
Memiliki keturunan bukan hanya sekedar untuk memperpanjang garis keturunan suatu keluarga, tetapi juga mempererat tali kasih antar suami dan istri. Bagi sebagian orang atau khalayak memang juga menilai hal ini bukan suatu kewajiban. Jika suami dan istri saling mencintai tidak perlu ada embel embel apapun. Malah ada juga yang berpikiran memiliki anak membuat beban rumah tangga menjadi banyak.
Namun, apakah tidak menyadari kalau kehadiran sang buah hati semakin menghangatkan suasana dan menjadi jembatan bagi pasangan yang suatu saat mendapatkan masalah. Sebut saja beberapa bulan lalu ketika Viena mendapat kan masalah dan Dion juga jadi tak mengerti dengan sikap Viena, namun ketika Dior anak mereka menangis, mereka jadi memusatkan diri pada Dior. Mereka berdua saling memperhatikan Dior sehingga Viena dan Dion pun harus saling berbicara dan melupakan bersih tegang mereka.
Leon melihat semua kejadian ini. Mungkin Tuhan tidak menyetujui maksud hatinya sehingga melancarkan apa yang menjadi rencana Lexa. Lexa hanya ingin menggertak Leon, apakah suaminya masih mengedepankan apa yang menjadi keinginannya atau tidak. Ketika perasaan nya dikomunikasikan satu sama lain pada Leon. Dia mengatakan apa yang benar benar menjadi keinginannya nyatanya membuat hati Leon kembali tersegel. Leon merasa kehilangan Lexa apalagi beberapa kenangan yang berdatangan mengusik dirinya. Ini belum ada dua puluh empat jam tapi rasanya Leon merasa sudah jauh dari Lexa.
Leon kembali mencerna isi pikiran dan hatinya. Mengapa sampai hati selama beberapa Minggu ini bahkan menginjak satu bulan, dia membohongi Lexa. Dia mengatakan sudah bersatu dan mengeluarkan apa yang menjadi kewajibannya namun Leon hanya berkata dan meng ekspresi kannya saja. Lexa menjadi murka dan banyak tingkah over protektif Lexa yang malah membuat dia risih.
Namun Leon kembali tersadar dengan apa yang sudah ia saksikan. Mulai melihat seorang pria yang menggebu gebu bersemangat pulang dari dinas malamnya untuk melihat istrinya, bukan hanya melihat, tetapi menemani istrinya melahirkan. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan buah hatinya. Padahal ketika itu sang pria sangat lelah. Leon cukup malu melihat kejadian ini. Pasalnya pria itu pasti dari keluarga yang biasa biasa saja.
Ya, Leon melihat dari sisi itu lalu bagaimana dengan atasannya? Atasannya yang memang selalu menuruti istrinya, Dion dan Viena memutuskan untuk tidak menggunakan baby sitter untuk Dior karna mereka berdua yang hendak mendidiknya. Pagi tadi Dion datang dengan membawa Dior karna bergantian bertanggung jawab merawat Dior. Viena sedang ada tugas dan Dion tidak rela jika Dior pergi berjauhan apalagi mengikuti orang tua nya bekerja. Dion dengan senang hati mau melebihkan uang transport Renzy, sekretarisnya asal mau menjaga Dior yang masih dalam pengawasannya. Leon menjadi malu dengan atasannya yang merupakan presiden direktur sekaligus pemilik hotel tempatnya bekerja mau membawa anak nya ke kantornya.
Dan yang paling mengesankan dirinya ketika Manuel, teman sekerjanya yang tanpa istri, tetapi mau merawat anaknya Sherry tanpa kenal lelah dan mengeluh. Malahan dia sangat bersemangat menyiapkan kebutuhan Sherry. Belum ada terbesitpun Manuel ingin menikah lagi karna ingin fokus merawat Sherry dan memberikan kasih sayang. Sungguh, saat itu Leon ingin bertemu dengan istrinya. Ingin memeluknya dan meminta maaf. Mengapa dia tidak bersyukur memiliki istri yang sangat menginginkan buah hati sementara di luar sana mereka dengan segala kekurangan dan kelebihan nya sangat bahagia memilikinya.
