
"Kris.. Minggu depan Louisa dan teman teman kantorku mau ke rumah kita.. Bisakah kau menyiapkan makanan untuk kami... dan mereka ingin Indonesian food..? "tanya Bisma. Ia berusaha bersikap biasa saja meski hatinya memendam kekecewaan yang mendalam pada Kristy.
"Tentu Bisma.. untuk berapa orang? "tanya Kristy
"10 orang "
" Oke "
" Kalau begitu aku berangkat dulu " kata Bisma seraya hendak masuk ke mobilnya. Kristy mengantarnya.
" Mom..Mom ...my..."
" Xavier sudah bisa bicara ? " tanya Bisma yang begitu terpukau melihat Xavier merangkak mengikuti Kristy yang mengantar Bisma.
" Iya... " jawab Kristy sambil tersenyum.
Bisma mengurungkan niat masuk ke mobil dan berbalik menghampiri Xavier. Ia mengangkat dan menggendong bayi yang kini tampak lebih tinggi ,besar dan memiliki pipi gembul . Ia sudah bisa merangkak dengan cepat dan mulai belajar bicara.
" Tapi baru beberapa kata.. dia sudah bisa memanggilku.. Mommy... Dafa dan Dafi yang mengajari nya.. katanya di sini semua temannya memanggil Ibunya Mommy ...jadi Xavier juga di ajari memanggilku Mommy.." Kristy bercerita dengan penuh senyum.
Bisma tersenyum .
" Kalau bisa memanggil Mamamu 'Mommy' .. coba panggil aku 'Daddy'... Ayo Xavier.. Bilang Daddy...Daddy...Dad...dy.." Bisma mencoba mengajari Xavier.
Kristy menatap Bisma . Sepertinya Bisma memang benar benar ingin menjadi Ayah Xavier.
" Katakan Daddy , Xavier... Dad..dy.."
" Dad.. Dad ..Dad..dy... "Xavier dengan terbata bata..
" Ya Ampun ...kamu hebat sekali Xavier . Anak Daddy keren.. " ucap Bisma begitu bahagia Xavier bisa mengucap kata Daddy .
Rasanya sesuatu banget. Ada rasa haru dan senang. Ia lalu memberikan sebuah ciuman di pipi Xavier dan kemudian mengangkatnya tinggi tinggi.
Xavier nampak ceria dengan tawa gembiranya dengan dua gigi depannya yang baru tumbuh. Kristy tersenyum melihat keduanya yang nampak bahagia dan saling menyayangi .
Xavier memang membutuhkan seorang Papa. Dan Bisma tidak buruk. Ia sangat menyayangi Xavier. Bisma pasti bisa menjadi Ayah yang baik untuk Dafa Dafi dan Xavier.
Dan ia pun juga harus belajar sedikit demi sedikit membuka hatinya untuk Bisma. Karena Yoga sudah tiada tak akan kembali lagi untuk selamanya. Ia harus merelakan Yoga sama seperti ia mengikhlaskan Raka.
Mereka masa lalu terindah di hidup Kristy. Sulit untuk menemukan suami yang baik seperti Raka dan Yoga. Namun menemukan pengganti yang mau menerima dirinya dan menyayangi ketiga buah hatinya itu juga tidak mudah. Dan Bisma adalah sebuah keajaiban.
.
.
.
.
Keesokan harinya. Di hari minggu yang cerah . Teman teman Bisma datang ke rumahnya . Kristy dan Bisma menyambut mereka dengan ramah. Teman teman Bisma kebanyakan bule bule lokal yang berasal dari berbagai daerah di Australia. Ada yang dari melbourne. Ada pula yang berasal dari new zealand dan sidney. Namun ada juga yang berasal dari Indonesia seperti mereka.
" Ayo masuk...langsung ke halaman belakang ya..Istriku sudah menyiapkan masakan indonesia di sana..."
kata Bisma.
Bisma meminta Kristy dan anak anaknya berperan sebagai anak dan istrinya untuk meyakinkan Louisa. Agar ia tidak mengejar ngejar cinta Bisma lagi.
Di halaman belakang , Dafa Dafi dan juga Xavier ada di sana.
__ADS_1
" Itu anak anakku..Dafa Dafi dan Xavier..."
" Wah...mereka kembar.."
" Hebat kamu Bis.. bisa punya anak kembar.."
" Mereka ganteng ganteng semua.."
Bisma dan Kristy tersenyum , teman temannya pada memuji putra putranya. Hanya Louisa yang nampak tak senang. Ia nampak kecewa ternyata Bisma benar benar sudah menikah dan bahkan mempunyai 3 anak laki laki.
" Mommy...Daddy.. " panggil Dafa dan Dafi sambil tersenyum
Kristy dan Bisma tersenyum dan melambaikan pada mereka.
" Nah..ini hasil masakan istriku..Kalian cicipi masakannya... "
" WOW...indonesian food.."
Mereka nampak terkagum kagum pada masakan yang di siapkan Kristy. Ada Rendang daging , Ayam bakar , Ikan bakar , chicken steak, Udang krispi dan cha kimchi / sawi putih dan tentunya dengan sambal cabai merah , sambal cabe hijau dan sambil udang tomat. Dan minuman es sirup dengan beraneka macam buah yang di tampilkan dengan begitu cantiknya.
