
Laura menghampiri Lorena, duduk disampingnya dan memeluknya.
“Semua persiapan pernikahanmu sudah siap. Baju pengantin, tukang rias, semuanya sudah siap, ayo kau bersiap-siap!” seru Laura.
Mr.Julian menatap Laura.
“Maaf, aku hanya senang saja Lorena mau menikah. Lorena beruntung pacarnya langsung ingin menikahinya, dari pada aku, pacarku terus saja mengulur-ulur rencana pernikahan kami,” kata Laura, wajahnya berubah masam.
Sam menghampiri Sean memberikan sebuah kotak perhiasan yang berukuran cukup besar pada Sean.
“Apa ini?” tanya Sean.
“Hadiah untuk mempelai wanita,” jawab Sam.
Seanpun mengambilnya dan membukanya, isinya satu set perhiasan. Diapun menyimpannya di atas meja disodorkan pada ibunya Lorena.
“Sebenarnya aku tidak tahu tradisi untuk menikah seperti apa, aku hanya ingin menikah saja dengan Lorena, tapi aku siap apapun persyaratannya,” kata Sean.
Orangtua Lorena melihat pada kotak perhiasan itu. Mrs. Julian, ibunya Lorena mengambil kotak itu, dia langsung tersenyum melihat cantiknya perhiasan itu.
“Perhiasan yang cantik,” gumamnya.
Mr.Julian menghela nafas panjang, meskipun lamaran ini serba mendadak dan tidak dipersiapkan dengan matang, tapi melihat keseriusannya Sean, membuat hatinya tersentuh.
Sam memanggil beberapa orang pria kedalam ruangan itu.
“Siapa ini?” tanya Mr.Julian.
Tamu-tamu itu bersalaman dengan semua yang ada diruangan itu.
“Ini orang-orang yang akan menikahkan Sean dengan Lorena,” jawab Sam.
“Kalau diijinkan, orang-orangku akan segera menyiapkan pernikahannya,” lanjut Sam lagi.
Mr.Julian menoleh pada Sean lalu pada Lorena yang juga menatapnya.
“Kalian yakin akan menikah sekarang?” tanyanya lagi.
“Iya,” jawab Sean, sambil menoleh pada Lorena yang kini menatapnya.
Meskipun Lorena sebenarnya kaget dan bingung dengan rencana pernikahan dadakan dari Sean tapi dia memilih mengikuti rencana Sean saja, mungkin ini memang yang terbaik untuk hubungannya dengan Sean, mempercepat pernikahan seperti keinginannya Sean.
Sean balas menatap Lorena dan tersenyum, dia bahagia bisa melihat gadis itu lagi. Hatinya tidak sabar ingin memeluknya tapi ditahannya karena ada orang tua Lorena juga kakaknya itu.
Mr.Julian menoleh pada Sam.
“Kau bisa menggunakan ruangan ini,” kata Mr.Julian.
Sam langsung mengangguk, lalu menoleh pada seorang pria yang berdiri dipintu.
“Kita kerja sekarang!” kata Sam.
“Siap Pak!” jawabnya. Orang-orangnya Sam itu langsung saja menjadi begitu sibuk menyiapkan segala yang dibutukan untuk pernikahannya Sean dan Lorena.
Mr.Julian menoleh pada Pak Firman.
“Pak Firman, kerahkan orang-orang kita untuk bantu mereka, juga hubungi keluarga terdekat yang bisa menghadiri acara pernikahan putriku hari ini,” perintahnya, yang langsung diangguki Pak Firman.
Duu orang wanita langung menghampiri sofa yang diduduki Lorena dan ibunya juga Laura.
“Mari pengantin wanita dan ibu mempelai, kalian akan kami rias,” kata seorang darinya, sepertinya tim dari WO yang disiapkan oleh Sam dan Laura.
“Aku juga mau dirias!” seru Laura sambil berdiri lalu menoleh pada Lorena.
“Nanti bunganya lempar padaku ya, biar aku bisa cepat menikah,” kata Laura.
Lorena hanya tertawa, sambil berdiri begitu juga dengan ibunya.
__ADS_1
“Tunggu!” terdengar suara Sean, dia juga langsung berdiri, semua mata menoleh padanya.
“Aku ingin bicara berdua dengan calon pengantinku,” ucapnya, menatap calon pengantin dengan manis, membuat yang mendengarnya menggodanya, apalagi Laura yang langsung mencibir pada Sean.
“Kau tidak boleh bicara dengan calon pengantin sebelum pernikahan!” kata Laura membuat Sean terkejut.
