KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
77. PENJAGA SO_NGONG


__ADS_3

Aku , Kristy dan kedua anak kami berangkat ke bandara dengan di antar Daren. Tentunya sesudah sarapan dan berpamitan kepada keluarga besar Raka.



Dan begitu sampai di Jakarta. Kami langsung check\_in ke hotel . Aku berencana menginap semalam lagi karena selain ke makam Bulan aku juga ingin berkunjung ke rumah keluarganya. Aku tidak memberitahu Kristy karena mungkin aku akan mampir ke rumah orang tuaku sendiri tanpa mengajak Kristy.



" Aku keluar sebentar ya.."



" Kemana Yog ?" tanya Kristy



" Hem.. cari pinjaman mobil " jawabku.



" Kalau kalian mau jalan jalan ..dekat sini ada mall. Nanti kau WA aku. Aku akan menyusul..."



" Ikut Pa.." kata Dafa dan Dafi



" Kalian sama Mama saja ya.. Papa cuma keluar sebentar kok.."



Kulihat keduanya nampak kecewa. Tapi mau bagaimana lagi , aku tidak mungkin mengajak mereka menemui keluargaku.



" Kalian sama Mama saja jalan jalan ya... kita main game di mall sambil beli mainan.." kata Kristy.



" Iya.. " jawab mereka dengan wajah kecewa.



" Aku pergi dulu ya Kris.." ucapku. Kristy mengangguk.



Kemudian aku segera melangkah pergi. Aku turun dengan lift dan langsung ke lobi hotel. Aku segera mencari taksi dan menuju ke rumah lama ku. Rumah keluarga besar ku yang tak begitu jauh dari bandara dan hotel tempat Kristy berada tadi.



Cuma beberapa menit aku naik taksi itu dan akhirnya sampai juga ke sebuah rumah megah , besar dan sangat luas. Bangunan indah yang seperti istana dengan desain yang begitu modern . Pintu gerbang raksasa dengan pintu gerbang yang begitu tinggi. Tepat di pintu masuk terdapat pos satpam. Beberapa orang penjaga berjas rapi ada di sana.



Aku kemudian segera turun dari taksi itu sesudah membayarnya. Seorang penjaga langsung mendekati ku saat aku melangkah mendekat ke pintu gerbang tersebut.



" Cari siapa ?" tanya pria penjaga bertubuh tinggi besar dengan wajah garang dan suara tak bersahabat dan berkacak pinggang.



' Ya Ampun ...baru datang seperti ini sambutannya?..Kak Romi ini apa tidak bisa cari penjaga yang kalem sedikit. Menyambut tamu kayak nantang bertarung ..Macam anjing herder begini..'



" Buka pintunya.."ucap ku.



" Katakan siapa kau dan apa keperluan mu..." katanya lagi.



" Kau tidak tahu siapa aku ?" tanya ku balik.



" Kalau kau tidak bilang mana aku tahu , bodoh ! " jawabnya.



" Sepertinya kau orang baru ya.. " ucapku.



' Ya..sudah 5 tahun aku tak kemari.. Mereka tidak tahu aku...Dan lagi wajah wajah penjaga ini semua wajah baru... tidak ada orang lama..Tentu saja mereka tidak tahu siapa aku.."



" Buka saja pintunya .Aku mau ketemu Tuan Guntoro dan Kak Romi.. "



" Kau pikir ini rumah bapakmu...Seenaknya saja , tolol..." katanya kasar.



" Kalau iya mau apa? " tanyaku. Dia tertawa dengan keras.



Hal itu mengundang perhatian penjaga yang lain. Mereka kemudian menghampiri ku dan rekan penjaganya.



" Kenapa? " tanya teman temannya.



" Orang ini ngaku anaknya Bos Besar...


hahaha.. " ucapnya sambil tertawa tawa.


" H A L U mu ketinggian.." sahut penjaga yang lain itu sambil ikut tertawa.



" Kalian pasti menyesal " ucapku sambil mengambil hp ku dan menghubungi seseorang.


