Kontes Menjadi Istri Presdir

Kontes Menjadi Istri Presdir
CH-69 Pulang kampung


__ADS_3

Pagi ini Earlangga dan Valerie sudah bersiap-siap akan pergi ke kampung halamannya Valerie. Melihat beberapa pelayan yang membawakan koper-koper membuat Ny.Grace yang akan keluar rumah keheranan, apalagi koper-koper itu dimasukkan pada mobil yang lebih besar.


“Ini koper-kopernya siapa?” tanya Ny.Grace pada pelayan itu.


“Pak Earlangga dan Bu Valerie, Nyonya,” jawab pelayan itu.


Ny.Grace mengerutkan keningnya lalu masuk lagi ke rumah dan berpapasan dengan Sean.


“Earlangga mau kemana dengan koper-koper itu?” tanyanya.


“Earlangga akan ke kampung halamannya Valerie,” jawab Sean.


“Buat apa?” tanya Ny.Grace , langsung saja meras tidak suka.


“Earlangga kan perlu tahu keluarga istrinya,” jawab Sean.


“Apa kau lupa? Earlangga menikahinya karena gossip perawat itu hamil yang dituduhkan pada Earlangga, buan berarti harus memperlakukannya sebagai istri!” kata Ny.Grace.


“Kemarin Earlangga sudah memberitahu kita semua, dia akan menerima Valerie sebagai istrinya terlepas siapa ayah dari bayi itu,” ucap Sean.


“Tapi aku tetap tidak setuju! Kita harus menunggu hasil tes DNA itu, baru kita ambil keputusan. Seharusnya kau tidak membiarkan Earlangga dekat dengan Valerie!” kata Ny.Grace.


“Bu, sudahlah, jangan begitu! Kalau Earlangga menyukai Valerie, kita tidak bisa menghalang-halanginya, kasihan dia,” ucap Sean, menatap ibunya.


“Kau dan istrimu sama saja! Kalian keluarga yang tidak tau aturan!” gerutu Ny.Grace, sambil membalikkan badannya meninggalkan Sean yang hanya bisa diam menatap kepergiannya.


Ny.Grace tidak suka Earlangga benar-benar memperlakukan Valerie selayaknya seorang istri, dia harus bergerak cepat meminta Darren untuk menjalankan rencananya, membawa Valerie keluar dari rumah ini.


Setelah berada di ruang kerjanya, Ny.Grace mendial nomornya Darren.


“Aku minta kau bergerak sekarang,” ucapnya dengan penuh emosi.


“Sekarang?” tanya Darren.


“Iya, apa kau tidak dengar? Mereka akan pulang kampung, aku tidak mau Earlangga semakin mencintai perawat itu! Cepat kau gagalkan rencana mereka pulang kampung!” jawab Ny.Grace.


“Bagiamana caranya? Apa aku harus mengejar mereka?” tanya Darren.


“Terserah apa yang akan kau lakukan! Yang pasti kau harus bergerak cepat!” jawab Ny. Grace lalu menutup telponnya dengan kesal.


Raut wajahnya benar-benar sangat marah, dia tidak bisa membiarkan Earlangga semakin terikat oleh Valerie. Dia tidak mau Earlangga memberikan keturunan dari wanita yang tidak sederajat dengannya, cukup hanya bayi yang ada dalam kandungan Valerie saja, tidak akan ada bayi bayi yang lainnya.


Ny.Grace membuka gorden ruang kerjanya. Dilihatnya mobilnya Earlangga sudah meninggalkan rumahnya, itu artinya tidak mungkin juga Darren menyusul mereka pulang kampung. Diapun mengirimkan foto mobil yang dikendarai oleh Earlangga pada Darren.


“Apa rumahmu sangat jauh?” tanya Earlangga, tanpa menoleh pada Valerie yang duduk di sampingnya.


“Sangat jauh, semoga kau tidak kecapean dijalan,” jawab Valerie.


