Kontes Menjadi Istri Presdir

Kontes Menjadi Istri Presdir
CH-44 Tawaran Ny.Grace


__ADS_3

Valerie ragu-ragu menuju ruang kerjanya Ny.Grace, dia malah berdiri dipintu itu. Tapi dia harus menghadapi Ny.Grace supaya dia bisa tahu apa yanag akan disampaikan oleh Nyonya Grace.


Valerie mengetuk pintu itu beberapa kali.


“Masuk!” kata Ny.Grace di dalam.


Valerie membuka pintu dengan perlahan. Hatinya semakin berdebar saja.


“Duduklah!” kata Ny.Grace.


Valerie tidak menjawab, dia duduk di sofa itu.Dia benar-benar tegang.


Ny.Grace bangun dari kursi kerjanya, berjalan mendekati Valerie dan duduk di sofa yang disebrang Valerie. Dia menatap istri cucunya itu.


“Apa sekaranng sudah  terkumpul ingatanmu siapa ayah dari bayi itu?” tanya Ny. Grace.


Valerie menatap Ny.Grace.


“Maksud Nyonya apa?” tanya Valerie.


“Aku ingin tahu apa kau mengumpulkan ingatanmu tentang siapa ayah dari bayimu atau kau kesenangan sudah menikah dengan Earlangga dan lupa kalau kau harus mencaritahu ayah dari bayi itu?” tanya Ny. Grace. Nadanya terdengar mulai tidak enak di telinga.


“Saya memang tidak tahu siapa ayah dari bayi ini, Nyonya,” kata Valerie.


“Kau fikir kita semua bodoh? Kalau tidak terlanjur malu  dan harus menjaga nama baik keluarga, kita tidak mungkin menikahkanmu dengan Earlangga!” kata Ny.Grace.


“Jadi maksud Nyonya memanggil saya sekarang apa?” tanya Valerie.


“Kau harus jujur padaku, kalau kau tidak tahu siapa ayah bayi itu, bagaimana mungkin kau bisa hamil?” tanya Ny.Grace.


Valeriepun diam.


“Pria itu bukan Earlangga kan?”tanya Ny.Grace.


Valeri terdiam, dia memang tidak tahu siapa ayah bayi itu. Darren hanya mengatakan ada 3 bule, dia tidak tahu siapa bule-bule itu.


“Katakan padaku yang sebenarnya, atau memang kau menggunakan trik ini untuk menjebak cuucku!” hardik Ny. Grace.


“Dari awal saya mengatakan kalau bukan Earlangga yang menghamilai saya,” jawab Valerie.


“Jadi kau benar-benar tidak menjebak cucuku?” tanya Ny.Grace.


“Tidak Nyonya, saya memang tidak tahu siapa ayah dari bayiku,”jawab Valerie


“Kalau begitu, katakan bagaimana kau bisa hamil tanpa tau siapa ayahnya?” tanya Ny.Grace.


Valeriepun diam.


“Kau masih diam juga? Kalau aku tadi mau bercerita berarti kau memang ingin menjebak cucuku! Katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi?” tanya Ny. Grace.


Dia sengaja menekan Valerie supaya Valerai bercerita kejadian di club malam itu jika memang Valerilah yang bermalam dengan Earlangga.


Valerie menimbang-nimbang, apa dia hars cerita semu ini? Daripada dituduh menjebak Earlangga.


“Baiklah Nyonya saya akan cerita,” ajwab Valerie.

__ADS_1


Tapi dia diam lagi, apakah dia harus bekata jujur atau berbohong? Apakah dia harus menceritakan aib ini?


“Katakan!” kata Ny.Grace.


“Saya mengalami hal buruk di sebuah club,” jawab Valerie.


Sudah mendengar clubnya saja Ny.Grace sudah menebak berarti benar Valerie yang bermalam dengan Earlangga.


“Ada yang menodai saya disaat saya tidak sadarkan diri Nyonya, saya tidak tahu siapa pria itu,” kata Valerie.


“Bagaimana kau tidak bisa tidak tahu?” tanya Ny.Grace.


“Karena saya kabur dari kamar itu sebelum bisa melihat siapa yang menodai saya,” jawab Valerie.


Ny. Grace terdiam, jadi sudah terbuka jawabannya, karena Valerie kabur sebelum bertemu Earlangga.