__ADS_1


" Halo Kak Romi..."



Baru satu kata itu terucap tawa para penjaga itu langsung terhenti. Mereka mulai berwajah serius sambil berbisik bisik .



" Hei dia kenal Tuan Romi.."



" Bagaimana ini..." Mereka mulai panik. Karena Romi adalah sosok momok yang mereka takuti di sana.



" Halo Yog..."



" Kak... Bagaimana ini ...Saat aku mau pulang ..Aku tak boleh masuk rumah.. "



" Hah?! Kau ...Apa kau di sini..?" tanya Romi kaget.



" Apa aku balik saja ?" ucapku iseng



" Ha? Balik ? ...Tunggu.. Tunggu sebentar. Aku ke sana ! " ucap Romi sambil menutup telpon. Ia buru buru beranjak menuju ke tempat Yoga.



Sementara para penjaga itu mulai panik.



" Rasain kalian .. Lihat apa yang akan di perbuat Raja Singa itu pada kalian..." ucapku mengejek.



Keringat dingin mulai bercucuran di kening mereka. Sepertinya tamu yang mereka olok ini bukan orang sembarangan .



Tak lama kemudian sebuah mobil datang ke sana dan seseorang dengan wajah tak asing turun dari mobil dan menyuruh nya membuka pintu gerbang.



Para penjaga itu segera membukakan pintunya. Dan kemudian memberi hormat pada orang tersebut yang tak lain adalah Romi. Si Raja Singa.



" Kak Romi.." ucapku sambil tersenyum padanya.



" Yoga.. " Ucapnya tak percaya seraya langsung menghampiri dan memeluk ku.



" Ada angin apa ini.. Kau datang tanpa memberi kabar lebih dulu , tahu tahu sudah ada di sini... " ucap Romi senang sambil menepuk punggungku.




" Ayo masuk ke dalam.. "



" Tadi aku sudah hampir balik gara gara tak di ijinkan masuk.. Katanya ... Aku H A L U ..."ucapku menyindir penjaga tadi.



Para penjaga tadi yang nyalinya sudah menciut melihat Yoga akrab dengan Romi atasan mereka kian takut saat Romi berubah sinis sambil menoleh ke para penjaga itu.



" Idiot mana yang tidak mengenali Tuan Mudanya.. Sekarang maju..siapa yang melarang Yoga masuk tadi !!" ucap Romi dengan keras.



Para penjaga itu ternganga. Mereka benar benar tak menyangka sama sekali kalau orang yang mereka olok olok itu tadi ternyata adalah Tuan Mudanya.



Para penjaga itu ter\_cekam ketakutan. Karena mereka tahu siapa Romi dan bagaimana kalau dia mengamuk.



" A..Ampun Tuan.. Saya tidak tahu.. kalau Tuan ini adalah Tuan Muda.." ucap penjaga itu.



" Goblok !! " Ucap Romi kesal sambil melayangkan tinjunya ke muka penjaga itu. Dan sekali pukul ia langsung jatuh karena saking kerasnya.



" Bukankah aku sudah bilang kalau sewaktu waktu Tuan Muda kembali kalian sambut dengan baik...Kenapa malah seperti ini.. Kau bilang dia H A L U ?!... Dia ini anak Tuan Besar Guntoro.. Tuan Muda kalian !! "



Aku tersenyum simpul. Bukannya aku ingin sombong...tapi setidaknya bersikap baik dan hormatilah tamu . Bukan malah berkata kasar dan mengoloknya .



Mereka begitu terkejut mendengarnya. Namun sesaat kemudian segera memberi hormat .



" Maafkan kebodohan kami , Tuan Muda.."ucap mereka cepat.



" Enaknya ku pecat apa ku hajar saja idiot idiot bodoh ini.."



" Sudah Kak.." ucapku berusaha menenangkan Kak Romi. " Mereka mungkin tidak tahu wajahku.."

__ADS_1



" Padahal sudah ku beri perintah. . tidak mengindahkan.. bikin kesal saja.." Romi masih saja menggerutu.



