
Memang tidak akan ada yang namanya bekas anak atau bekas ayah ibu atau mantan anak atau mantan ayah ibu. siapapun yang sudah mempunyai hubungan darah akan selalu menjadi keluarga. namun, bagaimana jika tidak sedarah tetapi merasa sudah menyatu dengan yang lain. walau apapun yang terjadi pasti tetap menjadi keluarga. bagaimana keadaan Carolyn selanjutnya? apakah dia sudah boleh pulang dan bagaimana keadaan Casey, kakak angkat Carolyn? lalu, sikap manis apa lagi yang Xelino tunjukan pada Carolyn? stay tune yuk
...
Sore hari dokter yang menangani Carolyn datang berkunjung untuk melakukan pemeriksaan. Xelino yakin kalau Carolyn sudah diperbolehkan pulang dan ternyata benar.
"Nona Carolyn sudah boleh pulang. Kondisinya sudah membaik dan sudah mau makan. Lain kali jangan terlambat makan dan jangan meminum soda atau minuman beralkohol jika belum makan. Satu lagi, jangan terlalu banyak berpikir dan mendapatkan tekanan terlalu banyak. Aku akan memberikan vitamin padamu nona. Tolong dihabiskan minum satu kali sehari. Ada pertanyaan?" Kata dokter memeriksa Carolyn dan sudah boleh pulang.
"Terimakasih dok, sepertinya Nona Carolyn sudah mengerti semuanya dan aku akan menebus vitaminnya," saut Xelino menanggapi semua pesan sang dokter.
"Sama sama Tuan, kau memang kekasih yang baik. Di saat ayah dan ibunya sibuk tapi kau selalu siaga. Semoga Tuhan juga akan merestui kalian ke jenjang berikutnya," kata sang dokter lagi memuji keserasian mereka berdua.
"Terimakasih atas doanya dok," ucap Xelino lagi.
"Sama sama, kalau begitu saya permisi. Selamat atas kesembuhannya nona Carolyn," ijin sang dokter dan memberi ucapan pada Carolyn.
Carolyn mengangguk dan tersenyum. Sang dokter beserta dua perawat nya pun meninggalkan ruangan. Sementara Xelino masih menatap Carolyn.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Selidik Carolyn dan menerka akan mendapat kata kata yang akan menggetarkan hatinya. Namun, dia harus menahannya.
"Lihat, dokter saja mengatakan kita serasi, masa kau juga belum menerimaku menjadi kekasihmu?" Kata Xelino menuntut semua pernyataan cintanya.
"Belum! Yang menentukan dokter apa aku? Kalau begitu kau pacaran saja dengan dokter itu!" Dengus Carolyn berkata seenaknya. Xelino pun menggeleng.
"Seperti nya kau masih sakit Carolyn, dokter itu laki laki, bagaimana aku bisa bersamanya?!" Xelino kembali mendengus.
"Pikirkan saja sendiri, sudah aku mau pulang. Aku tidak mau tidur di sini lagi, pasti kau akan menguasainya lebih banyak," ujar Carolyn kemudian.
"Oke, kita pulang ke apartemenku karena mendadak kedua orang tuamu harus mengantar Casey ke Nederland. Dia membutuhkan pengobatan di sana!" Kata Xelino bergurau sambil mengemasi tas dan keperluan Carolyn yang sebelumnya dibawakan Jennifer.
Seketika Carolyn membelalakan matanya. Dia merasa kalau Xelino sangat serius karena dia belum mengetahui perkembangan kakaknya lagi.
"Kau serius Xelino?" Selidik Carolyn.
"Tidak! Aku jujur kan?" Saut Xelino kini yang seenaknya membalas Carolyn.
"Xelino, kau mahluk paling menyebalkan di dunia! I hate you!" Decak Carolyn dengan sangat geram bercampur sebal.
"Thankyou, i know you really really love me, muach!" Ledek Xelino tak pernah bosan menggoda Carolyn. Carolyn melipat wajah ya tapi dalam hatinya merasa senang karena akhirnya Xelino menyadari perasaan masing masing.
