
Ny.Grace menghentikan langkahnya di depan Darren. Menatap pria muda itu dari atas sampai bawah.
“Aku mendengar percakapanmu dengan cucuku,” kata Ny.Grace. Barulah Darren tahu kalau wanita ini adalah neneknya Earlangga.
Darren hanya mengangkat alisnya tanpa menjawab.
“Sepertinya kau sedang membutuhkan uang,” ucap Ny.Grace. Langsung saja Darren bersamangat saat mendengarnya.
“Sepertinya ada yang ingin bekerjasama denganku,” kata Darren.
Ny.Grace menatap Darren.
“Kalau informasimu sangat bagus, aku bisa membayarmu dengan bagus,” ucap Ny.Grace.
Darren mengerutkan keningnya dan terus berfikir, sepertinya ini kesempatan baik untuk mendapatkan uang dengan mudah.
“Aku setuju, kebetulan sekarang aku sedang membutuhkan uang dan cucumu itu tidak mau memberikan aku uang,” kata Darren.
“Baik, aku akan memberikanmu uang, tapi aku ingin tahu informasi apa yang kau ketuhui tentang cucuku,” kata Ny.Grace.
Darren berjalan lebih dekat pada Ny.Grace, dia merasa senang akhirnya dia akan bisa membayar utangnya pada Tiger.
“Informasiku ini sangat penting Nyonya, jadi aku butuh uang yang lumayan banyak,” kata Darren.
“Tidak masalah, asalkan informasimu bermanfaat untukku,” kata Ny.Grace.
Darren malam tertawa.
“Tentu saja, ini adalah rahasia besar keluargamu!” kata Darren.
Ny.Graca terkejut dan menatap Darren, bagaimadi bisa bilang seperti
itu?
“Apa maksudmu?” tanya Nyonya Grace.
“Aku adalah saksi kunci kejadian di malam itu disebuah Club malam,” jawab Darren, membuat Ny.Grace terkejut.
“Kau? Apa kau yang merampas mobil sportnya cucuku?” tanya Ny.Grace, dia bebalik kasal pada pria itu yang sudah mengganggu Earlangga.
“Benar, ini mobilnya, aku sangat menyukainya!” kata Darren sambil menepuk-nepuk mobil itu.
Ny.Grace menatap Darren.
“Jadi apa yang terjadi di club malam itu?” tanya Ny.Grace.
“Tapi andaa berjanji akan membayar sejumlah uang yang aku minta kan? Aku butuh sekarang,” jawab Darren mulai jual mahal.
“Baik kau sebutkan angkanya, tapi aku ingin tahu kejadian detil malamitu,” jawab Ny.Grace.
Darrenpun menceritakan awal kejadian dia mengajak minum Earlangga dan teman-temannya demi mendapatkan mobilnya Earlangga sampai membawa Valerie ke club itu.
“Hanya itu? Kau membawa Valerie ke club itu?” tanya Ny.Grace.
"Itu belum selesai, Nyonya. Yang penting adalah sekarang Nyonya harus tahu kalau Ealangga membawa bermalam Valerie dalam keadaan tidak sadar,” jawab Darren, dengan senyum bangga, dia merasa informasinya sangat akurat. Tapi ternyata Ny,Grace diam saja.
“Kenapa Nyonya tidak terkejut?” tanya Darren.
“Aku sudah tahu itu, ternyata tidak ada informasi yang lebih penting,” kata Ny.Grace, membuat Darren terkejut.
__ADS_1
“Ini sangat penting Nyonya! Karena yang menghamili Valerie itu Earlangga dan dia sudah tahu soal itu,” kata Darren, barulah Ny,Grace terkejut.
“Apa maksudmu Ealangga sudah tahu kalau bayi yang dikandung Valerie adalah bayinya?” tanya Ny.Grace.
