Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 9


__ADS_3

Keesokannya Leon sudah bertandang di depan rumah Lexa tepat sekali pukul tujuh pagi. Sepertinya Leon sudah benar benar terpikat pada pesona Lexa yang sangat sederhana dan tidak neka neko. Dengan gaya casual namun feminim yang disukainya membuat Leon makin tertarik dan ingin selalu bersama Lexa.


Lexa memicingkan matanya melihat mobil hitam yang sudah bertengger di depan pekarangan flatnya. Dia memukul mukul pipinya pelan merasa hanya sebuah mimpi, karna dia berpikir Leon yang datang mungkin untuk menjemputnya. Namun, dia tidak mau berharap terlalu banyak. Pasalnya, Lexa berpikir kalau Leon terlalu hebat dan tampan, mungkin saja Leon sudah memiliki kekasih di luar sana tapi Leon tidak memberitahunya.


Leon yang memperhatikan Lexa sudah melihat mobilnya tersenyum kecil. Leon memiliki firasat kalau Lexa juga sudah terjerat dalam rayuannya.


"Lexa, bangunlah, kau hanya bermimpi, mana mungkin Leon datang kemari dan menjemputmu," gumamnya dan terus berjalan.


Leon lalu menurunkan kaca mobilnya agar Lexa melihatnya.


"Leon, sedang apa kau disini?" Tanya Lexa mendekati mobil Leon. Dia sudah yakin kalau ini bukan mimpi. Dalam hatinya sangat berbunga bunga, ternyata dia bertemu dengan Leon lagi. Seperti kemarin, hari ini juga Leon pasti sengaja hendak menemuinya.


"Naiklah, aku akan mengantarmu ke kantor," kata Leon tersenyum manis.


Lexa lalu melangkahkan kakinya menaiki mobil Leon. Lexa lalu menggunakan seat beltnya untuk siap berangkat bersama Leon.


"Leon, kemarin kau tidak pulang ya? Mengapa kau tahu aku berangkat kerja pukul segini?" Tanya Lexa membuka percakapan


"Semalam, sewaktu aku pulang, aku menyadari kalau dulu aku pernah menyewa rumah kecil disekitar sini, sekitar dua tahun lalu saat pertama kali aku datang kesini. Jadi aku tahu perjalananmu menaiki bus lalu transit dengan bus yang lain, kira kira sekitar satu setengah sampai dua jam kan?" Mata Lexa membelalak mendengar penuturan Leon.


Ternyata selain tampan Leon juga sangat pintar, jelas kalau Tuan Dion memilihnya menjadi asistennya. Pikir Lexa dalam hati.


"Benar sekali Leon! Ngomong ngomong, jam masuk kita sama ya?" Tanya Lexa lagi sedikit penasaran dengan Leon.


"Aku tidak ada jam masuk, setiap Tuan Dion membutuhkan, aku harus langsung ada, jadi jika dia tidak membutuhkan aku, aku bisa masuk kapanpun." Leon tersenyum.


"Hari ini tuanmu tidak membutuhkanmu?" Lagi lagi Lexa bertanya. Dia tidak ingin canggung dan berdiam diri sehingga dia kepergok sedang memandang Leon. Kalau begini tidak ada alasan Leon menggodanya. Lexa bisa memandang wajah manis nan imut Leon dengan puas.


"Entahlah, sejak dia menemui bos mu, dia belum mengabariku, aku harap dia baik baik saja," jawab Leon sambil mengendarai mobilnya dengan tatapan ke depan.


"Oh iya, aku juga jadi mengingat Nyonya Viena. Kemarin sewaktu dia hendak pergi, wajahnya juga muram, seperti sedih mengingat mantannya itu," Lexa akhirnya memalingkan penglihatannya ke depan dan memikirkan tuannya.


"Berbeda dengan Tuan Dion, dia sangat bersemangat, tapi sampai sekarang belum mengabariku," suara Leon tiba tiba melemah.


"Ya, kita lihat saja nanti," Lexa akhirnya diam dan tidak berbicara.


"Lexa, nanti aku akan menjemputmu lagi ya?" Pinta Leon sesekali melihat Lexa.

__ADS_1


Jantung Lexa seketika berdetak. Mereka baru berkenalan namun Leon sudah sebaik ini dengannya. Dengan serangan rayuan dan perilaku Leon yang lembut, Lexa benar benar takut akan menyukai pria yang saat ini sedang menunggu responnya.


"Lexa, are you okey?" Tanya Leon lagi menunggu jawaban Lexa yang termenung.