Tangan Earlangga langsung mengusap rambutnya sebentar, membuat Valerie semakin bahagia saja dengan sikap lembutnya.


“Kita ke pom bensin dulu. Mobil ini jarang digunakan,” kata Earlangga. Valerie hanya mengangguk.


Earlangga tidak bicara apa-apa lagi, dia focus dengan menyetirnya,dia memang tidak membawa supir untuk perjalannanya kali ini. GPS didepannya terus menyala karena memang ini perjalanan terjauh yang Earlangga lakukan di negeri kelahirannya dan tentu saja dia tidak tahu jalannya.


Valerie hanya sesekali mencuri-curi pandang pria disampingnya itu. Rasanya tidak percaya kalau pria tampan itu adalah suaminya dan mereka sekarang akan pergi ke kampung halamannya. Meskipun dia tidak bisa mempertemukannya dengan orang tuanya, setidaknya dia pulang dalam keadaan hamil tidak menjadi pertanyaan tetangga atau orang yang melihatnaya, karena dia pulang dengan suami yang menemaninya.


Darren mengendarai mobilnya dengan kencang bahkan sangat ngebut, dia harus mengejar kepergiannya Valerie dan Earlangga. Meskipun dia harus repot begini tapi demi uang yang jumlahnya sangat besar tidak masalah baginya, karena dia juga membutuhkan uang itu dengan cepat untuk membayar utangnya pada Tiger juga untuk berpoya-poya.


Ny. Grace sudah mengirimkan foto mobil apa yang dipakai oleh Earlangga, dan tentu saja Darren tahu kemana arah mereka pergi, setidaknya dia tahu kota tempat asalnya Valerie.


Sekitar 1 jam mengendarai mobilnya dengan ngebut, akhirnya Darren menemukan mobil yang menuju arah pintu tol keluar kota. Diapun berfikir keras untuk menghentikannya.


Earlangga melihat tulisan jurusan kota yang akan mereka lalui lewat jalan tol, tiba-tiba sebuah mobil mengagetkannya, mobil itu menyiapnya dari samping kanan dan mengerem mendadak di depannya.


Tentu saja gerakan mobil itu yang tiba-tiba membuat Earlangga yang juga mengendarai mobilnya dengan kencang sangat terkejut. Untuk menghindari tabrakan, diapun membanting stir mobilnya ke kiri dengan keras sampai naik ke trotoar dan menyerempet sebuah bangunan di pinggir jalan itu, menimbulkan gesekan yang sangat hebat.

__ADS_1


 Valerie terkejut saat mobil berguncang keras keluar jalur dan tiba-tiba menghantam benda keras, diapun terbanting ke depan dashboard dengan keras, untung masih tertahan dengan sabuk pengamannya, hanya kepalanya terbentur dashboard tidak terhindarkan lagi.


“Valerie! Kau tidak apa-apa?” teriak Earlangga dengan panic, mobilpun segera berhenti.


“Pengemudi gila!” umpatnya dengan kesal.


Seketika tempat itupun mejadi ramai dikelilingi orang-orang yang melihat kejadian itu.


Earlangga cepat melepaskan sabuk pengamannya.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Earlangga, langsung mendekati tubuhnya Valerie, dilihatnya ada memar di kepalanya Valerie.


“Aku minta maaf, pengemudi itu berhenti begitu saja didepanku!” kata Earlangga.


“Aku baik-baik saja,” jawab Valerie, padahal kepalanya sangat pusing karena benturan itu.


“Kita harus ke rumah sakit!” kata Earlangga. Tangan kirinya menyentuh bahunya Valerie dan tangan kanannya menyibakkan rambut yang menutupi wajah wanita itu.


“Aku merasa pusing sekarang,” keluh Valerie, sambil memegang kepalanya.


“Kita ke rumah sakit, coba aku lihat apa mobilnya masih bisa digunakan atau tidak,” ucap Earlangga, diapun menjauh tapi gerakannya terhenti saya melihat sesuatu di betisnya Valerie.


