
lanjutan part 37,
Ansel tidak menyadari kedatangan Lexa dan Claudia untuk menghilangkan apa yang ia rekam. Lexa sangat yakin kalau Ansel merekam mereka bertiga tadi.
"Mom, aku hanya meminta kau menyenggol tangannya sehingga ia menjatuhkan ponselnya. Selanjutnya aku yang bekerja," bisik Lexa mengarahkan.
"Baiklah,"
Claudia lalu mengerjakan apa yang diperintahkan Lexa dan ketika Ponsel Ansel terjatuh, Lexa datang menumpahkan minuman yang terlihat tidak sengaja dan menginjaknya tetapi Lexa langsung meninggalkan Ansel yang masih belum menyadari dirinya.
"Nyonya?" Pekik Ansel pada Claudia.
"Maafkan aku nak, aku tidak sengaja, maklumlah diriku sudah tua," saut Claudia memelas.
"Tapi ponselku terinjak oleh wanita tua itu!" bentak Ansel.
"Jadi kau mau apa? Aku sudah meminta maaf," balas Claudia semakin melemah.
"Bagaimana kalau ponselku rusak! Lihat ponselku mati!" Decak Ansel meraih ponselnya dan menunjukan pada Claudia.
"Maaf nak, begini saja, aku akan mengatakan pada suamiku untuk menggantinya, sebentar aku akan menghubungi Tuan Egnor Jovanca," kata Claudia kemudian. Seketika Ansel berpikir dengan nama itu sering terdengar apalagi sekarang anaknya ikut menuruni kemampuan pengacara itu.
"Siapa?" Tanya Ansel memastikan.
"Egnor Jovanca, dia suamiku,"
"Oh no! Lupakan nyonya tidak apa apa. Mengapa hari ini aku sial sekali!" Dengus Ansel kembali duduk ke bangkunya. Claudia tersenyum menang dan menyusul Lexa di luar.
"Apa ponselnya tidak bisa menyala lagi mom?" tanya Lexa memastikan.
"Begitulah!
Mereka berdua terkekeh dan kembali ke apartemen menunggu Xelino. Misi selesai karena selamanya, ibu yang baik tidak akan membiarkan anaknya disakiti meskipun si anak dapat menjaga dirinya.
...
Casey menceritakan maksud kedatangannya ke Springfield tapi Xelino berfirasat tidak baik. Xelino tidak banyak bicara. Dia memainkan ponselnya mendengarkan dua saudara itu saling bicara. Walau tetap saja Carolyn melirik lirik wajah Xelino dari samping yang begitu tampan jika terdiam dan tidak banyak bicara. Begitu juga dengan Casey. Casey juga sambil memperhatikan gelagat Carolyn yang melirik Xelino sesekali.
Akhirnya mereka selesai makan. Tentu saja Casey ikut mobil dengan Xelino dan Carolyn karena Ansel sudah tidak ada di sana. Casey juga berharap Ansel menjauh terlebih dulu.
Sesampainya di rumah Casey langsung berhambur ke dalam rumah karena sudah tidak sabar hendak bertemu dengan ayah dan ibunya. Begitu juga dengan Carolyn yang hendak menyusul Casey. Carolyn masih harus menjaga sikapnya untuk tidak ramah dengan Xelino walau hatinya ingin bercakap cakap seperti sebelumnya.
"Nona Carolyn," panggil Xelino berdiri di samping mobil.
Carolyn sontak menoleh.
"Selamat malam, selamat tidur,"
"Hemm..." Saut Carolyn dan berbalik lalu ia tersenyum. Entah mengapa hanya ucapan seperti itu membuatnya seperti melayang. Xelino juga tersenyum di sana.
"Nona," panggil Xelino lagi. Carolyn kembali menoleh.
"Apapun yang terjadi padamu, kau harus bertahan dan menjadi kuat, aku menyukai wanita yang kuat," kata Xelino dan kembali masuk ke dalam mobil. Lagi lagi Carolyn dibuat bingung dengan perkataan Xelino tapi dia merasa, Xelino sedang memberinya pesan. Carolyn pun masuk ke dalam mobil bersamaan Xelino yang pulang ke apartemennya.
...
__ADS_1
Keesokan harinya, setelah Casey menceritakan apa yang terjadi dengan perusahaannya, Gilbert memutuskan untuk menyuruh Casey melihat setia sisi yang dikerjakan ayahnya berhubung perusahaan mereka bergerak di bidang yang sama. Sebenarnya, pikiran Casey mengarah pada perkebunan bunga seperti Angel tetapi demi mengambil hati ayah angkatnya itu, Casey rela belajar mengenai pertanian dan agribisnis ini. Namun, darah memang lebih kental, yang ada dipikiran Casey, Gilbert dan Jennifer hanya menyayangi Carolyn.
