Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 3. Carolyn Aneeta Delinsky


__ADS_3

Bukti bahwa dunia itu berputar dan nyatanya teramat sempit ketika lagi lagi kita dipertemukan dengan orang yang sama. Pertemuan itu kembali lagi terjadi, apa yang sebenarnya terjadi antara Xelino dan seseorang yang ia merasa akan mengubah hidupnya?


...


Xelino menghubungi ayahnya dan ayahnya tertawa atas apa yang terjadi pada anaknya ketika interview. Dia tidak membayangkan bagaimana anaknya bisa menyembunyikan identitasnya dengan begitu apik. Walau Xelino masih harus menutupi kedua matanya yang teramat mirip dengan ayahnya, dia tetap memiliki seribu cara untuk mengalihkannya. Apalagi pada kaum hawa yang terkadang memuji kedua matanya. Sekedar informasi, Xelino masih belum merasakan rasa suka atau cinta terhadap lawan jenis secara berlebihan. Sejujurnya, dia menyukai Zhavia.


Sejak pertama kali mengenal Zhavia dari kecil, dia sudah menaruh hati pada salah satu anak kembar Viena itu. Tapi, Lexa memberi peringatan pada Xelino kalau tidak baik mengharapkan hal besar terjadi pada kehidupan mereka. meskipun, kini Lexa dan Leon sudah menjadi orang sukses tetapi Lexa dan Leon tetap mengabdi pada Viena dan Dion dan menurut Lexa tidak pantas saja seorang bawahan bersama seorang atasan.


Xelino mengerti apa yang dimaksud sang ibu tetapi sebenarnya tekadnya menjadi orang besar agar bisa memiliki apapun dimulai dari dirinya menyukai Zhavia. Mungkin dia tidak bisa bersama Zhavia, tapi jika dia menjadi orang besar, semua orang akan menghargainya. Namun, kembali lagi, dia ingin mendapatkan semuanya itu dari tangannya sendiri, dari jerih payahnya.


Akhirnya Xelino agak berjaga jarak dengan Zhavia, lagipula Zhavia juga tidak terlihat tidak tertarik dengannya. Jadi, Xelino merasa harus kembali sendiri mencari cintanya. Selama sekolah dia terlalu fokus pada pelajaran dan sejumlah kegiatan. Dia tidak memperhatikan wanita di sekitarnya. Ada beberapa yang dekat dengannya tetapi hanya sebatas teman. Dia pun memiliki seorang sahabat perempuan. Gladys Leemin. Kata beberapa temannya, Gladys menyukainya tapi Xelino tidak pernah menanggapi. Gladys seorang gadis yang tomboy dan sangat ceria. Dia sering mengajak Xelino bermain basket. Kakeknya Gladys merupakan teman dari kakeknya jadi mereka cukup dekat. Kini Gladys berada di Japanis. Dia mengemban ilmu teknik arsitektur. Ya, Xelino akui kalau sahabatnya yang satu itu sangat pintar menggambar. Xelino malah selalu meminta Gladys yang melukis tugasnya saat pelajaran kesenian sewaktu mereka di high school.


Ya, seperti itulah sedikit informasi mengenai hubungan Xelino dengan beberapa wanita. Xelino memang belum pernah memiliki kekasih tapi dia mengerti bagaimana memperlakukan wanita dengan baik karena pembelajaran yang ibunya berikan padanya. Lexa tidak pernah bosan berpesan mengenai prilaku yang seharusnya dilakukan Xelino jika memiliki sebuah hubungan, entah itu pertemanan atau dengan kekasih.


Karena kemarin Xelino melamar pekerjaan hari Jumat, jadi hari ini Sabtu dan Minggu dia bisa menyiapkan dirinya lagi untuk hari Senin, hari pertama ia masuk. Namun, tak lama kemudian, ketika Xelino hendak memasak sesuatu untuk dimakan, ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari bibinya Angel yang hendak meminta bantuan.


"Xelino!" Panggil bibinya di seberang sana.


