
" Apa kau punya musuh Bis?" tanya Sonia mencoba mengetahui alasan kenapa Bisma menjadi targetnya.
" musuh?... Tidak..Tentu saja tidak.."jawab Bisma apa adanya.
" Apa kau pernah berbuat salah pada orang lain?" tanya Sonia lagi.
" Hem...." Bisma nampak sedang berpikir dan mengingat ingat kesalahan yang pernah di lakukan nya.
Selama ini ia tidak pernah punya musuh, juga ia selalu menjaga sikap..Ia selalu berusaha bersikap baik pada siapapun.
" Kak..Gawat.." Bella berlarian dengan tergopoh\_gopoh menghampiri kakaknya dengan wajah cemas.
" Kenapa Bel?" tanya Bisma
" Sepupu kita..para sepupu kita... Mereka di hajar orang tak di kenal Kak..Satu persatu semuanya..pokoknya yang dulu pernah mengeroyok Kak Yoga.."
Bisma terdiam. Sonia menatap keduanya dengan heran.
" Apa ini perbuatan Kak Yoga? " tanya Bella
Yoga?.....Siapa Yoga...Batin Sonia
" Bukankah dia bilang memaafkan kita dan sudah membuat perjanjian damai...Kenapa masih membalas kita..Kak Yoga benar benar kejam.."
" Dimana sepupu kita sekarang..?" tanya Bisma
" Di rumah sakit..."
Bisma , Bella , Sonia segera pergi ke rumah sakit. Ketiganya segera melihat keadaan para sepupunya. Semua sepupunya terluka parah . Semuanya babak belur. Bahkan ada beberapa yang sampai di perban kepalanya.
" Kak Yoga..kejam sekali..Dia bilang semua sudah selesai..tapi ternyata dia masih balas dendam. Kak bagaimana ini...aku takut...jangan jangan nanti keluarga kita juga di incar nya...Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kita.." ucap Bella ketakutan sambil menangis. Bisma memeluk adiknya erat erat.
Tidak...ini tidak mungkin...Yoga tidak akan berbuat seperti ini...Yang bisa melakukan hal kejam seperti ini ....cuma 2 orang yang bisa...Kak Romi ...atau mungkin Tuan Besar Guntoro sendiri...
" Kak Bisma..." panggil salah satu sepupunya yang masih dalam keadaan sadar meski ia terluka parah. Kepalanya yang tadi sempat bocor karena di pukul balok.Beruntung ia di tolong warga yang melihatnya di keroyok sekelompok orang tak di kenal. Ia juga cepat mendapat pertolongan di rumah sakit.
Bisma menghampiri adik sepupunya itu.
" Orang orang itu bilang...Untuk menyampaikan padamu..Tunggu giliran mu.."
Bisma tersentak. Rasanya bagai mendapat serangan besar. Ternyata benar dugaannya. Sasaran mereka selanjutnya adalah dirinya.
Bella kian terisak.Ia semakin ketakutan
" Bagaimana ini Kak...Bagaimana...aku takut.."
" Tenang Bella ...jangan takut..Nanti kita lapor polisi..." Bisma berusaha menenangkan adiknya
" Bisa apa Kak...Pengacara mereka saja sudah bilang damai tapi ternyata mereka masih mau melakukan hal seperti ini ..... "
Sonia menatap keduanya. Ia tahu Bisma pasti juga cemas. Namun ia masih berusaha menenangkan adiknya.
Jadi...bos tersembunyi ku itu namanya Yoga?..Dia yang menyuruhku untuk membunuh Bisma...
Yoga siapa...?
.
.
Bisma mampir ke sebuah tempat makan bersama Sonia sedang Bella di rumah sakit menunggui saudara sepupunya sampai orang tua mereka datang. Bella juga di sana untuk membayar biaya rawat mereka. Semua di tanggung Bisma.
Sonia cuma diam sambil mengamati Bisma yang nampak gusar. Bisma takut jika orang orang itu sampai mengganggu keluarga nya. Terlebih adik perempuannya.
Bisma kemudian mengambil hp nya dan menghubungi seseorang yang ia duga adalah orang yang punya andil menciderai para sepupu nya.
" Halo Bis..Kenapa menghubungi ku?"tanya orang yang di hubungi Bisma. Dia tak lain adalah Romi. Romi baru saja bersantai di rumah Pamannya Rasyid.
