KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
177. PEMBALASAN GUNTORO


__ADS_3

Keluarga Yoga sedang berduka. Mereka semua benar benar sedih kehilangan Mama, Oma tercinta mereka dengan cara di bunuh seperti itu.



" Karena tempat tinggal kalian masih di polis line kalian tinggal saja di sini..." kata Ricky.



Yoga tak menjawab cuma diam.Ia masih sangat terpukul karena kejadian tersebut .Kini ia harus kehilangan Mama tercintanya. Begitu banyak penyesalan di hatinya karena ia belum bisa membahagiakan Mamanya .Sejak ikut dengannya, mereka menjalani hidup sulit. Mamanya juga sering sakit . Ia menyesal belum bisa memberikan kelayakan hidup untuk Mamanya .Ia begitu cepat pergi di panggil menghadap Tuhan.



Dafa , Dafi , dan Xavier pun demikian. Mereka juga begitu sedih . Seolah mereka kehilangan semangat hidup. Biasanya setiap hari Omanya dengan telaten dan sabar menemani mereka bercanda tawa, memperhatikan dan menyayangi mereka, membelikan banyak jajanan dan masih banyak lagi yang dilakukan Omanya untuk mereka.



Kristy yang lebih terpuruk. Ibu mertuanya itu meninggal karena melindungi dirinya dari orang yang hendak membunuhnya. Meski ia tahu orang itu suruhan Guntoro , ia tak mengatakan nya pada siapapun termasuk Yoga. Karena itu akan lebih menyakiti hati suaminya jika mengetahui dalang pembunuhan itu. Ia cuma bisa menangis saja



Keluarga Ricky berusaha memberi kekuatan dan dukungan mental untuk mereka semua.


.


...----------------...


.


" Jadi Kenzei yang membunuhnya?" tanya Guntoro pada anak buahnya.



" Iya Tuan Besar..."



" Jadi dia balas dendam padaku karena video yang ku kirim itu ya..." ucap Guntoro. " Kalian cari Si Kenzei dan wanita j a l a n g itu sampai ketemu. Aku akan memberikan balasan yang lebih kejam lagi kepada mereka!! "



" Tapi dia adik Eagle.." kata Anak buahnya.



" Persetan dengan Eagle...Nyawa harus di bayar dengan nyawa. Dia membunuh Risa . Diapun harus mati di tanganku..." ucap Guntoro Penuh kemarahan.



" Tapi Tuan Besar...Eagle bukan main main. Dia punya kekuasaan besar. Kita yang akan dalam bahaya jika bermusuhan dengannya " Romi mengingatkan.



" Itu urusanku , Rom. Aku tidak takut dengannya. Aku punya banyak uang yang bisa ku gunakan untuk membeli pasukan melawan Eagle . " Romi akhirnya diam.


.


.


Terserah padamu lah ..yang penting aku sudah mengingatkan...Musuh Eagle itu sangat berat....kalau kau nekat. aku tidak mau turut campur.... batin Romi.


.


.


Ia sudah paham sekali dengan Eagle dan jaringan luasnya yang sering membantunya dalam melakukan tugas dari Guntoro. Berperang dengan Eagle itu artinya mencari mati.



" Kau pergi saja ke Bali...Temui Yoga . Minta Jenazah Risa untuk di kuburkan di tanah keluarga Pratama " kata Guntoro.



" Ini sudah setengah hari Tuan Besar...Jenazahnya mungkin sudah di kuburkan.." kata Romi.



" Kau kan bisa menyuruh orang membongkarnya kembali..." kata Guntoro semaunya


.


.


Astaga...manusia ini .. Orang sudah mati pun masih di usik nya... Dan lagi. ...Selalu menyuruh tangan orang lain...


.


.


" Saya akan mencoba bertanya pada Yoga dulu...Tapi jika dia keberatan, saya tidak berani memaksa..." tegas Romi.


Guntoro cuma diam sambil menghela nafas panjang. Ia sudah bisa menebak, Yoga pasti tak akan setuju. Namun mengingat siapa Risa, Risa istri seorang Konglomerat kaya, ia harus di tempatkan di tempat terhormat untuk peristirahatan terakhirnya. Ia tak boleh berada di makam umum bersama makam orang orang miskin.



" Bujuk Yoga sampai setuju..."



Romi terdiam. Posisinya bakal terjepit di antara Ayah dan Anak yang nanti nya pasti bakal saling keras kepala mempertahankan pendapat mereka.


.


...----------------...


.


Romi langsung berangkat ke Bali dengan penerbangan khusus pesawat Pribadi milik Keluarga Pratama. Dan di Bandara, anak buahnya telah menyiapkan kendaraan untuk menjemputnya .



Ia langsung menemui Yoga di rumah keluarga Ricky .



