Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 24


__ADS_3

Hari begitu cerah sampai sampai kawasan padang rumput yang tertata rapi itu tampak penuh. Ya, salah satu pandang rumput di kota Summer menjadi incaran para keluarga untuk melakukan piknik pada akhir pekan seperti ini. Apalagi dengan cuaca yang begitu mendukung.


Tampak sebuah keluarga lengkap di pinggiran padang rumput itu menggelar tikar dan menikmati makanan di sana. Mereka memilih yang juga dekat dengan sebuah kapel karna ketika datang padang rumput ini sangat ramai.


Terlihat sang kakek sedang bermain mobil mobilan bersama salah satu cucu laki lakinya sambil nenek nya menyuapi makanan pada cucunya itu. Sedangkan ibunya sedang mengupasi buah apel untuk suaminya dan semuanya. Seorang anak kecil satunya sangat menunggu potongan apel dari ibunya. Ya, mereka terdiri dari seorang kakek, nenek, ayah, ibu dan dua anak laki laki yang merupakan kakak dan adik. Mereka berdua hanya terpaut sekitar satu sampai dua tahun.


Mereka ber enam sungguh menikmati akhir minggu ini dengan penuh keceriaan dan canda tawa. Apalagi pada wajah sang ibu yang sungguh merindukan saat saat seperti ini. Sesekali sang ayah mencubit kecil pipi si ibu karna sangat gemas melihat kegembiraan istrinya.


"Papi, aku mau ke toilet!" Tiba tiba salah satu anak bungsu mereka berkata pada ayahnya.


"Oh, ayo papi antar!" Kata sang ayah mengingat anaknya masih berusia sekitar 5 tahun. Ayahnya pun mengantar sang anak ke toilet di dekat pintu masuk taman rekreasi itu.


Ibunya melihat kepergian suami dan anak nya dengan senyum. Tak berapa lama kemudian, tiba tiba saja langit menjadi gelap karna muncul awan hitam menyelimuti padang rumput itu. Dan beberapa saat kemudian turun rintik hujan. Sang ibu melihat ke belakang mereka kalau sudah banyak pengunjung yang pergi. Dan tidak meninggalkan bekas apapun. Sementara suami dan anaknya belum kembali. Dia lalu menoleh ke arah keluarganya yang lain yaitu anaknya yang sulung, si kakek dan nenek yang tak lain adalah orang tuanya. Ketiga keluarga nya ternyata sudah berlarian menuju ke kapel tanpa mengajaknya.


"Papi, mami, Lionel, tunggu aku!" Teriak sang ibu mengejar mereka. Sang ibu sudah memasuki pekarangan kapel itu sementara ketiga keluarga mereka sudah memasuki kapel tersebut untuk meneduh. Sang ibu memperhatikan perlahan pekarangan kapel ini yang begitu indah, ada sebuah taman kecil juga kolam air terjun buatan yang cantik. Dan anehnya, di pekarangan ini tidak terkena rintik hujan. Tak lama kemudian, si ibu kembali fokus pada keluarganya yang sudah berdiri di daun pintu kapel itu. Seketika tampak di dalam kapel itu begitu bersinar terang. Dinding dinding kapel itu berubah menjadi awan awan putih mengapit pintu kapel yang juga berubah menjadi keemasan bak mahligai kerajaan.


Tanpa pikir panjang, si ibu hendak mengikuti ketiga keluarganya yang terus tersenyum padanya. Namun ..


"Lexa, kau mau kemana?" Tanya Leon yang tiba tiba sudah ada di belakangnya.


"Yes mam! Kau mau kemana?" Tanya si anak bungsu mengulurkan tangannya agar tetap bersamanya.


Wanita itu yang adalah Lexa menoleh pada suami dan anak bungsu nya.


"Leon, ayo kita ikut papi, mami dan Lionel!" Kata Lexa mengajak suami dan anak bungsu nya.


"Kemana? Kau di sini saja bersama kami, biarkan mereka pergi!" Kata Leon membuat Lexa mengernyitkan alisnya aneh.


"Tidak bisa! Kita harus ikut untuk meneduh. Di sana hujan Leon!" Pekik Lexa lagi memaksakan diri dan kembali menoleh kepada kedua orang tuanya dan anak sulung nya.


"Kau harus bersama suami dan anak bungsumu Lexa. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya!" Seru kedua orang tua nya dan anak sulungnya.


Dan kedua orang tua wanita itu serta anak bungsunya memasuki pintu megah itu yang tertutup kemudian.


"AKU IKUUUTTT!!!!" Lexa terbangun.