" Aku tidak menyangka ternyata Kakak orang yang serendah ini...Kakak bilang semuanya damai dan tak ada tuntutan lanjutan lagi...Tapi kenapa orang orang Kakak masih mengganggu keluargaku...?"
" Apa maksudmu Bisma?"
" Kakak kan yang menyuruh orang orang itu untuk memukuli para sepupu ku..Semua orang yang pernah berurusan dengan adik Kakak itu sekarang terbaring di rumah sakit. Kalau Kakak masih tidak terima perjanjian damai itu , langsung saja padaku. Jangan libatkan keluargaku.."
Romi begitu terperanjat mendengarnya. Ia sangat terkejut mendengar ucapan Bisma itu. Namun seketika ia langsung mengerti yang terjadi. Guntoro tidak akan melepaskan orang yang mengganggu anaknya. Ia akan membalas semua yang berani mengusik keluarga tercinta nya.
Sejak dulu itu yang di lakukan Guntoro pada siapapun orang yang di bencinya. Jika memungkinkan membalas langsung, jika tidak Guntoro akan menggunakan algojo nya untuk menghabisi musuhnya. Ryan yang akan melakukannya.
" Bis.. Sembunyi lah... " ucap Romi kemudian.
" Sembunyi?... Kenapa aku harus sembunyi?" tanya Bisma tak mengerti.
__ADS_1
Sonia mulai curiga..Sepertinya orang yang di ajak bicara Bisma itu sangat mencurigakan. Sepertinya orang itu mengetahui rencana mereka.
" Ini bukan aku atau Yoga yang menyuruh..Tapi modus seperti ini Tuan Besar Guntoro yang melakukannya. Kau sudah mengusik anak kesayangannya...Dia tak akan mengampuni mu... Dia mengincar mu Bisma...Dia mengincar nyawamu.."
Bisma ternganga. Separah itukah jika ia menyentuh anak konglomerat itu. Bahkan ia harus membayar dengan nyawanya.
" Dengar aku baik baik Bisma. Jangan pernah berada di tempat sepi sendiri. Usahakan terus bersama orang lain. Lalu jangan membiarkan orang asing yang baru kau kenal masuk ke rumah mu...siapapun!!"
Bisma terdiam . Ia sesaat menatap Sonia yang juga menatap nya. Jika ucapan Romi itu benar, Sonia adalah orang yang paling mencurigakan. Sejak awal pertemuannya dan juga saat ia menemukan Sonia tergeletak di depan rumahnya , ada orang asing yang bilang ia adalah korban di tabrak lari.
Frans bilang luka nya bukan luka karena kecelakaan tapi lebih seperti kekerasan. Itu nampak seperti luka yamg sengaja di buat di tubuhnya. Dengan di tambah Sonia lupa ingatan..Lengkap sudah semua . Ia yakin kehadiran Sonia di rumahnya itu sudah terencana.
" Ada apa Bis?" tanya Sonia heran. Dalam hati tatapan Bisma itu nampak lain. Tak seperti biasanya yang lembut.
" Bisma. Kau tunggu aku..Aku akan ke sana. Aku akan menyuruh anak buah ku melindungi keluarga mu..." ucap Romi.
Bisma menutup telponnya. Ia berusaha tetap tenang setelah mendengar semuanya dari Romi.
Sembunyi?... Sembunyi kemana lagi...Tak ada tempat untuk lari...musuh sudah di depan mata...
" Bis ?"
" Sonia, bagaimana pendapatmu..Orang tuaku ingin aku meminang mu menjadi istriku.. Aku akan melakukannya jika kau bersedia.." Bisma bersikap biasa saja seolah tak ada yang terjadi meski perasaannya begitu kacau balau.
Sonia tersenyum. " Kalau kau tidak keberatan dengan aku yang seperti ini Bis...Aku bersedia.."
Bisma tersenyum simpul.
" Sebenarnya kau punya masalah dengan siapa ?" tanya Sonia.
" Aku pernah mencintai orang yang salah..Aku mencintai istri orang dan membawanya kabur. Aku terlibat pertikaian dengan suaminya . Aku dan sepupuku menghajarnya. Padahal kami sudah membuat perjanjian damai. Tapi sepertinya keluarganya tidak terima. Dan sekarang keluarganya ingin membalas balik. Mereka menginginkan nyawaku..."
Sonia diam mendengarkan.
" Memangnya siapa mereka..bisa berbuat seenaknya begitu.. "
" Kau pernah dengar nama 'Pratama'?"
