADS_1
"Baiklah, serahkan padaku!"
Angel kini kembali menghela napas. Semoga dia bisa menghadapi perebut perebut kekasih orang yang kini marak tersebar.
"Ehem." Angel berdehem terlebih dahulu.
Wanita itu nyatanya sedang duduk di kursi putarnya dengan seenaknya.
"Ah, kupikir kau Jerry. Kau siapa?" Kata Wanita itu membalikan kursi putar besar itu menghadap ke Angel yang melipat tangannya di depan dadanya.
"Aku yang seharusnya bertanya, kau siapa?" Angel bertanya kembali dengan nada tak kalah acuh dari wanita itu.
"Simple, aku kekasih Jerry dan sebentar lagi akan bertunangan!" Jawabnya menautkan kedua tangannya.
"Cih! Cara murahan!" Angel berdecih.
"Ya mungkin Jerry tidak memberitahumu karna dirimu hanya anak manja di bawah umur yang seharusnya menjadi adiknya bukan calon istrinya. Dia hanya memanfaatkanmu. Dia -- " kata si wanita yang sepertinya sudah mengetahui latar belakang Angel.
"Stop! Jadi kau siapanya, sekali lagi aku bertanya!" Angel memotong karna semua kata katanya tak akan membuatnya rendah. Dia sudah terbiasa.
"Kekasihnya! Kau ini tuli apa sengaja." Jawab si wanita lagi agak kesal karna Angel berani memotong perkataannya.
"Nona yang terhormat, sebaiknya kau bangun dari tidurmu karna waktu bermimpi sudah habis. Ini sudah siang, sudah waktunya jam makan siang. Ayo bangun dan menyingkir dari kursi putarku. Aku sudah sering bertemu wanita wanita semacammu. Terlalu mementingkan gaya, omongan namun otakmu nihil! Cepat pergi dari kursiku sebelum aku pun bisa berkelakuan di luar akal sehatku!" Ancam Angel dengan semua kata kata pedasnya.
Brak!
"Kau anak kecil bisa apa berani mengancamku. Aku Clara Kristabel tidak akan pergi dari sini sebelum aku bertemu Jerry. Aku merindukannya!" Wanita yang ternyata bernama Clara itu terpancing emosi dan memukul meja.
Sejenak Angel pernah mendengar nama ini. Ya pantas saja Jerry dan Clara saling kenal. Clara adalah seorang model penuh skandal yang pasti akan mencari para pengusaha seperti Jerry. Namun, sepertinya Jerry tidak pernah membahasnya atau terlintas saja menjadi bahan perdebatan mereka. Tidak ada yang spesial menurut Angel.
"Oh, kau model iklan itu ya? Sungguh, Tuan Jerry ku memang memiliki selera yang bagus tapi rendah menurutku. Kupikir dia senang dengan sesama pembisnis dan pekerja keras bukan seorang yag suka memangku tangan sepertimu." Angel berceloteh sambil mengumpat secara halus.
Tak berapa lama Jerry sudah datang dan juga sudah mendapat peringatan Sabet.
"Angel? Kau datang lebih awal?" Sapa Jerry membuat Angel membalikan tubuhnya. Begitu juga Clara yang hendak menyambutnya, namun Jerry menahannya dengan telapak tangannya agar tidak mendekatinya. Jerry malah menghampiri Angel.
Sebenarnya pikiran Angel sudah memikirkan banyak pertanyaan untuk kekasihnya ini, namun sepertinya dia harus melakukan cara lain agar wanita itu cepat pergi.
"Tuan Jerry, dia kekasihmu?" Hanya itu pertanyaan Angel ketika pria itu sudah ada di dekatnya dan memeluk pinggangnya.
"Mantan!" Saut Jerry santai.
"Jerry? Kau? Mengapa kau selalu seperti ini? Kau --" Clara mencoba membela diri namun lagi lagi dipotong dan kali ini Jerry yang memotong dengan telapak tangannya.
"Stop dulu! Biarkan aku melakukan sesuatu yang membuatku sudah membayangkannya setiap saat. karna aku sudah sangat rindu dengan bibir tipis wanita kecilku ini!"
Jerry pun malah mencium Angel di depan Clara. Angel mengerti maksud Jerry dan membalas setiap kecupan bibir pria nya terhadap bibirnya.
Clara sudah mati kesal di sana. Dia geram.
"Apa apaan ini Jerry? Apa maksudmu? Aku sengaja kesini untuk menemuimu bukannya melihat adegan senonoh ini!" Decak marah Clara.
"Ada apa denganmu Clara? Kita sudah lama sekali berpisah sejak kau lebih memilih artis gadungan itu kan? Aku tidak bisa memberi harapan padamu. Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa kembali padamu. Lihatlah wanita kecil ku ini jauh dari segala galanya. Sekarang kau pergi dari sana. Itu kursi kerja calon istriku!" Jerry memperingati dengan tetap bernada normal.
"Nah kan, aku calon istrinya. Tunangan hanyalah tinggal kenangan. Sana pergi!" Angel tak kalah juga mengusir Clara.
"Yasudah sebentar saja. Aku sebentar ingin bicara padamu Jerry!" Clara mengalah. Dia hanya ingin meminta bantuan Jerry.
"Tidak bisa, bicara saja disini!" Sela Angel.
"Baiklah! Jerry, aku mohon tolong carikan Randy untuk ku! Aku mengandung anaknya!" Kata Clara akhirnya memberitahu maksud kedatangannya.
