
Xavier begitu terpana pada kecantikan Alisha. Ia sampai mematung dan menatapnya begitu lama . Begitu lekat. Rasanya enggan untuk berpaling dari pemandangan seindah itu.
" Hehe... Melihat muka bengong mu sepertinya make over ku berhasil " ucap Teman Xavier sambil menepuk bahunya.
" Gila lo...lo terlalu hebat..dia jadi beda banget.." ucap Xavier sambil tersenyum.
" Bukan beda...dia sebenarnya sudah cantik. Tapi kurang pintar dandan..jadi di poles sedikit dia sudah jadi WOW..."
" Tapi Kak... Rasanya aneh tidak pakai kaca mata.." ucap Alisha yang merasa janggal dengan penampilan barunya.
" Biasakan itu.. Mulai sekarang dandan seperti ini.. Nanti habis ini juga ku antar beli baju ..kau harus mengganti style mu.. Lebih kekinian dikit lah .. jangan seperti orang mau yasinan..kau kelihatan cupu.."
" Tapi..."
" Saingan mu Cinta lo...adik ku ..cantik, seksi , pintar dandan...pakaiannya saja lihat...Pendek pendek pamer body.. kau bisa kalah..." timpal Xavier.
" Kata Ayah kecantikan wanita itu bukan cuma dari fisik nya kak...tapi juga dari dalam..Yang penting akhlaknya bagus..auratnya terjaga.." ucap Alisha lugu.
" Itu betul...Inner beauty..." dukung teman Xavier.
" Tapi gak semua orang mikir gitu...Kami laki laki itu suka pada keindahan ..Gak munafik kalau lihat wanita cantik pasti tertarik .. Apalagi seksi...otak sudah traveling ke mana mana.. Iya ga Bro..." kata Xavier.
" Hahaha... Itu betul juga..." teman Xavier ikut membenarkan.
" Itu pikiran Kakak saja yang kotor... Kakak lebih suka mana .. Kecantikan yang di lihat oleh kakak sendiri atau di nikmati semua orang ? " Alisha tak mau kalah.
" Kau juga benar Alisha...Xavier ini tingkat mesumnya parah..." ucap teman nya pun sambil tertawa .
" Yah... Namanya juga cowok...normal saja kan..." ucap Xavier. " Tapi...kok jadi tanya ke aku... Kan harusnya si Kesha tunangan mu itu ..."
" Habis kakak sih ngajak Debat.."
" Hehe... I y a i n dah... Mulai besok kau jadi sekretaris pribadi ku ya.. Pindah ruang satu ruang sama Shaka di depan ruangan ku...Kalau kau dekat aku , kau akan sering sama Kesha. Pertahankan tunangan mu, jangan sampai dia di ambil cewek lain ..." kata Xavier.
" Iya Kak..."
" Kau harus lebih agresif dikit...ajak kencan kek..lebih berani lah..." Alisha cuma mengangguk.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
Sesudah mengantarkan Alisha belanja baju dan peralatan make up , Xavier mengantar Alisha ke tempat kosnya. Sebuah rumah kos yang kamarnya begitu kecil. Hanya ukuran 4x5 meter.
" Kamu pindah tempat sekalian saja Alisha...Bereskan barang barang mu .."
" Hah? " Ali bengong sambil melihat Xavier.
" Kau pindah ke rumah ku yang satunya saja..Dekat kantor dan lebih luas dari ini.."
.
__ADS_1
.
.
Alisha cuma bisa bengong saat Xavier mengajaknya ke rumah nya . Rumah kosong yang dulu pernah di tempati dengan Mika dulu. Rumah pertama pemberian Romi pada Mika .
" Rumah ini kosong... Tapi kadang kadang aku juga kemari kalau lagi kangen istri ku...Semua ada di sana..perabotan lengkap..Stok makanan juga ada. Pembantuku juga rutin membersihkannya... Ini lebih layak dari pada kau tinggal kos di tempat tadi..." ucap Xavier sambil membukakan pintu .
