
Kehamilan bukan sekedar mengandung seorang anak tetapi juga menanggung seluruh dunia, karena apa? Anak yang akan kita lahirkan akan kita besarkan, merawatnya dengan baik dan terpenting memperkenalkan dunia serta menghadapinya bersama. Lexa merasakan hal itu setelah mempelajari semua mengenai hal penting tentang seorang ibu dan mendidik seorang anak menjadi pribadi yang berkelas dan berintelek. Lalu, bagaimana kerjasama antara Lexa dan Leon dalam menyambut kelahiran anak mereka?
...
Bulan kedelapan kehamilan Lexa
Usia kandungan : 32 minggu
Lexa memasuk kamar apartemennya setelah dirinya berjalan jalan santai di taman pusat kota depan apartemennya. Dia juga menaiki anak tangga ketika menaiki apartemennya.
"Pinggang ku sakit juga berjalan kian kemari dan menaiki anak tangga," keluh Lexa memegang pinggangnya. Dia menuju ke dapur karena mencium aroma masakan yang sangat ia ketahui. Suaminya pasti sedang memasak.
"Leon? Kau memasak apa?" Tanya Lexa sedikit meringis.
"Masa kau tidak tahu?"
"Kare?"
"Begitulah. Bagaimana jalan jalan paginya Xelino's Mom?" Tanya Leon tersenyum setengah menoleh tanpa berhenti mengaduk kuah kare.
"Mengapa kau sulit sekali dibangunkan jadi aku tidak memiliki pegangan jika lelah!" Keluh Lexa menuang air minum pada gelasnya.
"Menggendongmu maksudnya?"
Lexa mengangguk dan sudah duduk di kursi makan.
"Lain kali aku pasti bangun. Meeting semalam sangat membuatku pusing, sayang. Oh iya, seseorang mengirim post card. Aku belum membukanya. Coba kau lihat. Masih ada saja seseorang mengirimkan post card," kata Leon memberitahu ketika bangun pagi tadi seseorang mengirim sebuah amplop berisi port card melalui celah bawah pintu.
"Mungkin sahabat lama agar lebih terkesan," gumam Lexa membuka amplop tersebut.
"Ya ya, bukalah," perintah Leon.
Lexa meraih post card tersebut yang sudah Leon letakan di atas meja makan. Lexa membukanya perlahan dan betapa terkejutnya dirinya melihat gambar apa yang ada di post card tersebut. Ada dua buah foto berdampingan.
Foto pertama seorang bayi laki laki yang sedang tertawa dengan matanya yang cukup sipit. Di bawah foto bayi laki laki tersebut bertuliskan Stanley Raphael Naraya. Sedangkan foto satunya yaitu foto Solane menggendong bayi laki laki tersebut dan di sampingnya Rico sedang memangku Jacklyn dengan gaun bercorak angsa berwarna merah muda.
"Apa apaan ini, Leon! Coba kau lihat ini! Mereka jahat sekali!" Decak Lexa melempar post card tersebut. Leon meraihnya. Dia juga terkejut dan melihat tulisan dibaliknya.
-Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tapi aku menghargaimu yang pada dasarnya selalu tertinggal dariku, hahaha! Anak keduaku sudah lahir kini berusia tiga bulan ketika kau menerima post card ini. Namun sebentar lagi kau juga akan melahirkan. Sehat selalu dan Tuhan memberkati. Rico's Family, lebih tepatnya SOLANE :)-
Kemudian Leon tersenyum membaca kata kata dibalik post card tersebut. Solane tidak bermaksud apapun. Dia hanya menggoda sahabatnya yang adalah istrinya. Leon juga kini senang kalau sekarang bekas kekasihnya itu sudah bahagia bersama pria yang tepat. Leon lalu menghampiri Lexa. Dia merangkul dan mengecup pelipis istrinya.
"Dia sudah bahagia sayang. Dia menyayangimu oleh sebab itu dia seperti ini. Kita juga akan bahagia. Ketahuilah, setiap keluarga mempunyai porsi bahagianya masing masing. Sekarang lebih baik kita menghubunginya. Memberikan selamat atas kelahiran anak keduanya. Bagaimana?" Tutur Leon memberikan kata kata terbaiknya.
Lexa berpikir sejenak dan benar sekali apa yang dikatakan suaminya. Bukan saatnya iri atau bertindak tidak dewasa lagi. Kini Lexa akan menjadi seorang ibu, pasti ada suatu kebanggan juga bagi Solane karna meskipun ini anak kedua Solane tapi anak pertama bagi Rico.
