Kontes Menjadi Istri Presdir

Kontes Menjadi Istri Presdir
CH-28 Sidang


__ADS_3

Ny. Grace menatap Earlangga dengan tajam.


“Sebenarnya kami banyak pekerjaan diluar, karena masalah ini, jadi kami pulang,” kata Ny. Grace.


“Maksud nenek apa? Aku tidak mengerti,” kata Earlangga. Dia menoleh pada ibunya lalu pada ayahnya, Sean.


“Kami sudah mendengar kalau kau menghamili perawat itu,” kata Ny. Grace, membuat Earlangga terkejut.


“Menghamili? Maksudnya apa?” tanya Earlangga dengan bingung.


“Jangan pura-pura tidak tahu, semua karyawan dan rekan kerja kita tahu kelakuanmu itu!” bentak Ny. Grace.


Earlangga terdiam, jadi soal kehamilan Valerie itu sudah menyebar kemana-mana? Tapi apa hubungannya dengan dia?


“Ini akibatnya kau tinggal di Luar negeri, kau jadi salah bergaul, kau tidak terkontrol disana,” kata Ny. Gacre.


“Nenek, ayah, ibu, aku tidak menghamili perawatku. Memang benar dia ternyata hamil tapi aku tidak menghamilinya, aku tidak ada hubungan apa-apa dengennya,” kata Earlangga.


“Jangan berdalih, rekan-rekan kerja kita tahu kau membawa perawat itu menginap di Villa,” kata Sean, mulai kesal pada Earlangga.


“Kau membuat malu!” maki Sean.


“Aku memang membawa Valerie ke Villa, tapi kami tidak melakukan apa-apa, aku hanya butuh dia untuk mengontrol mankananku saja. Lagipula kalau dia hamil sekarang itu artinya harus melaukannya dari waktu-waktu yang lalu,” kata Earlangga.


“Ke Villa itu menunjukkan kau memang suka membawa-bawanya dan kalian punya hubungan. Soal berapa kali kalian melakukan, itu yang tahu kalian sendiri,” kata Ny,Grace.


Lorena menatap Earlangga.


“Sayang, kau jujur saja, biar semuanya cepat beres dan kami bisa memberikan solusi yang terbaik tentang masalah ini,” kata Lorena.


“Tapi Bu, masalahnya aku tidak melakukan apa-apa pada Valerie, aku tidak tahu siapa pria yang menghamilinya,” ujar Earlangga.


“Sayang, nasi sudah menjadi bubur, kau harus menjadi pria yang bertanggung jawab,” kata Lorena lagi.


“Tapi masalahnya aku tidak…” Belum selesai Earlangga bicara, Sean sudah memotong.


“Earlangga! Jadi laki-laki harus gentle, kalau berani berbuat harus berani bertanggung jawab, jangan berdalih terus atau lari dari tanggung jawab,” maki Sean dengan kesal, membuat Earlangga terdiam dimaki ayahnya seperti itu.


Ny. Grace memanggil Pak Sobri yang dengan cepat sudah ada diruangan itu.


“Kau panggil perawat itu!” perintah Ny. Grace.


“Baik, Nyonya,”jawab Pak Sobri dan langsung meninggalkan ruangan itu.


“Aku sudah curiga perawat itu dengan bebasnya keluar masuk kamar Earlangga! Aku sudah wanti-wanti, mencari istri yang terbaik buatmu! Kau sembrono!” maki Ny, Grace.


Earlangga tidak bicara lagi, dia kesal kenapa dia jadi yang tertuduh, menyentuh Valerie juga tidak malah dituduh menghamili segala.


Tidak berapa lama Valerie datang keruangan iu. Dia sangat terkejut saat diberitahu dipanggil oleh Ny.Grace.


Valerie menatap Ny, Grace, kalau neneknya  Earlangga itu dia pernah bertemu tapi kalau dengan orang tuanya dia belum satu kalipun bertemu.


Semua mata menatap kedatanganya Valerie. Tangan Valerie sampai gemetaran dia merasa tegang.


“Kau perawatnya Earlangga?” tanya Lorena, menatap Valerie.


“Iya, Nyonya,” jawab Valerie.


“Berapa usia kehamilanmu?” tanya Sean menatap Valerie dengan tajam.


“6 Minggu Tuan,” jawab Valerie.


Ny. Grace menatap Valerie, tatapan yang paling ditakuti Valerie di keluarganya Earlangga.


“Kau butuh uang berapa? Katakan saja. Tapi gugurkan kandunganmu dan cepat keluar dari rumah ini,” kata Ny, Grace membuat Valerie terkejut.

__ADS_1


“Maksud Nyonya apa?” tanya Valerie terkejut.