"Leon, kau tidak takut kekasihmu marah, aku yakin kau pasti mempunyai seorang pacar," kata Lexa pelan. Dia lalu melihat keluar mobil dari kaca yang disampingnya.


Leon berdecih pelan. Lexa mengatakan seorang kekasih. Sudah lama sekali Leon tidak merasakan memiliki kekasih atau pacar yang benar. Semua wanita yang dekat dengan Leon hanya Leon jadikan pemuas nafsu saja. Leon tidak pernah serius lagi berpacaran sejak berakhir hubungannya dengan Solane. Sampai dia bertemu Lexa. Lexa benar benar wanita yang berbeda bagi Leon.


"Hem, aku tidak punya pacar Lexa, percayalah padaku, atau kau yang mau jadi pacarku?" Leon memain mainkan alisnya menggoda Lexa.


Seketika pipi Lexa memerah melebihi blush on pink merona yang ia gunakan. Lexa sedikit tersenyum kecil lalu tersadar akan pikirannya. Dia menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau berpacaran dengan musang liar sepertimu, aku tidak yakin kau tidak mempunyai pacar, hem!" Lagi lagi Leon berhasil membuatnya kesal. Leon tersenyum kagum. Kagum karna baru ini ada wanita yang tidak mau menjadi pacarnya. Bahkan, semua karyawan wanita yang ada di Hotel Prime mengingini ditanya saja dengannya itu pun sulit.


........


Lexa menarik napas. Huft, akhirnya dia bisa keluar dari mobil Leon dan tidak lagi bersama dengan Leon karna dia hampir meledak mendengar semua rayuan dan kegombalan Leon padanya.


Lexa mendorong pintu kaca kantornya untuk menuju ruangannya. Namun, Susan dan Abby sudah menghadangnya lebih dulu.


"Diam diam kau sungguh hebat Lexa! Dapat menggaet asisten dari Tuan Dion." Abby dan Susan sudah menyilangkan tangannya di depan dada mereka masing masing.


"Lexa, kau sudah naik mobil sport viper nya lho, masa kau tidak mau menjadi pacarnya?!" Tanya Susan yang mengejar Lexa.


"Tidak Susanku sayang, aku curiga dia sudah mempunyai pacar, jadi lupakan!!" Lexa mendorong Susan menjauh dan menghilang masuk ke dalam ruangannya.


"Hem! Leon benar benar tampan! Sudahlah, aku tidak sebanding dengannya, kupastikan dia memiliki keluarga yang lengkap!" Gumam Lexa menuju meja kerjanya dan mulai bekerja.


......


"Humm, mengapa proyek iklan bulan ini sangat banyak? Badanku pegal semua harus bolak balik ke ruangan Nyonya, ke ruangan brain storming, argh Lexa semangat!" Ucap Lexa menggeliatkan tubuhnya dan menyeruput ice coffee nya.


Ting!


Seketika dia menikmati ice coffee kesukaannya, satu pesan masuk di ponselnya.


Lexa meliriknya dan hanya ada nomor terpampang bukan nama kontak yang sudah dia simpan.

__ADS_1


Lexa meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut.


-235688xxx-


Kelinciku yang cantik, tunggu aku jam lima sore ya, aku akan menjemputmu, jangan kemana mana, love you. Leon.


Deg, jantung Lexa berdetak. Dia sangat yakin jantungnya berdegup kencang namun sempat berpikir benarkah ini Leon.


-Lexa-


Apa ini benar Leon?


Bodoh! Mengapa aku membalas seperti ini, pikir Lexa namun sudah terkirim.


-235688xxx-


Lalu kau ingin aku siapa? Apa ada pria lain yang mengatakan kau kelinci, aku cemburu lho!


Lexa mendelik. Sebenarnya dia sudah yakin kalau ini Leon namun sepertinya dirinya terlalu percaya diri, jadi dia hanya memastikan.


-Lexa-


Baiklah baiklah aku akan menunggumu, telat satu detik aku pergi!


Lexa tersenyum, sebenarnya hati kecilnya mengatakan ~akhirnya Leon menghubungiku jadi aku mempunyai nomornya bukan karna aku yang menginginkannya tapi dia, haha~


.........


Next part 10


Staytune guys 😍😍


Salam senyum dari Leon niih aiyaiya 😁



ingat ya hanya gambaran 😁

__ADS_1


disini gambaran Leon nya yang T.O.P nya rambutnya warna hitam ya ga neka neko hehe


__ADS_2