KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
209. MASA MUDA MASA BERSENANG SENANG


__ADS_3

" Jadi Xavier balik ke Jakarta?" tanya Romi pada Yoga yang menghubunginya.



" Iya .. tadi dia kabur pas mau ku antar ke Pondok Kinara.. "



" Hahaha... sudahlah Yog ..jangan terlalu mengekangnya...Dia anak cowok..masih masa nya dia bersenang senang menikmati masa mudanya..."kata Romi sambil tertawa.



" Nitip Xavier ya Kak.. Tolong di awasi.. Dan jangan terlalu memanjakannya..." pesan Yoga.



" Santai saja Yog...aku hanya melakukan apa yang seharusnya di lakukan seorang Paman pada keponakannya .. tentu saja aku tidak akan melepasnya begitu saja .. Aku akan menjaganya dengan baik ..kau tidak usah khawatir " kata Romi.


.


.


.


Xavier tiba di Jakarta . Ia kembali ke rumah Romi dan di sambut Kinara dengan Kesha .



" Makan dulu Xavier..." kata Nara.



" Nanti saja Tante... " jawab Xavier. " Om Romi mana?" tanyanya lagi.



" Masih di kantor...Ada meeting katanya jadi agak telat .. Ada perlu apa?"



" Gak kok ...bukan apa apa...Aku susul ke kantor saja.." kata Xavier buru buru pergi .



" Kak Xavier baru datang langsung pergi lagi .."



" Biar saja ...paling ada perlu sama Papamu ..Dan Kesha ....Bukankah sudah Mama bilang kalau manggil seluruh anak Yoga dan Kristy itu jangkar saja. Gak usah pakai Kakak. Mereka itu adik sepupu dari Papamu. Jadi Biarpun mereka lebih tua...kau lebih tinggi kedudukannya. Mereka yang harus memanggilmu Kakak..Kau ini meski b o c i l adalah kakak mereka....kau mengerti?..." ucap Nara sambil menjewer telinga anaknya. Ia dari dulu tidak pernah ingin kalah oleh Yoga dan Kristy.



" T...tapi Ma...Kak Xavier mukul aku kalau cuma ku panggil Xavier .." sangkal Kesha sambil meringis karena jewer\_an Mamanya.



" Kamu itu anaknya Romi, Raja Singa yang paling di takuti di perusahaan Pratama ini...Masak sama Xavier takut. Pokoknya nanti panggil Xavier dengan namanya saja...."



" I ..iya Ma....aduh.." jawab Kesha sambil memegangi telinganya yang sakit.



Kinara memberi isyarat dengan jari menunjuk ke matanya seperti akan mengawasi Kesha. Kesha cuma mengangguk angguk.



" Apalah arti sebuah panggilan...Malah kelihatan lebih tua..." gerutu Kesha kemudian.



" Kesha! " Kinara meneriakkan namanya dengan keras. Kesha buru buru kabur. Ia berlari keluar rumahnya



" Ngaji Kesha...langsung ke Mushola! " Teriak Kinara pada anaknya yang sebenarnya sudah mau berangkat mengaji ke Mushola dekat rumahnya.



" Iyaaaa " Jawab Kesha keras sembari tetap berlari.



Romi dan Nara memang memberikan pendidikan agama sejak kecil. Mereka mewajibkan Kesha belajar mengaji dan juga bersosialisasi dengan teman sebayanya dari lingkungan sekitarnya. Mereka tidak ingin Kesha menjadi pribadi yang sombong karena berlatar belakang anak orang kaya. Mereka ingin Kesha tetap rendah hati tanpa membeda\_bedakan teman.


.


.


.


Sementara Xavier yang sudah biasa keluar masuk kantor perusahaan Pamannya itu di sambut dengan baik oleh Satpam dan resepsionis. Karena mereka tau Xavier adalah anak pemilik perusahaan tersebut.



" Om Romi di ruang berapa ? " tanya nya



" Di hall room lantai 20...Tapi beliau sedang Meeting... Tidak bisa di ganggu ..." jawab salah satu dari 3 resepsionis cantik yang ada di depannya.


__ADS_1


Xavier tersenyum simpul. " Kau orang baru ya?" tanya Xavier.



" Ha?" resepsionis itu nampak bengong. Namun kedua rekannya segera menyentil nya. " Iya benar , saya baru kerja 3 hari ini "


.


Pantas saja dia tidak tahu bagaimana cara aku masuk...Aku bebas keluar masuk di perusahaan ini ..Mau meeting atau bukan... itu tak ada urusannya denganku....


.


" Namamu siapa?" tanya Xavier



" Mikaila ..."


.


.


Mikaila .. nama yang unik...dan dia juga cantik.. Tingginya sekitar 160 cm...tubuhnya langsing tapi padat dan berisi... Mikaila .... seperti nama Mimi yang di singkat ... Mica .... Mimi Calista


🤭 hihihi... kalau fresh graduate Brati usianya 22... 2 tahun lebih tua dari Mimi...


.


.


Xavier diam diam mengamati resepsionis di depannya itu dari ujung kepala dan juga ujung kaki.


.


.


Cantik juga dia ....😏


.


.


" Mika "



" Ya? "



" Berikan aku nomor hp mu.." kata Xavier kemudian.




Teman sesama resepsionisnya kemudian menyentil nya.



" A..iya..0812345\*\*\*\*\* " Xavier menulis nomornya di hape nya.



