Kontes Menjadi Istri Presdir

Kontes Menjadi Istri Presdir
CH-70 Pemenang hati Presdir


__ADS_3

Lorena masuk ke toilet, dia membuka tasnya mau mengambil baju gantinya. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam toilet. Lorena menoleh pada orang yang datang itu, ternyata Bela dengan membawa sebuah kantong ditangannya.


“Kau akan berganti pakaian?” tanya Bela pada Lorena.


“Iya,” jawab Lorena sambil mengeluarkan baju gantinya.


“Itu artinya kau akan gugur, ini lomba yang terkahir,” kata Bela lagi.


“Iya, tidak apa-apa aku tidak lolos juga,” kata Lorena.


“Tapi sayang kau tidak lolos dengan cara yang seperti ini,” ucap Bela.


“Tidak apa-apa,” jawab Lorena. Dia sudah menyerah dan tidak akan ikut lomba lagi.


“Kau harus menang,” kata Bela.


“Kenapa?” tanya Lorena, menatap Bela.


“Kau benar-benar tidak ingin ikut kontes lagi?” tanya Bela.


“Tidak, aku tidak menyukai pak Sam,” jawab Lorena.


“Bukan Sam,” ucap Bela.


“Bukan Sam apa maksudmu?” tanya Lorena, menatap Bela dengan keheranan.


“Sean Presdirnya, bukan Sam!” jawab Bela.


Mendengar jawaban Bela, Lorena sangat terkejut.


“Apa maksudmu Sean Pressirnya?” tanya Lorena.


“Yang mencari istri bukan Sam, tapi Sean, kau harus menang atau kau akan kehilangan kekasihmu,” jawab Bela.


Lorena mengerutkan dahinya, jantungnya mendadak berdebar kencnag dan hatinya gelisah. Ada apa ini?


“Nisa sengaja melakukannya, dia ingin kau kalah, karena dia tahu Presdir yang mencari istri itu bukan Sam tapi Sean,” ucap Bela.


Bagaikan disambar petir Lorena mendengar perkataannya Bela itu. Jadi ternyata keanehan keanehan yang dirasanya ini benar? Ternyata Sean adalah Presdirnya? Itulah kenapa Sean memintanya untuk mengikuti kontes terus. Apa saat dia pulang kampung juga sebenarnya Sean mengejarnya supaya dia tetap ikut kotes karena sebenarnya.. sebenarnya Sean sudah menyukainya saat itu. Makanya dia mengikutinya  ke pesta topeng itu juga, dan sekarang, meskipun dia sudah menyatakan cinta dan ingin melamarnya tapi Sean masih ingin dia lolos kontes karena pemenang kontesnya akan menikah dengannya?


Bela menyodorkan kantong yang dibawanya.


“Ini baju pengantin bekas ibuku dulu, mungkin kau mau memakainya. Kau tau, menyewa baju pengantin bagus sangat mahal,” ucap Bela diakhiri tawanya.


Lorena terkejut mendengarnya, dia menatap Bela.


“Aku tahu Nisa melakukannya sengaja dan…aku memang berteman dengannya tapi aku terpaksa berteman dengannya karena dia sangta popular meskipun sebenarnya aku tidak suka dengan perilakunya, ya..kau mengertilah..” ucap Bela lagi.


Lorena menerima kantong itu, dia masih menatap Bela.


“Kalau kau mau tampil kau bisa memakainya jika tidak, terserah kau saja. Karena sebenarnya tujuan kontes ini bukanlah siapa yang memenangkan lomba tapi siapa yang memenangkan hatinya Presdir. Kau sudah memenangkan hatinya Sean, jadi kau tidak boleh kalah,” ucap Bela lagi panjang lebar.


Lorena semakin tidak bisa bicara saja lagi. Dia tidak menyangka kalau ada peserta yang peduli dengannya., padahal dia sama sekali tidak mengenal Bela.


“Aku akan ke stage sekarang,” Bela membalikkan badannya mau meninggalkan toilet. Lorena memanggilnya.


“Terimakasih,” ucap Lorena. Bela tidak menjawab, dia cepat cepat keluar dari toilet itu.


Lorena menatap kantong itu. Dia masih bingung, apa yang harus dilakukannya? Ternyata yang menyelenggarakan kontes ini adalah Sean. Sean yang sedang mencari istri, bukan Sam. Dari kejauhan terdengar suara memanggil peserta lagi, memangil-manggil namanya.


Sean yang sedang duduk memperhatikan para peseta di atas panggung merasa gelisah karena Lorena dipanggil panggil MC tidak muncul juga. Diapun menoleh pada Sam.

__ADS_1


“Sam, ada apa dengan Lorena? Kenapa dia tidak muncul muncul di stage? Apa dia tidak datang?” tanya Sean.