" Benar..."
" Musuh mu sangat berat Bisma..." ucap Sonia.
Jadi orang yang membayar ku dengan nilai fantastik untuk menghabisi Bisma itu adalah Pratama... Induk semang ku yang sebenarnya.. Yoga Pratama ??
.
.
Sonia browsing di Internet mencari nama Pratama, dan yang muncul di sana adalah Guntoro Pratama dan Yoga putra pratama. Dua sosok Ayah dan anak yang berlainan 360°. Satu terkesan bengis dan kejam sedang satunya berkesan lembut dan bersahaja.
Sekali lihat saja aku sudah tahu.... Orang yang membayar ku untuk membunuh Bisma pasti yang ini...Guntoro Pratama...
Sesama predator akan saling mengenali jenis nya...Aura iblis nya kentara sekali...
Sekarang tinggal menunggu perintah... Maaf Bisma... Aku harus membuang jauh perasaan ini...Kau adalah target...Dan aku adalah dewa maut mu....
.
.
" Sebar anak buah di sekitar tempat tinggal Bisma...Jangan sampai ada orang yang melukai keluarga Bisma lagi..Terutama Bisma... Dia target utama yang di incar orang orang Ryan.." ucap Romi menghubungi anak buahnya yang tersebar di mana mana itu.
" Siap , tuan "
" Manusia iblis itu benar benar keterlaluan..." batin Romi geram pada Guntoro. Romi buru buru melajukan mobilnya menuju ke Kota Blitar. Ia harus melindungi Bisma yang pasti sudah menjadi target incaran Ryan.
Romi telah menyiapkan sebuah koper yang di dapat dari anak buahnya. Di dalam koper itu terdapat sebuah senjata api lengkap dengan peredam nya. Untuk berhadapan dengan Ryan pembunuh bayaran sadis itu ia juga harus menggunakan senjata jika tak ingin mati konyol.
" Apa?" tanya Romi pada anak buahnya yang lain yang tiba tiba menghubunginya. Ia menjawab menggunakan headset bluetooth nya.
" Seorang wanita asing sudah masuk ke keluarga Bisma...Sepertinya dia adalah 'boom pengantin'..."
" Boom pengantin?" tanya Romi.
" Kami mendapat identitas aslinya ...Sonya nama aslinya..Ia kaki tangan Ryan. Ia sering di gunakan Ryan sebagai boom pengantin..yakni seorang wanita yang memancing target. Menjerat korbannya hingga jatuh cinta kemudian mereka akan memberinya kejutan di malam pengantinnya dengan menghabisi nyawanya. Wanita itu cuma pemancingnya , rekannya yang akan menghabisi targetnya.."
Romi terdiam. Ternyata Ryan bisa menggunakan berbagai macam cara untuk membunuh..
" Lindungi Bisma bagaimanapun caranya...Ia tidak boleh mati.. Dia tidak bersalah.. Semua yang menimpanya gara gara aku..Aku yang menyeret dia .. Aku yang memanfaatkan dia..."
__ADS_1
" Kami akan berusaha Tuan.."
" Kerahkan anak buah mu untuk mencari Ryan..Lacak keberadaannya dari ponselnya..Lalu tangkap dia...bawa dia ke hadapanku.."
" Baik Tuan.."
.
.
Keluarga Bisma berkumpul. Semua lengkap dengan Sonia juga.
" Kalau saja tidak ada kekacauan ini..kami ingin cepat menikahkan kalian.." ucap Ayah Bisma.
" Tapi kalau seperti ini...akan membahayakan Sonia...Kau baru akan masuk menjadi anggota keluarga kami..tapi melihat keponakan keponakan ku seperti itu..Kami tidak ingin kau juga dalam bahaya..." ucap Ibunya. Sonia cuma diam.
" Kita harus memperbanyak berdoa..Minta perlindungan Tuhan.. Semoga keluarga kita semuanya selamat.."
" Ayah , Ibu ...aku takut...Kalau ada apa apa denganku bagaimana...Aku dulu membantu Kak Bisma menyembunyikan Kak Kristy..." Bella menangis tersedu sedu. " Padahal tahun depan aku akan menikah dengan Frans..aku takut...Kak Yoga juga mengincar ku.."
" Yoga anak yang baik..tidak mungkin dia tega padamu.." Hibur Ibunya sambil memeluk putrinya itu.
' Ting...'
Sebuah pesan masuk ke hp Bisma dari Romi.