"Ada apa bi?"


"Kau dimana?"


"Di desa Serena," jawab Xelino bergurau.


"Bercanda!"


"Ada apa? Aku lapar ingin masak!" decak Xelino yang memang jarang mengalami kecocokan dengan saudara ayahnya yang satu itu.


"Bantu aku mengirim karangan bunga ke universitas mu, kurirku sedang tidak enak badan. Aku tidak bisa menyuruh Allegra atau Uncle Jerry mu karena kami sedang ada di Nederland. Kami sedang berlibur sejenak," kata Angel meminta tolong pada keponakannya.


"Enak sekali kalian tidak mengajakku! Dan sekarang kau malah menyuruhku bekerja, kau keterlaluan bi! Kau memanfaatkan keponakan kesayanganmu!" decak Xelino kembali dan sedikit terkekeh. pasalnya kemarin Allegra dan Jessie sudah mengajaknya ikut ke sana, bahkan Jerry juga mengajaknya tetapi Xelino menolah karena ingin mengurus pekerjaannya.


"Jangan banyak bicara kau! Akan kuhabusi kau ketika aku pulang. Aku tidak akan membawakan mu oleh oleh!" tukas Angel benar benar bingung dengan pikiran keponakannya itu. percis seperti kakaknya.


"Jangan begitu bibi, aku bercanda!"


"Aku tidak akan mengajakmu kemana mana lagi, kau harus pergi sendiri!"


"Iya iya!"


"Jadi, cepat kau antar ya? Semua bunga ada di satu mobil pick up merah di resort ku. Antarkan langsung ke gedung rektorat atas namaku, mengerti?" Angel memastikan.


"Dua juta untuk semuanya, deal?" Xelino kembali bergurau.


"Oh God! Hanya mengantar aku harus membayar dua juta?!" pekik Angel di seberang sana.


"Ya, ya, gratis saja, haha! Baiklah aku akan mengerjakannya," saut Xelino menyudahi gurauan renyahnya itu.


"Terimakasih anakku, sampai jumpa!"


Panggilan dimatikan. Xelino segera membuat makannya dan menuju ke resort bibinya.


Sekitar setengah perjalanan dari apartemen Xelino ke Resort Atkinson de Angel. Xelino sudah mengatakan di bagian resepsionis bahwa dirinya yang diperintahkan bibinya untuk mengantar bunga. Xelino sudah siap dan menuju ke universitasnya.


Di tengah perjalanan, keadaan jalanan memang lancar tetapi agak ramai dan karena Xelino membawa karangan bunga, jadi dia membawa mobilnya dengan agak pelan. Sebuah mobil sport merah di belakangnya rasanya tidak sabar dengan mobil Xelino jadi dia menekan klakson dengan sangat kencang pada Xelino. Awalnya Xelino tidak menanggapi dan mencoba sabar tetapi lama kelamaan bunyi klaksonnya semakin kencang. Xelino sudah cukup kesal. Dia menghentikan mobilnya secara mendadak untuk menghadang mobil itu. Mobil itu berhenti tepat beberapa centi dari sisi belakang mobil Xelino. Xelino lalu meminggirkan mobilnya. Pemilik mobil itu turun dari mobilnya begitu juga dengan Xelino.


Ternyata pemilik mobil tersebut adalah seorang wanita. Wanita itu melihat sisi depan mobilnya terlebih dulu untuk memastikan tidak ada yang tertabrak. Sementara Xelino turun dengan tenang dan melihat ke arah wanita itu. Tak lama wanita itu mendongakan kepalanya dan memandang Xelino dengan sangat geram. Xelino sedikit mengingat sepertinya pernah bertemu dengan wanita ini. Ternyata wanita ini yang pernah menabraknya ketika selesai acara kelulusan wisuda nya.


"Hey! Mengapa kau berhenti mendadak?!" Tanya wanita itu menunjuk ke arah wajah Xelino. Xelino masih dalam keadaan tenang.