Xelino pun mengantar Carolyn ke mansionnya. Jennifer dan Gilbert senang karena hari ini juga anaknya bisa kembali ke rumah. Namun, ada kabar buruk kalau kondisi Casey sepertinya sangat mengkhawatirkan. Dia sudah sadar tapi belum bisa bicara apa apa. Seperti dugaan sang dokter dia mengalami gegar otak. Namun, Dokter ingin memeriksa mental dan kejiwaannya karena tidak menjawab apapun atau bicara sedikitpun. Dokter hanya curiga saja.
"Besok, aku akan menemuinya mom, dad, mungkin dia mau bicara padaku," kata Carolyn cukup prihatin mendengar kondisi Casey.
"Sebenarnya ada apa dengan semua ini? Mengapa aku sangat mencurigai sesuatu. Apa Casey memiliki sebuah masalah dengan kita?" Tanya Gilbert kemudian. Dia merasa Casey seperti memendam banyak masalah. Dan dia sudah menyadarinya sejak Lucas dan Carolyn hendak ke Nederland waktu itu.
"Gilbert, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan padamu mengenai Casey. Tapi aku mohon kau jangan terkejut dan jadi kepikiran. Sebaiknya kita bicara baik baik dengannya," kata Jennifer kemudian harus segera menjelaskan dan ini lah waktu yang tepat. Suaminya sedang gembira karena mengetahui fakta Xelino dan bisa menjadi kerabat Leon lebih dekat lagi. Selain itu Carolyn juga sudah bisa pulang ke rumah dan pulih. Jadi, Jennifer yakin tidak akan mengganggu kesehatan suaminya ini.
"Ada apa?" tanya Gilbert sangat dan harus mengetahuinya.
"Sebenarnya Casey yang menyuruh Ansel datang kemari, melakukan penyamaran danendekati Carolyn melalui Rietha. Kau tahu kan dan menyadari kalau wajah Ansel cukup mirip dengan Aciel?" kata Jennifer mulai menjelaskan yang sebenarnya yang juga berhubungan dengan Ansel.
Seketika Gilbert tercengang tapi entah mengapa dia memang sudah merasa curiga. Sebenarnya dia memerintahkan Lucas untuk mengawasi Casey. Tapi karena Casey juga mempekerjakan Lucas jadi Lucas tidak memberi berita lengkap dengannya. Jadi, Gilbert memang sudah berjaga jaga akan ini. Oleh sebab itu dia pun menjadikan Xelino sebagai direktur. Bukan karena keahliannya yang memang sudah membuatnya tercengang tapi agar Carolyn tidak malu jika dirinya akhirnya ingin anaknya bersama Xelino. Siapa sangka kalau ternyata Xelino anak seorang Janson. Gilbert menyangka kalau Carolyn masih memikirkan jabatan oleh sebab itu dia hendak menaikan jabatan Xelino. Namun, siapa yang menyangka juga kalau Carolyn sudah mencintai Xelino yang hanya seorang asisten dan pria dari desa.
"Jadi kau sudah mencurigai ini Gilbert?" selidik Jennifer memastikan.
"Benar Jen. Sepertinya Casey sudah salah paham dengan kita. Kita harus menjelaskan padanya dan memberikan sebuah kepastian," kata Gilbert mencoba bijaksana.
"Iya Gilbert, Casey tertangkap basah mengambil akta warisan yang hendak kau berikan pada Carolyn," kata jennifer lagi memberitahukan tentang kecelakaan Casey kemarin.
"Ya, Casey salah mengambil akta warisan itu. Itu akta warisan yang salah. Yang benar sedang diperbaiki lagi. Aku sudah memutuskan kalau perusahaan di Nederland akan kuberikan sepenuhnya padanya dan mansion kecil di pulau dekat Nederland juga apartemen yang ia tempati. Bukan hanya itu, Casey masih akan menerima keuntungan dari perusahaan di sini sebagi tambahan modal nya di sana. Itu maksudku. Sementara untuk Carolyn, aku akan memberikannya perusahaan atau villa yang ia inginkan jika dia sudah berhasil bekerja bersama seseorang. Namun Carolyn, ada sesuatu yang harus kau ketahui. Perusahaan bibi mu akan diberikan sepenuhnya untukmu karena dia belum menikah dan mempunyai anak. Maafkan bibimu, bibimu hanya ingin seseorang yang terbaik untukmu. Dia tidak tahu siapa Xelino yang sebenarnya," kata Gilbert lagi menceritakan semuanya dan telah menjelaskan mengenai pembagian harta warisan yang akan ia lakukan.