“Kau bedarah!” ucapnya dengan gugup.


Valerie segera menunduk melihat kearah kakinya, benar saja dia melihat cairan warna merah turun ke kakinya, diapun langsung panik dan memegang perutnya.


“Bayiku! Bayiku!” teriaknya, wajahnya langsung pucat.


Earlangga melihat orang-orang yang berkerumun menghampiri mobilnya. Dia sempat melihat mobil yang menyiapnya tadi membalikkan arah mobilnya meninggalkan tempat itu.


Diapun keheranan, bukankah itu mobil sportnya? Itu artinya pengemudinya adalah Darren. Jadi Darren sengaja menghentikan mobilnya dengan cara seperti itu? Tapi Earlangga tidak bisa mengejar Darren, yang lebih penting sekarang adalah kondisinya Valerie, apalagi guncangan itu membuat Valerie pendarahan.


“Pak! Apa kalian baik-baik sja?” terdengar pertanyaan dari orang-orang yang mengerumuni mobilnya sambil mengetuk-ngetuk pintu kaca.


“Istriku harus dibawa ke rumah sakit,” kata Earlangga, sambil membuka pintu  mobilnya dan turun.


Karena kondisi mobilnya yang lumayan parah disebelah kiri, akhirnya Earlangga memutuskan pergi kerumah sakit dengan menggunaan taxi menuju rumah sakit terdekat. Dia tidak menyangka rencana pulang kampung itu malah menyebabkan kecelakaan terutama buat Valerie.


Saat Valerie dibawa ke ruang tindakan, apalagi melihat darah yang ada di betisnya Valerie, Earlangga merasa semakin cemas, apa yang akan terjadi dengan bayinya? Apakah bayinya akan bisa diselamatkan?


Darren melakukan panggilan sembil menjalankan mobilnya dengan pelan.


“Halo!” terdengar suara Ny.Grace di sebrang.


“Mau apa kau menelponku?” bentak Ny.Grace yang masih berada diruang kerjanya.


“Aku sudah berhasil menggagalkan mereka pulang kampung, jadi Nyonya harus mentransfer uang lagi!” jawab Darren.


“Apa? Kau bisa menggagalkannya? Secepat itu?” tanya Ny.Grace keheranan.


“Tentu saja,” jawab Darren.


“Apa yang kau lakukan pada mereka?” tanya Ny.Grace.


“Aku sudah membuat mobil Earlangga  mengalami sedikit kecelakaan,” jawab Darren, membuat Ny.Grace terkejut.


“Apa? Kecelakanan? Apa yang kau lakukan? Kau harus menggagalkan rencana mereka kenapa kau membahayakan cucuku!” teriak Ny. Grace dengan keras, dia merasa khawatir dengan keadaannya Earlangga.


“Nyonya Ini bagaimana? Nyonya menyerahkan semua urusan terserah padaku, aku sudah menggagalkan renca mereka, kenapa kau memerahiku?” tanya Darren, berbalik kesal.


“Tapi aku tidak menyuruhmu mencelakai cucuku!” maki Ny.Grace.


“Dia baik-baik saja, hanya mobilnya menyerempet tembok saja, aku lihat tadi sebelum pergi,” kata Darren.


“Kau benar-benar ceroboh, Valerie itu sedang hamil muda, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kandungannya?” bentak Ny. Grace.

__ADS_1


“Nyonya ini sangat aneh, Nyonya kan tidak menyukainya, biarkan saja  wanita itu kehilangan bayinya. Kalau sampai dia keguguran bukankah itu bagus?” kata Darren.


“Diam kau! Ternyata cara berfikirmu sangat dangkal!” gerutu Ny.Grace sambil menutup telponnya.


“Nyonya! Nyonya!” panggail Darren, dia kebingungan bukankah dia sudah berhasil menjalankan tugasnya? Kenapa Ny.Grace malah marah-marah?