"Kau yang pernah menabrakku waktu itu dan tidak meminta maaf! Sekarang kau yang membunyikan klakson begitu kencang padaku tetapi malah kau yang bertanya mengapa aku berhenti mendadak! Nona, akibat ada karena adanya sebab!" jawab Xelino melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Jadi, kau mau bilang aku yang menyebabkan kau memberhentikan mobilmu? Kau mengemudikan mobilmu seperti kura kura, aku buru buru!" decak wanita itu agak meninggikan nadanya.


"Semuanya juga memiliki kesibukan, nona," saut Xelino.


"Kesibukanku jauh lebih penting ketimbang hanya mengantar rangkaian bunga tengik ini!" Decak wanita itu memukul sisi mobil pick up.


"Aaww!!!" wanita itu merintih.

__ADS_1


"Nah sekarang mobil tidak salah kau pukul!" Xelino berdecih merasa lucu dengan tingkah wanita ini.


"Argh! Kau mengesalkan! Sekarang kau diam dan biarkan aku yang jalan terlebih dulu!" Kata wanita itu lagi menunjuk nunjuk Xelino. Dia lalu pergi meninggalkan Xelino.


Wanita itu segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya melewati Xelino yang masih berdiri di sana. Xelino mengerutkan keningnya. Baru kali ini dia bertemu wanita yang cukup cantik dan anggun tetapi sangat sangat kasar. Kasar nya pun melebihi kekasaran Zhavia padanya.


"Wanita aneh! Semoga aku tidak sial hari ini!" Gumam Xelino dan kembali menjalankan mobilnya menuju ke universitas.


...


Hari Senin pun tiba. Xelino sudah sekali lagi menghubungi ibunya agar hari pertamanya bekerja dapat memberikan kesan baik untuk atasan dan rekan kerjanya. Seperti biasa Lexa memberikan berkat di seberang sana dan beberapa pesan agar Xelino tetap tenang dan jadi diri sendiri.


Namun, sepertinya Xelino memiliki kendala ketika baru saja dia mengenalkan diri dan salah satu rekan kerjanya hendak memperkenalkan perusahaan, sebuah panggilan berbunyi pada ponselnya. Xelino meminta ijin sebentar untuk mengangkatnya karena panggilan tersebut dari grandpanya. Tadinya Xelino tidak ingin mengangkat tetapi Larry menghubunginya berulang ulang kali. Xelino menjadi sedikit cemas. Pasalnya, bibinya sedang berlibur sekeluarga. Grandpa dan grandmanya hanya berdua saja.


"Grandpa? Ada apa? Ini hari pertamaku bekerja," tanya Xelino pelan.


"Maafkan aku Xelino, tetapi aku hanya bisa menghubungimu dan hanya kau yang bisa membantuku sekarang! Papimu tidak mengangkat panggilan ku. Dia pasti sedang sibuk!" Larry berkata dengan panik.


"Ada apa, grandpa? Mengapa suaramu agak panik?" tanya Xelino juga ikut panik.


"Ada seorang pria yang hendak menggusur rumah kita. Dia mengatakan akan dibangun sebuah villa di sini. Mereka sudah mendapatkan surat hak tanahnya. Ada seseorang yang memalsukannya , Xelino," pekik Larry.


"Kau serius Grandpa? Kau benar tidak lupa untuk tidak menjualnya kan?" Xelino memastikan karena usia lanjut kakek-neneknya.


"Tidak Xelino, aku tidak akan menjual rumahku! Mereka memaksaku mengeluarkan sertifikat rumah yang sesungguhnya. Katanya aku orang yang juga menipunya. Jadi aku dan grandma mu harus pergi dari sini jika tidak mau dibawa pada jalur hukum. Kami tidak melakukan apa apa Xelino,"


"Ya Tuhan ada apa ini semuanya?" gumam Xelino kini benar benar bingung.


"Atasannya menyukai lokasi rumah kita Xelino. Mereka benar benar memaksa!" tambah Larry.


"Begini saja, berikan ponselnya pada orang itu, aku yang bicara!"