Seketika Carolyn melirik Xelino dan paham mengapa Xelino memang menyimpan identitasnya. Agar semua orang bisa menghargainya dengan tulus tanpa latar belakangnya sedikitpun. Xelino tersenyum menanggapi pandangan Carolyn. Carolyn jadi tersipu karena tertangkap memandang pria itu.
"Untuk rumah dan seluruh kekayaanku, adaku sudah memutuskan akan membaginya menjadi dua, sama seimbang sama banyak antara Casey dan Carolyn karena keduanya anak anakku!" tambah Gilbert lagi. seketika hati Xelino berdesir karena Carolyn seperti sudah pada tanggung jawabnya. Xelino sudah membulatkan tekadnya untuk bisa membawa Carolyn ke depan altar dan mendapat restu dari yang maha kuasa dan pendeta.
"Ehem, untuk Carolyn serahkan padaku tuan," saut Xelino sekaligus hendak mencairkan suasana.
"Ehem, terlalu percaya diri!" decak Carolyn juga.
__ADS_1
"Hahaha!" Gilbert dan Jennifer tertawa.
"Xelino, panggil aku paman atau uncle atau dad, jangan lagi panggil tuan, aku sama seperti papimu. Kami bersahabat," pinta Gilbert agar tidak ada lagi pemisah antara mereka sehingga terjadi keakraban.
"Daddy no!! Mengapa kalian lagi lagi menjodohkanku?! Memangnya aku mau dengan penipu seperti dia? Lebih baik aku bersama Xelino Juan atau James! Hem, kalian semua tidak seru! Aku naik ke atas!" Dengus Carolyn tidak habis pikir kalau ayah dan ibunya benar benar mendukungnya bersama Xelino yang memang juga ia harapkan.
"Xelino, sana! Rayu dia agar tidak merajuk, kau Xelino Juan kan? Juan itu pamanmu kan?" kata Jennifer selanjutnya.
"Hehe, iya nyonya, oh maksudku Aunty Jen," jawab Xelino terkekeh sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Yes! I like your call! Hurry up! Kejar cintamu!" ujar Jennifer lagi sangat antusias dengan hubungan mereka.
"Permisi Uncle, Aunty," kata Xelino menggaruk garuk kepalanya gugup juga agak canggung.
Xelino segera menuju ke lantai atas.
"Carolyn," panggil Xelino. Carolyn duduk di meja kerjanya dan membuka buket kue ikan itu.
"Hey, kau membukanya?" selidik Xelino yang melihat Carolyn sangat kekanak Kanakan.
"Aku lapar! Kau membuatku lapar!" dengus Carolyn terus merengutkan wajahnya.
"Carolyn, kau tenang saja, aku akan berusaha mendapatkan persetujuan darimu! Aku akan melakukan apapun untukmu! Tidak ada perjodohan! Aku yang akan menentukan kapan kau akan menjadi pendampingku!" kata Xelino sudah duduk di samping Carolyn.
seketika Carolyn menoleh ke Xelino karena merasa kata katanya agak memaksa dan penuh kepastian akan terjadi.
"Hem, mana ada pria yang sedang melakukan pendekatan menyuruh wanita nya menunggu, seakan akan sudah tahu kalau wanitanya akan menjawab iya aku setuju," sungut Carolyn.
"Memang!" saut Xelino tersenyum lebar.
"Rubah bodoh! Sudah bantu aku membuka plasti ini, aku sangat lapar! Porsi rumah sakit sedikit!" keluh Carolyn yang memang ingin memakan kue ikan itu.
"Besok aku akan mengajakmu makan Sukiyaki," kata Xelino kemudian sambil membuka plastik yang menutupi kumpulan kue ikan ini.
"Di resto aunty mu?" selidik Carolyn.
"Ya!" jawab Xelino tanpa menghentikannya membuka plasti penutup kue ikan ini.
"Setiap makan juga aku yang mentraktir!" saut Xelino memberitahu fakta yang lain.