Mereka menelan air ludahnya karena begitu tergiur dengan aneka makanan yang tampak enak dan menggoda itu.
" Ayo ..silahkan di makan.."Bisma dan Kristy mempersilahkan tamu tamunya untuk makan.
Semua segera bergegas mencicipi masakan Kristy. Tak terkecuali Louisa. Masakan Kristy terasa asing karena tidak biasa mereka makan. tapi rasanya memang sangat enak.
" Mantab ..." mereka memuji masakan Kristy yang begitu lezat.
" Rindu masakan indonesia terobati.." kata teman indo Bisma.
.
.
" Mom..lihat Xavier.. " kata Dafa yang menunjuk ke Xavier yang sudah bisa berdiri tegak.
Bisma dan Kristy menoleh pada Xavier.
" Xavier sudah bisa berdiri juga ?" tanya Bisma. Kristy mengangguk dan tersenyum . Kemudian ia membuka tangannya lebar lebar .
" Xavier.. sini sayang.."ucap Kristy.
" Go..Walk to our Mommy.." kata Dafi pada Xavier. Kadang Dafi memakai bahasa inggris kadang juga ia memakai bahasa Indonesia. Ia ingin adiknya bisa bicara dengan 2 bahasa nantinya.
Xavier tampak mengerti maksud kakaknya. Dafi awalnya memegang kedua tangannya dan membantunya berjalan dengan pelan namun perlahan ia melepasnya. Ia biarkan Xavier berjalan setapak demi setapak dengan langkah kecilnya menuju ke tempat Kristy. Hingga akhirnya Ia bisa mencapai Kristy.
" Mommy.." ucapnya senang saat Kristy memeluknya. Dafa dan Dafi turut bergembira
" Xavier pintar.." Puji kakak kakaknya. Xavier tersenyum menunjukkan gigi susu kelincinya.
" Anak Daddy pintar.."puji Bisma sambil membelai kepala Xavier.
" Dad ..dy...Daddy.. " ucap Xavier sambil menyentuh wajah Bisma. Bisma nampak tersenyum bahagia.
__ADS_1
Teman teman Bisma turut tersenyum melihat kebahagiaan keluarga Bisma.
" .."
Louisa terdiam. Ia bisa melihat kalau Bisma memang sangat mencintai anak dan istrinya itu. Dan ia memang benar benar harus mundur. Ia takkan pernah bisa merusak keluarga bahagia itu. Ia harus memupus rasa cintanya pada Bisma.
.
.
.
.
Sementara itu Yoga juga sedang berusaha. Iapun berdiri dan berusaha melangkah dengan langkah pelan. selangkah demi selangkah juga akhirnya bisa berjalan menuju ke Risa mamanya.
" Ma ...akhirnya aku bisa berjalan kembali... "ucap ku senang sambil memeluk Mama ku.
"Selamat Yog.. Kau berhasil.. " Mama nampak begitu terharu. Ia sampai meneteskan air matanya.
" Mama.. terima kasih.. Sudah menemaniku berjuang sampai berhasil.. " ucapku dengan mata berkaca kaca.
" Iya Yog..."
Aku sangat menghargai mama ku yang rela meninggalkan pekerjaannya untukku. Setahun menemaniku berusaha..sampai akhirnya aku bisa berjalan kembali. Aku sudah tak punya kemarahan lagi padanya. Dan jadi kian menyayangi Mama ku.
" I love you Mom.. " ucapku sambil tersenyum.
" I love you too .."
.
.
Bisma menggendong Xavier. Ia dan Kristy mengantar tamu tamunya pulang sampai ke pintu depan.
" Bye.." Keduanya melambaikan tangan saat mereka semua berlalu meninggalkan rumahnya. Kemudian mereka kembali masuk ke rumah. Mereka menuju ke kamar Kristy dan Xavier.
" Sepertinya Xavier capek Kris.. " kata Bisma.
" Iya... Bisma tolong ambilkan DOT Xavier.. Aku sudah membuatkan susunya tadi "
" Ini ?" tanya Bisma yang melihat botol susu di meja dekat kamar Kristy.
" Iya.."
Xavier selain Asi juga minum susu formula. Xavier minum susu nya kuat sehingga memerlukan susu tambahan. Ia pun cepat tumbuh besar dan tinggi . Dan pintar tentunya.
Bisma segera memberikan botol susu itu kepada Xavier. Xavier segera meminumnya. Sebelah tangannya memegang DOT nya dan sebelah lagi memegangi jari tangan Bisma.
" Lihat Kris...Xavier tampak sangat menyayangiku.." kata Bisma senang Xavier memainkan jemari tangannya .
" Tentu saja Bisma... Kau kan selalu bersama dia sejak dalam kandungan sampai sebesar ini.."
" Dia sudah seperti anakku sendiri..."
Kristy terdiam. Ia tahu pasti . Cepat atau lambat Bisma pasti akan menanyakan nya. Dan ia sudah paham sepenuhnya arah pembicaraan Bisma.
__ADS_1
" Andai aku ingin menjadi Ayah sungguhan Xavier ... boleh tidak Kristy? "