Ternyata semua ini hanya bunga tidur Lexa. Hanya mimpi. Sekujur kepalanya sudah berhias keringat yang sangat banyak. Leon juga ikut terbangun. Dia memegang lengan istrinya yang sangat dingin bagaikan es.


"Kau kenapa sayang?" Selidik Leon.


"Leon? Leooonnn!!! Huuuaaaaa?!!" Pecahlah tangis Lexa seketika. Dia memeluk Leon dengan sangat erat. Semua keindahan itu mimpi. Dia takut. Dia sangat takut. Dia terus menangis di pelukan suaminya. Sementara Leon yang merasa Lexa pasti bermimpi buruk membiarkannya menangis sebentar sambil terus mengelus punggungnya agar cepat mereda.


"Ada apa sayang? Tenang lah, aku di sini, tenang laahh.. kasihan kandunganmu.." kata Leon lagi dan seketika Lexa berhenti menangis. Dia menarik diri dan memegang perutnya reflek.


"Bayiku?" Pekik Lexa panik.


"Ada apa Lexa?" Leon masih sangat penasaran dengan apa yang dialami istrinya.


"Aku masih hamil kan Leon?" Tanya Lexa benar benar takut. Dia menatap suaminya lelah.


"Tentu sayang! Kau kenapa? Kau bermimpi buruk?" Tanya Leon memegang wajah Lexa yang kemudian menunduk lega ketika mengetahui ia masih hamil.


Lexa lalu menatap suaminya lagi.


"Aku tidak tahu itu mimpi indah atau buruk Leon," kata Lexa memulai ceritanya dengan sesengguknya. Leon menatapnya dan tersenyum tipis menunggu kelanjutan istrinya.


"Ada kau, aku, anak kita. Anak kita dua Leon, satu bernama Lionel dan satu bernama Xelino. Dan ada mamiku juga papiku. Kita berpiknik Leon di padang rumput hills Summer. Kau tahu padang rumput itu kan. Lalu kau pergi ke toilet bersama Xelino. Lalu tiba tiba langit menjadi gelap dan turun hujan. Mami, papi dan Lionel berlari ke arah kapel. Aku mengikutinya tapi sebelumnya mereka tidak mengajak ku! Mami, papi dan Lionel sudah berada di depan pintu kapel. Aku juga ke sana. Pekarangan kapel nya sangat indah seperti kapel yang kemarin kita datangi Leon. Tak lama Leon, dinding dinding kapel berubah menjadi awan putih dan pintu kapel itu menjadi pintu emas yang besar lalu di dalam kapel itu bercahaya sangat terang Leon. Aku juga ingin ke sana tapi tiba tiba kau dan Xelino memanggilku bertanya aku ingin apa. Jelas aku ingin meneduh. Di luar hujan Leon! Namun, mereka pun tidak ingin aku ikut. Kata mereka aku harus menjaga mu dan anak bungsu kita. Dan, mereka pun pergi ke kapel itu! Pintunya sudah tertutup, bagaimana aku bisa ikut?!!! Leon ada apa dengan semua ini, aku benar benar bingung. Ada apa dengan mimpi itu? Huuuaa!!!" Lexa kembali menangis setelah selesai menceritakan mimpinya. Leon memeluknya, merengkuh kepala Lexa di depan dadanya.

__ADS_1


Semua Ini benar benar membuat Lexa bingung dan terheran. Sejak kehamilan ini banyak kejadian aneh melingkupi dirinya. Mulai dari betapa nekat dirinya bersama Solane dan Rico menjemput Leon ke Honolulu dan memergoki Bella hendak menjebak Leon. Meninggalnya Jimmy yang mendadak. Mimpi yang sangat kompleks dan yang tadi sore terjadi, sampai dirinya tidak jadi menyantap steak di restoran nya karna harus mengurusi ayah dan anak perempuan itu. Ya, Manuel dan Sherry.


Lexa dan Leon seketika terpaku dan sangat terkejut mendengar penuturan Manuel, yang ternyata ayah dari Sherry. Manuel menceritakan semua nya pada Lexa dan Leon ketika luka lebam nya sudah di obati dan mereka bertiga menunggu pemulihan Sherry.


"Malam mereka merayakan ulang tahunku. Keira dan Sherry belum kunjung pulang. Katanya mereka berdua sedang membeli hadiah untuk ku dan Sherry ingin tampil cantik di acara ulang tahun ku. Tapi, mereka tak kunjung kembali. Ketika acara hendak mulai, aku mendapat telepon kalau mobil yang dikendarai istriku dan Sherry kecelakaan!" Tutur Manuel dan matanya mulai berkaca kaca. Lexa menutup mulutnya tak percaya dan Leon masih melihat wajah Manuel dengan datar. Dia mengerti apa yang dirasakan Manuel.