“Kau tahu siapa pria itu? Ciri-cirinya atau apa?” tanya Ny. Grace.


Ditanya begitu Valerie diam, apa dia harus mengatakan kalau bagian belakang pria itu miri Earlangga? Ah tidak, itu hanya akan menjadi masalah saja, nanti dia dikiranya memang menjebak Earlangga lagi untuk bertanggung jawab padahal tidak melakukan.


“Tidak Nyonya, saya tidak bertemu dengan pria itu. Karena panik saya lari,” kata Valerie.


Ny.Grace duduk bersandar , sudah jelas semuanya memang Earlangga yang bermalam dengan Valerie kalau memang Valerie mengatakan dia tidak sadarkan diri, hanya saja ternyata Valerie tidak melihat siapa pria itu. Baguslah Gadis itu tidak  tahu kalau bayi itu adalah bayinya Earlangga.


Jadi apa yang harus dilakukannya sekarang? Membuang bayi itu? Atau merawat bayi itu? Kalau membuang bayi itu, mengusir Valerie dengan bayinya itu artinya dia membuang kerurunan Joris, bagaimana kalau Earlangga juga memilki gen yang sama dengan keturunan Joris lain, sedikit memberikan keturunan, bagaimana kalau bayi itu bayi satu-satunya bayi Earlangga?


Bagaimana kalau nanti Earlangga dinikahkan dengan gadis yang sederajat malah tidak punya anak, meskipun belum tentu juga. Tapi melihat keadaan keluarga Joris yang hanya memiliki satu anak saja, lebih baik bayi itu diambilnya nnati. Dan soal ibunya, sepertinya dia harus berfikir untuk menyingkirkan Valerie dengan meninggalkan bayinya di Keluarga Joris tanpa tahu kalau bayi itu memang anaknya Earlangga. Dia tidak mau Earlangga tahu bayi itu bayinya dan dia tidak mau melepas Valerie.


“Jadi kau tidak tahu siapa yang menghamilimu?” tanya Ny.Grace.


“Kau tidak mencoba mencari tahu?” tanya Nyonya Grace.


“Sudah Nyonya. Pria itu kemungkinan bule bule turis yang mungkin sekarang sudah pergi lagi kenegaranya, dan saya tidak tahu bule bule itu yang mana,” kata Valerie.


Ny. Grace tersenyum dalam hati, jadi memang benar Valerielah yang bersama Earlangga, yang malam itu mabuk bersama dua teman bulenya. Tentu saja bagi yang tidak mengenal Earlangga akan berfikir kalau Earlangga juga seorang turis.


“Aku ada tawaran buatmu,” kata Ny.Grace.


“Tawaran apa Nyonya?” tanya Valerie sambil meraih tisu melap airmatanya.


“Bagaimana kalau setelah bayi itu lahir, kau berikan bayi itu padaku?” tanya Ny. Grace, membuat Valerie terkejut dan menatapnya.


“Daripada suatu hari nanti bayimu akan bertanya siapa ayahnya dan kau tidak bisa menjawabnya? Lebih baik kau berikan padaku bayinya. Kau kan sudah menikah dengan Earlangga, jadi bayimu akan menggunakan nama Joris. Kau jangan khawatir bayi itu akan aku rawat dengan baik seperti cicitku sendiri,masa depan dia juga akan terjamin kalau tinggal dikeluarga ini,” kata Ny. Grace.


Ditawari begitu, Valerie tidak langsung mengiyakan. Dia memang sempat ingin menggugurkan bayinya tapi sekarang, sekarang dia mulai menyadari kalau dirinya sedang berbadan  dua. Tangannya menyentuh perutnya.


“Maaf Nyonya, sepertinya aku tidak bisa,” kata Valerie.


“Kenapa? Kau kan tidak tahu siapa ayahnya. Aku tidak mau kau mengaku-ngaku kalau ayahnya Earlangga padahal ayah bayi itu bule bule yang kau sebutkan itu,” kata Ny. Grace.


“Nyonya memang benar, saya juga tadinya akan menggugurkannya,” kata Valerie.


“Jangan!” teriak Ny. Grace, dia terkejut bukan main.


Bagaimana kalau bayi itu digugurkan? Mending kalau Earlangga punya anak lagi dair gadis lain, kalau tidak? Tururan Joris akan terputus dan seluruh harta kekakayaannya akan jatuh pada orang lain.