Ny.Grace melakukan panggilan pada Earlangga yang sedang menunggu Valerie diruang tindakan, walau bagaimanapun dia mencemaskan keadaan cucunya.


“Ya Nek,!” jawab Earlangga.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ny.Grace, membuat Earlangga mengerutkan dahinya, kenapa neneknya tiba-tiba bertanya begitu?


“Apa maksud nenek?” tanya Earlangga.


Ny.Grace terkejut dengan reaksinya Earlangga, hampir saja dia lupa kalau dia seharusnya tidak tahu menahu soal insiden ini.


“Tidak, Nenek hanya khawatir kau kan belum pernah keluar kota, apa kau kusulitan dijalannya?” tanya Ny.Grace berbohong.


Earlangga mengerutkan keningnya, padahal dia baru  meninggalkan rumah sekitar 1 jaman tapi Neneknya sudah khawatir seperti itu.


“Aku memang mengalami kecelakaan Nenek, ada orang yang menghentikan mobilnya mendadak didepanku,” kata Earlangga.


“Apa? Kenapa bisa begitu?” tanya Ny.Grace.


“Aku tidak tahu,” jawab Earlangga.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ny.Grace.


“Iya Nek, aku baik-baik saja, hanya Valerie sedang ditangani Dokter sekarang,” jawab Earlangga.


“Ada apa dengan Valerie?” tanya Ny.Grace hatinya semakin merasa cemas saja.


“Dia mengalami pendarahan,” jawab Earlangga, membuat Ny.Grace terkejut.


Dia semakin cemas, yang dia cemaskan bukanlah Valerie, tapi kondisi bayi itu, sebenarnya dia bisa saja tidak peduli pada bayi itu yang nantinya akan mengikat Earlangga dengan Valerie tapi masalahnya tidak ada jaminan kalau Earlangga akan memiliki bayi lagi dengan wanita lain, itu artinya keturunannya sudah habis. Dia tidak mau itu terjadi.


“Kau sebutkan dimana sekarang, Nenek akan menyusul kesana,” kata Ny.Grace. Earlanggapun menyebutkan alamat rumah sakit tempat dia berada sekarang.


Ny.Grace terburu-buru keluar dari ruang kerjanya, dan segera menuruni tangga, bersamaan dengan Lorena yang masuk ke ruang keluarga.


“Ayo kau ikut denganku!” ajak Ny.Grace.


“Kenapa Bu?” tanya Lorena.


“Earlangga mengalami kecelakaan, sekarang ada dirumah sakit,” jawab Ny.Grace.


Tentu saja kabar itu membuat Lorena shock.


“Apa bu? Kecelakaan? Apa yang terjadi pada Earlangga? Aku harus menelpon Sean!” kata Lorena dengan gugup, wajahnya langsung pucat dan matanya mulai memerah, dia khawatir terjadi sesuatu pada putranya.


“Kata Earlangga tidak apa-apa, hanya Valerie sedang dirawat ,” jawab Ny.Grace.


“Kenapa itu bisa terjadi? Sebentar aku ambil tas dulu, aku harus menelpon Sean!” ucap Lorena masih dengan perasaan yang cemas, diapun berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


“Jangan  lama-lama!” kata Ny.Grace, dia tidak suka menunggu orang lain.


“Tidak Bu, aku hanya mengambil tas saja,” jawab Lorena sambil bergerak menjauh.


Ny.Grace menghela nafas panjang, dia merasa kesal pada Darren yang bertindak ceroboh. Dia tidak menyangka kalau Darren akan membahayakan keselamatan Earlangga dan bayi dalam kandungannya Valerie.


************


Readers maaf baru up padahal janjinya kemarin.


Kemarin tangan kananku tiba-tiba sangat sakit dan pegal sampai susah digerakkan. Ternyata aku baru inget kemarinnya udah nebangin ranting pohon mangga soalnya dibawahnya ada pohon cabe yang sedang berbunga banyak jadi sinar mataharinya terhalang pohon mangga.

__ADS_1


****************


__ADS_2