
Mischa dan Dafa yang sama sama terlarut dalam lautan gelora itu menuntaskan hasratnya dengan melakukan percintaan di kamar mandi tersebut.
Mischa berpegang pada dinding kamar mandi sementara Dafa menyerangnya dari belakang.
.
Ah...gila...ini terlalu nikmat...aku tidak bisa berhenti...
.
Dafa benar benar menggila. Mischa membuatnya begitu ketagihan. Bahkan setelah ia mencapai puncak dan mengeluarkannya. Ia masih ingin melakukannya lagi. Ia mengangkat Mischa dan membaringkannya di ranjang. Dan kemudian melakukannya lagi. Hingga ia mencapai klimaksnya sekali lagi. Setelah itu karena lelah merekapun ketiduran.
Mischa tidur di sampingnya sambil memeluknya.
' Tok tok tok..'
" Mischa.."
Keduanya membuka mata dengan rasa terkejut karena mendengar suara Dafi mengetuk pintu kamarnya. Keduanya langsung panik.
" Bagaimana ini?... Ada Dafi di luar..."ucap Mischa pelan .
Dafa juga bingung. Bisa perang dunia jika ia ketahuan sedang bersama dengan tunangan kembarannya. Terlebih ia juga sudah menjebol perawan nya. Bagaimana sikap kedua orang tuanya nanti. Sudah merebut tunangan saudaranya , kumpul kebo pula. Papanya pasti menghajarnya.
.
Mati aku...Bakal bonyok ni di hajar Papa... Apa sih yang sudah ku lakukan ini...Gara gara tergoda rayuan Mischa...Aa_arrgghh.. Aku benar benar sudah gila...Tidak bisa mengontrol diriku...
.
Dafa kini mulai menyesali perbuatannya dan hanya bisa diam dalam kekalutannya. Ia yakin Papanya dan Dafi pasti bakal mengamuk padanya.
" Mischa...aku mau bicara denganmu..Tolong buka pintunya..." kata Dafi.
" Aku harus gimana F a ?" tanya Mischa pada Dafa.
" Kau buka pintunya...Aku akan sembunyi di kamar mandi.." kata Dafa seraya buru buru memakai bajunya.
Mischa mengangguk. Ia pun juga buru buru memakai pakaiannya dan merapikan rambutnya yang masih setengah basah itu. Ia berusaha tenang dan kemudian segera membuka pintunya.
"A.. Ada ada fi ?" tanya Mischa yang masih sedikit gugup.
" Kamu habis mandi ?" tanya Dafi saat melihat rambut Mischa yang masih basah.
" I..iya..begitulah..." Jawab Mischa asal. " Kenapa mencari ku? .. Oh..sudah jam 12 ya...Waktunya kamu makan siang...Oke aku akan menemanimu.."kata Mischa berusaha mencari pengalihan agar Dafi menjauh dari kamarnya.
Ia lalu keluar dan mengajak Dafi ke dapur . Menuju ke meja makan tepatnya.Ia setengah mendorong pelan Dafi. Dafi pun akhirnya menurutinya .
.
Si Aleena bodoh itu sudah masak atau belum ya...Bodohnya aku...kalau dia belum masak..bisa ketahuan Dafi kalau selama ini bukan aku yang masak...
.
Namun ternyata keberuntungan masih berpihak padanya , saat ia membuka tudung saji penutup makanan ia melihat beberapa masakan sudah ada di sana...
" Ta\_daa....selamat makan Dafi...Mau makan sama apa...biar ku ambilkan.." kata Mischa sambil tersenyum.
" Apa aja...Nasinya sedikit saja ya.." kata Dafi yang masih merasa kenyang karena tadi sudah makan dengan Aleena dari rumah sakit. Namun karena tak ingin mengecewakan Mischa yang memasak untuknya, ia mau juga makan .
Dafi makan dengan tenang dan pelan. Mischa cuma diam dan menatapnya dengan penuh senyum.
.
Tumben sekali Mischa tenang...tidak banyak bicara...tidak agresif seperti ulat bulu...Biasanya dia tidak bisa diam...
Apa dia ingin berubah menjadi sedikit kalem ? ...
Tapi sudah terlambat Mis...aku sudah memilih Aleena...Aku harus tegas padamu
.
" Mischa.."
" Ya ?" jawab Mischa cepat.
" Aku ingin bicara mengenai kita..."
' DEG '
.
Dafi mau bicara tentang kita?.....Maksudnya pernikahan kita?... Mungkin karena aku sudah pintar memasak dan menurut padanya dia jadi ingin cepat cepat menikah denganku???