Larry segera memberikan ponselnya pada pria itu.


"Tuan, aku Xelino cucu dari Tuan Larry dan Nyonya Jane. Aku mohon kau bisa menunggu kedatanganku. Semua bisa dibicarakan baik baik," pinta Xelino berusaha tenang.


"Pukul berapa kau bisa tiba di sini?"


"Baiklah! Kau bisa bicara dengan atasanku!"


"Oke oke, tapi aku mohon jangan kau apa apakan dua orang tua itu. Mereka tidak mengerti apa apa. Ini hanya salah paham," Xelino memohon.


"Ya, Cepatlah!"


Panggilan dimatikan. Xelino kini benar benar bingung. Dengan berat hati dia menghampiri rekan kerjanya dan rekan kerjanya menyuruh nya menghadap direktur. Xelino harus ke desa. Dia tidak mau terjadi apa apa pada kakek dan neneknya. Ayah dan ibunya pasti akan panik jika mendengar ini jadi Xelino akan berusaha menyelesaikannya sendiri terlebih dulu.


Xelino akhirnya meminta ijin pada sang direktur. Tadinya Xelino ingin langsung menemui Gilbert tapi Gilbert sedang tidak datang hari ini. Untung saja sang direktur mengijinkannya tetapi Xelino sudah mendapatkan sp1 karena dia baru saja bekerja.


Terlebih dulu Xelino ke Resort bibinya untuk meminjam mobil pribadi resort. Xelino segera melajukan mobilnya ke desa. Siapa sebenarnya yang berani memalsukan surat rumah. Xelino hanya takut kalau kedua orang tua itu pernah dibodohi sehingga benar benar menyerahkan surat rumah mereka lalu di plagiat sehingga bisa dijual oleh siapapun mengingat Larry dan Jane sudah semakin menua.


Sekitar pukul 2 siang Xelino tiba. Benar saja, ada beberapa pria berpakaian jas rapi dan berkacamata hitam. Mereka semua seperti bodyguard. Xelino mendekatinya perlahan. Ketika Xelino menaiki rumah itu, datang juga sebuah sport merah berhenti di depan pekarangan rumahnya. Xelino setengah menoleh. Dia seperti mengenal mobil itu. Larry dan Jane sudah melihat cucunya datang langsung keluar menemui Xelino.


"Xelino, kau sudah menghubungi papimu?" bisik Larry.


"Tenanglah, grandpa. Aku yang akan menghadapinya. Rumah ini tidak akan hancur, kau tenang saja!" Kata Xelino lalu menunggu siapa gerangan yang datang ke rumahnya.


Para bodyguard segera menyambut sosok yang akan turun dari mobil sport merah itu. Seorang wanita dengan pakaian yang cukup elegan. Dress selutut dipadukan dengan Coat panjang dan sepatu hak tinggi. Dia membuka pintu mobil dengan anggun dan melihat lihat sekitar dengan wajah angkuhnya.


"Mengapa dia di sini?!" Gumam Xelino pelan.


Seorang pria lalu membisikan sesuatu pada wanita itu dan wanita itu langsung melihat ke arah Xelino. Dia tampak mengerutkan alisnya lalu jalan perlahan menghampiri Xelino.


"Kau lagi? Sedang apa kau di sini?!" Tanya wanita itu.


"Harusnya aku yang bertanya, mengapa kau ada disini? Di rumahku!" jawab Xelino dengan tatapan tajamnya.


"Hah? Ini rumahmu? Pantas saja kau mengantar bunga dan tinggal bersama orang tua itu?!" decak wanita itu agak menyombongkan diri.


"Lalu kenapa? Kuberitahu padamu kalau rumah ini tidak dijual. Surat yang anak buahmu tunjukan palsu!" gertak Xelino tidak peduli lagi dia seorang wanita karena sudah mengusik keluarganya.