Alisha ternganga melihat rumah mewah itu. Tak jauh beda dengan rumah orang tua nya di kampung meski lebih luas yang di sana.
Begitu masuk di ruang tamu terpajang foto pernikahan Xavier dan Mika saat ijab kobul dulu. Juga foto keluarga Xavier . Saat Xavier kecil .
" Ini dulu tempat tinggal Daddy dan Mama ku ...Kau tahu kan dulu Mama ku dan Ayahmu hampir menikah..." Alisha mengangguk.
Mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu setelah meletakkan barang barang Alisha.
" Di bawah ada dua kamar di atas juga ada 2 ..Yang bawah sebelah kiri bekas kamar ku...Tenang saja.. Perabotannya baru semua " kata Xavier.
" Lalu kakak tinggal di mana?" tanya Alisha..
" Aku di rumahku yang satunya lagi...Cukup jauh dari sini. Mama dan Papa juga Kayla tinggal di sana...Kenapa...kau takut tinggal sendiri...?" tanya Xavier sambil tersenyum " Mau ku temani ? " canda Xavier .
" Kakak ini...." Alisha mencubit Xavier . Xavier tertawa. " Apa di sini aman Kak?...Aku sedikit takut tinggal sendiri di rumah besar ini..."
" Iyalah...aku sering menginap di sini sendiri...Kau tenang saja ini lingkungan perumahan , kanan kiri banyak tetangga. Ada satpam pula di pos depan. Ada pembantu ku juga kok yang tiap pagi bersih bersih sore pulang...Kau santai saja Alisha.."." Canda Xavier.
" Ya sudah...Bismillah... Nanti tidak usah pakai pembantu lagi , biar aku yang bersihin ini sendiri.." kata Alisha.
" Terserah kamu deh..."
.
.
" Astaga..itu Alisha? "
" Si cupu itu berubah banget..."
" Dia sangat cantik.."
Xavier tersenyum mendengar kasak kusuk itu. Ia yakin Kesha juga pasti akan terkejut dengan kejutan penampilan Alisha.
.
.
Alisha memang begitu cantik...selama ini mereka saja yang bodoh tidak menyadarinya...
.
.
" Alisha ???!! " Kesha dan Shaka yang berada di ruangan Xavier langsung bengong dengan Alisha yang begitu membuat pangling semua orang itu.
Terutama Kesha , ia shock. Gadis desa yang di jodohkan dengannya itu ternyata bisa juga tampil cantik dan menarik. Tidak cupu dan bisa juga tampil modis.
Alisha tersenyum kecil sambil menunduk. Xavier nampak puas melihat itu. Ia yakin Kesha setelah ini pasti berpaling pada Alisha. Kembali ke tunangannya .
" Mulai hari ini Alisha jadi sekretaris pribadi ku..Shaka kau ajari dia tugas tugas nya..."
" Oke Bos.." jawab Shaka cepat.
__ADS_1
" Hasil meeting hari ini tadi gimana Kesha..?" Kesha yang matanya tak bisa berpaling dari Alisha mau tak mau berganti fokus ke pada Xavier. Dan menjelaskan hasil rapat tadi dengannya.
.
.
.
" Terima kasih Kak...berkat kakak...hari ini Kesha mengajakku makan malam nanti sepulang kerja " ucap Alisha pelan pada Xavier yang sedang konsen dengan komputer di bangku CEO nya.
Xavier cuma tersenyum simpul. Hasil kerjanya berakhir baik. Ia berharap hubungan Alisha dan Kesha akan berjalan lancar.
.
.
.
Sejak hari itu Kesha kian dekat dengan Alisha. Kesha sering mengajaknya kencan . Kadang makan malam berdua dan juga kadang kencan nonton bioskop dan juga kadang nongkrong di Kafe sekedar ngopi untuk mengisi waktu malam Minggu.
Tak terasa sudah 1 bulan Kesha dekat dengan Alisha. Bahkan tiap hari , Kesha mengantar jemput Alisha. Dan itu membuat Cinta kesal. Kekasihnya di rebut oleh Alisha.