Ah..tidak...itu tidak boleh ...Kemarin dia memang bersikap baik padaku dan sepertinya memberi lampu hijau pada pernikahan kami...
__ADS_1
Tapi ini gawat....Kalau menikah dengan Dafi aku harus operasi dulu...Aku harus mencari dokter ahli yang bisa mengembalikan selaput dara ku kembali...
Kalau tidak..aku akan jadi istri yang di cap murahan oleh suamiku sendiri...Karena sudah tidak perawan...π±π±π±π±
Aku tidak bisa menikah dengannya sekarang...
.
Mischa tenggelam dalam imajinasi nya sendiri. Dan ia juga panik sendiri karenanya.
" Be..beri aku waktu sebentar saja Fi...Aku harus mempersiapkan diri dan mental ku..." kata Mischa
" Ha? " Dafi bengong tak mengerti.
.
Memangnya putus butuh persiapan mental?? Bukannya yang mau mutusin yang harus nyiapin mental? ...Supaya siap kalau di tampar...π
.
" Pokoknya jangan sekarang dulu...Aku belum siap "
Dafi semakin bingung. ' *Mischa tidak mau di putus sekarang?... Lalu kapan* ? '
" Lalu kapan ? " tanya Dafi kemudian.
" Hem....S..seminggu?" jawab Mischa asal.
" Oke..."
.
Kalau cuma seminggu ....itu tidak lama...Aku harus menghargai Mischa..Juga sedikit toleran dengannya...
Aku akan memberi tahu Aleena...Aku tidak mau menggantung hubunganku dengannya terlalu lama...Tapi juga harus punya belas kasihan juga pada Mischa...
Memutuskan perjodohan kan itu melibatkan orang tua juga ya. .
Itu tidak akan mudah...
.
Dafi dan Mischa kemudian menuju ke restoran. Mereka berjalan bersama dan ngobrol seperti biasa. Mischa tidak mau terlalu lengket dengan Dafi karena takut rahasianya di ketahui. Ia tidak ingin menggoda Dafi seperti yang biasanya selalu ia lakukan. Ia takut Dafi terpengaruh seperti Dafa tadi dan kebablasan. Tentu ia bakal ketahuan kalau gawangnya sudah pernah di jebol orang.
Kristy dan Yoga yang duduk di dekat meja kasir menemani Cinta yang sedang makan. Yoga menyuapi putri bungsu kesayangannya itu. Meski sudah 10 tahun, Cinta sangat manja pada Papanya.
Kristy mengamati Dafi dan Mischa yang nampak akur. Mereka duduk bergabung bersama mereka.
" Kalau Tante Kristy mau istirahat..biar ku gantikan " kata Mischa. Kristy tersenyum dan segera berpindah dari kursi kasir di gantikan Mischa.
" Iya..." jawab Mischa biasa saja.
Sesudah Cinta selesai makan Yoga dan Kristy menuju ke rumah belakang. Cinta tetap di restoran bersama Misha.
" Dik...Lihat barusan gak? "
" Apa?" tanya Kristy.
" Yang kau bilang tadi benar. Ada bekas \*\*\*\*\*\* di leher Mischa. Rambutnya juga basah habis mandi..Seperti kita dulu saat habis...hehe.." ucap Yoga sambil tersenyum nakal sambil menyentil pipi istrinya. " Kita juga nostalgia yuk Dik...Biar gak kalah sama anak anak.."
" Iii\_ih...sudah tua masih genit.." ledek Kristy sambil tersenyum pula.
" Gak papa lah...mumpung belum kena encok..hahaha.." kata Yoga sambil tertawa. Ia kemudian berjalan sambil merangkul istrinya.
" Kita harus cepat menikahkan mereka... Jangan sampai mereka kebablasan..." tambah Yoga lagi. Kristy mengangguk. " Anak muda itu libido nya tinggi...seperti aku dulu.. Ada kesempatan dikit gas pol dah..."
" Hem...Begitu..." Kristy melirik suaminya.
" Ya gitu deh... Hahaha..." Yoga malah tertawa .
.
.
Saat masuk ke rumah, Mereka berpapasan dengan Dafa yang tampak segar dan wangi sabun.Ia seperti habis mandi karena rambutnya juga masih basah.
" Sudah bangun kamu Dafa....Cepat sarapan sana...." kata Yoga.
" Oke Pa..." Dafa menjawab cepat.
" Makan di depan saja...Mama tidak masak. Minta pegawai depan menyiapkannya " kata Kristy pula.
__ADS_1
" Oke Ma.."
.
.
...----------------...
.
.