“Ibu, ibu tidak boleh begitu, walaubagaimanapun bayi itu tidak berdosa, itu sama saja dengan pembunuhan Bu, tindakan aborsi melanggar hukum,” kata Lorena, menatap ibu mertuanya.


“Kau diam saja, ini akibat tidak bisa mendidik anak dengan benar,” gerutu Ny. Grace.


Ny.Grace menatap Valerie.


“Sejak aku memergokimu keluar dari kamarnya Earlangga, aku sudah tahu akal busukmu, lambat laun kau akan menjebak cucuku dengan kehamilan ini dan sekarang benar-benar terjadi. Cucuku saja yang bodoh, bergaul dengan wanita rendah sepertimu,” kata Ny.Grace.


Valerie menahan sakit yang mulai menusuk hatinya, dia tidak pernah menggoda Earlangga, dia juga bingung dengan percakapan ini.


“Nek aku dan Valerie tidak melakukan apa-apa,” sanggah Earlangga dengan kesal.


 “Aku dan Pak Earlangga tidak ada hubungan apa-apa,” kata Valerie, membayangkan dia menjadi kekasihnya Earlangga saja tidak, sudah terbayang begitu rumitnya jika itu terjadi, karena dia dan Earlangga bagaikan langit


dan bumi, tidak akan pernah bersatu.


“Kalau tidak ada hubungan apa-apa, terus siapa yang menghamilimu? Mana pacarmu? Tunjukkan!” kata Sean.


Ditanya begitu tentu saja Valerie terkejut. Bagaimana dia bisa menunjukkan pacarnya, sedangkan dia tidak pacaran dengan siapapun.


“Maaf aku tidak bisa mengatakan siapa,” kata Valerie.


Lorena berdiri menghampiri Valerie dan menyentuh bahunya.


“Kau tidak perlu takut, kalau Earlangga menghamilimu katakan saja, aku tidak membeda bedakan darimana wanita yang akan dinikahi Earlangga nanti. Asal bisa mencintai dan membahagiakan Earlangga aku pasti setuju,” kata Lorena.


“Kau ini bicara apa? Tentu saja aku keberatan kalau Earlangga menikah dengan yang tidak sederajat apalagi bekas perawatnya, aku tidak setuju!” kata Ny.Grace dengan kesal.


“Tapi kalau Earlangga tidak bertanggung jawab kita akan malu Bu,” kata Sean.


“Nyonya, Tuan, bukan Pak Earlangga yang menghamiliku,” kata Valerie.


“Itu bagus, tapi kau harus menunjukkan kau menikah dengan pacarmu itu supaya semua orang tahu kalau kau memang tidak ada hubungan dengan putraku,” ujar Sean.


“Maaf aku tidak bisa mengatakannya,” kata Valerie.


“Tuh ayah dengarkan? Aku tidak ada hubungannya dengan kehamilannya Valerie,” kata Earlangga.


“Kau diam saja,” bentak Sean.


“Valerie, kau jangan takut, kami tetap akan bertanggung jawab jika memang Earlangga  menghamilimu, katakan saja yang sebenarnya,” kata Lorena  masih berdiri dekat Valerie.


“Tapi aku memang tidak ada hubungan dengan Pak Earlangga Nyonya!” kata Valerie.


“Kalau memang bukan Earlangga yang menghamili itu bagus, tapi kau tetap harus keluar dari rumah ini, “ kata Ny.Grace.


“Nek jangan begitu, aku masih butuh tenaga nya,” pinta Earlangga.


“Kau kan bisa mencari perawat lainnya, perawat laki-laki saja,” kata Ny. Grace.


“Aku sudah terbiasa dengan dia,” jawab Earlangga.


“Kalau Valerie keluar kita akan malu Bu, tetap saja solusinya harus menikahkan mereka,” kata Sean.


Valerie terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin dia menikah dengan Earlangga? Earlangga bukan pria yang menghamilinya.


“Aku tidak mau ayah, aku tidak mau menikahi wanita yang sedang hamil oleh orang lain, suruh pacarnya saja yang tanggungjawab,” kata Earlangga, dia langsung bermuka masam.


 Valerie diam, ada rasa sedih saat kata-kata itu diucapkan, memang benar tidak ada pria yang mau menikah dengan gadis yang dihamili oleh pria lain.


“Tapi semua alibi ada padamu, kau tertuduhnya nak, kecuali kalau perawatmu ini menunjukkan kalau dia menikah dengan pacarnya,” kata Sean.


Earlangga menoleh pada Valerie.

__ADS_1


“Kau jujur saja, siapa pacarmu, kau menikah dengan pacarmu itu,” ujar Earlangga.


“Aku tidak bisa mengatakannya,” kata Valerie.


“Kau sangat aneh,” ujar Sean.


“Semua itu urusan pribadi saya,” kata Valerie.