“Kenapa?” tanyanya keheranan.
“Kata orang tua pamali, nanti kau batal menikah dengan Lorena,” jawab Laura sok tahu. Sean tambah terkejut saja.
“Benarkah? Ya sudah, tidak jadi, aku menunggu saja sampai pernikahannya selesai,” jawab Sean, dia takut kalau sampai pernikahannya gagal jadi memilih bersabar.
Ucapannya membuat semua orang tertawa, termasuk Lorena. Melihat Lorena tertawa, sudah cukup membuat Sean bahagia, sebentar lagi Lorena akan menjadi istrinya, gadis itu akan selalu menemainya, dia tidak akan takut kehilangan lagi.
Para wanitapun pergi menuju kamar tamu yang digunakan untuk merias pengantin.
“Pacarmu itu benar-benar mengagumkan!” kata Laura saat mereka sedang dirias.
“Apa maksudmu?” tanya Lorena.
“Dia benar-benar mencintaimu, dia sangat serius ingin menikah denganmu, kau sangat beruntung,” kata Laura. Lorena hanya tersenyum saja.
Ruangan yang luas itu kini sudah berubah jadi ruangan resepsi yang terbilang mewah. Hanya dalam waktu singkat tempat acara pernikahan itu sudah siap. Hiasan bunga-bunga juga sajian makan prasmanan juga tersedia, seakan-akan benar-benar sebuah resepsi. Beberapa kerabat yang dihubungi Pak Firman juga berdatangan, jadilah ruangan itu bak sebuah gedung resepsi.
Sean sudah berdandan tampan dengan baju pengantinnya, dia tidak sabar menunggu pengantin wanita turun.
“Aku benar-benar gugup,” ucap Sean pada Sam.
“Kau tenang saja,” jawab Sam.
“Kau seperti yang sudah menikah saja,” gerutu Sean.
“Nanti juga aku akan menikah dengan Indri,” ucap Sam. Baru juga dia berhenti bicara tiba-tiba ada suara wanita mengagetkannya.
“Presdir Sam!” panggil suara itu dengan keras, membuat semua orang menoleh pada yang datang itu.
“Kenapa kau tiba-tiba kesini?” tanya Sam, menatap Indri.
“Aku bertanya pada Pak Deni, karena kau tidak membalas telponku, jadi aku menyusul kemari,” jawab Indri.
“Ya ampun, aku tidak menjawab telponmu karena aku sibuk mengurus pernikahannya Sean dan Lorena,” kata Sam.
“Asisten eh Presidir Sean akan menikah hari ini? Kau terlihat sangat tampan, seru Indri, membuat Sam sebal kenapa Indri harus memuji Sean segala, semua orang juga tahu kalau Sean sangat tampan, bikin ilfeel saja.
Tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut melihat kearah tangga, Sean dan Sam juga Indri pun melihat kesana. Ternyata pengantin wanita sedang turun diikuti beberapa orang yang memegang gaun pegantinnya yang panjang.
Semua orang takjub melihat kecantikan pengantinnya, apalagi Sean. Dia tidak menyangka calon kekasihnya itu akan secantik itu dirias pengantin. Dia menatapnya tidak berkedip.
Sebuah senggolan dibahunya menyadarkannya.
“Kau dipanggil kedepan, prosesi pernikahan akan dimulai,” kata Sam, yang menyenggol Sean.
“Oh iya,” jawab Sean dengan gugup. Saking terpesona dengan kecantikan Lorena sampai tidak mendengar dia dipanggil panitia WO.
Sean menoleh pada Lorena saat mereka berdiri di depan.
“Kau sangat cantik,” puji Sean.
Lorena hanya tersenyum tidak bicara apa-apa.
“Kau hanya tersenyum saja, kau jarang bicara padaku,” ucap Sean. Membuat Lorena menoleh dan menatapnya, Sean juga jadi menatapnya. Ingin sekali dia mencium pengantinnya.
Terdengar lagi suara dari WO yang memberitahukan acara prosesi pernikahan akan dimulai.
Sean benar-benar merasa gugup saat berikrar akan selalu bertanggung jawab dan menyayangi Lorena sebagai istrinya. Sebuah janji yang sebenarnya gampang diucapkan tapi tidak mudah untuk dijalankan.
Dalam hatinya Sean sudah berjanji untuk membahagiakan Lorena apapun keadaannya, dia akan selalu mencintainya seumur hidupnya. Semoga keajaiban berpihak padanya dan Lorena untuk segera memberikan mereka keturunan.