“Aku tidak tahu, seharusnya tadi aku mengajaknya berangkat bersama,” ucap Sam.


“Aku tadi ada perlu dulu ke toko perhiasan,” jawab Sean.


Lagi-lagi peserta memanggil lagi Lorena.


“Apa pesertanya sudah habis?” tanya MC 1 pada MC 2.


“Mungkin memang sudah habis, mungkin pesertanya tidak jadi datang,” jawab MC 2.


“Baiklah kalau begitu hadirin semua, ternyata seluruh peserta sudah tampil, “ ucap MC 1, diangguki MC 2.


Sean menoleh pada Sam.


“Sam, aku harus melihat ke backstage, aku penasaran kenapa Lorena tidak tampil?” tanya Sean dengan gelisah.


Dia akan  beranjak dari duduknya, bersamaan dengan matanya menatap seseorang yang muncul dipintu stage, gadis yang akan dicarinya muncul disana.


MC 2 yang melihat kedatangan Lorena terkejut.


“Ternyata masih ada satu lagi pserta!” seru MC 2.


“Dan inilah peserta terakhir, Lorena Ayala!” sambut MC 1. Diiringin tepuk tangan riuh hadirin.


Sean tersenyum melihat kehadirannya Lorena, hanya dia merasa bingung, kenapa Lorena memakai baju pengantin luar daerah, sedangkan yang dia tahu baju-baju pengantin yang diperlihatkan toko kemarin bukan gaun gaun daerah. Tapi dia tidak terlalu memperdulikan hal itu, yang pening Lorena sudah hadir, hanya itu saja.


Diapun kembali duduk disamping Sam. Bibirnya terus tersenyum menatap gadis itu tampil.


“Kau tahu Sam,” ucapnya pada Sam tanpa menoleh, matanya menatap pujaan hatinya itu


“Apa?” tanya Sam tanpa menoleh.


“Aku sudah tahu, kau tidak perlu mengatakannya lagi,” kata Sam. Diapun melirik temannya juga bosnya itu. Dia merasa senang akhirnya Sean menemukan gadis yang dia sukai. Ternyata kontes ini meskipun sangat melelahkan tapi tidak sia-sia.


Nisa tampak kesal dengan kehadiran Lorena, dia heran kenapa Lorena ternyata masih bisa juga tampil, entah darimana dia mendapatkan baju pengantin itu.


Indri terlihat senang melihat Lorena tampil juga teman-temannya. Meskipun ini adalah kontes dan mereka bersaing, tapi mereka sportip siapaun hasil pemenangnya nanti.


Kini Lorena berdiri bersama peserta yang lain, mereka akan mengumumkan pemenang lomba terakhir ini adalah 5 pemenang. Yang hasilnya akan diumumkan 2 hari lagi, pemenangnya akan menikah dengan Presdir dan bagi yang kalah akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai.


Semua orang tampak tegang siapa saja yang masuk 5 besar itu. Tibalah saatnya MC 1 dan MC 2 mengumumkan pemenagnya.


“Untuk pemenang top 5 adalah..” ucap MC 1.


“Peserta nomor urutan 43!” sebut MC 2. Para peserta tampak celingukan melihat nomornya sendirt. Terdengar teriakan dari salah satu peserta, ternyata Evi.


“Ternyata kau masuk,” gerutu Indri manatap Evi saat Evi berjalan maju ke depan. Evi hanya mencibir ke arahnya lalu tertawa.


“Kemudian peserta nomo 27!” lanjut MC 2. Lagi-lagi teriakan terdengar disalah satu peserta, ternyata sekarang Salsa yang dapat.


“Kau juga masuk?” keluh Indri lagi saat Salsa melewatinya, lagi-lagi Salsa mencibir. Hati Indri menjadi lesu, ternyata dia tidak bisa menikah dengan Presdir Sam. Tapi saat MC menyebutkan peserta yang ke 3, diapun bersorak, ternyata nomornya disebut.


“Selanjutnya peserta nomor 28!” teriak MC1.


Hati Indri benar benar senang, akhirnya dia masuk 5 besar juga. Dan saat peserta selanjutnya disebut, dia langsung memberengut, ternyata peserta yang mengotori bajunya Lorena juga masuk, gadis itu berdiri disampingnya, Indir langsung mendelik sebal saja pada gadis yang tersenyum lebar itu.


“Huh!” umpat Indri. Nisa tidak peduli dengan reaksi Indri yang penting dia sudah masuk kandidat pemenang kontes. Dan dia yakin dia yang akan menjadi pemenangnya. Diapun tersenyum dengan penuh percaya diri, tapi senyumnya hilang saat disebut peserta yang terakhir dengan nomor 47, Lorena Ayala yang muncul terakhir.


