KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
22. CINTA TAK HARUS MEMILIKI


__ADS_3

"Ini..." ucap Kristy sambil memberikan sebuah tas hitam kepadaku.Aku tau betul tas itu dan apa isinya karena itu adalah tasku sendiri yang kuberikan pada bibinya untuk kristy dan anak anaknya di hari terakhir perpisahan kami.


" Aku mengucapkan terima kasih atas niat baikmu Yog... Tapi aku tidak bisa menerimanya..." Aku terdiam sambil menatap Kristy.


" Aku tidak bisa menerima sesuatu dari orang lain yang tidak ada hubungannya denganku..."


'DEG' Ucapan kristy itu begitu mengena dihatiku.


Seolah menegaskan padaku kalau aku ini adalah orang asing di hidupnya dan harus menjaga jarak di antara kami .Dan itu benar...aku adalah orang asing untuk dia dan si kembar.


"Kau jangan tersinggung Yog...Aku menghargai niat baikmu yang bersimpati pada keluarga kami... Mungkin karena kita sama sama mengalami kehilangan orang yang kita cintai kau jadi ingin membantu kami... Tapi.. aku masih bisa bekerja... selama tangan dan kakiku masih bisa di gunakan..Aku akan berjuang sendiri melakukan yang terbaik untuk anak anak ku..."


Oh jadi begitu prinsipnya... benar benar wanita hebat..batinku.


KUKIRA dulu kristy itu terlalu sombong dengan harga dirinya yang setinggi langit dan bahkan sampai membuat Papaku kesal.Ternyata itu semua alasan dibalik ia menolak bantuan dari Papa.


" Tapi.. kau tetap boleh kemari kok...kau boleh menemui kami.. jika merindukan kami..


" Aku terbelalak mendengar ucapannya.


Rindu?..Apakah dia juga punya rasa rindu kepadaku sehingga menyuruhku datang lagi kemari.


"Ah..Maksudku..kalau kau merindukan si kembar..." Kristy membenahi kata katanya yang membuat aku sedikit kecewa.


Tapi anehnya dia nampak salah tingkah dengan pipinya yang seperti tomat .


Ah....dia...tersipu malu ..menggemaskan sekali.


"Baiklah" jawabku kemudian sambil tersenyum.Kristypun tersenyum.


Ya ampun senyumnya yang manis sekali.


Betapa lama aku tak melihat senyum di wajah cantik itu.


Selama beberapa bulan ini aku hanya bisa melihat dari jauh saja.Dan tadi jika si kembar tak memanggilku mungkin aku tidak akan pernah melihat senyum indah itu lagi.


"Tapi mungkin aku tak bisa sering kesini . Skripsi ku sudah selesai dan aku juga sudah lulus . Setelah itu paling aku akan bekerja "ucapku.


"Kau kerja?" ty kristy


" Sebenarnya orang tuaku sudah menyuruhku kembali dan bekerja membantu Papa . Tapi aku ingin di kota Surabaya ini saja. Kami juga punya anak perusahaan di sini..."


"Perusahaan apa?" tanya Kristy


"A.. Perusahaan makanan dan minuman kemasan... Expor impor..." Ucapku tak mau menyebut nama perusahaan papaku.


Aku takut Kristy akan tahu siapa identitas ku yang sebenarnya.


" ooo.."


" Bisma juga sudah dapat tawaran kerjaan tadi sewaktu kemari dia bilang padaku..."Aku mengangguk dan tersenyum.


" Di luar negeri lo..Australia...Minggu depan dia berangkat.."


Ya..Aku juga sudah tahu akan hal itu...Karena aku yang meminta tolong pada kak Romi . Aku ingin Bisma bisa hidup mapan dengan finansial yang kuat , agar kelak jika ia benar benar menjadi Papa baru si kembar , ia bisa membesarkan mereka dengan baik .

__ADS_1


Dan agar tidak ketahuan kalau aku yang membantunya, Kak Romi mengatur agar Bisma bekerja di cabang perusahaan Papa yang di luar negeri.


Aku memang masih menyukai Kristy . Tapi untuk bersama dengan dia itu sangat tidak mungkin. Makanya aku menuruti kak Romi.


Selama mereka bahagia dan baik baik saja itu sudah cukup buatku. Aku sudah merelakan jika kelak Kristy dan Bisma menikah.


ya...cinta tak harus memiliki...


******


Aku bersiap siap berangkat menuju ke tempat kerja dengan memakai setelan jas dan dalaman kemeja putih.Rambutku ku wax kebelakang agar nampak rapi.Tak lupa aku juga memaki sebuah dasi.Sepatukupun sudah disemir dan nampak berkilau.Bibi pelayan di rumahku yang sudah menyiapkan semua.Bi Ijah namanya.


"Sarapan dulu den Yoga..." ucap Bibi Ijah yang telah menyiapkan berbagai makanan di meja makan untuk sarapanku.


"Terima kasih Bibi .." Bibi tersenyum.


Aku duduk dan melihat menu yang disiapkan Bibi Ijah . Ada nasi goreng udang , ayam goreng , dan udang crispy , acar,telur dadar. Tanpa banyak protes aku segera menyantapnya.


Masakan Bibi Ijah ini memang enak...batinku.Aku selalu cocok dengan semua masakan buatannya.


