Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 30. I'm Here


__ADS_3

Semua hanya masalah waktu untuk mengikuti jalan dan alur yang ada. Walau apapun yang terjadi, yang terpenting kita selalu ada di sekitar orang orang yang kita sayangi. Walau berat dan sulit, suatu saat pasti akan bertemu pada titik temu yang sama. Xelino memantapkan diri untuk berjaga jarak dengan Carolyn, tapi bukan berarti tidak peduli. Xelino bahkan ingin lebih melindungi dan ada untuk Carolyn. Ingin Carolyn merasakan hal yang sama dengan dirinya. Dia tahu tidak akan mudah karena posisinya yang hanya seorang asisten dari desa. Entah sampai kapan Xelino akan seperti ini? Apakah Xelino akan mengatakan yang sesungguhnya? Apa nantinya Carolyn akan marah, menerima atau malah semakin mencintai pria itu?


...


Carolyn kembali tertidur merasakan dekap hangat Xelino sementara Xelino mencoba memberikan kenyamanan pada Carolyn tapi tetap berjaga jarak. Tidak mau banyak bicara dan hanya dengan tindakan yang semoga tidak menyakiti Carolyn. Kenyataannya Xelino tetap ingin dekat dengan Carolyn. Hatinya sudah memantapkan Carolyn mengisi relung jiwanya. Xelino mengendusi puncak kepala Carolyn yang tetap harum. Aromanya membuat Xelino ingin seperti ini seterusnya. Namun, dia menyadari dia harus membatasi diri untuk kebahagiaan Carolyn sendiri.


Sudah merasa Carolyn tertidur pulas, Xelino harus kembali ke kantor. Dia tidak boleh terus di dekat Carolyn walau dia ingin. Perlahan dia menarik dirinya agar Carolyn tidak terbangun. Carolyn agak menggeliat tapi Xelino tetap menguasai dirinya. Akhirnya dia berhasil beranjak dari tempat tidur tanpa membangunkan Carolyn. Tampak Carolyn masih lemah dan mungkin karena efek infus yang masih melekat, dia masih membutuhkan istirahat.


Xelino memandang sesaat wajah itu.


"Get well soon, my little tiger, em i think, i love you and waiting me!" Gumam Xelino tersenyum tipis mengelus dahi Carolyn dan mengecupnya. Xelino berdiri dan meninggalkan kamar Carolyn.


Setelah Xelino menutup pintu kamar, Carolyn membuka matanya. Dia mendengar kata kata itu. Carolyn tersenyum. Walau belum yakin benar dengan perasaan Xelino, dia tetap senang dengan ucapan itu. Carolyn hanya perlu membuat Xelino semakin menyukainya dan memastikan kalau sepertinya Xelino tidak memiliki kekasih. Carolyn juga yakin, pria baik seperti Xelino pasti tidak akan menduakan kekasihnya apalagi dengan beraninya menyatakan cinta pada wanita lain meski


...


Keesokan harinya, Xelino sudah mendapat perintah untuk mengantar Carolyn bekerja. Dia sebenarnya ingin melarang karena sepertinya Carolyn masih butuh istirahat tapi kembali lagi dia tidak mempunyai hak dan harus menghargai apa yang diinginkan nonanya. Dia hanya perlu mengawasi kemananan Carolyn.


Xelino sudah berdiri di depan mobil menyambut Carolyn yang keluar dari rumah. Xelino menundukan kepalanya ketika Carolyn mendekat. Carolyn mengernyitkan dahinya bingung. Biasanya Xelino menyapanya dengan ceria.


"Xelino?" Panggil Carolyn.


Xelino mendongakan kepalanya menatapnya datar.


"Mengapa kau tidak menyapaku?" Selidik Carolyn memicingkan matanya.


"Selamat pagi Nona, apa kau sudah siap berangkat?" Ucap Xelino akhirnya tetap dalam batasan menjadi asisten.


"Cih, kau ini kenapa sebenarnya? Sejak kemarin sedikit sekali bicaramu," tanya Carolyn berdecih.


"Tidak apa apa nona," saut Xelino kembali menundukan kepalanya.


"Tapi kemarin permainan bibirmu menciumku ahli sekali ya?" gumam Carolyn menyindir.