“Bagaimana jadi urusan pribadimu, sekarang kita semua sudah terlibat, karena diluar sudah tahu Earlangga yang menghamilimu!” kata Sean dia kembali kesal.


Ny.Grace menghampiri Valerie.


“Kau sengaja menjebak cucuku?” tanya Ny.Grace membuat Valerie terkejut.


“Tidak Nyonya, saya tidak mengatakan kalau Pak Earlangga yang menghamili saya,” kata Valerie.


“Kalau tidak, kau harus tunjukkan pacarmu itu!” bentak Ny.Grace.


“Tapi aku tidak bisa Nyonya. Dia pria yang tidak bertanggung jawab! Dia tidak akan menikahi saya!” teriak Valerie dengan bibir bergetar dan  airmata sudah mulai tumpah.


Apakah dia harus selalu bercerita pada semua orang kalau ada pria yang menodainya? Buat apa? Toh mereka juga tidak bisa membantu apa-apa, malah akan mencemoohnya.


“Kau tenang dulu!” kata Lorena, menyentuh bahunya Valerie, menatap wajah pucat itu, dia menebak-nebak apa mungkin memang Earlangga yang menghamilinya dan gadis ini tertekan karena takut jadi tidak mau menunjukkan pacarnya yang sebenarnya Earlangga.


Earlanggaa menatap Valerie.


“Sudah kau katakan saja siapa pacarmu itu, aku tidak mau urusannya jadi begini, kenapa aku harus menikahi gadis yang dihamili orang lain?” hardik Earlangga menjadi kesal.


“Bapak tidak perlu menikahi saya, saya tidak hamil oleh Bapak,” ujar Valerie, menangisnya semakin keras.


Lorena yang melihatnya menjadi kasihan, dia merangkul bahunya Valerie, menatap Ny.Grace dan Earlangga.


“Sudah Bu, Earl, jangan menekan dia, kasihan, dia lagi hamil,” ucap Lorena.


“Earl kalau kau memang menghamilinya kau mengaku saja, jangan membuat dia menangis begini,” kata Lorena.


“Ibu ini, aku tidak menyentuhnya,” ucap Earlangga dengan wajahnya yang masam. Dia kesal karena kini malah dia yang harus bertanggung jawab.


“Kalau begitu kita cari pria lain saja buat menikahi gadis ini,” kata Nyonya Grace.


Valerie langsung mendongak menatap Ny. Grace.


“Tidak Nyonya, aku tidak mau!” seru Valerie.


“Kenapa tidak mau? Kau juga tidak mau menyebutkan siapa yang menghamilimu!” hardik Nyonya Grace.


“Saya tidak mau, saya tidak perlu menikah dengan siapa-siapa!” teriak Valerie, sambil beranjak dan berlari meninggalkan ruangan itu. Semua orangpun diam.


“Bikin runyam saja!” gerutu Earlangga, dia juga beranjak.


Lorena menoleh pada Sean.


“Sayang, gadis itu sepertinya tertekan, mungkin karena Earlangga menyangkal, sangat aneh dia tidak mau menyebutkan pacarnya, pasti dia takut,” kata Lorena.


“Kalau mereka tidak menikah, kita akan malu, masa kita  membiarkan Earlangga tidak bertanggung jawab. Orang orang tahu dia membawa-bawa perawat itu ke vila menginap segala. Kalau dia tidak ada hubungan apa-apa harusnya dia menjaga hal-hal seperti itu, orang mana mau percaya kalau Earlangga tidak menghamilinya. Aku juga bertanya pada teman-temannya memang Earlangga membawa gadsi itu ke villa,” kata Sean.


“Meskipun benar Earlangga yang menghamili, aku tidak mau cucuku menikah dengan gadis yang tidak sederajat dengan kita, apalagi dengan pekerja kita sendiri, mau disimpan dimana muka kita? Bikin malu!” keluh Ny.Grace.


“Tapi Bu, kalau memang Earlangga menghamili gadis orang, mau dari kalangan manapun gadis itu berada, Earlangga harus bertanggung jawab, karena bayinya itu tetap anaknya,” kata Lorena.


“Dasar anak ceroboh!” gerutu Ny. Grace.


“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Lorena menatap Sean.


“Earlangga tetap harus menikahi gadis itu, kerena gadis itu tidak mau menyebutkan pacarnya. Tadi aku sempat bertanya pada pekerja disini memang Valerie tidak pernah kelihatan bersama pria lain, dia tidak punya pacar,” jawab Sean.

__ADS_1


Ny. Grace duduk dengan wajahnya yang ditekuk, dia kesal bukan main pada Earlangga. Cucunya yang kaya raya menghamili perawatnya, benar-banar memalukan.


***************


__ADS_2