KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
99. RAHASIA KELAM MASA SILAM


__ADS_3

" Itu jalan satu satunya kalau kau ingin lepas dari mereka " Ucap Romi



" Kau pasti sudah mengerti bagaimana sifat orang orang kaya itu. Apalagi Papa Yoga , kau sudah cukup mengenalnya dengan baik bukan "



Kristy tertegun. Ia sesaat mempertimbangkan usulan Romi itu. Benarkah ia harus menggugurkannya ? Anak darah dagingnya sendiri? Padahal ia dan Yoga dulu begitu mengidamkan nya. Sanggupkah ia melakukannya ?



" Yoga sudah tahu kau hamil atau belum ?" tanya Romi .



" Cuma aku yang tahu " kata Desi



" Bagus..itu lebih baik. Jangan sampai dia tahu . Kau gugurkan anak itu dan pergilah sejauh jauhnya dari sini. Jangan sampai mereka menemukanmu. Hidupmu dalam bahaya kalau kau tetap di sini. juga anak kembar mu "



" Apa hubungannya dengan hidupku dan anak anakku ?" tanya Kristy cepat



" Percayalah padaku. Kalau kalian tak segera pergi dalam waktu dekat ini kalian pasti mati "



Kristy dan Desi begitu terperanjat mendengar ucapan Romi itu. Benarkah orang orang kaya itu sekejam itu ? Bahkan Membunuh sekalipun... Mereka bisa melakukan itu ? Benar benar tak bisa di percaya.



" Jangankan kau yang tidak direstui.. Yang direstui saja bisa kehilangan nyawanya.. Apalagi kau yang tidak ada nilai di matanya.. nyawamu dan anak anakmu tak ada artinya sama sekali "


' 🎢🎢🎢'


Suara hp terdengar dan bergetar di tangan Romi. Romi cuma menghela nafas panjang karena ia tahu siapa yang menelponnya.



Ia kemudian berbalik dan melangkah menjauh menerima panggilan tersebut.



" Ya Tuan Besar "



" Cepat balik .Kita kembali ke Jakarta "



" Baik Tuan Besar "



Sesudah itu Romi menutup telponnya dan kembali ke tempat Kristy dan Desi yang masih shock mendengar penuturannya.



" Nih " ucap Romi sambil memberikan sebuah kartu ATM pada Kristy.



" Gunakan kartu itu. Password nya 6 enam kali. Saldonya cukup untuk hidup mu dan anak anakmu. Aku akan mengisinya lagi nanti. Juga... aku akan menyuruh anak buah ku mengambilkan dompet dan dokumen dokumen penting mu. Kau pergi saja bersama anak kembar mu. Sejauh mungkin "



" Aku tidak mau menerima uang dari orang itu ! " tegas Kristy



" Itu uangku....Dan lagi kau tak memegang uang sepeser pun bukan. Apa kau mau jadi gelandangan ? Pikirkan anak kembar mu..."



Kristy tak mampu menjawab.



" Aku hanya bisa membantu mu sampai ini. Selanjutnya terserah kau. Ingat kata kataku baik baik...Jangan pernah berhubungan dengan Yoga lagi . Hilangkan semua hal yang berhubungan dengannya . Anggap kau tak pernah mengenal Yoga...Anggap dia tak pernah ada di hidupmu "


__ADS_1


Kristy dan Desi terdiam seribu bahasa. Hanya air mata Kristy yang mulai jatuh berderai mewakili jeritan pilu hatinya. Sedih dan pedih. Yoga adalah satu hal terindah yang pernah di milikinya. Kebahagiaan terbesarnya. Namun juga menyakitkan. Menorehkan luka yang terdalam di hatinya.



" Kenapa kau mau membantu Kristy ?" tanya Desi yang penasaran dengan Romi yang merupakan tangan kanan Guntoro.



" Hanya kasihan saja " jawab Romi singkat.


Dan kemudian iapun berlalu pergi meninggalkan keduanya.


.


' Sebenarnya...tidak...Aku melakukan itu untuk menebus kesalahanku. Waktu itu aku tak bisa melindungi Bulan.. tak bisa menyelamatkannya...'



Romi mengingat kembali kisah masa lalu kelamnya. Saat itu ia sedang bersama Ryan teman dekatnya yang berprofesi sebagai seorang sniper di sebuah angkatan militer.



Mereka sudah saling mengenal dekat sejak kecil. Bahkan sejak SD. Mereka bertetangga. Ryan berasal dari keluarga tidak mampu namun karena ia anak yang cerdas dan fisiknya bagus dengan perawakan tinggi dan jago bela diri , Guntoro menyekolahkannya. Membiayai semua pendidikannya hingga berhasil masuk ke sekolah militer dan menjadi pasukan khusus dengan keahlian sebagai sniper.



Untuk membalas budi pada Guntoro , ia mau saja di suruh melakukan apapun oleh Guntoro. Termasuk menghilangkan nyawa orang orang yang mengusik Guntoro dan merekayasa nya seolah itu sebuah kecelakaan. Guntoro pun memiliki kaki tangan pejabat yang tinggi sehingga mudah menyelesaikan tiap permasalahannya.