"Apa kau ingin lagi nona? Sebagai ucapan selamat pagi?" tanya Xelino melirik.


"Kalau begitu pikiranmu lurus sekali!"


Xelino hanya tersenyum tipis dan membuka pintu mobil belakang.


"Aku mau di depan," pinta Carolyn


Xelino agak melebarkan matanya. Apa maksud nonanya? Xelino tetap menuruti. Dia membuka pintu depan dan mempersilahkan Carolyn untuk masuk. Carolyn masuk dan tersenyum puas. Xelino segera memutar untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Carolyn memperhatikan Xelino mengemudi. Sesekali dia tersenyum melihat mimik pria itu yang tampan karena begitu serius mengemudi.


"Jangan terus menatapku, nona. Aku takut kau menyukaiku. Aku tidak bisa membalasnya karena aku harus menjaga perasaan kekasihku," tutur Xelino tanpa mengalihkan pandangannya ke arah jalan.


"Cih, memang aku melihatmu? Aku melihat jalan di sampingmu itu," jawab Carolyn berdalih.


Xelino tidak menoleh ke arah Carolyn dan menanggapi Carolyn yang berkelit, dia terus konsentrasi mengemudi. Sementara Carolyn tersenyum dan masih memperhatikan Xelino sesekali.


Setibanya di Venta Property, Xelino tidak turun karena mengira Carolyn akan turun dengan sendirinya, tapi ternyata Carolyn diam saja. Xelino tidak bertanya dan langsung keluar dari mobil untuk memutar membukakan pintu mobil Carolyn. Carolyn terkekeh karena dia sengaja agar Xelino membukakan pintunya.


Xelino membuka pintu mobil. Carolyn masih terdiam di dalam mobil.


"Nona, silahkan,"


"Aku masih sedikit pusing, Xelino!" Saut Carolyn mengulurkan tangannya agar Xelino membantunya keluar dari mobil.


'Oh God, mengapa wanita ini sangat mengujiku! Bagaimana bisa aku menjauh darinya? Seakan akan tahu apa yang sedang kurencanakan padanya!' keluh Xelino dalam hati.


Xelino menarik napas dan meraih tangan Carolyn. Tidak sampai situ, Carolyn berpura pura hendak terjatuh sehingga Xelino terpaksa menahannya. Mereka saling berpandangan. Xelino pun memanfaatkan kesempatan memperhatikan wajah Carolyn sesaat, begitu juga dengan Carolyn yang tersenyum tipis. Tak lama Xelino tersadar dan menegakan Carolyn.


"Maaf nona, selamat bekerja, nanti aku akan kembali menjemputmu," ucap Xelino.


"Xelino, aku ingin makan siang di Atkinson de Angel, mau bisa mengantarku kan?" pinta Carolyn tersenyum manis.


Deg!


"Baik nona, aku akan menjemputmu," saut Xelino membungkukan tubuhnya dan masuk ke dalam mobil. Carolyn pun berbalik memasuki gedung tapi ketika sampai di daun pintu, dia bertemu Rietha dan Ansel.


Sementara ketika Xelino masuk ke dalam mobil, iPad Carolyn tertinggal. Memang tadi di perjalanan, Carolyn sempat memain mainkan ipadnya dan meletakannya di tempat antara tempat duduk mobil depan.


"Ceroboh sekali!" Dengus Xelino meraih iPad tersebut dan hendak mengantarnya. Ketika dia keluar dari mobil, pemandangan tak enak itu terlihat.


Xelino menarik napas dan harus menyerahkan iPad ini pada Carolyn.


"Selamat pagi Carolyn, apa kau sudah sehat?" tanya Ansel memberi salam.


"Ya, tentu, selamat pagi," ucap Carolyn kembali berusaha sopan.


"Bagus Carolyn, karena siang ini kita akan survey ke perbatasan Springfield dan Greenville untuk melihat lahan pembangunan Ansel. Kau bisa kan?" saut Rietha memberitahu.


"Siang ini?" Carolyn melebarkan matanya. Dia sudah ada janji dengan Xelino.


"Ya, siang ini,"

__ADS_1


Carolyn bingung. Satunya pekerjaan dan satunya dia sudah berjanji dengan Xelino..