Dan semakin membuatnya merasa bersalah dengan Lexa ketika dia melihat sahabatnya dapat mencintai anak yang bahkan bukan darah dagingnya. Ya, Rico, sabahatnya begitu menyayangi anak dari Solane. Malah anak tersebut yang membuat dirinya jadi menyukai ibunya. Tidak masuk akal namun terjadi. Leon benar benar menyesal telah mengundur ngundur atau bahkan tidak mau memilikinya.
Kini, dia di depan toko pakaian tidur wanita sudah membayangkan istrinya mengenakan gaun tidur tipis itu. Dia akan membelikannya sebagai permohonan maafnya. Ya ,dia salah. Tidak seharusnya dia seperti ini pada Lexa. Lexa merasa kehilangan dan putus harapan namun dirinya malah melupakan kewajibannya.
"Kali ini tidak lagi Lexa! Aku juga akan berusaha agar kita mendapatkan anak lagi." Gumam Leon dan memasuki toko tersebut untuk membeli beberapa pasang untuk Lexa.
Leon harus berinisiatif menemui istrinya sebelum mereka sama sama bertemu di apartemen. Itupun kalau benar Lexa pulang. Leon tahu tabiat istrinya. Jika sudah marah, Lexa bisa malakukan apapun meskipun hal itu juga menyakiti dirinya. Mungkin saja Lexa pergi bersama Viena atau Abby atau menginap di rumah Lucy atau di apartemen Solane. Leon yang harus mencari istrinya dan membicarakan semuanya.
Dia sudah berada di lobby kantor perusahaan iklan tempat istrinya bekerja. Sudah satu jam Leon menunggu Lexa sampai dia tertidur. Kalau saja Lexa atau teman temannya tidak melihatnya, mungkin Lexa akan meninggalkannya. Tapi, sekarang Lexa menghampiri dan mencoba membangunkan suaminya.
"Leon! Leon! Sedang apa kau di sini? Leon! Bangun!" Kata Lexa terus seperti itu berulang sampai Leon mengerjapkan matanya perlahan lahan. Dia seperti melihat cahaya yang turun dari langit walau tatapannya tajam namun Leon akan merasakan kehangatan menyelimuti hati nya kelak. Leon tersenyum dan mengulurkan tangannya agar Lexa meraihnya. Namun ternyata Lexa memukul tangannya. Leon tersadar dan merubah posisinya menjadi duduk.
"Lexa? Kau sudah selesai? Aku menunggumu di sini sudah hampir satu jam. Aku mengantuk. Ah, untung saja kau melihatku. Apa jadinya jika kau tidak melihatku?!" gumam Leon tertawa kecil sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.
"Biar saja kau menjadi penghuni gedung ini membantu satpam di depan sana. Kau kan jago bertarung! Lagi pula, siapa yang menyuruhmu menungguku!?" decak Lexa acuh. dia melipat tangannya dan menaruhnya di depan dadanya sambil memalingkan wajahnya. dia masih kesal dan kecewa dengan suaminya itu.
"Haha, tidak ada. Hey, kenapa kau jadi galak seperti ini denganku?!" tanya Leon ikut berdiri di belakang Lexa.
"Biar saja! Supaya otak mu yang secetek musang itu dapat berkembang menjadi otak seekor singa yang walaupun buas tetapi dia bijaksana tidak licik seperti musang dan serigala, kau tahu tidak?!" Lexa berbalik memarahi Leon sambil menunjuk pelipis Leon.
"Kenapa kau jadi menyebutkan semua penghuni kebun binatang, Lexa?!" Leon menghempaskan telunjuk Lexa.