“Iya Nyonya, tapi pria itu tidak mau kalau Valerie tahu soal itu, dia mencintai Valerie, dia tidak mau Valerie meninggalkannya,” jawab Darren.
Ny.Grace terdiam, jadi ternyata Earlangga sudah tahu makanya dia berniat mempertahankan Valerie meskipun belum ada hasil tes DNA, dan Valerie tidak tahu soal itu?
“Darimana Earlangga tahu?” tanya Ny.Grace.
“Dia mencari informasi ke club, tentu saja aku yang memberitahunya, demi uang, tentu saja demi uang,” jawab Darren.
Ny.Grace menatap Darren.
“Jadi kau yakin gadis itu adalah Valerie? Dan kau mengatakannya pada Earlangga?” tanya Ny.Grace.
“Iya, karena malm itu di club aku yang membawakan gadis virgin pada dia dan teman-temannya,” jawab Darren.
“Valerie benar-benar tidak mengenali Ealangga?” tanya Ny.Grace, dia khawatir jangan-jangan Valerie juga menyadari kalau pria yang menghamilinya itu Earlangga makanya menolak perintahnya untuk memberikan bayi itu, dia ingin mengikat Earlangga, ini benar-benar tidak bias dibiarkan.
“Dia tidak sadarkan diri waktu itu,” jawab Darren.
Ny.Grace tidak menjawab lagi.
“Bagaimana Nyonya? Informasiku bagus kan? Aku minta transferan sekarang juga, “ kata Darren.
Ny.Grace menatap Darren.
“Jadi Earlangga tahu kalau yang bermalma bersamanya adalah Valerie dapat informasi darimu?” tanya Ny.Grace.
“Benar Nyonya,” jawab Darren.
“Ada yang harus aku lakukan? Tadi perjanjiannya hanya informasinya saja,” kata Darren.
“Aku akan membyarmu lebih besar jika kau mau malakukan apa yang aku suruh,” kata Ny.Grace.
Darren mengerutkan keningnya, sepertinya Nyonya ini tidak main-main,fikirnya.
“Baiklah, jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya Darren.
“Kau harus mengatakan pada Earlangga kalau kau membohonginya, jadi bukan Valerie gadis yang dibawanya malam itu,” jawab Ny.Grace,
Membuat Darren terkejut.
“Apa? Aku harus meralatnya?” tanya Darren.
“Benar, aku tidak mau cucuku tahu kalau bayi itu bayinya,” jawab Ny.Grace, dia tidak mau kalau sampai itu terjadi akan membuat Earlangga mempertahankan Valerie seperti keputusannya sekarang ingin terus memperistri Valerie.
Darren terdiam, jadi ternyata neneknya Earlangga itu tidak setuju dengan hubungannya Valerie dan Earlangga, tentu saja mereka memang tidak sepadan.
“Bagaimana cara meralatnya? Aku sudah menunjukkan fotonya Valerie, “ kata Darren.
“Itu urusanmu kau mau berdalih apa, yang pasti kau harus meralatnya,” kata Ny.Grace.
“Baiklah, asah aku mendapat bayaran besar tidak masalah,” jawab Darren.
“Dan satu hal lagi,” kata Ny.Grace.
“Ada apalagi? Ini bayarannya harus lebih banyak,” ucap Darren.
__ADS_1
“Aku akan membayar dua kalilipat dari yang kau pinta malah lebih kalau kau mau melakukannya,” kata Ny.Grace, membuat Darren bersemangat.
“Apa?” tanya Darren.
“Setelah kau mengau berbohong pada Earlangga, kau harus mengakui kalau kau yang menghamili Valerie,” jawab Ny.Grace.
“Apa? Kau gila! Itu artinya aku akan terikat pada dia dan dia akan merepotkanku nanti,” maki Darren.
“Itu yang aku inginkan, aku ingin kau membawa Valerie keluar dari rumah ini,” kata Ny.Grace.
Darren semakin terkejut lagi.