Nisa langsung memasang wajah cemberut, dia kesal bukan main kenapa Lorena masuk 5 besar? Gagal sudah usahanya selama ini!

__ADS_1


Lorena berdiri disamping Nisa, dia tidak menyangka dia akan masuk  5 besar dan itu artinya dia salah satu kandidat yang akan menikah dengan Sam, bukan Sam tapi Sean. Tapi bagaimana kalau keputusan akhir pemenangnya adalah bukan dirinya? Apakah Sean akan menikah dengan 4 peserta ini? Bukankah seharusnya dia kalah saja? Atau mengundurkan diri? Sedang banyaknya pertanyaan muncul dibenaknya. Tiba-tiba MC  mengumumkan sesuatu.


“Selamat  buat pemennag Top 5, Pemenang kontes ini akan diumumkan 2 hari lagi!” seru MC 1.


“Dan acara fashion show malam inipun berakhir, kita sambut artis artis kita malam ini…”


“Tunggu tunggu, “ potong MC 2.


“Ada apa?” tanya Mc1.


“Ada permintaan dari panitia beberapa menit saja yang akan disampaikan di stage!” jawab MC 2.


“Siapa?” tanya MC1.


Suasana tampak hening saat Sean tiba-tiba muncul di stage. Semua mata memandangnya dengan penasaran. Terutama Sam, dia heran perasaan tadi Sean duduk disampingnya kenapa sekarang ada diatas panggung?


“Asisten Sean, kau ingin menyampaikan sesuatu?” tanya MC1.


MC 2 memberikan mic nya yang segera diambil Sean.


“Iya,” jawab Sean.


Lorena yang melihat Sean berdiri disana, keherenan, mau apa Sean diatas panggung?


“Kau mau menyampaikan apa?” tanya MC1.


“Aku ingin bicara dengan Lorena Ayala,” jawab Sean, membuat semua orang terkejut, termasuk Sam. Dia menurunkan satu kakinya yang tadi menopang dikaki yang lain.


Apalagi Lorena yang disebut namanya, tambah terkejut saja, menatap Sean yang menoleh kearahnya.


“Lorena Ayala! Silahkan!” panggil MC1.


Lorenapun berjalan kedepan, berhadapan dengan Sean. Dia bingung, mau apa Sean bicara denganya diatas panggung itu?


Kini mereka berdiri berhadapan. Lorena menatapnya.  Menatap pria tampan yang ada didepannya itu yang selama ini dia anggap asistennya Sam ternyata sebenarnya dia adalah Presdirnya.


“Aku tidak mau menunggu lagi,” ucap Sean.


Lorena terdiam, semua orang dalam ruangan itupun diam.


Sean menatap gadis yang ada didepannya itu.


“Sebelumnya aku ingin mengatakan dari dalam lubuh hatiku yang paling dalam,  kalau aku sangat mencintaimu,” ucap Sean. Para hadirin sangat terkejut mendengarnya, tapi mereka tidak berteriak, mereka antusias mendengarkan apa yang akan dikatakn pria itu selanjutnya.


Lorena menatap mata pria itu. Ada haru dihatinya, mengingat apa yang dilakukan pria itu untuk membuatnya menang dikontes ini.


Tiba-tiba Sean berjongkok dan mengeluarkan sebuh kotak cincin, mulailah terdengar riuh penonton. Sam sampai terkejut melihatnya.


“Maukah kau menikah denganku?” tanya Sean.


Lorena benar-benar terkejut mendengarnya, jadi Sean sekarang sedang melamarnya? Dilihatnya kotak yang terbuka itu. Dia terkejut karena disana ada cincin yang dia pesan ditoko tadi, yang mengherankan adalah katanya cincin itu selesai seminggu, tapi ternyata cincin itu sekarang ada pada Sean. Jadi itu alasannya kenapa saat keluar dari toko perhiasan itu Sean kembali bicara dengan pemilik toko?


Lorena menatap pria itu, dia sangat terharu dengan perhatian pria itu. Apalagi dia ternyata seorang presdir, dia pernah memperlakukannya seenaknya tapi pria itu tidak patah semangat untuk mengejar cintanya.


“Aku tidak tahu harus memberikan apa untukmu, aku hanya ingin kau mau menikah denganku,” ucap Sean, menatap Lorena yang berdiri didepannya.


Penonton begitu begitu ribut berteriak teriak.


“Terima! Terima! Terima!”


Sam saja sampai deg degan menanti apa jawabanya Lorena.

__ADS_1


Lorena malah menatap Sean belum menjawab juga. Hadirin semakin tidak sabar saja dengan jawaban gadis itu.


**************


__ADS_2