
Semua yang hadir sangat tegang ingin tahu siapa yang memenangkan kontes ini.
MC mengumumkan juara ke-3.
“Juara ke-3 dimenangkan oleh…” seru MC1.
Semua bertanya-tanya menebak-nebak siapa juara ke-3.
“Juara ke-3 dimenangkan oleh… Nisa Anggraeni!” seru MC 1 dan 2 bersamaan.
Terdengar tepuk tangan riuh penonton. Nisa langsung cemberut saja, masa dia hanya jadi juara ke 3?
“Untuk juara ke-3 silahkan maju ke depan,” ucap MC1.
Nisa maju ke depan dengan tampang cemberut karena kecewa, dia sudah bertekad dalam hati kalau sampai Lorena menang, dia tidak akan membuatnya mudah memenangkan kontes ini.
“Selanjutnya Juara ke-2 adalah…” seru MC 2.
Suasana semakin tegang saja.
“Juara ke-2 dimenangkan oleh.. Evi Sagita!” seru MC1 & 2 bersamaan.
Semua mata menatap Evi, mereka tidak menyangka Evi bisa jadi juara ke 2. Evipun sumringah dia senang meskipun juara ke-2, karena dia akan mendapatkan sejumlah uang yang besar meskipun tidak menikah dengan Presdir.
Sam menoleh pada Sean yang diam saja. Sam sudah menebak pasti pemenangnya adalah Lorena.
“Sekarang pengumuman juara ke-1. Dia yang memenangkan kontes ini dan akan menikah dengan Presdir Sam,” terdengar MC 2 bicara.
Suasana tampak hening, mereka menebak nebak siapa yang akan menjadi juaranya. Tidak mungkin Lorena, karena Lorena sudah dilamar oleh Asisten Sean.
Indri melirik pada Lorena.
“Kau tidak akan menang kan?” gumamnya berbisik pada Lorena.
“Aku tidak tahu,” jawab Lorena. Dia juga bingung apakah Sean akan memenangkannya atau membuatnya kalah?
Nisa masih cemberut saja berdiri di depan dengan Evi. Di dalam hati dia sudah berencana buruk buat Lorena. Dia akan membuat kacau acara ini. Kalau Lorena yang menang dia akan membuat Lorena menikah dengan Sam, bukan Sean.
“Daan juara 1 pemenangnya adalah…” seru MC 1. Membuat yang hadir semakin berdebar-debar saja.
“Juara 1 ini akan menikah dengan Presdir!” seru MC 2.
“Dan pemenangnya adala…h,”
Ruangan itu begitu hening. Kemudian MC 1 dan 2 berseru bersama-sama.
“Indri Wulandari !”
“Selamat buat Indri!”
Terdengar riuh tepuk tangan dari yang hadir, tapi banyak juga yang tidak menyangka akan pemenang kontes ini. Yang paling terkejut adalah Indri, Lorena, Sam juga Nisa. Mereka saling pandang.
Indri menatap Lorena.
“Apa aku tidak salah dengar kalau aku yang menang?” tanya Indri.
“Selamat Sdr. Indri, kau akan menikah dengan Presdir,” ucap Lorena, tapi dia langsung terdiam. Presdir? Itu artinya…itu artinya Indri akan menikah dengan Sean?
Evi dan Salsa langsung menyalami Indri. Loeena hanya bengong saja, apa maksudnya semua ini? Kenapa bukan dia yang menang? Lorena menoleh pada Sean yang masih duduk di kursi tamu udangan. Hatinya merasa cemas, galau, dia tidak mengerti dengan semua ini. Sean melamarnya tapi kenapa Indri yang menang?
Tiba-tiba Nisa berseru.
“Bisakan aku usul?” anya Nisa, sambil menghampiri MC, membuat semua orang menatapnya.
“Ada apa?” tanya MC.
“Pemenangnya akan menikah dengan Presdir?” tanya Nisa.
__ADS_1
“Ya betul Presdir Samuel,” jawab MC.
Nisa mengambil mic yang MC1 pegang.
“Hadirin semua, aku ingin membocorkan satu rahasia,” kata Nisa, membuat ruangan itu kembali hening.