__ADS_1


Sean juga, ternyata sampai detik ini dia tidak juga punya anak lagi, hanya Earlangga satu-satunya. Bagaimana kalau ternyata Earlangga memang tidak bisa punya anak lagi? Meskipun dia tidak suka pada ibunya, dia harus mempertahankan bayi itu dan membawanya masuk kedalam keluarga Joris tanpa Earlangga tahu kalu bayi itu adalah darah dagingnya.


Valerie menatap Ny. Grace, dia bingung bukankah Ny, Garce tidak menyukainya? Kenapa melarangnya mengggurkan kandungannya.


“Kau teruskan kehamilanmu, sudah aku katakan tadi, kalau kau ingin menggugurkannya, lebih baik berikan bayi itu padaku,” kata Ny,Grace,


“Kenapa Nyonya ingin bayiku?” tanya Valerie, menatap Ny.Grace.


“Karena dia sudah terlanjur menggunakan nama Joris kalau sudah lahir nanti, bayi itu akan terdaptar jadi anaknya Earlangga. Aku tidak mau ada catatan keturunan Joris yang hidup miskin karena dia ikut dengan ibunya, kau mengerti kan maksudku?” jawab Ny.Grace.


Valerie diam sejenak.


“Iya saya mengerti Nyonya,” kata Valerie.


“Jadi, kau kan tidak mengingingkan kehamilanmu yang tidak ada pria yang bertanggung jawabnya, jadi berjanjilah padaku kau akan menyerahkan bayi itu setelah dia lahir,” kata Ny.Grace.


Valerie diam.


“Kau harus memikirkan Earlangga juga. Kasihan dia harus bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan. Dan sebaiknya kau jauhi Earlangga, jangan terlalu dekat karena kau akan sakit hati kalau kau jatuh cinta pada cucuku dan kau harus pergi meninggalkan rumah ini,” kata Ny.Grace.


“Kenapa Nyonya tidak menyuruh saya pergi sekarang? Menjauh dari Earlangga sekarang?” tanya Valerie, menatap Ny.Grace dengan keheranan.


“Kenapa harus menunggu saya melahirkan?” tanya Valerie lagi.


“Itu karena usia pernikahan kalian baru seujung kuku, itu akan membuat malu keluarga, apalagi orang orang tahunya Earlangga yang menghamilimu. kalau kau sudah melahirkan, kau bisa pergi tanpa anakmu,” kata Ny.Grace.


Valerie terdiam lagi.


“Asal kau tahu, jangan coba-coba mendekati Earlangga, karena aku tidak akan mengijinkan kalian bersatu. Aku ingin Earlangga mendapatkan istri yang sederajat dengan dia, “ kata Ny,Grace, terus terang, membuat hati Valerie terasa tertusuk tusuk duri.


“Kau mengerti kan? Kau tidak pantas untuk Earlangga. Setelah bayi itu lahir kau bebas mencari suami baru, dan tinggalkan Earlangga dan bayimu,” kata Ny. Grace.


Valeriepun diam.


“Aku beranji kalau untuk urusan bayimu, kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyiapkan Dokter spesialis kandungan yang khusus menangani kehamilanmu, semua kebutuhan bayi dalam kandunganmu akan aku urus, aku pastikan tidak akan ada kekurangan apapun, semua keperluan bayi itu terjamin. Hanya kau jangan lupa, berikan bayi itu setelah lahir, barulah kau menjalani kehidupanmu, kau tidak perlu mencari lagi bule-bule itu, biar bayi itu masuk keluarga Joris, karena sudah terlanjur masuk keluarga ini, kau setuju?” tanya Ny. Grace.


“Saya belum tahu Nyonya, akan saya fikirkan lagi,” jawab Valerie.


“Baiklah kau bisa memikirkannya. Aku akan memberikan nomor telpon Dokter kandunganmu. Itu adalah Dokter kandungan yang terbaik, aku ingin bayi itu lahir dengan selamat. Aku juga akan memberikanmu uang,” kata Ny. Grace.


“Uang? Uang untuk apa?” tanya Valerie.


Ny. Grace bangun dari duduknya dan menuju meja kerjanya, diambilnya sebuah amplop disitu, lalu kembali duduk disofa, memberikan amplop itu pada Valerie yang menerimanya dengan bingung.


**************


Readers, jangan lupa like ditiap bab


**************


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2