" Papa ada Kak ?"



" Di Dalam...Ayo masuk " ucap Romi seraya mengajakku naik mobil dan menuju ke rumah megah yang cukup jauh dari gerbang itu.


.


.


.


"Papa... " ucapku senang saat melihat sosok Papaku yang sedang duduk di ruang tamu dengan sebuah koper besar .Sepertinya ia hendak bepergian.



" Yoga.." ucap Guntoro tak percaya saat melihat putra tunggalnya ada di hadapannya.



Aku memeluk Papa ku . Senang sekali rasanya bisa bertemu kembali dengannya setelah cukup lama tak bertemu.



" Mama mana ?" tanyaku sambil duduk di sofa ruang tamu mewah itu sambil menoleh mencari Mama ku.



" Mama mu pergi ke mall.. katanya mau belanja kosmetik tadi. Kau sih tidak bilang kalau mau kemari .."



" Aku mau ke makam Bulan Pa. Sudah 5 tahun aku tak ke sana..."



" Baguslah , kau memang harus ke sana. Temui keluarga Bulan juga. Ramon sering sekali menanyakan mu.." kata Papa menceritakan tentang keluarga Bulan. Ramon adalah Papa Bulan , calon mertuaku dulu.



" Papa mau pergi ?" tanya ku saat melihat koper besar yang ada di ruang tamu yang luas itu.



" Iya , mau ke Australi..."



" Ke tempat Bisma bekerja.." ucap Romi



" Bisma siapa ?" tanya Guntoro.



" Teman kampus Yoga dari Surabaya dulu Tuan Besar " jawab Romi.



Ia tetap memanggil Papa Yoga Tuan Besar meski ia adalah anak angkatnya. Karena Romi sadar , Guntoro mengangkatnya menjadi anak agar dia tetap setia menjadi pelayannya. Pelayan setia yang akan melayani Tuan nya seumur hidup seperti Ayahnya dulu.



" Sahabat ku Pa..Aku yang meminta Kak Romi mempekerjakan dia di sana " sahut ku.



" Ooo... Akan aku lihat kinerjanya nanti.." kata Guntoro.



" Tapi Tuan Muda di sini.. apa kita tetap berangkat ? " tanya Romi



" Kau di sini sebentar atau seterusnya di sini ?" tanya Guntoro.



" Satu hari Pa..Aku cuma mau ke makam Bulan terus balik lagi ke Surabaya "



" Ya sudah.. Aku ada pertemuan bisnis di Australi.. Kau temui Mama mu dulu sebelum balik. Aku harus segera berangkat juga ini.."



Papa memang orang sibuk dan gila kerja . Aku sering di tinggal sendiri di rumah bersama para pembantu saja. Dan aku sudah terbiasa dengan itu sejak kecil. Ia akan mengabaikan apapun saat mengurus kerjaannya. Bukan cuma Papa sih , Mama juga begitu.



" Oke Pa.. " ucapku.



Aku sedikit lega karena Papa ku pergi ke Luar negeri. Sedikit lebih aman saat aku bersama Kristy di Jakarta. Mereka tidak akan bertemu. Terlebih Kak Romi juga ikut. Tak ada yang akan mengawasiku..Haha..



" Aku mau ambil mobil Pa buat jalan jalan sebentar " kataku



" Bawa sesukamu " ucap Papaku yang kemudian bersiap siap untuk pergi dengan Kak Romi.


.


.


Sementara itu Kristy di mall sedang berjalan jalan dengan anak anaknya. Dafa dan Dafi yang berlarian tanpa sengaja menabrak seseorang hingga belanjaan orang itu jatuh berceceran.


Kristy segera membantu mengambil barang barang itu dan kemudian meminta maaf.



" Maafkan saya Nyonya.. Anak anak saya menjatuhkan belanjaan anda.." ucap Kristy sambil mengembalikan belanjaan orang itu.

__ADS_1



" Kau..." Orang itu begitu heran saat menatap Kristy. Kristy pun juga ternganga saat melihat wajah nyonya itu..


__ADS_2