Yoga memeluk kakaknya itu .Ia tak kuasa menjatuhkan air mata nya lagi mengingat kesedihan mendalam yang di rasakan nya.



" Tabah kan hatimu Yog..Tante Risa orang baik .. surga menantinya..." hibur Romi sambil menepuk bahu adiknya itu.



Setelah tenang , Yoga dan Romi bicara berdua .Yoga tak bertanya lagi sebab Romi bisa berada di sana dan langsung mengetahui kematian Mamanya , itu pasti karena papanya mengawasinya setelah tahu tempat tinggal nya.



" Kak ...apa ini ulah Papa?" tanya Yoga langsung.



" Yang membunuhnya itu Kenzei..Adik Eagle..Tapi itu atas perintah Papamu. Namun target sebenarnya bukan Tante Risa tapi Kristy. Dia sebenarnya hendak membunuh Kristy . Tapi Mama mu melindungi Kristy sehingga ia yang meninggal..." jelas Romi.



" Papa lagi..." Yoga benar benar geram." Kenapa dia begitu membenci Kristy...Kristy tidak pernah mengusiknya..."



" Papa mu ingin membawamu kembali bersama Tante Risa...Kristy adalah penghalangnya. Ia pikir jika Kristy tak ada kalian akan kembali..Dia tak cuma ingin membunuh Kristy ..dia sebenarnya juga mengincar Xavier. Kalau mereka berdua tak ada kau akan kembali ke rumah dan hidup dengan Kinara dan Kesha, cucu yang di akui sebagai pewarisnya..." Romi menjelaskan semuanya panjang lebar.

__ADS_1



Yoga tau, Kesha itu pasti anak yang lahir dari Kinara. Papanya mengira itu anaknya dan Kinara.



" Aku tidak akan pernah kembali ke keluarga Pratama " tegas Yoga . Ia benar benar benci dengan nama itu. Nama yang sarat dengan kekayaan dan kekejaman Papanya. Pratama adalah kebanggaan Guntoro.



Andai saja ia bisa berbuat jahat seperti Papanya.Yang akan ia lakukan pertama kali adalah membunuh Papanya sendiri . Ia benar benar benci dengan semua kekejaman yang di lakukan seorang Guntoro itu.



Bahkan hukum pun tak bisa menyentuhnya dengan semua dukungan kekayaannya. Maka nya ia menjadi orang yang sangat sombong dan arogan. Dan tingkat kesombongan nya sudah tingkat dewa . Sangat parah dan tak bisa di obati.



" Kak Carikan aku senjata...."



" Untuk apa Yog? "



" Untuk melindungi keluargaku...Suatu saat jika ada orang orang seperti ini lagi, aku akan langsung membunuhnya sebelum dia melukai keluarga ku..."



" Sabar Yog .. Sejak dulu aku juga ingin melakukan hal yang sama..Namun aku masih bisa mengendalikan diriku . Jangan mengotori tanganmu untuk sebuah kejahatan. Kejahatan itu suatu saat akan menemui batasnya . **ORANG YANG MENANAM ANGIN , DIA AKAN MENUAI BADAI**..." kata Romi sambil menepuk bahu adiknya itu.



" Percayalah...hukum karma itu ada..Dan dia akan mendapat semua balasan atas apa yang diperbuatnya ..."



Romi berusaha menenangkan Yoga yang begitu emosi jiwanya itu. Romi tahu , ia sudah sangat muak dengan semua kejahatan Papa nya itu. Ia juga sama. Bahkan sudah sejak kematian Bulan. Namun ia tidak punya keberanian melawan Guntoro. Romi hanya bermain halus , ia ingin membalas dendam tanpa di ketahui Guntoro.



" Ini baru permulaan..tapi Papamu sudah mulai mendapatkan nya..Istri mudanya pergi dengan Kenzei. Papamu sekarang tak bisa berjalan ..dia sedang menjalani perawatan sekarang. Dan dia kini mengincar Kenzei untuk balas dendam. Dia mau melawan Eagle. Lebih baik kau tenangkan hatimu dulu . Kalau kau mau , aku akan mengirim mu keluar negeri bersama keluargamu. Jauh dari pengawasan Papa mu . Dia tidak akan bisa menemukanmu. Kau bisa hidup tenang tanpa ada yang mengusik mu sama sekali seperti dulu aku menyembunyikan Xavier dan Kristy di Australia .."



Yoga terdiam . Memang ia harus menghilang dari jangkauan Guntoro demi keamanan keluarganya. Terlebih kini Guntoro hendak memulai perang dengan Eagle. Nyawa keluarganya pun bisa dalam bahaya.



" Kirim aku ke tempat kelahiran Xavier dulu .." Yoga membuat keputusan cepat . Ia ingin segera menyembunyikan diri bersama keluarganya. Ia tak ingin terlibat urusan dengan Papanya lagi.