"Maksudmu? Kau tidak menggunakan kartuku?" tanya Carolyn memastikan.
"Untuk apa? Jumlah nol nya hanya 6," jawab Xelino meledek.
"Haiz, sombong sekali kau! Memang di kartumu nol nya ada berapa?" decak Carolyn bertanya tanya.
"Kau lihat saja di list keuntungan investasi saham Danteleon Janson. Dia akan memberikan nol nol itu pada siapa?" jawab Xelino masih enggan angkuh nya.
"Calon suamiku?" saut Carolyn tanpa sadar dan mengakui kekayaan seorang Janson.
"Aaaahhhh calon istriku, kau mengakuinya!!" Xelino meledek tertawa kencang.
Carolyn menutup mulutnya. Dia terlalu bersemangat menunggu perlakuan manis apa yang akan Xelino berikan padanya.
...
Carolyn memasuki ruang perawatan Casey. Casey baru saja meminum obat dan melakukan konseling singkat. Casey sudah mau bicara dengan menyebutkan namanya.
"Casey?" Panggil Carolyn. Casey pun menoleh.
"Casey, apa yang kau rasakan?" tanya Carolyn memegang tangan Casey dengan penuh kasih sayang.
"Carol ..." panggil Casey mencoba memegang wajah Carolyn dan Carolyn pu mendekati tangan kakak nya itu.
"Carolyn! Aku Carolyn, adikmu!" kata Carolyn lebih jelas.
"Angkat!" saut Casey dengan nada datar.
"No! Kau sudah seperti kakak kandungku! Casey, dengarkan aku. Aku dan kau sama sama anak Daddy and mommy. Kami sedih jika keadaanmu seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Katakan semuanya maka aku akan membantumu!" Kata Carolyn sesuai petunjuk dokter spesialis kejiwaan yang meminta tolong pada Carolyn.
__ADS_1
"Bibi Rietha! Dia memojokan ku, dia mengatakan kalau semua harta warisan Daddy akan sepenuhnya berada di tanganmu karena aku hanyalah anak angkat. Aku tidak mengerti apakah bibi menyukaiku atau tidak. Dia selalu membandingkan ku denganmu. Dan katanya aku hanyalah alat bagi Daddy agar berkembang perusahaannya. Sampai akhirnya aku mengikuti jejak Daddy agar Daddy selalu menganggapku anak juga," kata Casey menceritakan apa yang terjadi.
"Bibi Rietha?" Carolyn mengernyitkan alisnya.
Casey mengangguk.
"Sudahlah, kau jangan memikirkan dia. Tidak ada yang membeda bedakan. Kita berdua sama. Sama sama anak Daddy and mommy. Jadi kau jangan terlalu berpikir apapun. Bibi Rietha sekarang mengalami struk ringan. Dia tidak akan menganggumu. Kau bisa bekerja dengan tenang di Nederland setelah kau pulih. Kau mengerti Casey?" kata Carolyn dengan penuh kebijaksanaan dan memotivasi Casey.
"Maafkan aku Carolyn. Jauh dari apapun , aku hanya ingin memiliki keluarga. Hanya Daddy dan mommy yang bisa menjagaku. Dan dirimu, adikku," ucap Casey berusaha bangun dari tidurnya. Carolyn pun membantu Casey untuk bangkit.
"Aku mengerti kak Casey!" Kata Carolyn akhirnya memeluk Casey. Casey juga memeluknya.
Ternyata, Casey sedang kembali ke ingatan ketika dirinya mengetahui pembagian harta warisan itu dari Rietha. Sejak dulu Rietha memang tidak menyukai Casey. Dia takut kedudukan Carolyn terancam. Padahal sebelum ada Carolyn, Casey yang selalu mbawa kebahagiaan pada keluarga itu. Dan kehadiran Carolyn menambahkannya. Di sinilah Rietha mencari cara agar Casey bisa menjauh dari keluarga Delinsky.
"Menurutku ini sangat baik sehingga kalian bisa menjelaskan hal yang sesungguhnya. Untuk ke depannya Nona Casey sudah mengerti semuanya dengan jelas tanpa ada kesalah pahaman. Dia akan terbentuk menjadi pribadi yang baru. Tetap support dan pemberian vitamin agar dia selalu fit dalam pekerjaannya," pesan sang dokter sudah mengerti titik kesalahannya.