" Ini gara gara kau Kak...kenapa sih dandani gadis cupu itu segala...Kesha memutuskan aku .." ucap Cinta protes pada Xavier.
" Tunangan mu itu si Andres...kau belajarlah menerima...Andres juga baik, dia tampan dia juga pengusaha...Kau sejak kecil itu di jodohkan dengannya bukan Kesha. " terang Xavier
" Andres itu orang konyol. Suka becanda...kalau ngomong juga suka c e p l a s ceplos ...Gak mikirin perasaan orang... Dan lagi dia itu pendek. Dia sama aku saja tinggi nya kalah. Dia cuma s e telinga ku... Kalau jalan berjajar sama dia aku gak pede..." kata Cinta.
Xavier menghela nafas panjang. Andres memang suka bercanda sudah faktor keturunan Andy dan Desi juga seperti itu. Namun dalam pekerjaan Andres jeli, ia bisa melakukan semua dengan baik.
" Dia pernah bikin aku malu masak dia bilang begini ..Kau itu kalau pakai baju minimalis sekali...Seperti kurang bahan...Padahal kau bisa beli pabriknya, kenapa pakai baju kayak orang gak mampu... Kain cuma 5 senti... kenapa gak telanjang sekalian...coba kakak pikir ..Apa seperti itu sikap seorang tunangan?...Kesha saja selalu memuji aku cantik dengan penampilan seksi ku...Harusnya dia juga memuji aku bukan malah bilang seperti itu.." kata Cinta kesal . Xavier menghela nafas panjang.
" Menghina sekali kan..." tambah Cinta.
.
.
.
.
Xavier yang kesal mendengar aduan Cinta akhirnya memanggil Andres ke kantornya. Andres pun dengan cepat memenuhi panggilan karena ia kira itu tentang masalah perusahaan.
" Andres...kenapa kau bilang seperti itu pada Cinta...Dia tunangan mu...seharusnya kau menjaga sikap dan kata kata mu..." kata Xavier mengingatkan .
" Habis ...aku kesal kak...Di depan temanku...Cinta bilang aku cebol...dia gak menghormati aku sebagai tunangannya...Dia bilang kenapa sih aku harus di jodohkan sama orang cebol ini .. "
Xavier menepuk keningnya. Pusing , geregetan , frustasi. Ternyata Cinta dan Andres sama saja. Dua duanya membuat dia emosi.
" Kalian itu .. benar benar ya..." Xavier memarahi Cinta dan Andres bersama. " Kalau ngomong itu di jaga .. punya mulut jangan suka menghina...jangan suka memandang remeh orang ..jangan sombong dengan apa yang kalian punya. ..Jangan merasa lebih baik dari orang lain!!!" teriak Xavier memarahi keduanya.
" Aku nurun kamu kak .. Kakak kan juga biasanya begitu..." timpal Cinta. Ucapannya itu langsung menohok ke jantung Xavier.
" Kakak malah parah... sok ganteng...sok kaya.. Pedenya over , merasa paling hebat.." tambah Andres yang orangnya juga ceplas ceplos.
" Betul " Cinta membenarkan.
" Asem...KALIAN SEMUA KELUAR !! " ucap Xavier emosi tingkat dewa .Ia mengusir kedua adiknya itu. Kesal sekali rasanya. Keduanya sama sama membuat darahnya mendidih. Niatnya ingin mendamaikan malah di ajak perang .
Cinta dan Andres kemudian segera pergi. Cinta sesaat melirik Alisha yang dulu adalah teman dekatnya saat tinggal di Blitar dulu. Alisha pun melihatnya. Namun sesaat kemudian Cinta membuang muka berpaling dari Alisha yang tersenyum padanya.
.
.
Berani nya meledekku...sok senyum senyum segala...Merasa menang dari ku?...Lihat saja nanti ...ku rebut kembali Kesha...
.
__ADS_1
.