"Agar kau mengetahui, kalau kau tinggal di kehidupan manusia dan segala peraturan hak dan kewajiban yang di buat manusia bukan pemikiran binatang. Binatang saja dengan instingnya dapat menghasilkan keturunan, lalu mengapa kau dengan entengnya tidak mau memiliki anak, jawab Jujur Leon! Aku sudah tahu semuanya!" Lexa berjalan ke arah luar gedung. Leon mengernyitkan dahinya dan langsung menyusul Lexa, tidak lupa dia membawa paper bag berisi gaun malam Lexa.
"Apa maksud mu sayang? Kenapa kau jadi semakin seram begini hah? aku tahu, kau kangen wortel ku, aku akan memberikannya, jadi kita harus pulang bersama ya?" Leon merayu Lexa dengan sejuta bahan gurauan yang biasa ia lontarkan sambil merangkul istrinya itu.
__ADS_1
Lexa menghentikan langkahnya. Leon masih saja asik bergurau sementara hatinya sudah meringis kesal dan sedih. dia menghempaskan rangkulan Leon.
"Ya, aku baru saja tahu dari sumber yang tak perlu kau tahu kalau kau memang tidak ingin memiliki keturunan kan? Dan alasannya hanya tidak ingin membuatku sakit dan sedih. Tapi, apa kau tahu kalau setiap malam, setiap kau tidur nyenyak dan membohongiku, aku menangis Leon! Aku tidak menyangka kalau kau tidak memasukannya ke tubuhku, kau melakukan itu hanya karna aku tidak sakit tapi malah hal ini yang membuatku menderita Leon! Bagaimana setiap orang menanyakan keturunan padaku, bagaimana? Sudah menikah sudah punya momongan? Anaknya ada berapa? Kau memikirkan sampai kesana atau tidak?! Sudahlah, aku lelah, tidak usah membantah kenyataan yang telah kau torehkan sendiri!" Kata Lexa menghambur keluar gedung berjalan cepat meninggalkan Leon. Leon juga terus mengikutinya.
"Aku tidak membantah Lexa, baiklah aku menyesal, maafkan aku!" Leon menahan lengan Lexa dan lagi lagi Lexa menghempaskan nya.
"Terlambat, kau hanya bisa minta maaf! Lebih baik kita berpisah saja dulu. Kau renungkan baik baik dan pikirkan matang matang apa kau sudah benar bersanding dengan seorang wanita atau tidak!" decak Lexa kembali menunjuk nunjuk Leon.
"Kita sudah bersanding lalu untuk apa aku memikirkan matang matang Lexa?" Leon berusaha untuk tetap tenang karna kalau ia juga marah mungkin Lexa langsung membunuhnya.
"Cukup Leon! Aku tidak bisa terus mengasihanimu! Kau pembohong! Kau bilang kau akan menuruti semua yang aku mau karna tidak mau membuatku sedih tapi nyatanya kau malah melakukannya! Tidak masuk akal, hah i hate you!" Decak Lexa semakin menggebu gebu. Leon jadi bingung bagaimana menanggapinya. Sementara satpam gedung sudah memperhatikan mereka. Leon pun terekejut ketika Lexa malah seperti mencari cari taxi dan tak lama dia melambaikan tangannya menghentikan taxi.
"Hey hey hey Lexa kau mau kemana?" Leon kembali menahan lengan Lexa.
"Ke rumah Lucy! Jangan menyusul ku karna kau tahu Lucy seperti apa kan jika kau memohon untuk menemuiku kalau ku ceritakan semuanya padanya?!" ancam Lexa mengingat waktu itu juga mereka pernah berseteru dan Lucy memberikan nasihat serta umpatan pada Leon sehingga Leon pusing mendengarnya dan sampai benar benar sakit kepala.
"Tidak pulang bersamaku?!" tanya Leon dengan suara pasrah.