Ia memutuskan untuk memilih tempat kelahiran Xavier karena ingin mengetahui bagaimana tempat tinggal Kristy dulu saat ia tak ada. Ia ingin menebus kebersamaan saat Xavier lahir dan tumbuh di sana tanpa dirinya. Bagaimana dulu mereka tinggal, bagaimana mereka hidup dan menjalani semuanya.



" Itu mudah..." kata Romi.


.


.


...----------------...


.


.


.


Romi kembali ke Jakarta setelah mengirim keluarga Yoga ke Australia. Kembali ke rumah yang dulu pernah di tempati Kristy dan Bisma.




" Kita bisa memindahkan makamnya Tuan Besar..."



" Ha...semudah itu?" tanya Guntoro tak percaya.



" Begitulah Tuan Besar ..Itu karena Yoga sekeluarga menghilang . Dia pergi entah kemana sebelum saya berhasil menemuinya..." Romi membuat sebuah kebohongan demi keselamatan Yoga dan keluarganya .



" Jadi Yoga kabur lagi?"



" Sepertinya Yoga terlalu membenci untuk kembali ke rumah ini ....sehingga ia memilih menghilang tanpa jejak lagi..."



Guntoro terdiam. Tentu saja Yoga membencinya dan tak mau kembali ke rumah itu lagi. Karena ia yang menyebabkan Mama tercintanya meninggal. Yoga pasti sangat membenci dirinya .



" Sudahlah.. Mau bagaimana lagi...Dia sudah begitu terpikat pada janda miskin itu..matanya buta. Biarkan saja jika dia mau hidup sengsara . Aku punya Kesha .. dia penerus ku. Masa bodoh dengan Anak tolol keras kepala itu.." kata Guntoro kemudian.


.


.


.


...----------------...


.


.


Beberapa Minggu kemudian. Kondisi Guntoro mulai membaik. Ia sudah lebih sehat kini. Meski masih harus duduk di kursi roda dan di dorong anak buahnya. Ia masih belum bisa berjalan kembali.



" Tuan Besar ..kami mendapat keberadaan Nyonya Risma dan Kenzei.." lapor Anak buahnya.



" Dimana mereka?" tanya Guntoro



" Mereka sekarang tinggal di Bandung. Sebelumnya Mereka hidup berpindah pindah dan menghabiskan uang nya. Berfoya\_foya menghamburkan uang di klub , berjudi, dan juga melancong ke banyak tempat wisata..."



" Tangkap dan bawa mereka ke markas . Aku akan memberi mereka pelajaran yang tak akan mereka lakukan seumur hidupnya.." ucap Guntoro


.


.


...----------------...

__ADS_1


.


Anak buah Guntoro yang sudah mencari mereka kemana mana akhirnya menemukan keberadaan Risma dan Kenzei . Mereka ternyata tak jadi ke luar negeri karena Eagle membeking adiknya.



Eagle meyakini Guntoro tak akan berani menganggu Kenzei , Adiknya. Sehingga mereka tetap di Indonesia. Bersenang senang , menghamburkan uang yang di ambil dari rumah Guntoro kala itu.



Anak buah Guntoro yang jumlahnya cukup banyak itu mendatangi Sebuah Hotel tempat Risma dan Kenzei menginap . Mereka tampak teler dengan keadaan telanjang . Sepertinya mereka habis bercinta dan dalam keadaan mabuk berat.



Setelah memberi mereka pakaian , anak buah Guntoro membawa keduanya ke markas tersembunyi mereka. Tepatnya di sebuah gedung bangunan tua yang kosong dan tak berpenghuni.



Kenzei di ikat dalam sebuah kursi dengan kaki dan tangan terikat. Begitu juga dengan Risma. Mereka yang masih belum sadar dari mabuknya tak sadar jika sedang berada di ujung tanduk.



Guntoro yang duduk di kursi roda menatap dengan geram keduanya. Terlebih saat melihat bekas \*\*\*\*\*\* di dada dan leher Risma yang sedikit tersingkap karena kemejanya sedikit terbuka.



" Wanita murahan ini....benar benar rendah.." ucapnya geram.



" Siram mereka dengan air ! " Guntoro yang sudah tidak tahan ingin segera memberi mereka pelajaran ingin cepat cepat menyiksa mereka .



' Byu\_uur...'



Risma dan Kenzei langsung tersadar saat merasakan guyuran air membasahi tubuh mereka. Mereka begitu terkejut saat mendapati tangan dan kaki mereka terikat di sebuah kursi. Terlebih Guntoro ada di hadapan mereka dengan pandangan tajam seperti hendak membunuh mangsanya.



" Mas..." Risma begitu panik dan takut saat melihat Guntoro.



" Mau apa kau bajingan?Apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa...Berani nya mengikatku seperti ini .." kata Kenzei yang tidak kenal takut pada Guntoro .