Dan sesudah tugasnya terselesaikan gelontoran dana masuk ke rekeningnya. Karena banyaknya uang yang di dapatkan Ryan menutup mata hatinya. Apapun perintahnya , ia melaksanakannya. Toh ia juga bebas karena semua sudah di rapikan oleh Guntoro.



" Kali ini kau dapat tugas apa ?" tanya Romi saat mereka minum minum berdua di sebuah bar.



" Biasa... menghilangkan target "



" Saingan bisnis lagi ?"




" Ha ?... Siapa ?" tanya Romi penasaran. Padahal Guntoro sedang pergi ke luar negeri. Bagaimana dia bisa bilang ada wanita yang mendekati anaknya. Dan iapun juga tahu Yoga sedang dekat dengan siapa saja.



" Ini fotonya..Namanya Bulan "



Romi benar benar ternganga saat melihat wajah Bulan di foto itu. Bagaimana mungkin Bulan bisa menjadi target incaran Guntoro padahal Bulan adalah calon menantunya.



Mereka sudah bertunangan dan akan menikah saat Yoga lulus kuliah nanti. Dan lagi Guntoro nampak tidak keberatan dan merestui hubungan Yoga dan Bulan. Kenapa ia diam diam malah merencanakan untuk membunuhnya ?



" Tuan Guntoro bilang gadis itu wanita murahan..belum apa apa sudah mau di tiduri Yoga.. "



' Astaga...'



Romi shock. Ia yang saat itu sebenarnya juga menyukai Bulan , merasa benar benar tidak rela. Ia yang lebih dulu mengenal Bulan dan menyukainya. Dan sepertinya Bulan juga suka padanya. Namun saat ia mempertemukannya dengan Yoga , anak bos ayahnya dan langsung menembak Bulan. Bulan langsung menerimanya.



Ia kecewa benar benar kecewa. Ternyata perasaan Bulan padanya kalah dari Pesona Yoga si anak konglomerat. Perasaannya pada Romi hilang begitu saja .Ia memilih menerima cinta Yoga yang pasti bakal memanjakannya dalam geli\_mangan harta . Hingga ia menganggap Bulan sebagai cewek matre .



Bulan memang bukan anak orang yang terlalu kaya raya seperti Yoga tapi ia tergolong anak keluarga berada.



" Jangan lakukan Ryan.."


__ADS_1


" Hah? kenapa ?" tanya Ryan



" Gadis itu ...dia wanita yang ku cintai ,"



Ia memang kesal pada Bulan .Tapi untuk menghilangkan nyawa Bulan , ia sungguh tak rela. Karena jauh di dalam hati kecilnya ia masih menyukainya.


.


.


" Romi.. Kau temani Ryan . Ikuti Yoga dan Bulan . Mereka ke pantai " ucap Guntoro padanya



" Baik Tuan Besar " Romi tak sanggup menolak saat Guntoro memerintahkan itu padanya.



Mereka mengikuti Yoga yang berkencan dengan Bulan di pantai. Mengawasi semua gerak geriknya. Dari awal datang hingga kembali.



Romi mengemudi dan Ryan duduk di sisinya dengan membawa sebuah kotak . Entah apa isinya. Ryan sedang sibuk berbicara dengan seseorang di telepon.



Ia menjawabnya memakai headset bluetooth yang di selipkan di telinganya. Dan samar samar Romi mendengar pembicaraan mereka.



" Truk pasir dari arah utara 800 meter dari titik.. " suara samar itu terdengar jelas.



" Lokasi di terima " jawab Ryan.



" Rom..sedikit mendekat ke mobil Yoga "


kata Ryan. Romi yang tak mengerti maksud Ryan hanya mengikuti aba aba dari Ryan.


Romi begitu terkejut saat Ryan membuka kotak itu yang ternyata isinya adalah sebuah pistol yang lengkap dengan peredam suara nya.



" Sedikit ke kiri Rom.." kata Ryan lagi.



Romi hanya menurut saja dan melakukan sesuai instruksi. Ia hanya melihat saat mobil yang di tumpangi Yoga tiba tiba oleng dan dari arah depan terlihat sebuah truk pasir melaju .



Ryan melepaskan tembakan ke arah ban kiri mobil Yoga sehingga mobil oleng tersebut tersebut banting setir ke kiri . Yang kemudian berhenti dan menabrak ke sebuah pohon di pinggir jalan.



Romi tercengang. Ia tak bisa berkata apa pun saat ia menghentikan laju mobilnya dan langsung mendatangi mobil Yoga.



Ia benar benar shock saat mendapati mobil Yoga yang ringsek parah terutama di bagian kirinya. Dan yang paling mengejutkan adalah ia melihat ada sebuah sepeda motor dan juga pengemudinya terhimpit dengan tubuh hancur di sana. Dan juga sosok Bulan yang terhimpit dalam mobil ringsek itu dengan darah bercucuran.



" Bulan.. "Romi memanggil manggil namanya dan mendekati Bulan.



Bulan sesaat melihat Romi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Tanpa suara dan hanya sedikit gerakan lemah , dengan airmata kesakitan , bibirnya mengucap sebuah kata perpisahan.



" Ma ..af "



Romi tak bisa berkata apa apa .Hanya airmata nya saja yang jatuh mewakili kesedihannya kehilangan Bulan.



' Aku membunuhnya... Aku membunuh Bulan..'

__ADS_1


__ADS_2