"Istriku meninggal di tempat bersama calon anak kami yang ke dua." Tambah Manuel mengucek matanya karna hendak menangis.


Lexa kembali terkejut. Dia tidak bisa menampung lagi air matanya.


"Sementara Sherry, dia terlentang di bawah lantai mobil dan sebagian wajahnya terkena sayatan kaca kaca yang pecah. Dia tak sadarkan diri dan sempat koma selama satu minggu. Aku pun sudah putus harapan. Aku tidak tahu lagu cara menjalani hidup. Semua yang ku cintai pergi, namun aku masih berharap Sherry menemaniku. Meski begitu, aku tetap tak berdaya tanpa Keira. Usaha ku jadi terbengkelai. Entah mengapa, aku sangat tidak selera untuk bekerja. Tanpa ucapan selamat pagi Keira, tanpa sarapan nya. Semua sudah tidak ada. Namun, perlahan aku menyadari masih ada sesorang yang harus ku nafkai yaitu Sherry. Sekarang usaha ku sudah bangkrut, jadi aku bekerja pada orang lain. Tapi ternyata pemilik toko boneka itu sangat diktator! Aku baru saja ingin mengundurkan diri dan mengajak Sherry. Dan kejadian ini terjadi. Aku benar benar minta maaf Tuan Leon, jadi melibatkan anda. Maafkan saya juga Nyonya Lexa." Manuel melanjutkan dan dia sudah menutup wajahnya.


"Tidak usah sungkan Tuan Manuel! Kau tenang saja!! Sekarang kau bersamaku. Jika pria besar itu menuntutmu, dia akan berurusan denganmu. Em, begini saja. Setelah anakmu Sherry pulih, kau datang lah ke Hotel Prime. Aku akan memberikan pekerjaan padamu. Kalau kau belum menguasai, aku dan temanku akan membantumu. Kau tidak usah khawatir. Tuan ku sangat baik dan bijaksana! Kau akan bisa menghidupi Sherry. Untuk semua biaya rumah sakit aku yang tanggung. Tenanglah. Sekarang kau aman." Kata Leon memberi respon positif pada Manuel.


Manuel mendongakan kepalanya. Dia sangat sangat terharu mendapat semua bantuan ini. Ini pun semua karna Sherry. Karna Sherry yang masih mengenal Lexa.


"Te, te, terima kasih Tuan Leon, Nyonya Lexa." Ucap Manuel menjabat tangan Leon dan hendak menjabat tangan Lexa, namun wanita itu sudah menangis di punggung suaminya.


"Maafkan istriku. Dia juga ikut berduka atas kepergian istri anda, karna dia mengenalnya. Dan emosinya memang sedang tidak stabil. Dia sedang hamil anak kami Tuan." Tutur Leon menjelaskan Lexa yang tidak bisa menahan emosinya untuk tidak menangis. Manuel pun mengerti.


"Wah selamat Tuan Leon, semoga ibu dan bayinya sehat selalu sampai persalinan." Kata Manuel memberi ucapan selamat pada Leon.


Dan Leon pun akhirnya memesan steak melalui jasa online untuk makan malam Lexa. Lexa makan dalam diam dan kembali memikirkan semua perkara ini.


Sampai semua perkara ini terbawa dalam mimpinya. Ya mimpi yang cukup aneh namun tersirat pesan di dalamnya. Bagaimana bisa mereka dalam satu tikar berpiknik dengan maminya dan dua anak nya yang bahkan salah satunya belum sebesar buah melon di dalam perutnya. Sementara maminya sudah meninggal.


Leon masih memeluk Lexa dan merasakan kalau seluruh tubuh Lexa berkeringat. Lexa sudah terdiam dalam tangisnya tapi dia masih ingin merasakan kehangatan suaminya.


"Lexa, seluruh tubuhnya berkeringat, bajumu juga basah. Biar kuambilkan gantinya ya?" Tutur Leon penuh kasih sayang.


Lexa mengangguk dan menarik dirinya. Leon pun mengambil piyama baru untuk Lexa. Lexa tampak masih murung di sana.


"Lexa ..??" Panggil Leon dan dengan terpaksa, Lexa pun melihat suaminya.