" Mau membuat perhitungan denganmu..." ucap Guntoro sambil tersenyum sinis.



" Aku ini adik Eagle ..Berani menyentuhku , kau mati..." ancam Eagle.



" Sepertinya kau tidak sadar posisimu ya ..Hajar dia !!" kata Guntoro pada anak buahnya.



Anak buah Guntoro yang ada di sana sekitar 10 orang. Termasuk asistennya yang mendorong kursi rodanya. Ia sengaja tak mengajak Romi dan memberinya kesibukan di perusahaan agar ia bisa leluasa membalas sakit hatinya pada Kenzei. Romi pasti akan membela Kenzei teman dekatnya jika mengetahui hal itu.



Beberapa di antara mereka segera maju dan menghajar Kenzei. Mereka memukul dan menendang Kenzei yang terikat itu. Kenzei tak bisa berbuat apa pun selain menerima kesakitan di kesakitan dari serangan mereka.



" Aku tak bermaksud membunuh istri tuamu itu . Dia yang berlari menutupi tubuh menantu mu saat aku hendak membunuh nya. Itu bukan salahku ..' Kenzei berusaha membela diri karena posisinya tak bisa melawan.



Darah segar mengalir dari bekas hantaman anak buah Guntoro itu di sekitar wajah dan kepalanya.



" Demi wanita j a l a n g ini kau membunuh Istriku..." ucap Guntoro geram.



" Jangan memukulnya...pukul aku saja.." kata Kenzei saat melihat anak buah Guntoro mendatangi Risma dan menjambak rambutnya.



" Mas Guntoro....tolong ampuni aku .." mohon Risma yang ketakutan saat mengingat saat dulu Guntoro menghajarnya dengan tanpa ampun.



" Demi laki laki brengsek itu kau berani mengkhianati ku . Apa kurangnya aku , B i t c h ?" Asisten Guntoro mendorong kursi rodanya lebih mendekat pada Risma. Sepertinya Guntoro juga ingin menghajar istri mudanya itu .



Mendengar kata hinaan itu Risma kesal. Ia meludahi Guntoro. Guntoro yang geram , langsung memukulnya.



Risma kesakitan namun dia tak bisa membalas Guntoro dengan tangan dan kakinya yang terikat.



" Fu fu fu.. Kau ini seorang pria tua pengecut ...kejam..Jauh jika di bandingkan dengan Ken. Kenzei tampan , dia lembut pada wanita dan dia sangat pintar memuaskan ku...tidak seperti kau.." Risma pun melawan Guntoro dengan kata kata. Karena cuma itu yang bisa di lakukan ya.



Mendengar itu Guntoro berang. Ia merasa sangat di rendahkan di bandingkan dengan seorang bajingan tukang memainkan wanita seperti Kenzei.



" Oh..jadi kau minta di puaskan ya..." Ucap Guntoro kesal. " Dulu aku bukan tidak bisa memuaskan mu tapi aku malas menyentuhmu.. Aku tidak menyukaimu sama sekali..." Guntoro mengungkapkan rasa hati sebenarnya dirinya terhadap Risma.



" Kau itu cuma wanita jenis ular .. penyuka uang..matre... sudah beruntung aku beri hidup enak..berani mengkhianati ku..."



Risma menatap tajam ke Guntoro dengan penuh kebencian.



" Kalau kau mau kepuasan aku akan memberikannya. Letakkan wanita ini di meja itu..." kata Guntoro pada anak buahnya. Dan merekapun segera melakukannya.



" Tidak .jangan lagi..." Risma ingat Guntoro kala itu memaksanya berhubungan di depan anak buahnya dan merekamnya . Kemudian ia mengirimkan videonya ke Kenzei. Ia sungguh tak mau Guntoro mengulangnya. Apalagi di depan Kenzei langsung.



" Gara gara ulah mu kakiku sampai seperti ini...Sekarang karena aku tidak bisa melakukannya .. jadi biar anak buah ku saja yang melakukannya untukmu. Mereka akan memuaskan mu "



Risma begitu shock mendengarnya. Begitu juga dengan Kenzei. Guntoro akan menyuruh anak buahnya itu melecehkan wanitanya. Di depan matanya. Kenzei benar benar tidak rela.



" Jangan...jangan lakukan itu mas ...aku tidak mau ." Risma Sontak langsung menangis ketakutan.

__ADS_1



" Jangan Guntoro...Ampuni aku ..aku mengaku salah .. aku saja yang menerima hukuman mu. Jangan Dia...tolong ampuni kami ..." Kenzei pun memilih mengalah demi keselamatan kekasihnya. Ia lebih memilih dirinya di hajar dan merendah meng\_hiba memohon ampun pada manusia laknat itu.


__ADS_2