Jantung Lorena langsung berdetak kencang saja, dia mendadak gelisah.
“Sean , apa yang gadis itu lakukan?” tanya Sam, dengan cemas.
Semua mata memandang kearah Nisa.
“Kontes ini adalah kontes menjadi istri Presdir. Asal kalian tahu saja yang menjadi Presdir dalam kontes ini bukanlah Samuel, dia hanya seorang asisten!” ucap Nisa , membuat semua terkejut.
“Apa?” hadirin kebingungan dan saling bertanya dengan teman disampingnya.
Kini semua mata tertuju pada Sam. Wajah Sam langsung pucat, selama ini semua orang dalam acara ini mengetahui dirinya sebagai Presdir di kontes ini, dan wanita ini wanita ini telah mempermalukannya.
“Dia hanya seorang Asisten, bukan Presdir! Kalian sudah dibohongi!” seru Nisa lagi.
Lorena yang melihat tingkah Nisa itu merasa kasihan pada Sam, Nisa telah mempermalukan Sam. Selama ini semua mengira Sam adalah Presdirnya dan Nisa telah mempermalukannya.
Indri terdiam, ternyata Sam yang dia kagumi adalah seorang asisten, dia bukan Presdir. Indri menoleh pada Lorena.
“Apa kau tahu kalau Sam itu Asisten? Dia bukan Presdir?” tanya Indri.
“Ya,” jawab Lorena mengangguk.
“Dan Presdir yang sebenarnya adalah…” Nisa mulai bicara lagi. Kini para wartawan merangsek maju ke depan mengambil gambar-gambar diatas panggung juga mengambil gambarnya Sam dan Sean yang masih duduk di kursinya. Keadaan jadi kacau balau.
Nisa kembali bicara.
“Presdir yang sebenarnya adalah Sean Joris, dialah yang mencari calon istri bukan asisten Sam,” lanjut Nisa. Pernyataan Nisa itu membuat semua terkejut, Wartawan semakin tertarik meliput kejadian ini.
“Nisa, apa kau punya bukti kalau apa yang kau ucapkan itu benar?” tanya MC2.
Sam terdiam, ada sedih di hatinya, dipermalukan seperti ini oleh peserta. Ya dia memang Asisten, dia tidak sekeren seorang Presdir tapi tidak dengan cara seperti ini seakan melecehkan pekerjaannya yang hanya sebagai Asisten.
Nisa kembali bicara.
“Jadi karena Presdir yang sesungguhnya adalha Presdir Sean Joris, jadi yang akan menikah dengan pemenang kontes adalah Presdir Sean Joris, bukan asisten Sam,” lanjut Nisa.
Lorena yang mendengar perkataan Nisa, hatinya mulai cemas, apa yang akan terjadi? Apakah Sean akan menikah dengan Indri?
Indri menoleh pada Lorena, dia tidak mungkin harus menikah dengan Sean, jelas jelas Sean sudah melamar Lorena kemarin.
“Pak Sam, apa yang dikatakan peserta itu apa benar?” tanya wartawan pada Sam. Sam tidak menjawab amarahnya memuncak, dia kesal sekali pada Nisa.
“Dan sebagai tanggungjawab dari kontes ini, harus dibuktikan dengan pernikahan bukan? Setuju tidak? ” seru Nisa lagi,
Hadirin langsung berseru
“Setuju setuju!”
“Ini namanya pembohongan public!” terdengar ada yang nyeletuk.
“Ya ya benar! Presdir harus membuktikan kalau benar-bnar akan menikahi peserta!” terdengar dari salah satu yang hadir didukung oleh yang lainnya, menatap siapa mereka.
Hati Lorena hancur seketika, bagaimana kalau Sean didesak untuk menikahi Indri? Matanya terasa mulai memanas, dia ingin menangis rasanya. Kenapa semua ini bisa terjadi? Apakah Sean terpaksa menikahi Indri?
Terdengar MC 1 bicara.
“Pak Sean, dan pak Sam apakah yang di katakan Nisa ini benar? Kalau benar, apakah Pak Sean mau membuktikan pada massa kalau anda benar-benar bertanggung jawab atas kontes ini dan akan menikahi Sdri Indri?” tanya MC.
