Kontes Menjadi Istri Presdir

Kontes Menjadi Istri Presdir
CH-83 Tunangan Lorena yang menyebalkan


__ADS_3

Pria itu menuruni tangga lalu menghampiri Sean, menatap Sean penuh selidik.


“Kau siapa?” tanya pria itu.


Ditanya begitu Sean tidak langsung menjawab, fikirannya tertuju pada siapa pria itu.


“Kau siapa?” Sean malah balik bertanya, membuat pria itu tertawa sinis.


“Apa pedulimu tahu siapa aku? Kau kesini mau apa?” tanya pria itu dengan ketus.


“Aku mencari Lorena!” jawab Sean.


“Ada urusan apa kau dengan tunanganku?” tanya pria itu.


Mendengar kata tunangan tentu saja Sean sangat terkejut. Hanya beberapa hari saja Lorena pergi, kenapa sekarang sudah bertunangan?


“Kau tunangannya?” tanya Sean, hatinya langsung saja lesu.


“Kau siapa mencarinya? Kau pria hidung belang yang suka mengejar-ngejar gadis?” tanya pria itu lagi, masih berdiri menatap Sean.


Perkataannya membuat Sean kesal, enak saja dia di sebut pria hidung belang.


“Apa benar kau tunangannya?” tanya Sean, mencoba mengabaikan perkataan pria menyebalkan itu.


“Iya, memangnya aku terlihat seperti pria pembohong?” tanya pria itu lagi.


Sean terdiam, hatinya tetap tidak percaya Lorena sudah bertunangan dengan pria itu. Apa Lorena bisa begitu mudahnya melupakan dirinya? Dia sudah meminta Sam menyiapkan orang yang bisa menikahkan mereka tapi ternyata Lorena sudah bertunangan?


Tiba-tiba ada suara perempuan dari dalam rumah.


“Ada tamu siapa? Kenapa kau tidak menyuruhnya duduk?” teriak suara gadis itu.


Sean menoleh kearah suara, munculah gadis yang sangat dia rindukan itu. Dia langsung tersenyum melihatnya, tidak dengan Lorena yang terkejut dengan kedatangannya Sean.


“Sean!” panggil Lorena.


Sean langsung akan menghampiri Lorena, tapi pria itu menghalangi jalannya.


“Stop! Mau apa kau mendekati tunanganku?” tanya pria itu, membuat Sean kesal.


“Aku tidak percaya kau tunangannya!” bentak Sean. Pria itu langsung tertawa.


“Aku tidak butuh kau percaya atau tidak, aku harus tahu apa keperluanmu datang kesini?” tanya pria itu, menatap Sean.


“Aku akan mengajak menikah Lorena hari ini juga!” jawab Sean, membuat Lorena terkejut mendengarnya. Pria itu kembali tertawa.


“Kau kurang kerjaan, datang-datang mengajak tunanganku menikah?” kata pria itu, tersenyum sinis.


“Kalian baru bertunangan, belum menikah kan? Aku akan menikahinya sekarang juga,” kata Sean, dengan tegas, menatap pria itu dengan tajam.


“Menikahinya? Enak saja kau menikahi tunangan orang! Pergi sana!” usir pria itu.


“Aku akan pergi setelah menikahi Lorena!” kata sean.


“Kau benar-benar keras kepala!” gerutu pria itu.

__ADS_1


Sean menggeser kakinya ke sebelah kiri ingin melihat Lorena tapi pria itu menghalangi jalannya lagi.


“Kau tidak boleh dekat-dekat! Katakan saja dari sini!” kata pria itu, membuat Sean semakin kesal saja.


“Sayang!” panggil Sean pada Lorena yang ada dibelakang pria itu.


“Sayang! Aku kesini akan mengajakmu  menikah. Sam dan Laura sedang mencari orang untuk menikahkan kita hari ini juga,” kata Sean.


Lorena terkejut bukan main mendengarnya.


”Kau bicara apa?” tanya Lorena, dia akan emndekat tapi pria itu bicara lagi.


“Tetap disana sayang, kau tidak boleh dekat-dekat dengan pria hidung belang ini!” kata pria itu.


Sean kembali menatap pria itu, dia kesal disebut pria hidung belang terus.


“Aku bukan pria hidung belang! Aku hanya mencintai Lorena, dan aku akan menikahinya, apa kau tidak dengar?” bentak Sean dengan keras.


Ingin rasanya Sean memukul pria itu kalau tidak memikirkan dia tidak mau membuat keributan di rumah ini karena dia ingin menikah dengan Lorena.


“Kau berani membentak-bentakku!” umpat pria itu dengan sebal. Sean tidak menghiraukannya, memiringkan kepalanya melihat Lorena.


“Sayang! Menikahlah denganku! Aku ingin bertemu dengan orang tuamu sekarang, aku akan mengajakmu menikah hari ini,” kata Sean.


“Hei, sudah aku bilang Lorena tunanganku, kenapa kau terus ngotot mau menikahinya?” bentak pria itu.


“Griss, sudah cukup, jangan menggangunya lagi!” kata Lorena pada pria itu.


Lorena manarik tangan pria yang dipanggil Griss itu supaya menjauh.