' Bisma...Hati hati...Mereka menargetkan mu..Boom pengantin.....bla\_blabla... '
Romi memberi penjelasan pada Bisma dengan pesan panjangnya.
Melihat Bella yang terus menangis dan dicekam ketakutan , Bisma pun membuat keputusan.
" Sonia, kau mau menikah denganku?" tanya Bisma nekat. Padahal Romi sudah mewanti wanti agar tidak melakukannya karena itu sesuai rencana mereka. Bisma akan mendapat kejutan dari dewa maut di malam pengantinnya.
Sonia menatapnya. Ia tersenyum. Semua akan sesuai dengan rencananya dengan Ryan. Namun ia mulai sangsi , apakah ia akan tega membunuh pemuda baik baik di depan matanya itu.
Namun rencana tetaplah rencana ...Ia harus profesional . Separuh bayarannya sudah masuk ke rekeningnya..Jika berhasil ia akan mendapat bayaran penuh . Ia akan mendapat tambang emasnya...Bahkan jika ia berhenti dari pekerjaannya , ia masih bisa hidup enak untuk beberapa tahun yang akan datang.
" Tapi aku tak bisa menikahi mu secara resmi..cuma secara agama.. Itu pun kalau kau mau.." tambah Bisma lagi.
" Pernikahan secara hukum ataupun secara agama tiada beda...pernikahan tetap pernikahan..Aku bersedia Bisma.."jawab Sonia sambil tersenyum.
.
.
Dan langsung , malam itu juga Bisma menikahi Sonia secara agama. Tanpa rias pengantin, tanpa pesta, tanpa undangan. Hanya penghulu dan beberapa orang perangkat desa yang hadir sebagai saksi pernikahan mereka.
Hanya makan malam sederhana yang menjadi perjamuan untuk para tamunya.
Dan sesudah mereka semua pulang hanya tinggal keluarga Bisma yang menginap di rumah Bisma.
Bisma dan Sonia yang kini sudah resmi menjadi suami istri masuk ke kamar Bisma. Bisma yang sudah menyiapkan hatinya jika Sonia ingin mengakhiri hidupnya . Ia sudah pasrah dengan nasib nya.
Ia hanya menunggu bagaimana cara wanita itu membunuh dirinya. Karena jika Sonia berhasil dengan rencananya , keluarganya tidak akan dalam bahaya lagi. Cukup ia saja yang mati....Ia ikhlas demi melindungi keluarganya
Sonia bingung. Pernikahan dadakan itu tidak sesuai dengan rencananya dengan Ryan. Seharusnya jika sesuai rencana , Bisma akan mati di bunuh teman temannya tanpa sempat merasakan malam pertama pengantinnya.
Tapi kini ia terjebak di dalam kamar berdua dengan pria yang statusnya sudah resmi menjadi suaminya. Dan ia tidak akan bisa kabur dari Bisma malam ini...Sepertinya ia benar benar harus melakukan malam pertamanya dengan Bisma agar tak di curigai.
Bisma pun bertanya tanya dalam hati , melihat Sonia yang nampak kikuk dan malu malu membuatnya heran. Jika Sonia benar seorang 'boom pengantin 'seperti kata Romi tentunya ia sudah punya banyak pengalaman dengan pria. Tapi mengapa dia gugup dan kikuk seolah belum pernah melakukan hal itu dengan pria sebelumnya.
" Sonia..." panggil Bisma
" A..apa..?" tanya Sonia yang duduk gugup di tepi ranjang.
Haruskah aku benar benar melakukannya...
Keduanya sama sama ragu...
" Kau istriku sekarang.. Bukankah kau halal untukku?" tanya Bisma
" I...iya Bis..."
Mungkin 'Boom pengantin' itu juga termasuk memilikinya..Dia akan menjadi hadiah terakhirku sebelum aku mati..
*Ya sudah ... Aku lakukan saja*...
Bisma perlahan mendekati Sonia dan membawanya kian dekat. Bisma mengecup lembut kening Sonia sebelum memulainya. Kemudian ia berdoa.
Apapun yang akan terjadi nanti.. terserahlah...aku pasrah saja..Mungkin Sonia memang jodohku ...Walaupun cuma singkat...Dia istriku...aku harus memperlakukannya dengan baik.. Aku akan menyayanginya.. Selama nafas ini masih ada aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya..Siapapun dia..aku tak peduli..yang jelas dia ini istri sah ku...
__ADS_1