Blitz kamera begitu ramai memfoto Sean dan Sam yang masih belum bicara.
Mata Lorena sudah berkaca-kaca, apakah Sean akan menikah dengan Indri? Kenapa Sean tidak mengumumkan pemenangnya adalah dirinya saja? Kalau kenyataannya akan begini?
__ADS_1
Sean bangun dari duduknya, dia menoleh pada Sam.
“Sam, ikut aku,” kata Sean. Sam pun bediri, hatinya merasa terkoyak-koyak dipeemalukan seperti ini, dia tidak menyangka akhir kontes akan menjatuhkan harga dirinya.
Sean naik keatas panggung bersama Sam.
Sean berhenti di depan Nisa.
“Apa kau berani bertanggung jawab atas ucapanmu itu?” tanya Sean.
“Tentu saja, itu kenyataannya!” jawab Nisa, menatap Sean.
“Apa maksudmu dengan mengatakan semua ini?” tanya Sean.
“Karena kau sudah memberhentikan ayahku,” jawab Nisa, tanpa menggunakan Mic.
“Sekarang aku semakin merasa sudah bertindak benar dengan memberhentikan ayahmu,” kata Sean.
“Pak Sean, Pak Sam, ada yang bisa kalian katakan?” tanya Mc2.
Sean mengulurkan tangannya mengambil Mic dari Mc2.
“Hadirin semua!” ucap Sean. Semua hening mendengarkan apa yang akan Sean ucapkan.
“Aku memang mengadakan kontes ini bersama Sam, aku memang seorang Presdir, kalian bisa melacak statusku, dan Sam ini…” Sean memeluk bahunya Sam.
Lalu Sean menoleh pada Nisa.
“Kau salah kalau mengatakan Pak Sam ini seroang Asisten, dia juga Presdir yang sebenarnya, dia adalah Presdir disalah satu perusahann yang satu grup dengan perusahaanku,” kata Sean.
Sontak saja pernyataan Sean itu membuat semua orang terkejut. Termasuk Sam. Dia menoleh pada Sean, tidak mengerti dengan ucapan Sean, apa maksudnya kalau dia juga seorang Presdir?
Sean menoleh pada hadirin.
“Pak Sam ini adalah seorang Presdir, dia bukan asistenku lagi, dia Presdir sebuah perusahan besar yang satu grup dengan perusahaanku,” ulang Sean sekali lagi.
“Jadi tidak ada yang salah dengan kontes ini, Pak Sam dia memang Presdir Samuel,” lanjut Sean.
Nisa sangat terkejut dengan pernyataan Sean.
Sean kembali menatap Nisa.
“Tadi kau bilang kau akan bertanggung jawab dengan pernyataanmu kan? Kau salah menganggap Sam adalah Asistenku, dia soerang Presdir,” kata Sean.
Wajah Nisa langsung saja pucat. Cacian dan makian dari hadirin mulai menghujaninya.
Seorang panitia memberikan sebuah Mic pada MC 1.
“Kalau begitu pemenang kontes ini akan menikah dengan Presdir Samuel?” tanya Mc1.
Ditanya begitu Sam sangat bingung. Dia menatap Sean lalu menatap Indri yang tampak wajahnya memerah karena malu, dia juga kaget dengan kejadian ini, ternyata Presdir Sam benar-benar seorang Presdir membuatnya senang.
“Sean, masa aku harus menikah dengan gadis centil itu?” tanya Sam, berbisik pada Sean.
“Kau mau saja, kau kan jomblo,” jawab Sean berbisik pada Sam.
Sam menoleh pada Indri yang sedang senyum-senyum sendiri. Sam sebenarnya belum benar-benar meyukainya, apa yang harus dikatakannya di depan semua orang juga wartawan?
**************
Jangan lupa like vote dan komen ya
Populernya baru 500rb, author pengennya saat tamat novel ini bisa tembus 1 Jt popular.
Tapi memang tema tema seperti ini kurang peminat, padahal tema seperti ini sangat sulit dikemas.
**********
__ADS_1