“Tapi sayang!” protes pria itu.


Sean langsung meraih tangannya Lorena, tapi pria itu menepiskan tangannya.


“Jangan pegang-pegang, kau bicara disini saja di depanku, aku ingin tahu kau akan bicara apa.” kata pria itu, lagi-lagi membuat Sean sebal.


Lorena menatap Sean begitu juga dengan Sean.


“Kau mencariku?” tanya Lorena.


“Iya, aku akan mengajakmu menikah hari ini,” jawab Sean.


Lorena terdiam, masih menatap matanya Sean.


“Maaf aku tidak bisa menikah denganmu,” jawab Lorena.


“Kenapa?” tanya Sean. Lorena tidak langsung menjawab, Sean langsung mendahului.


“Karena kau bertunangan dengan pria ini? Hanya beberapa hari kau pulang kau langsung bertunangan dengan pria ini? Kenapa kau melakukan itu padaku?” tanya Sean dengan hati yang kecewa. Dia sudah berjuang keras supaya Lorena mencintainya, kenapa Lorena begitu mudahnya bertunangan dengan pria lain?


“Tentu saja karena Lorena mencintaiku!” jawab pria itu, yang melipat kedua tangannya di dadanya, berdiri dipinggir antara Lorena dan Sean.


Sean langsung menoleh pada pria itu.


“Lorena mencintaiku! Kau pasti sudah memaksanya!” umpat Sean.

__ADS_1


“Tapi kenyataannya memang begitu!” kata pria itu.


Tiba-tiba ada suara perempuan turun dari tangga.


“Sayang, ada tamu siapa? Kenapa hanya berdiri saja? Bawa tamunya duduk!” kata suara itu.


Sean melihat keatas tangga, muncullah seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat sangat cantik, Sean menebaknya itu pastilah ibunya Lorena, karena raut mukanya mirip juga warna rambutnya.


“Nyonya! Apakah anda ibunya Lorena?” tanya Sean, langsung saja bertanya pada wanita yang sedang menuruni tangga itu.


Wanita itu menatap Sean dan berjalan mendekat.


“Kau siapa?” tanya wanita itu.


“Aku, namaku Sean Joris, Nyonya. Aku kekasihnya Lorena!” jawab Sean, langsung mengulurkan tangannya pada wanita itu.


“Kekasih?” wanita itu tampak terkejut, dia menerima uluran tangannya Sean. Menatap pria itu dari atas sampai bawah, pria yang sangat tampan, fikirnya. Lalu menoleh pada Lorena.


“Sayang kau tidak bilang kalau kau punya kekasih.” Wanita itu menoleh pada Lorena.


Lorena akan menjawab, tapi Sean lagi-lagi memotong.


“Aku datang kesini ingin melamar Lorena, aku akan menikahinya hari ini juga,” jawab sean, membuat wanita itu terkejut lagi.


“Menikah? Kau mengajak putriku menikah hari ini juga?” tanya wanita itu yang ternyata ibunya Lorena.


“Benar, Nyonya. Asistenku dan Laura sedang mencarikan orang untuk menikahkan kami. Aku mohon restui kami, aku sangat mencintainya, aku ingin membawanya pulang sebagai istriku,” kata Sean blak-balakan.


Tiba-tiba pria tadi memotong lagi.


“Tidak bisa begitu, kau harus ijin dulu padaku!” kata pria itu.


“Aku tidak perlu ijin darimu!” bentak Sean pada pria itu, lalu menatapnya dengan tajam.


“Aku tidak peduli kau tunangannya Lorena! Asal kau tahu Lorena adalah kekasihku, aku akan menikahinya sekarang,” kata Sean dengan tegas, dia benar-benar tidak peduli pada pria itu.


“Tunangan? Tunangan siapa?” tanya ibunya Lorena lagi, semakin terkejut lalu menatap pria itu yang kini tampak garuk-garuk kepalanya.


Wanita itu langsung memberengut menatap pria muda itu.


“Griss, tidak baik mengganggu tamu adikmu,” kata ibunya Lorena.


Mendengar ibunya Lorena menyebut adik, Sean sangat terkejut, diapun menoleh pada pria itu yang tampak masabodoh padanya.


“Dia kakakku, Grissham,” ucap Lorena mengerti keheranannya Sean.


Sean langsung menoleh pada Lorena, lalu pada pria itu. Hatinya kesal bukan main, jadi kakaknya Lorena mengerjainya? Membuatnya sebal saja.


“Aku tidak tahu kau punya kakak, bukankah di wawancara itu kalau tidak salah kau mengatakan anak tunggal?” tanya Sean.


“Tidak semua yang diwawancara itu benar, aku tidak mau banyak pertanyaan tentangku, aku banyak menyembunyikan identitasku, maaf,” jawab Lorena.


Seanpun terdiam, tapi hatinya menjadi lega sekarang, ternyata Lorena tidak bertunangan dengan pria itu, tapi pria itu adalah kakaknya dan kakaknya itu pria yang menyebalkan, sepertinya tidak akan mudah menikahi Lorena hari ini juga.


*************

__ADS_1


 


 


__ADS_2