Lexa pun mengangguk menuju ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Dia melakukan vidcall dengan Solane. Ternyata, Solane, Rico, kedua anaknya juga Bella dan Samantha sedang berlibur di Japanis. Namun Bella dan Samantha sedang memeriksakan kesehatan Bella terlebih dulu di sana. Kata Solane, sepertinya Bella benar benar sudah tidak mengingat Lexa dan Leon lagi. Ini karena mereka mengikuti saran dokter untuk tidak memperlihatkan hal yang bisa membuat Bella senang atau sedih sekali. Selain itu, Bella ternyata begitu baik pada Solane. Solane sudah menganggap Bella seperti orang tua Rico dan mertua baginya. Mereka berhubungan cukup baik walau Bella tidak pernah banyak bicara. Mungkin karena depresi masih menyelimutinya. Solane dan Samantha tetap merawat Bella dengan penuh kesabaran.
...
Bulan ke sembilan kehamilan Lexa
Usia kandungan sudah mencapai 38 Minggu.
Hari perkiraan lahir anak Lexa dan Leon sudah diprediksi sekitar satu atau dua Minggu lagi. Lexa sudah berkonsultasi dengan dokter mereka kalau ternyata Lexa dapat melahirkan secara normal asalkan kondisi Lexa nanti sangat mendukung. Lexa harus menjaga kesehatan serta asupan agar tetap lancar sampai kontraksi nanti. Namun, tidak menutup kemungkinan akan secara operasi jika terjadi hal hal yang tidak direncanakan.
Hari itu Leon mengajak Lexa untuk melengkapi keperluan anaknya yang mungkin Lexa lupakan. Perut Lexa sudah sangat membesar namun tetap tidak terlalu besar. Lexa masih terlihat ramping hanya menonjolkan perutnya saja. Lexa menyetujui ajakan suaminya.
__ADS_1
"Sayang, aku memang sudah merasa harus mengajaknya kesini karna kita belum membeli stroller kan? Apa kau nanti tidak mengajaknya berjalan jalan?" tanya Leon merangkul pinggang istrinya berjalan jalan di sekitaran mall plaza dekat apartemen mereka.
"Ah iya Leon, tapi Leon kata mom mu dia ingin sekali merawat anak kita. Apakah ketika lahir nanti, dia akan langsung membawanya?" selidik Lexa sedikit cemas dengan perkataan mertuannya beberapa bulan yang lalu. Jane begitu senang akhirnya anak pertamanya memiliki anak.
"Haha, tidak sayang. Aku akan berbicara padanya. Dia hanya tidak ingin kita kerepotan sementara kita tetap harus bekerja kan sayang?" jawab Leon juga membuat pertimbangan pada Lexa.
"Ya, aku mengerti. Namun, aku ingin terlebih dulu di masa masa umur emas anak kita, aku yang merawatnya. Kau setuju kan Leon?" pinta Lexa dengan wajah masamnya.
"Iya sayang, tenang saja. Kau ingin mengajari anakku bagaimana? Jangan menjadi kelinci rabies ya?" Leon menggoda Lexa dengan seringaiannya.
"Tentu saja tidak! Juga tidak akan mengajarinya menjadi musang tengik dan licik seperti mu! Hem!" Lexa memalingkan wajahnya dan dia berjalan lebih dulu. Leon tersenyum puas menggoda istrinya. Menurutnya istrinya semakin menggemaskan ketika hamil. Satu Minggu, Leon bisa meminta hak dan kewajibannya dari Lexa 3 sampai 4 kali. Alasannya ingin menengok anaknya agar lebih dekat ketika lahir. Namun, kandungan Lexa kali ini memang benar benar sangat kuat.
Lexa terus berjalan menuju ke sebuah toko bayi dengan aksen biru. Dia menang menjadi mengingat anaknya yang belum lahir dan juga mengingat anaknya yang sudah tiada. Ketika Lexa baru saja melintasi pintu masuknya tiba tiba dia merasa anak dalam kandungannya menendang dengan sangat kencang dan perutnya keram. Sesaat Lexa terhenti. Dia berusaha tenang namun tiba tiba ada sesuatu di bawah sana, di antara kedua pahanya mengeluarkan sesuatu.
"Argh!" Lexa memegang perutnya. Leon segera menghampirinya dari belakang. Begitu juga beberapa orang menoleh ke arah Lexa karena kehamilan Lexa yang besar.
"Lexa? You okey?" selidik Leon memegang pundak Lexa dari belakang.
Lexa menggeleng. Dia sudah bersandar pada Leon dan memejamkan matanya. Perutnya semakin sakit.
"Kita ke rumah sakit ya?" Leon bergegas.
Lexa mengangguk memegang perut bawahnya. Ini di luar dugaan. Sebelumnya Vienda dan Dion memang sudah memperingati Lexa dan Leon kalau hari perkiraan lahir bisa maju maupun mundur tetapi Leon merasa hari ini masih sangat jauh dari perkiraan.
Leon memapah Lexa keluar plaza. Lexa berjalan dengan sangat pelan dan sesekali mereka berhenti karna lagi lagi perut Lexa merasakan keram dan melilit yang luar biasa. Sampai sampai akhirnya Leon menggendongnya menuju ke mobil mereka.