Dafa pun segera pergi ke restoran.Ia sesaat melihat Mischa yang tengah sibuk melayani pengunjung restoran yang membayar di kasir. Saat mata mereka bertemu pandang tiba tiba wajah keduanya memerah .Otak mereka langsung travelling ke saat pergumulan mereka barusan.
" Mbak...kembaliannya mana..?" tanya Pengunjung yang melihat Mischa tiba tiba mematung dengan muka memerah.
" A..i.iya.." Mischa segera mengambilkan kembaliannya.
Dafa menepuk keningnya sambil tertawa. "Bodoh.." ucapnya pelan sambil berlalu . Mischa sesaat memelototi nya. Namun ia kembali konsen melayani pengunjung yang hendak membayar lagi.
Dafa melihat Dafi yang sedang ngobrol dengan Aleena di dapur.
" Eh..Dafa...kamu sudah bangun..Ayo sarapan dulu.." kata Dafi. " Aleena tolong buatkan makanan untuk Dafa...kau mau apa F a.. ?"
" Ayam bakar "
" Tolong buatkan itu.." kata Dafi. Aleena mengangguk dan segera menyiapkannya.
Dafa terdiam. Biasanya ia banyak omong saat bersama Dafi yang cenderung pendiam. Kini malah ia yang diam dengan rasa bersalah.
.
Saudaraku...maafkan saudaramu ini...Kau ini selain pendiam , pemalu ternyata juga payah.. Tunangan mu belum kau sentuh malah sudah jatuh ke pelukanku..
Padahal tunangan mu begitu hot...tapi kamu anggur_in...Aku sungguh salut padamu Fi... Kau itu ternyata kuat iman juga...
.
Dafi heran saat Dafa tiba tiba menepuk bahunya namun tak berkata sepatah apapun.
.
Sekarang bagaimana cara aku meminta Dafi untuk melepaskan Mischa ya..π
Gak tega aku menyakiti hati kembaran ku yang culun dan cupu ini... Lelet pulaπ
.
Dafa kemudian makan , Dafi cuma diam. Ia pun juga sedang pusing berpikir bagaimana memutuskan Mischa tanpa menyakiti hatinya dan juga para orang tua.
.
.
...----------------...
.
.
Di tempat yang jauh di sana , di pusat kota metropolis ibu kota Seorang bocah tampan dengan wajah blesteran nya sedang duduk manis di sebuah kursi. Di sebuah gang yang sepi dan lusuh . Di belakangnya banyak sekali pemuda berseragam SMA berdiri seperti body guard nya.
Ia melihat dua orang anak SMA sedang berkelahi. Saling adu jotos dan adu kekuatan . Berkali kali bahkan sampai mengeluarkan darah.
" Stop..." ucapnya saat melihat salah satunya tumbang.
" Kita apakan dia Bos ?" tanya salah seorang yang berdiri di belakangnya.
Pemuda itu melangkah mendekati kedua pemuda yang baru saja berkelahi tadi .Ia menepuk bahu si pemenang nya dan kemudian menginjak tangan yang kalah.
" Bilang sama teman temanmu..Jangan masuk daerah kekuasaan ku lagi. Apalagi memacari cewek dari sekolahku. Kalau tidak dia akan berhadapan denganku...Aku bos baru di wilayah ini..'Xavier' .. Kau mengerti!!"
" I..iya..."
" Kali ini kau ku ampuni...lain kali tidak akan ! " kata Xavier yang kemudian melangkah pergi di ikuti pasukan anak sekolahnya.
.
Anak buah Romi memberikan foto bukti laporan padanya tentang semua yang di lakukan Xavier.
" Tawuran , Minum minuman keras, merokok, pemalakan .. Tuan Muda Xavier terlibat di dalamnya.."
Romi menghela nafas panjang dengan laporan tersebut.
.
Aku harus bilang apa pada Yoga ya...anaknya Xavier di sini menjadi ketua genk di sekolahnya....Padahal awalnya cuma membela diri hendak di buli karena berbeda dengan teman temannya... dia blesteran dan menonjol karena tampan dan jenius...Menjadi idola gadis gadis..
Dia menghajar ketua genk nya dan kemudian di nobatkan menjadi ketua genk yang baru...
Sungguh lucu...Dia mengingatkan aku pada Yoga saat SMA dulu...Sering ikut tawuran juga , mabuk dan bolos sekolah...Bahkan bapaknya lebih parah..suka main cewek pula...
__ADS_1
Ini anaknya hampir sama... tapi lebih hebat...dia menjadi ketua genk nya...π π π π
Dia benar benar menunjukkan 'Pratama' nya