KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
65. FAMILI TIME


__ADS_3

Andi melirik jam tangannya.



' Gila sudah setengah jam... belum selesai juga ... Main berapa kali sih.. ' Batin Andi. Dia sudah mengabiskan beberapa puntung rokok menunggu mereka.



' Ting ' Sebuah pesan masuk. Andi membuka hp nya.



' Yok ' Satu pesan singkat yang langsung di pahami Andi.



" Ayo kita lanjut lagi... "



Si kembar membereskan berbagai snack yang tadi mereka beli. Sebagian sudah habis sebagian belum . Andi membantu membuang bungkus bungkus kosong snack dan kemudian segera beranjak menggandeng keduanya.



" Des.. Desi! " Desi nampak kaget saat suara Andi terdengar sedikit keras.



" Hah?! " Dia bengong.



" Ayo.." Ajak Andi



" A..iya " Kemudian ia segera bangun dari duduknya dan mengikuti Andi.



" Tante Desi melamun.." ucap Dafa yang langsung di sambut tawa dafi dan Andi.



" Jangan di bayangin bodoh " ucap Andi



" Hehe.." Desi cengengesan.



Kemudian mereka berempat segera menyeberang dan langsung menuju mobilnya.



Saat pintu terbuka Kristy tak nampak di sana. Hanya Yoga yang berada di kursi tengah . Sedikit ngos\_ngosan dan berkeringat.



" Mama kalian di kursi belakang. Mau bobok di sana. Kalian sama Papa saja " ucapku.



Dafa dan Dafi langsung masuk dan duduk bersama Yoga.



" Kau ini benar benar ya Yog... badanku sampai pegel nunggu" kata Andi.



" Hahaha" Aku cuma tertawa.



" Kalian main berapa kali sih lama banget " ucap Desi yang suka ceplas\_ceplos itu.



" Satu Des satu ... Ini juga kilat khusus' jawabku sambil tersenyum



" Ha??" Andi dan Desi nampak bengong.



' 1x kilat khusus setengah jam? Gila! ' batin Andi.



" Apa seminggu minggat di Jepang kurang Yog? " tanya Desi.



" Kurang lah...Makanya kalian cepat menikah , biar ngerti.."



" Pacar saja tak punya.. bikin panas lo Yog " sahut Andi cepat. Aku tertawa tawa.



" Desi tuh juga jomblo " ucapku iseng.



" Apa sih.." Sahut Desi cepat. Ia melirik Andi yang mulai menyetir kembali dan menggerutu.



" Badan pegal, lihat siaran live, rokok hampir habis satu pak , cuma bisa ngiler.. Nasib jomblo.. jones jones.."



Aku tertawa ngakak mendengar ocehan Andi.



" Papa kok keringatan?" tanya Dafi



" A... itu..Papa tadi ...mm..."



" Papa main balap kuda lagi ya?" tanya Dafa cepat.



" A.. " Aku melihat Desi yang menoleh padaku dan Andi yang melirikku dari kaca spion.

__ADS_1



' Ooooo.... Jadi pernah ketahuan ya ' Andi dan Desi tampak mengangguk angguk.



" Pantesan kalian sampek minggat ke Jepang " ucap Desi cepat



Kristy yang sebenarnya cuma pura pura tidur terdiam dengan wajah malu malunya.



" Hahaha.. " Aku cuma tertawa. " Eh tadi kalian beli apa sayang.." Aku buru buru mengalihkan pembicaraan.



" Ini Pa.. es krim, roti, susu, permen dan snack " Kedua bocah lugu itu segera membongkar tas belanjaan mereka dan menunjukkan isinya padaku.



" Papa di bagi dong.." Aku mengalihkan perhatian mereka. Dan mereka dengan polosnya memberikan snack mereka dan melupakan pembicaraan kami tadi.



Namanya juga bocah..Umur masih 4 tahunan.. Hihi.. lucu juga anak anakku ini...



" Papa mau yang mana?" tanya keduanya.



" Apa aja.. "



Aku kemudian makan snack pemberian mereka. Tapi yang paling membuatku tersentuh adalah saat Dafa dan Dafi meminta tisu yang ada di dekat kaca depan mobil pada Desi. Dan kemudian mereka menghapus keringat di wajahku.



" So sweet banget cintanya Papa " Aku memeluk keduanya yang tersenyum manja padaku. Keduanya sangat menyayangi aku dan aku pun begitu.



Mereka tak tampak seperti Ayah dan anak tiri. Mereka malah lebih seperti keluarga sungguhan. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Desi dan Andi tersenyum.



' Semoga kalian bisa berbahagia Yog..' Andi mendoakan mereka dalam hati.



" Andi nanti kita lewat malang saja. Tidak usah lewat kediri.." Aku memberi tahu Andi yang sedang mengemudi.



"Tidak langsung ke Blitar?" tanya Andi.



" Nggak. Aku mau ajak anak anak ke Jatim park. Kita rekreasi di sana..."



" Yeeee.. " Dafa dan Dafi nampak senang.




" Kau telpon dia Kris.. Beri kabar kalau anak anak sudah bersama kita. Biar Ibu tenang. Dan bilang habis ini kalian mau ke Surabaya " kata ku.