Gilbert akan menyuruh Xelino untuk mendampingi Casey sehingga Casey dapat menerapkannya sekembalinya ke Nederland. Jadi, pagi ini Carolyn dan Casey pergi bersama Xelino. Xelino memicingkan matanya melihat Casey keluar bersama Carolyn.
"Biang rusuh itu mau apa lagi? Mengapa berdampingan bersama wanitaku? Pasti dia hendak membuat ulah lagi! Entah mengapa perasaanku tidak enak di dekat wanita itu, hump! Kau harus bertahan Xelino, demi ketulusan hati seorang Carolyn," gumam Xelino pelan sebelum dua wanita cantik itu menghampirinya. Pikir Xelino, mereka berdua memang cantik tapi tetap Carolyn memiliki sisi lembut tersendiri yang tidak semua orang dapat merasakannya. Sementara Casey, terlihat memang ceria tetapi tidak ada yang tahu sisi belakang yang belum ia cerminkan.
"Selamat pagi Nona nona, apakah Nona Casey akan ikut bersama kita?" tanya Xelino.
"Kau tanyakan saja sendiri!" Celetuk Carolyn langsung masuk ke dalam mobil.
"Tentu Xelino, aku bahkan akan ikut bersamamu karna aku akan bekerja beberapa Minggu ke depan di perusahaan daddyku," jawab Casey tersenyum lebar.
'Kalau kata Allegra, Dewa Neptune, ada apa dengan dunia ini?! Mengapa dia bekerja di perusahaan Tuan Gilbert? Entah apa yang akan ia berbuat, baiklah kita ikuti saja permainannya,' gumam Xelino dalam hati dan dia hanya tersenyum tipis pada Casey. Casey pun masuk ke dalam mobil duduk di sebelah Carolyn.
Xelino tentu mengantar Carolyn lebih dulu. Ketika Carolyn turun dari mobil lagi lagi tanpa mengatakan apapun, Xelino juga turun dan menyusulnya. Casey merengutkan bibirnya melihat Xelino tampak memperhatikan Carolyn dengan detil.
"Nona, satu roti lagi dari Grannyku, kau mau kan?" Kata Xelino menyerahkan roti kecil keju itu tapi di depan tubuhnya sehingga Casey tidak melihatnya.
"Mengapa kau terus memberiku roti?" tanya Carolyn tetap meraih roti itu.
"Aku tidak mau kau kelaparan dan sakit," jawab Xelino tersenyum.
"Memangnya aku tidak bisa membeli makanan?"
"Tapi roti ini, roti ajaib nona yang bisa membuatmu tersenyum dan tidak salah lagi dalam bekerja,"
"Tapi kemarin aku melakukan banyak kesalahan," dengus Carolyn tidak terima.
"Maka dari itu, kau jangan memikirkanku," balas Xelino tersenyum. Carolyn tercengang dengan Xelino yang sudah kembali ke wujud awal sejak pertama kali bekernalan. Mungkim Carolyn memang harus bersikap seperti ini agar Xelino terus memperhatikannya. Entah sampai kapan, Carolyn akan melakukannya demi merebut hati Xelino.
"Yasudah aku ambil! Aku ke atas dulu,"
"Hemm!!"
Carolyn tersenyum menaiki gedung. Ada keinginan ingin memeluk Xelino tapi dia yang akan membuat Xelino sendiri yang memeluknya dan malah akan meminta pelukannya. Sementara Xelino juga memiliki tekad yang sama membuat Carolyn jatuh cinta padanya lagi dan lagi. Xelino pun kembali ke mobil. Dia dan Casey berangkat ke kantor.
Di kantor Delins Group, Casey terus mengikuti Xelino sampai James pun bingung ada apa dengan dengan nona pertama ini. Namun, ada saja cara Casey bertanya , mengajak Xelino berbicara sampai makan siang. Untung saja James memaksa ikut dengan mereka. James penasaran dengan perusahaan agribisnis di Nederland. Dia pun bertanya pada Casey dan Casey menjelaskannya berharap Xelino akan menganggapnya wanita pintar melebihi adiknya. Namun, Xelino malah tidak mendengar. Dia malah saling berkirim pesan dengan Carolyn. Kali ini sebagai Xelino.
Xelino : nona, kau sudah makan?
Carolyn : sudah!
Xelino : makan apa?
Carolyn : kau ini mau tahu saja, memang kenapa?