"Leon, sakit sekaliiii!!!!" Lagi lagi perut Lexa sakit pada gendongan Leon. Dia melingkarkan tangannya pada leher Leon dan menundukan kepalanya menahan sakit yang tiada taranya.
"Iya iya sayang, sebentar lagi sampai di mobil," saut Leon dengan keringat yang sudah membasahi pelipisnya.
"Arghhh, aku terus mengeluarkan cairan yang cukup deras dan keluar begitu saja Leon. Aku takut keguguran Leonnnn!!!!" pekik Lexa yang mengingat kejadian beberapa tahun silam.
"Yang benar sayang?"
"Benaarr!!! Sudah sabar dulu! Aku juga ikut panik!"
"Aku yang mau melahirkan kenapa kau yang panik!" dengus Lexa mengernyitkan dahinya.
"Oleh sebab itu kau diam! Sabarlah dulu! Itu mobil kita di depan," kata Leon dan sampailah mereka di mobil.
Leon segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit pusat kota Legacy karena hanya itu yang terdekat.
Bersamaan dengan itu, ponsel Lexa berbunyi di saat Lexa lagi lagi mengalami kontraksi dan di perjalanan menuju rumah sakit. Angel yang menghubungi mereka.
"Angel??!! Arrgghhhh, perutku!!! Leon cepat perutku sakit!!!" Begitulah kata Lexa mengangkat panggilan Angel.
"Kak? Kau mau melahirkan?" selidik Angel di seberang sana. Dia juga panik mendengar teriakan dan rintihan kakak iparnya.
"I i iya sepertinya! Argh! Ada apa Angel?! Sakit sekali perutku arrgghhhh!!!" balas Lexa terus memegang perutnya. Rasa rasanya seperti ingin mengeluarkan sesuatu.
"Oh Lord! Kalian di mana? Baiklah, nanti saja aku mengatakannya. Aku akan memberitahu suamiku, dad dan mom ya? Semoga kami semua bisa kesana," Tutur Angel berusaha tenang tetapi khawatir.
"Ada apa Angel? Ada apa?!!!! Katakan saja!!!" pinta Lexa yang sebenarnya sedang mengalihkan rasa sakitnya yang sebentar timbul sebentar muncul lagi.
"Tidak ada apa apa kak, aku hanya ingin mengatakan kalau aku sedang mengandung lagi!" kata Angel.
"Oh God! ARRRGGGHHHH!!!! LEON SAKIIITTT!!!" Lexa berteriak sekaligus merasa senang dengan kabar dari Angel.
__ADS_1
"Angel! Sudah matikan! Kau tidak tahu apa ini sedang genting! Matikan matikan!" Bentak Leon dan Lexa sudah tidak sanggup memegang ponsel. Ponselnya jatuh dan dia tidak sempat mengatakan selamat pada Angel. Sementara Angel sudah mengerti situasinya. Dia menutup panggilan dan memberitahukan Kondisi Lexa pada suaminya, mom dan dad nya.
Akhirnya Leon tiba di rumah sakit. Lexa segera dilarikan ke UGD khusus ibu yang hendak melahirkan. Sementara Lexa masih diperiksa, Leon menghubungi tuannya. Dia sedikit panik dan butuh dukungan. Dia juga menghubungi Ben dan Renzy. Hanya tiga orang itu yang ada di otaknya karena Angel sudah diberitahu istrinya tadi. Leon menunggu nunggu di depan ruang tersebut sementara dia terus mendengar suara teriakan istrinya.
"Kau berisik sekali Lexa! Kau kenapa? Oh God, selamatkan istri dan anakku!" decak Leon mencengkram rambutnya.
Tak lama kemudian Dion datang bersama Viena yang mengajak Zhavia pada strollernya.
"Bagaimana Leon?"
"Dia di dalam Tuan! Lexa terus teriak teriak, aku takut sekali, aku takut dia akan keguguran, Tuan, Nyonya!"
"Kau ini bicara yang benar Leon! Sekalipun anakmu bermasalah, dia sudah bisa dilahirkan dan dirawat! Apa dia akan melahirkan normal, Leon?"
"Aku hanya takut Nyonya! Iya, Lexa ingin melahirkan normal," jawab Leon menundukan kepalanya. Dia benar benar panik.
"Mengapa kau tidak menemaninya?" selidik Viena.
Leon mendongakan kepalanya. Benar kata nyonya istrinya itu. Dan, dia sudah tidak tahan karena mendengar lagi teriakan serta desisan Lexa. Dia masuk ke dalam ruangan tersebut.
...
...
...
...
...
Apa Lexa akan baik baik saja?
next next 65 ekstra ya karna kepanjangan kalo aku lanjutin hehe 😁😁
.
Hay apa kabar semua?
Yoo kembali vii akan up setiap harii .. stay tune yaa 😍😍
terimakasih atas kesetiaannya 😍😍
akan diumumkan pemberi vote terbanyak pada edisi after marriage Lexa Leon ini, siap siap ya ges dapet hadiah manja dari vii hihii 😁😁
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