__ADS_1


"Palsu bagaimana? Aku sudah membelinya dengan harga yang tinggi! Sebaiknya kau cepat bawa orang tuamu itu pergi dari sini!" bentak wanita itu tidak mau kalah.


"Hey anak muda, mudah sekali kau bicara, kau jangan macam macam ya, kau tidak tahu kalau cucuku ini adalah anak dari ..." Jane mulai berkata kata karena sudah kesal dan sudah cukup sabar sejak anak buahnya datang. Larry yang menyuruhnya agar tetap tenang.


"Grandma! Diamlah! Aku bisa mengurusnya," sela Xelino yang tahu kalau Jane akan memberitahukan tentang latar belakang mereka.


"Sudah sudah kalian jangan penuh drama disini! Aku akan memberikan lahan lain untuk rumah kalian, atau aku akan memberikan kalian rumah di kota untuk ganti rugi yang seharusnya tidak ada. Aku sudah rugi dan harus lagi memaksa kalian dengan uang. Manager ku yang akan mengurus kepindahan kalian," decak wanita itu kini agak meremehkan.


"Tidak ada yang pindah dari sini! Maafkan aku Nona, kau sudah melewati batas. Surat palsu tidak akan bisa membeli rumah yang kau inginkan! Ini sudah melanggar peraturan, aku bisa menuntutmu!" kata Xelino kini sudah ikut geram.


"Hahaha, menuntutku? hati hati tuan, kau bicara dengan siapa, jangan sampai kau mendapat serangan jantung bersama orang tuamu kalau kau mengetahuinya!" wanita itu semakin meremehkan.


"Aku tidak peduli siapa dirumu dan aku sama sekali tidak takut untuk menuntutmu karena kau memaksa mempunyai milik orang lain dan kau memalsukan suratnya!" balas Xelino tegas.


"Orang miskin seperti kalian mana bisa menyewa pengacara! Sudahlah, cepat kemasi barang Kalian dan pergi dari sini. Aku akan memulai pembangunan villa ku!" wanita itu mengibas ngibaskan tangannya menyuruh Xelino untuk segera pergi dari rumahnya.


"Aku bilang tidak tidak! Kami tidak akan pindah! Jangan salahkan aku kalah aku terpaksa mendatangkan pengacara dari kantor pengacara Eg. Lawyer karena menginginkan lahan yang bukan hak mu!" kata Xelino dengan penekanan yang tegas dan serius.


"Oh God! Kau keras kepala sekali! Kau dengar baik baik tuan! Aku Carolyn Aneeta Delinsky. aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku karena kau pasti sudah tercengang! Pokoknya, aku akan mendapatkan lahan ini! Aku tidak takut padamu, sekalipun kau mendatangkan William Jovanca!! Kau hanya hidup dari rumah reyot ini, mana bisa kau menyewa pengacara dari sana! Dan camkan baik baik, APA YANG KUINGINKAN, PASTI AKAN KUDAPATKAN!" Ancam wanita itu dengan tatapan yang dingin dan menusuk.




Carolyn Aneeta Delinsky


cast Shin Min-a


Carolyn segera menyuruh para bodyguardnya untuk pergi terlebih dahulu. Dia pun juga pergi dari sana.


"Xelino, bagaimana ini? Delinsky itu nama keluarga dari Delins Group! Kau bekerja di sana kan?" kata Larry yang berusaha mengingat pernah mendengar nama belakang Carolyn.


Xelino malah tersenyum tipis menanggapi kecemasan kakek dan neneknya.


"Carolyn Aneeta Delinsky! Kau yang memulai, maka kau yang mengakhiri, Nona!" gumam Xelino merasa memiliki tantangan dan merasa hari harinya akan diliputi sejumlah permainan.


...


...


...


...


...


Tunjukan dirimu Xelino 😊😊


.


Next part 3


Babak baru dimulai ..


Apa yang akan terjadi pada Xelino dan Carolyn?


Apakah Carolyn akan mendapatkan lahan rumah Xelino?


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


nanti vii umumkan pemberi vote terbanyak 😁


siap siap yaa 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2