"Hay, Xelino, kau masih di sini? Selamat pagi," ucap Ansel berpura pura ramah. Seketika wajah Xelino terlihat lebih datar dan tidak selera seperti semula. Dia mendengar kalau siang ini Carolyn tidak akan makan siang dengannya.


Carolyn pun berbalik melihat Xelino. Dia terkejut juga sedikit tidak enak. Karena kondisinya baru sembuh dan terkejut melihat Xelino di belakangnya, kepalanya agak pusing dan dia hendak terjatuh. Ansel dan Xelino tentu hendak menahannya tapi Xelino lebih dulu.


"Are you oke nona? Mau ku antar ke atas?" Tanya Xelino dengan sigap. Rietha hanya memperhatikan sementara Ansel sedikit kesal karena Xelino lebih dulu. Namun, dia tidak kehabisan ide.


"Biar aku saja Xelino, kau sebaiknya kembali ke pekerjaan awalmu, agar kau menghasilkan lebih banyak uang lagi," sela Ansel meraih lengan Carolyn tapi tanpa sadar dan reflek, Carolyn malah menghempaskannya.


"Antar aku, Xelino," pinta Carolyn menatap manja Xelino. Xelino menunduk tapi menyeringai sesaat dan melirik tajam Ansel. Ansel tahu dan ia membelalakan matanya


"Tidak apa nona, kau bersama tuan Ansel saja, aku hanya mengantar ipad-mu yang tertinggal," saut Xelino yang hanya menguji Carolyn, kalaupun Carolyn menyetujuinya dia akan mencari alasan lain.


"Antar aku, Xelino, Daddy yang menyuruhmu untuk selalu menjagaku kan?" Saut Carolyn masih memegang lengan Xelino.


"Ah, baiklah kalau begitu, ayo," kata Xelino memapah Carolyn menuju ke lift dan lantai atas.


Rietha agak bingung dan tidak enak dengan Ansel.


"Bagaimana itu Nyonya Rietha? Masa Carolyn lebih ingin bersama asisten rendahan itu ketimbang sama ku?" keluh Ansel sedikit frustasi.


"Sabar Ansel, dia hanya asisten dan kakak ku tidak akan membiarkan Carolyn bersama asistennya itu. Aku akan segera membicarakan perjodohanmu dengan keponakanku itu. Kau tenang saja," kata Rietha menepuk pelan pundak Ansel. Raut wajah Ansel berubah sumringah seketika. Sebentar lagi dia akan memiliki Carolyn dan melanjutkan aksinya.


Sementara Xelino mengantar Carolyn ke ruangannya. Grizel dan Lila senang karena Carolyn sudah membaik dan kembali bekerja. Deborah yang sudah datang juga mengucapkan selamat bekerja kembali pada Carolyn.


Xelino mengantar Carolyn ke ruangannya dengan terus menggandeng lengannya. Raut Xelino tetap datar apalagi baru saja melihat Ansel dan Carolyn akan pergi siang nanti.


"Aku permisi, nona," kata Xelino berbalik dan hendak pergi. Carolyn mengernyitkan dahinya lagi lagi bingung dengan sikap Xelino.


"Xelino?" Panggil Carolyn dan Xelino menoleh.


"Siang nanti?" kata Carolyn lagi.


"Oh iya, aku baru ingat kalau aku harus menemani James melihat mesin traktor untuk proyek lahan baru Daddy mu di Greenville, jadi kau tenang saja. Kapan kapan kita bisa makan di Atkinson de Angel sepuasmu. Kau bekerja saja, permisi!" Saut Xelino dan segera meninggalkan ruangan Carolyn.


Seketika hati Carolyn bergetir karena sikap Xelino yang tidak seperti biasanya. Sebenarnya Carolyn bukan menanyakan makan siang tadi tapi apakah Xelino bisa ikut menemaninya.


'Bukannya waktu itu dia mengatakan akan menemaniku ketika akan survey lahan pembangunan Ansel? Mengapa dia sepertu tidak ingat? Hem, Xelino sekarang tidak asik. Dia jadi lebih sangat diam, ada apa dengannya? Aku benar benar penasaran!' gumam Carolyn jadi tidak berselera bekerja.


...


lanjut di bawah yaa 😁

__ADS_1


tetap kasih LIKE dan KOMEN part ini ya 😊


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2