Xelino : ya kupikir kau telah memakan hatiku sampai habis karena terlalu mengagumi kecantikanmu
Carolyn : apa apaan kau? Tidak lucu! (Tapi sebenarnya Carolyn tersenyum membaca gombalan Xelino seperti Lionel yang belakangan malah tidak lagi menghubunginya)
Xelino : aku memang tidak lucu, tapi kalau kau sangat lucu nona, menggemaskan!
Carolyn : Xelino, kau menjijikan!
Xelino : ya, aku memang hanya seekor lalat yang mendambakan sekuntum bunga tulip berwarna kuning cerah seperti wajahmu!
__ADS_1
Carolyn : (wajah Carolyn memerah di seberang sana) oh God! Kau ini salah makan sesuatu ya sehingga terus saja meledekku?
Xelino : mungkin ini yang dinamakan mabuk cinta nona
Carolyn : cih! Sudah aku mau bekerja (Carolyn menahan untuk tidak memancing Xelino, dia merasa begini lebih nyaman. Biarkan saja dulu.)
Xelino : selamat bekerja tuan putriku, tunggu pangeranmu datang membawa kuda putih menuju ke istana cinta ❤️
"Orang ini tidak waras! Xelino! Aku tidak mengerti jalan pikiranmu!" Dengus Carolyn yang tidak mau membalas lagi gombalan Xelino. Carolyn masih mengingat kata kata menyakitkan itu.
Selama satu Minggu ini, mereka pergi bertiga. Namun terkadang Casey mencari cara agar Xelino tidak menjemput Carolyn atau ketika Xelino dan Casey hendak menjemput Caroly, sudah ada Ansel yang menjemput Carolyn. Selain itu, ketika Ansel datang ke rumah menemui Gilbert, Jennifer dan Carolyn, Casey suka mengambil gambar bersama dan di post di media sosialnya sehingga Xelino bisa melihatnya.
Casey dan Ansel terus bekerjasama untuk memisahkan Carolyn dan Xelino. Seperti jika Xelino sedang menerangkan pada Casey, Casey juga mengambil gambar dan malamnya dia menceritakan kedekatannya dengan Xelino. Carolyn dan Xelino tentu cemburu tetapi dengan begini, entah mengapa mereka berdua malah sering merasakan rindu. Carolyn juga sudah mulai terbuka jika melakukan chating dengan Xelino. Dia tidak begitu kasar malah menangani keadaan Xelino yang jarang membuat mereka bertemu.
Xelino : nona, kau sudah pulang? Maafkan aku harus ke pasar pasar swalayan memeriksa pasokan umbi umbian organik terbaru yang sudah ku produksi
Carolyn : ya, baru saja aku selesai membersihkan diri
Xelino : hem, enak sekali, aku baru saja tiba, andai ada seorang wanita yang mengurus hidupku nanti
Carolyn :. Bagaimana dengan kekasihmu, Zhavia!
Xelino : dia jauh nona, andai kau ada di sini seperti waktu ku sakit waktu itu itu, kau ingat kan?
Carolyn : (tersenyum) kau meledekku karena tidak bisa memasak?
Xelino : kau pasti bisa ketika menjadi istriku
Carolyn : maksudmu? Istri?
Xelino : entah istri siapapun, kau ini!
Carolyn : jadi kau pergi bersama kak Casey?
Xelino : lalu dengan siapa lagi? James malah makan siang bersama Grizel!
Carolyn : hem, dia semakin dekat dan kau juga semakin dekat dengan kak Casey kan?
Xelino : kau dengan Tuan Ansel. Apa kah menyukainya nona?
Carolyn : tidak!
Xelino : (tersenyum) baguslah! Hem, bagaimana kalau besok kita makan kue ikan di taman samping gereja? Sudah lama kita tidak kesana, nona!
Carolyn : oke! Jemput aku jangan terlambat,
Xelino : pasti! Selamat malam Nona, semoga kau memimpikanku :) ❤️
Carolyn selalu tersenyum lebar ketika melihat tanda hati berujung pada pesan Xelino. Carolyn merasa malah dirinya semakin dekat dengan Xelino hanya dengan berhubungan pada pesan chatting. Sementara mereka saling melirik ketika bertemu lagi hari. Jantung semakin berdebar ketika pandangan mereka bertemu dengan paras cantik dan perawakan tampan dari Carolyn maupun Xelino. Dan, Carolyn tak sabar menunggu hari esok. Mungkin dia akan merasakan pelukan Xelino lagi. Dia akan membuat sebuah drama kecil agar tidak terlalu terlihat menginginkannya.
"Sebentar lagi, kau pasti mengatakan cinta padaku, Xelino Juan!" gumam Carolyn memeluk ponselnya yang sebelnya sudah terpampang fotonya bersama Xelino waktu itu.
...
bersambung next part 39
__ADS_1
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊
thanks for read and i love you 💕