" Aku akan menghubungimu nanti .." ucap Xavier sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Kemudian Xavier segera berlalu.



" Waaaah...hebat kamu ..Anak Bos tertarik padamu..."



" Jangan sia siakan kesempatan ini..." kata Teman teman sesama resepsionisnya. Mika tersenyum malu malu dengan wajah senang.


.


.


Xavier langsung nyelonong masuk ke ruang rapat.



" Lagi lagi Tuan Muda..." asisten Romi menepuk keningnya melihat Xavier datang tanpa mengetuk pintu dan mengganggu rapat. Karena perhatian kini teralih padanya.



" Om..."



" Duduk dulu...Berikan dia kursi " Romi yang sudah tidak kaget dengan tingkah keponakannya itu menyuruh asistennya untuk memberikannya tempat duduk. Ia seolah ingin Xavier ikut di rapat itu.



" Aku..." Belum sampai Xavier berucap Asisten Romi malah memberikan laptop pula tentang materi di meeting mereka tersebut. Mau tak mau Xavier membaca dan memahami pokok bahasan mereka .



" Susun laporannya dengan terperinci " kata Romi .



Dan dalam waktu singkat Xavier sudah mengerti. Ia mengetikkan sesuatu di laptop tersebut. Mengerjakan apa yang di suruh Pamannya itu. Dengan wajah serius ia mengikuti jalannya rapat itu. Bahkan saat di minta menjelaskan laporannya ia dengan lancar melakukannya.

__ADS_1



" Jadi..untuk launching produk baru kita .... Kita ambil design yang ini.. dan biaya operasional kita ambil beberapa persen dari ini....... BLA BLA BLA.."



Rapat itu akhirnya selesai dan pokok bahasan mereka menemui titik terang. Semua aman terkendali dan terencana dengan baik.


.


.


" Om ..aku kesini bukan untuk ikut rapat.." kata Xavier kemudian setelah ruang meeting itu sepi dan hanya tinggal mereka.



Romi tersenyum . " Pasti tentang Mimi.."



" Ya.... Om..suruh anak buah Om Romi mencarikan alamat Mimi "



" Untuk apa? Gadis itu buru buru kabur karena takut padamu. Dan lagi Papa Mamamu juga sudah melarang ku....Kalau kau senggang, daripada kau melakukan hal hal yang tidak berguna, kau datang saja kemari...Belajar cara menghandle perusahaan seperti tadi....Kelak kau yang akan mengelolanya.." kata Romi yang sengaja ingin Xavier belajar.



" Aku masih sekolah..."



" Tapi kau jenius keponakanku sayang.. Jangan sia siakan bakat mu "



" Om..." rengek Xavier.



" Aku akan memberi tahu semua tentang Mimi tapi mulai hari ini, sepulang sekolah kau bantu bantu di perusahaan "



" Lah..terus kapan waktuku bersama teman temanku?" tanya Xavier.



" Hanya waktu week end...Sabtu Minggu kau bebas.."



Xavier menghela nafas panjang. " Kebebasannya akan di batasi oleh Pamannya itu.



" Mau tidak..aku sudah mengantongi semua hal yang berkaitan dengan Mimi ni.."



" Ya sudahlah...Demi Mimi..."



Romi tersenyum. Kemudian ia memberikan sebuah amplop besar pada Xavier. " Kau pulang sekolah jam 3 ...Jadi jam 4 sampai jam 8 kau bantu bantu aku..."



" Ya ya ya..." jawab Xavier seraya membawa amplop besar itu dan segera melangkah pergi.



" Apa Tuan Muda sanggup Tuan..Dia masih terlalu muda..." kata Asisten Romi.



" Tentu saja...Nanti kau beri dia tugas yang ringan ringan saja..Yang penting dia tetap di perusahaan. Aku ingin mengurangi waktu nongkrong dia dengan teman teman Genk nya itu...Lagipula, kau lihat sendiri tadi..Xavier yang tak pernah tau urusan perusahaan tadi dengan cepat mengerti. Dia belajar dengan cepat padahal dia masih SMA. Dia itu bocah istimewa dan dia calon Bos Besar di perusahaan ini...Aku akan menjadikannya pengusaha hebat seperti Ayah dan kakeknya " kata Romi.


.


.


" Jadi Mimi kuliah di Jakarta juga?..Universitas ini kan ...dekat dari sini...Tempat kosnya juga dekat...Hahaha....Kita memang berjodoh Mimi...🤭🤭🤭Aku akan mendatangimu nanti...."


.


.


Tapi...aku kan harus bantu bantu Om Romi...jadi aku cuma bisa bertemu Mimi Hari Sabtu dan Minggu...


Ah sial...ini pasti Atas suruhan Papa...Papa ini benar benar gak ngerti anak muda...Anaknya masa puber juga...Mau mengenal cinta saja gak di bolehin...Padahal Papa sendiri dulu play boy parah..


Ah tadi kan aku juga dapat nomor Mika 🥳..


Jadi aku bisa bersenang senang ni...Di perusahaan juga tidak akan membosankan.. 🤩Disini senang..di sana juga senang..Senin sampai Jumat Mika...Sabtu Minggu Mimi...Hahaha ..mantap mantap...😚😚


Anak muda mencari jati diri...anak muda juga mencari cinta...Papa dan Pamanku saja mantan 'DON JUAN ' masak aku tidak.. Muba_dzir sekali ketampanan ku....


Saat nya menikmati masa muda...🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2