"Apa!! Tadi kau ingin mengatakan kalau Jerry harus bertanggung jawab atas bayimu kan?! Kalian tidak sedang mempermainkanku kan?" Angel malah jadi terheran dan sedikit curiga.
"Tidak Angel! Jerry sangat mencintaimu, aku hanya ingin Randy. Randy berteman dengan Jerry." Kini Clara yang menjelaskan yang sebenarnya.
"Sudah Clara, kau pergilah! Aku sangat muak denganmu, ternyata hubunganmu dengan Randy melebihi apa yang kubayangkan. Randy ada di Orintel. Sana kau cari! Dia tidak tahu kalau kau mengandung. Dia hanya ber sedih, ternyata kau lebih memilih karir!" Jerry melambaikan tangannya malas.
"Kau serius Jerry? Dia di sana?" Clara meyakinkan.
"Ya, mengasingkan diri! Sudah kau jangan disitu, kau benar benar membuatku kesal!" Jerry sudah agak geram.
"Baiklah! Aku minta maaf telah menduakanmu dan juga tidak menghargai sahabatmu. Baiklah aku akan pergi dan mencarinya. Selamat atas kalian. Aku berharap kalian bahagia selalu!" Ucap Clara segera melangkahkan kakinya keluar ruangan Jerry dan Angel. Sementara Jerry dan Angel tidak menanggapi dirinya keluar.
Tinggalah Jerry dengan tatapan Angel yang penuh pertanyaan.
"Ada berapa mantanmu?" Pertanyaan pertama Angel mengintimidasi
"Hem, hanya dia!" Jawab Jerry tenang.
"Bohong!"
__ADS_1
"Benar! Dekat dengan wanita ada tapi tidak serius seperti dengannya." Gumam Jerry memutar bola matanya.
"Tapi, mengapa kau tidak memberitahuku?" Pertanyaan kedua Angel masih dengan mata lancipnya yang tajam terpampang.
"Ya, karna dia terlalu menyakitkan! Dia mengikuti aktor senior yang ternyata sudah memiliki istri. Baiklah aku memaafkannya, tapi ternyata dia bermain belakang bersama Randy Gelardo. Kau kenal kan? Aku pernah membawanya kemari." Saut Jerry.
"Sahabatmu yang tampan itu?"
Jerry mengernyitkan dahinya membuat Angel mengerti dengan tanda itu.
"Tapi dia bukan tipeku. Matanya selalu jelalatan!" Dengus Angel.
"Tapi dia mencintai Clara. Mereka berdua berselingkuh. Aku pun baru tahu ternyata mereka melakukan hal yang lebih baru baru ini." Jerry agak kecewa namun sudah seperti angin lalu.
"Kau memaafkan Randy?" Selidik Angel. Kini dia ingin mengetahui kekecewaan seorang Jerry yang tampak sempurna.
"Dia sahabatku, dan aku memaafkannya karna dia tulus mencintai Clara. Aku merelakannya karna ternyata Clara juga mencintainya. Jadi untuk apa diriku? Aku juga tidak ingin memendam hal jahat. Aku hanya ingin menjadi orang baik yang sangat sulit Angel." Jerry menundukan kepalanya.
"Kau baik sekali Tuan!" Angel meraih dagu Jerry untuk ditegakan kembali.
"Sepertinya juga karnamu." Gumam Jerry memandang Angel.
"Kenapa?"
"Kau menerima orang orang yang berbuat jahat padamu. Padahal hatimu sakit tapi kau berusaha untuk tidak menampilkannya semata mata untuk menerima kesalahan mereka. Aku belajar dari situ Angel." Kata Jerry hangat.
"Haha, itu caraku agar tidak menangis Tuan!" Angel agak tersanjung.
"Tapi kau selalu menangis karnaku!"
"Karna aku menunggu kata kata dan prilaku manismu padaku." Ucap Angel manja.
"Aku mencintaimu angel!"
"Love you too! Baiklah, ayo temui mom and dad ku. Apa kau kemari bersama dad mu?" Tanya Angel kemudian.
"Tidak! Lexa menahannya. Lexa sudah semakin sensitif!" Sungut Jerry yang agak sepi dengan perjalanan kali ini. Seketika Angel mengingat sesuatu ketika kekasihnya mengatakan kata Lexa.
"Oh Lord, Tuan, sepertinya kau harus menginap di rumahku! Aku harus menyiapkan bunga untuk Kak Lexa!" Kata Angel kemudian dengan sedikit cemas.
"Mengapa kau selalu ceroboh hah?!" Decak Jerry.
"Aku lupa karna setiap hari memikirkanmu!" Angek sudah menarik tangan Jerry untuk keluar ruangan.
"Ada saja alasanmu! Yasudah, temui dulu mom and dad mu!"
Mereka pun kembali ke bawah untuk menemui orang tua Angel dengan saling bergandengan. Angel kini ingin menjadi pendengar yang baik bagi Jerry. Dia tidak mau emosi lagi dan lebih mempercayai kekasihnya yang sungguh luar biasa baik hati.
...
...
...
...
...
oke gaes mereka otewe legasi gaes lelah hayati gaes 😂😂
.
next part 10 ending ya gaes
gimana cara Jerry ngelamar angel hayo?
kayak leon dong vii
hadeehh kayak gada cerita laen. masa kalo karakter ini aku buat ini terus yang ini juga . lama lama kalian bosen lhoo . aku kan ga mau khilangan klean 😍😍
.
Jangan lupa LIKE KOMEN nya cintaakuu
Kasih VOTE, RATE dan TIP juga boleh
.
.
Lafyouu alll 💕💕thanks for read
__ADS_1