__ADS_1
Kalaupun disaat nanti dibacakannya wasiat penyerahan seluruh warisan dari kakeknya Lorena belum hamil, dia akan menerimanya dengan lapang dada. Kebahagiaannya dengan Lorena lebih dari sekedar warisan yang akan diterimanya.
Dia sudah memiliki banyak uang, dia tidak membutuhkan wariasn itu hanya karena takut warisan itu jatuh pada tangan yang salah dia berusaha untuk menerimanya. Jika ternyata takdir mengatakan dia harus melepas warisan itu dia akan lepas.
“Kalian SAH menjadi suami istri.” Kata-kata itu membuyarkan lamunan Sean.
Senyum lega terpancar dari para tamu yang hadir, terutama Sean dan Lorena.
Lorena tidak menyangka akhirnya dia akan mendapatkan jodohnya lewat kontes yang sebenarnya sangat konyol dilakukannya. Proses kontesnya memang konyol tapi tidak dengan presdirnya. Presdirnya sosok pria tampan yang berdedikasi tinggi, seorang pejuang cinta sejati, dan terutama Sean membuktikan kalau dia sangat mencintainya.
“Apa kau mau mencium mempelai wanita?” tanya MC WO.
“Tentu saja,” jawab Sean dengan bersemangat, membuat semua yang hadir tertawa.
Waktu yang dinanti-nantinya, sedari tadi dia ingin mencium bibir yang merah itu tapi dia harus menahannya sampai acara selesai. Dan inilah waktunya.
Sean membalikkan badannya menghadap Lorena begitu juga dengan Lorena. Dia menatap gadis itu yang sekarang sudah menjadi istrinya.
Ditatapnya mata yang cantik itu. Tangannya meraih tangan Lorena.
“Sayang, aku bahagia sekarang kau menjadi istriku,” ucap Sean.
“Aku juga,” jawab Lorena, balas menatap wajah tampan itu.
Sean menatap bibir merah itu, perlahan diapun menunduk akan menciumnya, tapi gerakannya terhenti saat Lorena bicara.
“Jangan mencium bibirku, kalau lipstiknya belepotan, aku akan kelihatan jelek,” ucapnya, membuat Sean terkejut.
“Apa? Jadi aku tidak boleh menciummu?” tanya Sean dengan kecewa.
“Kau hanya boleh mencium keningku saja,” jawab Lorena.
Meskipun kecewa, akhirnya Sean hanya mencium keningnya Lorena.
“Nanti malam aku akan menciummu sepuasnya,” ucap Sean sambil memberengut.
Membuat Lorena tertawa. Entah kenapa Sean merasakan fisarat buruk tentang istrinya ini. Apakah istrinya ini akan mengerjainya? Membuatnya jengkel seperti yang dulu dilakukannya?
Lorena melirik suaminya yang memberengut, dia malah senyum-senyum.
“Awas ya kalau kau mengerjaiku,” ucap Sean. Dia sudah curiga dengan melihat senyumnya Lorena.
“Kau ini kenapa? Sensi amat,” tanya Lorena.
“Aku sudah mendapat feeling buruk,” jawab Sean, Lorena malah tertawa.
Percakapan mereka terhenti saat orang tua Lorena datang menghampiri mereka memberi selamat, begitu juga dengan yang lainnya. Bahkan yang datang makin lama malah semakin banyak, entah tamu dari mana. Acara pernikahan dadakan itu berubah menjadi sebuah resepsi kecil yang meriah.
************
Notes :
Readers, adakah yang mau follow ig ku? Author baru bikin IG. Helloow, hari gini baru bikin IG? Maklum author ini emak-emak yang gaptex jarang pegang hp hehe..
Yang follownya Cuma ada 2 orang, ponakan dan satu teman. Postingnya Cuma cover novel doang lagi hihi….
Aku memang membatasi medsos dari dulu, bahkan fb saja sudah lupa passwordnya apa. Soalnya saat gadis aku sering di kejar-kejar cowok ga jelas. Caelah, sok cantik haha..
Yang mau follow boleh ya alamat ig @rr_maesa.
PR novelku banyak, kayanya aku akan menulis dalam jangka panjang sampai bosan haha…
Bagi yang mau follow, makasih ya.
Aku up sekarang hampir pukul 3 dini hari. Ini real time. Suka ada pembaca pertama dijam jam segini, aku tidak tahu siapa, author ucapkan terimakasih atas apresiasinya.
********
__ADS_1