“Nyonya serius akan melakukannya? Dia sedang hamil anaknya cucumu,” kata Darren.
“Tentu saja. Dan kau tdak perlu khawatir, selama Valerie bersamamu, aku akan memberikan uang tunjangan tiap bulan sampai dia melahirkan,” kata Ny.Grace.
Darren terdiam mendengarnya, dia memutar otaknya apakah ini perjanjian sulit atau mudah? Masa dia harus membawa bawa Valerie?
“Aku ingin bayi itu jatuh ke tangaku, ibunya aku tidak butuh. Tugasmu selesai setelah Valerie melahirkan dan mendapatkan bayinya, jadi kau harus menjaganya supaya dia tidak kabur,” ucap Ny.Grace, dia berfikir jika Valerie tinggal bersama Darren itu akan menjauhkannya dari Earlangga dan tidak akan ada lagi yang membuat mereka semakin dekat.
“Nyonya, ini pekerjaan yang sulit, masalahnya aku harus bersama dengan wanita hamil itu!” keluh Darren.
“Tidak ada yang sulit selama bayannya besar, “ kata Nyonya, Grace.
Darren berfikir lagi, tapi dengan melakukan ini semua, dia hanya tinggal diam, berpoya-poya dengan temannya tapi mendapatkan uang yang banyak. Benar-benar sangat mudah, hanya saja, dia harus terus bersama Valerie, hah sangat merepotkan.
“Bagaimana?” tanya Ny.Grace.
Darren menatap Ny.Grace.
“Baiklah, aku setuju. Tapi sekarang aku butuh transferan sekarang juga,” kata Darren.
“Kau tidak perlu khawatir, yang penting kau harus mengerjakan pekerjaanmu dengan biak, dan rapih,” kata Ny.Grace, sambil mengeluarkan ponselnya.
“Berapa nomor ponselmu?”tanyanya. Darren langsung menyebutkan nomor ponselnya.
“Aku akan mentransfer uangnya, tapi ingat kau harus menyimpan rahasia ini rapat-rapat,” kata Ny.Grace.
Darren terdiam sejenak akhirnya dia mengangguk.
Lorena selesai menemani suaminya sarapan, diapun meninggalkan ruang makan sementara Sean kembali keruang kerjanya, Lorena menuju ke ruang depan untuk mengecek mobil yang akan digunakan Sean, apakah Pak Sobri sudah menyiapkannya atau belum.
Saat keluar dari pintu, dia melihat Ny.Grace berbicara dengan seorang pria yang tidak begitu jelas karena pria itu berdiri menyamping dan terhalang oleh Ny.Grace.
Mata Darren tertuju pada sosok yang keluar dari pintu rumah itu, membuat Ny,Grace juga menoleh kearah yang sama dan dia terkejut saat melihat Lorena ada depan pintu menatap kearahnya.
“Kau cepat pergi,” usir Ny.Grace.
Darren mengangguk lalu diapun masuk ke dalam mobil sport Earlangga itu. Tidak berapa lama moil itu melaju meninggalkan rumah itu. Ny.Grace kembali ke rumah, sedangkan Lorena masih terdiam diteras menatapnya.
“Ibu bicara dengan siapa? Bukankah itu pria yang menemui Earlangga tadi bukan? Kemana Earlangga? Sepertinya Earlangganya sudah pergi,” tanya Lorena keheranan.
“Iya, aku sudah memintanya untuk mengembalikan mobilnya Earlangga, aku heran kenapa cucuku membiarkan orang asing merampas mobilnya,” jawab Ny.Grace berbohong.
“Mungkin Earlangga ada alasan sendiri,” kata Lorena, tidak mau terlalu mempermasalahkan masalah pribadi putranya.
Ny.Garce tidak bicara lagi, dia masuk kedalam rumah dan memanggil-manggil Pak Sobri untuk menyiapkan mobilnya karena dia akan keluar.
*************
__ADS_1