" Tadi si Adul juga sudah menyiapkan kendaraannya . Aden jadi kan mau naik motor sportnya?" tanya Bibi Ijah.


"Iya .."


Aku memang memutuskan untuk naik motor saja daripada membawa mobil dan menjadi perhatian orang orang nanti.


Meskipun motor sport itu motor sport yang bermerk dan termasuk motor mahal yang hanya dimiliki orang yang cukup kuat finansial nya , tapi itu lebih baik daripada naik mobil sport lamborghini yang bakal membuat heboh orang kantor.


Aku segera berangkat menuju ke anak perusahaan Papaku . Tempatnya sekitar 30 menit dari tempat tinggal ku . Lumayan jauh juga...


Di sana terpampang sebuah papan nama raksasa bertuliskan nama "Pratama MANDIRI.co"


Aku bertanya pada satpam di pintu masuk dimana tempat kerja baruku.


" Pegawai baru mas?" Tanyanya.


"Iya pak " Jawabku.


" Mas pergi saja ke lantai 10 di bagian personalia.. Para pegawai magang yang baru masuk berkumpul di sana . Nanti semua akan dijelaskan manager penanggung jawabnya...Mas kerja di ruang apa lantai berapa , mereka yang mengaturnya "


Aku mengangguk dan kemudian melajukan motorku mencari tempat parkir.


Di basemen terparkir begitu banyak kendaraan mulai dari sepeda motor sampai mobil.Mobil dari yang standard menengah hingga mobil kelas mewah.


Wow...ternyata anak cabang perusahaan papa ini juga begitu besar tidak kalah besar dengan yang di pusat.


Aku mengagumi sendiri perusahaan Papaku karena baru sekali ini aku kemari dan melihatnya.


Aku melewati sebuah mobil mewah di parkiran itu.Dan seorang pria dewasa berumur sekitar 45an baru saja keluar dari mobilnya dengan wajah tak senang.


"Siapa orang itu?... Baru kali ini aku melihatnya " ucapnya bertanya pada sang sopir.


"Mungkin pegawai baru pak.."jawab sang sopir yang juga tidak tahu.


"Berani sekali dia melewati jalur parkir eksklusif dengan kendaraan berisik itu.." ucapnya kesal.

__ADS_1


"Apa dia tidak tahu kalau lewat sini dia harus mematikan mesin dan menuntun motornya...Sok gaya banget pakai motor kaleng begitu..."ucapnya meremehkan Yoga .


Yoga berkumpul di ruang personalia bersama beberapa pegawai baru.Saat itu sang manager sedang mengabsen mereka.


"Maaf Yog...aku tidak bisa langsung menempatkan mu menjadi CEO di sana karena kau masih belum tahu bagaimana dan cara kerja di sana. Papamu bilang kau harus belajar dulu . Jadi untuk sementara kau aku tempatkan di bagian Direksi keuangan. Kau pelajari dulu pelan pelan.. " kata Romi di telepon kemarin


" Ya kak...tidak apa.."


" Yoga Putra Pratama"


"Ya!..." Jawabku cepat saat namaku di panggil.


"Nanti kau pergi ke lantai 20 ruang 3..meja 4... ruang kerjamu di sana.."kata sang manager bagian personalia


" Tunggu.." Ucap seorang pria yang tiba tiba masuk ke ruang itu.


"Pak Hasbi..." ucap manager itu seraya membungkuk memberi hormat.


Sesudah itu ia mengenalkan pada semua orang diruang itu.


"Beliau ini adalah pak Hasbi ,Bapak CEO kita"


Ooo... jadi ini CEO nya... pemimpin perusahaan disini..batin Yoga...Pak kacab(Kepala cabang)?


"Kau...siapa namamu tadi?"tanya pak hasbi


padaku.


" Yoga pak" Jawabku.


"Mana datanya?" tanya pak hasbi meminta data pada bagian personalia.


"Tidak ada pak..Anak ini yang membawa Tuan Romi...Titipan "ucap sang manager pelan


Huh.. pantas saja belagu... jadi dia orang suruhan Romi..batin Pak Hasbi kesal.


"Dia di tempatkan dimana?" tanya Pak Hasbi lagi


"Direksi keuangan.."


Enak saja... Baru masuk sudah duduk manis di direksi keuangan . Mau mengawasi ku ya mata mata Romi sialan . Akan kuberi pelajaran kau bocah bau kencur...


"Kau ku tempatkan di bagian lain.."ucap pak hasbi kemudian.


"Tapi pak.."Manager nampak tidak setuju


Aku menatap wajah CEO itu..entah kenapa ia nampak tidak senang padaku.Bahkan tatapan tajamnya seperti terang terangan menunjukkan ketidaksukaan padaku.


Aku salah apa, kenal saja tidak.. batinku heran.


" Kau fresh graduate kan?"tanyanya .Aku mengangguk.


"Tidak ada orang yang langsung duduk manis tanpa merintis dari bawah . Jadi karena kau masih hijau dan belum berpengalaman , kau harus mulai dari bawah . Dan kerja pertamamu adalah di bagian pemasaran...dan kau ku tugaskan sebagai SALESMAN..."


Aku sangat terkejut mendengarnya . Salesman? Aku menjadi Salesman? Bukankah salesman itu pekerjaan paling bawah di perusahaan ini?Benarkah aku akan menjadi salesman di perusahaan milik orang tuaku sendiri?

__ADS_1


__ADS_2