Carolyn, Gilbert dan Jennifer sangat berterimakasih pada pelayanan sang dokter. Setelah dua hari Casey sudah boleh pulang. Gilbert memutuskan satu bulan ini biarkan Casey di sini membantu Jennifer pada penelitiannya.
...
Carolyn masih belum memberi jawaban pada Xelino. Namun, Xelino juga tidak bertanya tanya lagi. Dia hanya memberikan perhatian selagi menunggu sesuatu yang sedang ia persiapkan untuk Carolyn.
Satu Minggu kemudian, Carolyn meminta ikut bersama Xelino ke desa. Carolyn ingin mendatangi makan Larry. Di sana Carolyn meminta maaf atas apa yang pernah ia lakukan pada kakek dan nenek Xelino itu.
"Nyonya besar Janson, saya benar benar minta maaf karena waktu itu telah membentakmu dan berprilaku seenaknya. Saya benar benar menyesal," ucap Carolyn duduk di samping Jane dan memegang tangan wanita tua itu layak seperti neneknya sendiri. Carolyn menatap dengan penuh kasih sayang.
"Sudahlah, sudah berlalu dan cucuku juga menyukaimu sebaiknya kalian cepat ke pelaminan sebelum aku menyusul Larry," balas Jane malah membicarakan hal yang tidak tidak.
"Kau ini buru buru sekali Grandma! Tenang saja, kau pasti menyaksikan kami bersama," sela Xelino sudah berada di belakang Jane dan merangkulnya juga.
Carolyn tersenyum melihat kehangatan ini. Dia lega sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Xelino pun bangga dengan wanita nya itu. Dia juga senang karena berhasil membuat Carolyn menjadi pribadi yang lebih baik.
Setelah mengikuti kebaktian mendoakan kembali Larry, mereka semua pulang. Lexa dan Leon juga sudah bisa kembali ke Legacy yang sebelumnya Viena dan Dion sudah kembali lebih dulu.
Sementara Xelino masih bekerja bersama Gilbert. Xelino memohon agar tidak menyuruh ya membuat perusahaannya sendiri karena Xelino mengakui masih ingin belajar banyak dari cara memimpin Gilbert yang bijak sana dan berwibawa. Gilbert tentu sangat senang. Gilbert malah berencana akan membuka perusahaan cabang yang khusus terdapat di pedesaan dan hendak meminta Xelino untuk memimpin.
Bukan hanya itu. Setiap pagi, Xelino selalu menjemput Carolyn dan menjemputnya ketika sore. Kali ini mereka lebih akrab dan tidak canggung walau tetap belum memiliki status apa.
Sampai akhirnya mereka memang harus memiliki hubungan yang pasti. Begitu yang Xelino tegaskan. Ketika Xelino mendapat undangan pernikahan Dior dan Gracia. Xelino harus datang sebagai pasangan pendamping Zhavia. Xelino tidak bisa menolaknya karena Lexa juga yang menyuruh. Karena sangat mendadak, Xelino sengaja tidak mengatakan apa apa pada Carolyn. Dia ingin melihat respon Carolyn padanya. Xelino hanya ijin pada Gilbert dan Gilbert mendukungnya.
XELINO SI RUBAH ❤️
Mohon maaf nona Carolyn yang terhormat, aku sedang cuti bekerja . Aku sedang berada di Legacy, hahaha!
MY PRINCESS OLYN
Legacy? Sedang apa kau?
XELINO SI RUBAH ❤️
Bertemu mantan!
MY PRINCESS OLYN
Oh, selamat atas hubungan kalian!
XELINO SI RUBAH ❤️
Cepat sekali terpancing. Aku harus menjadi pendamping pengantin. Tuan Muda Dior Prime menikah. Mamiku menyuruhku datang! Kau jangan marah! Minggu depan aku sudah pulang
MY PRINCESS OLYN
Hem aku tidak peduli! Kau tidak kembali juga tidak masalah!
Namun, entah mengapa Carolyn malah ingin menyusul Xelino. Dia sangat penasaran dengan wanita bernama Zhavia itu.
...
next
__ADS_1
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa
thanks for read and i love you 😍