"Aku yang membuka piyama mu, kau tidak takut, aku akan menerkam mu?" Tanya Leon mencoba bergurau namun nampaknya Lexa benar benar sedang tidak berselera. Lexa hanya menggeleng. Leon juga ikut murung dan ya Leon akui semua perkara dan masalah ini sungguh menguras emosi juga tenaganya. Leon pun mengalah dan terus membantu Lexa mengganti piyamanya. Dan ketika itu ponsel Leon berbunyi. Leon lalu meraihnya dan ternyata Jerry yang menghubungi. Leon memang sangat menunggu nunggu kabar dari ipar nya itu.


"Halo Tuan bagaimana?" Tanya Leon mengangkat panggilan telepon.


"Leon! Aku ingin memberitahu kalau dad sudah membaik. Dia pun sudah dipindahkan ke ruang rawat." Jawab Jerry di sebrang sana.


"Puji Tuhan!!" Leon sangat lega. Dia lalu menekan loud speaker pada ponselnya agar Lexa dapat mendengarnya.


"Dengarlah sayang, dad sudah membaik!" Bisik Leon pada istrinya.


"Benarkah? Tuan Jerry? Benar papiku sudah membaik?" Tanya Lexa memastikan dengan senyum paling lebar nya.


"Sudah Lexa. Maaf aku baru mengabarimu karna aku dan Angel benar benar mengurusi ruang rawat dan kenyamanan beliau. Selagi membaik, dad di jaga Angel sementara aku hendak mengurus hotel dulu sebentar. Tapi Lexa .." kata Jerry kemudian namun terhenti karna ingin mengatakan hal penting yang dia ragu kalau Lexa dan Leon akan menurutinya. Pasalnya Lexa dan Leon juga harus bekerja dan Lexa sedang hamil.


"Ada apa tuan? Apa ada masalah lain? Kabar ini sungguh membuatku bahagia!" Pekik Lexa bertanya tanya.


"Em begini, apakah kau dan Leon bisa kemari? Dad ingin sekali melihatmu. Dia merindukanmu. Dia terus memanggil namamu dan menanyai mu pada Angel. Aku rasa mungkin ini akan jauh membuatnya lebih membaik. Bagaimana?" Kata Jerry agak terbata namun tetap tersampaikan.


Seketika Lexa dan Leon saling berpandangan. Leon tahu ini pasti akan terjadi. Leon pun sudah mengantisipasinya. Leon mengangguk dan tersenyum.


"I Love you .." bisik Lexa seketika pada suaminya.


"Baiklah Tuan Jerry, katakan pada dad kalau aku akan datang bersama Leon. Katakan padanya dia harus makan dan beristirahat agar cepat sehat dari anak tercintanya." Lexa mengatakan dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Oke Lexa. Aku akan menyampaikan kabar gembira ini padanya. Baiklah, kabari aku kalau sudah mau terbang agar aku bisa mengutus supir menjemput kalian di bandara."


"Baiklah. Terima kasih Tuan Jerry!"


"Sama sama Lexa. Sampai jumpa. Hati hati di jalan!"


Panggilan dimatikan. Leon menatap Lexa dan meraih wajahnya yang mulai sumringah.


"Bagaimana? Kau sudah senang kan?" Selidik Leon ikut tersenyum lega dan senang.


Lexa mengangguk juga memegang lengan Leon.


"Itu hanya mimpi! Kau memang sering bermimpi aneh! Sekarang kau sudah tenang dan bisa tidur kambali. Aku akan mencari tiket malam karna paginya kita harus meminta ijin terlebih dulu pada Tuan Dion dan Nyonya Viena. Juga melihat perkembangan Sherry. Tidak apa apa kan?" Kata Leon lagi kemudian memberikan keputusan tentang kepergian mereka ke Springfield.


"Tidak apa apa Leon. Bisa pergi ke sana saja aku sudah senang. Papi pasti akan sangat senang melihatku sehingga ia bisa terus sehat sampai melihat cucu nya nanti lahir." Lexa meyakinkan dirinya.


"Ya kau benar. Baiklah, sekarang lanjutkan tidurmu, ini masih pukul 4 pagi. Kau harus banyak beristirahat bersama anak kita." Tutur Leon mengelus perut istrinya. Mereka pun lalu berciuman sebelum melanjutkan tidur mereka.


...


...


...


...


...


Huhuhuu, ada apa dengan mimpi itu? Bikin eke hanyut aja mba 😭😭


.


Next part 25


Apa arti mimpi itu?


Apa arti kejadian Sherry dan Manuel?


Bagaimana nasib Leon dengan Tuan Boneka?


Dan apakah Alexis akan terus membaik?


Stay tune gaes 😎😎


.


Bebs, mampir ke novel baruku yuks :


-- Deja Vu : Jasmie & Chest


-- Love & Hurt


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2