"TIDAK!" Lexa pun membuka pintu taxi dan memasukinya. Leon sangat mengerti bagaimana marah dan kecewanya Lexa padanya. Namun, Leon tetap bersih keras menahan Lexa dengan menarik tangannya.
"Jangan! Kau harus ikut denganku!"
"Tidak mau! Lepaskan!" Lexa lagi mencoba menghempaskan tangan Leon namun gagal. Leon memegang tangan Lexa dengan sangat kuat. Lexa menghela napas.
"Lepas atau kau benar benar tidak akan mendapatkanku! Kita butuh pengoreksian diri! Lepas aku bilang LEPAAASSS!!!" Lexa merajuk dan satpam gedung mereka sudah sangat curiga pada Leon. Akhirnya Leon melepaskannya. Leon juga takut kalau Lexa akan bertindak serius dan malah benar akan menjauhinya. Lexa pun berhasil menutup pintu taxi dan dia berlalu. Dia tidak ke rumah Lucy melainkan ke apartemen Viena. Memang sudah seharusnya dia ingin di sana. Dia ingin bermain bersama Dior dan melupakan semua tekanan ini. Dengan melihat Dior dia seperti melihat anak pertamanya Lionel.
Lexa sedikit menengok ke belakang melihat Leon yang sedikit kacau. Lexa memandangnya lirih dan lelah. Dia terpaksa seperti ini. Kalau tidak Leon tidak akan mengerti bagaimana perasaannya. Mungkin sebentar saja Leon mengerti perasaannya, bagaimana selanjutnya jika ada perkataan mengusik hatinya lagi.
'maafkan aku Leon, ini demi rumah tangga kita! Semoga kau menyadarinya?'
Leon menyaksikan Lexa menjauh menaiki taxi dengan hati kacau. Pikirannya memanas dan hatinya sakit. Dia memang tahu beginilah jika Lexa marah dan sampai kecewa. Dia harus menanggungnya dan entahlah. Leon frustasi sampai membuang paper bag nya.
"Tuan, dilarang buang sampah sembarangan! ini jalanan bebas sampah!" tiba tiba sebuah suara memperingati Leon. seorang pria tua dengan seragam orange menandakan petugas kebersihan yang selalu siaga menjaga pinggir jalan besar agar tetap asri.
Leon tentu terkejut. dia agak melihat petugas itu yang wajahnya lebih menyeramkan dari Lexa. dia reflek kembali mengambil paper bag nya dan berjalan masuk menuju mobilnya sambil terus merajuk.
...
...
__ADS_1
...
...
...
em Leon, dia sedang berubah menjadi kelinci Rabies, cepat siapkan amunisi wortelmu 😂😂
.
next part 47 extra ya aku cupir dlu wkwkwk hanya wanit berkelas yang tahu apa itu cupir 😂😂
masih dalam ranah perseteruan Lexa dan Leon ya?
lalu ulah apa yang akan Leon perbuat?
.
jadi jangan lupa kasih LIKE dan KOMEN nya juga RATE dan VOTE nya .. tiap akhir bagian akan diundi lagi siapa pengirim Vote terbanyak yaa hehe
.
so thanks for read and i love you ..♥️
.
baca juga yukkss novel baper lainnya :
💌 Love & Hurt (Kisah cinta dan kehidupan Alvern dan Alice)
💌 Deja Vu : Jasmie & Chest (Kisah cinta dan nasib Jasmie dan Chest)
💌 Tak Dianggap
💌 Tetaplah Bersamaku
💌 Love in Friendship (Pengorbanan cinta dan sahabat antara Stella dan Albert)
💌 Hot Daddy
__ADS_1
💌 Mantan Terindah (Mantan Terindah Seri 1, kisah cinta Viena & Dion, beserta anak anaknya)
💌 Satu-satunya yang Kuinginkan (Mantan Terindah Seri 3, kisah cinta Egnor dan Claudia)