Kristy mengangguk. Ia lalu segera menghubungi Ibunya.



" Kau tidak apa apa kan Des ikut dengan kami ?" tanyaku.



" Iya..Aku gak ada order rias Yog.. jadi


santai " jawab Desi.


" Bagus "



" Lalu kerjaan kalian?" tanya Desi lagi



" Tenang saja Des...Bosnya kan di sini..Kami tinggal pantau " Jawab Andi santai. Aku cuma tersenyum



" Enak banget " kata Desi



" Kau mau kerja sama kami?" tanya Andi



" Emang bisa?" tanya Desi balik



" Kamu lulusan apa? jurusan apa?" tanyaku



" Lulusan Sekolah Rias dan salon " jawab Desi sambil tertawa.



" Ampun dah " Ucapku dan Andi bersamaan. Saat kami serius dia malah ngajak bercanda.



" Kirain bisa management atau sekretaris. Kami pas butuh soalnya. Sekretaris ku lagi minta cuti .. cuti melahirkan.." kata ku



" Aku bisa Yog?" tanya Kristy.



" Kalau kamu sih... Jadi istri bos saja sayang. Tidak usah bekerja . Cukup menyenangkan aku . Aku saja yang kerja buat kalian " jawabku sambil tersenyum . Kristy pun tersenyum pula

__ADS_1



"Cie cie... Pamer lagi.... pamer kemesraan ..." Sahut Andi.



" Tadi saja sudah bikin kepanasan ..Gak ada musuh..eh sekarang nambah lagi " timpal Desi pula



Aku dan Kristy tertawa ngakak. Sementara Andi mengacak acak rambut Desi.



" Kasih rem dikit mulutnya " ucap Andi. Desi kalau ngomong memang begitu , asal ceplos dan tanpa saringan.



" Musuh Andi saja.. Dia jones lo.. jomblo ngenes " Aku pun bercanda bersama mereka



" Bos koplak " Sahut Andi pula sambil tertawa. Kami semua tertawa bersama.


******


Setelah mengemudi semalaman .


Bergantian antara aku dan Andi. Paginya kami sampai juga di kota Malang . Batu tepatnya. Kami langsung menuju ke tempat bermain Jatim park 2.


Kami sampai di parkiran taman bermain Secret zoo Batu tersebut. Saat kami hendak masuk ke Taman bermain sebuah panggilan telpon berbunyi di hp Andi. Sebenarnya itu hp ku juga. hp khusus untuk kerjaan kantor. Sesaat ia berbicara . Dan kemudian menutupnya kembali.



Dari wajahnya yang nampak serius , Aku tahu itu pasti terkait pekerjaan.



" Dari rekan bisnis kita. ' Jaya grup' . Mau ajak meeting. Sudah aku bilang kita di Batu ..mereka malah mau ketemu kita di sini "



" Jam berapa?"



" 8 malam. Hotel AT "



" Ya sudah , boking room saja. Kita menginap sekalian "jawabku.



" Berapa kamar? kamar apa? " tanya Andi



" 3 suite...Ah famili saja ..Aku mau sama anak anakku.. kau dan desi singel room saja"



Aku dulu biasanya memesan kamar suite karena selalu sendiri saat perjalanan bisnis . Namun karena kini ada anak dan istriku aku memilih famili room yang biasanya ada 2 kamar tidur.



" Yakin famili? Ada si kembar lho "Andi. mengingatkan.



" Sekali kali gak papa .Toh besok di rumah bisa los berdua.." jawabku santai



" Iya iyaa.." jawab Andi kemudian segera memboking kamar untuk mereka.



Setelah itu kami membeli tiket masuk. Saat hendak masuk ke jalur antrian, si kembar melihat sesuatu di gedung tinggi sebelah



" Pa ada banyak gajah di sana.." kata Dafa sambil menunjuk banyak patung gajah yang berwarna warna pula



" Yang itu paling besar " kata Dafi pula.



" Itu museum satwa " kata Andi.


" Museum satwa om?"



" Iya..isinya kayak tulang belulang kerangka hewan yang sudah mati dan juga ada hewan mati yang di awetkan...." jelas Andi



" Hiiiii... " Anak anak itu membayangkan sesuai imajinasi mereka. dan merasa ngeri sendiri.



" Tidak menakutkan kok. Nanti kita bisa ke sana. " ucap Andi menenangkan mereka.



" Sekarang kita jalan jalan lihat binatang binatang dulu.. hati hati ya dan ingat tetap pegang erat mama dan papa karena banyak hewan buas di sana..." Aku mulai usil menggoda kedua jagoan kecilku



" Papa.. takut " Ucap keduanya.



" Tenang saja. Kan ada Papa.. " ucapku sambil tersenyum



" Ih...sok keren. Emang berani beneran .." timpal Desi



" Ya beranilah.. kan mereka di kandang semua..." ucapku cengengesan.



" Kalau di lepas liar ya aku kabur duluan " tambah ku sambil tertawa tawa..



" Hahaha..." Kami tertawa bersama

__ADS_1


__ADS_2