KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
96. KALIAN INI ORANG TUA MACAM APA ?


__ADS_3

" Tidak bisa Yog.. kita masih ada jadwal penting.."



" Pokoknya kita harus balik Andi. Kak Romi sudah tahu semuanya..Dan ini Papa mamaku juga di surabaya.. " kata ku panik.



" Kalau kita pulang itu artinya kita membatalkan tender. Dan kita harus membayar pinalti Milyaran Yog...Perusahaan mu bisa bangkrut.." kata Andi mengingatkan



" Tapi Kristy...bagaimana dengan Kristy..."



" Tenangkan dirimu Yog...Kak Romi selama ini sudah banyak membantumu...dia tidak mungkin melaporkannya pada Papa mu. Kamu sabar sebentar. Setelah kita selesaikan tender ini kita balik. Cuma satu minggu..seminggu lagi.." Andi mencoba menenangkan Yoga.



Aku cuma bisa menghela nafas panjang. Ya... Aku memang tidak bisa pergi begitu saja. Proyek kerjasama kali ini memang sangat besar. Dan aku tak boleh melewatkannya.



Aku tahu , Kak Romi tidak akan melaporkanku pada Papaku..dia pasti tidak akan melakukannya. Aku hanya bisa berharap semoga Kristy tak bertemu dengan Papa . Karena itu bisa saja mengguncang rumah tangga kami. Atau mungkin malah menghancurkannya.



" Ayo cepat Yog..kita ada jadwal meeting.."



Akhirnya mau tidak mau Yoga harus pergi menuju ke tempat pertemuan dengan rekan bisnisnya. Ia harus menepiskan bayangan Kristy yang memenuhi otaknya dengan perasaan cemas dan takut .Untuk sesaat ia harus fokus pada pekerjaannya dulu.


.


.


.


" Halo..."



" Non Kristy ...ini Bibi Ijah..."



" Iya...Ada apa Bibi menelpon ku?" tanya Kristy.



" Apa tadi Den Romi sudah sampai di apartemen? Sudah bertemu dengan Den Yoga ? "



" Romi siapa Bibi.. Mas Yoga lho tidak di rumah . Sedang pergi ke Malaysia . Minggu depan baru pulang . Tidak ada tamu di rumah kok . Ini aku aja di restoran " jawab Kristy.



" Ada orang tua Den Yoga di rumah. Mereka menghubungi Den Yoga tidak bisa...Den Romi juga. "



" Sini telponnya.. biar aku yang bicara sendiri.." terdengar suara seseorang yang meminta telpon dari Bibi Ijah. Dan Ijah Pun segera memberikan nya.



" Halo.." Suara seorang wanita terdengar kemudian.



" H..Halo.. " Kristy mulai gugup mendengar suara wanita asing yang tidak di kenalnya.



" Ini aku Mama nya Yoga ..." Dia memperkenalkan diri.



' DEG '



Jantung Kristy mulai berdetak kencang. Ini pertama kalinya ia mendengar suara Mama mertuanya yang belum pernah di jumpai nya.


__ADS_1


" Ijah bilang kau istrinya Yoga.. hahaha..yang benar saja.."ucapnya sambil tertawa.



" Bukan sayang. ..Dia itu wanita yang di bayar Yoga untuk berpura pura menjadi istrinya. Biar tidak kita jodohkan terus.." sahut seorang pria lagi. Sepertinya Mereka mengeraskan speaker hp nya agar bisa di dengar bersama sama.



" Hahaha.." Keduanya tertawa.



Kristy terdiam . Suara mereka terdengar jelas di hp Kristy. Kata kata dan tawa mereka nampak sangat meremehkan sekali.



Pantas saja Yoga menyembunyikan pernikahannya , sikap orang tuanya saja begitu menyebalkan.



" Salam kenal Mama dan Papa mertua.. "



" Wha\_hahaha... " keduanya tertawa kian keras.



Kristy mengepalkan tangannya kuat kuat. Begini kah cara orang kaya menyambut menantu yang belum pernah mereka temui. Kelihatan sekali kalau mereka pasti orang kaya yang sombong.



" Kau pantas dapat piala oscar dengan akting mu.." kata Risa , Mama Yoga.



" Tapi penghargaan komedi... kau sangat berbakat menjadi pelawak " timpal Guntoro



Kristy menahan emosinya .Kedua mertuanya itu benar benar membuat amarahnya naik hingga ke ubun\_ubun . Datar namun menyakitkan.



" Ganti panggilan video call sayang ...Aku mau lihat wajah artis ini.." kata Guntoro




" Mama mama.. " Dafa dan Dafi datang memasuki restorannya dengan Desi. Dari kejauhan keduanya sudah memanggil manggil Kristy dengan senyuman ceria mereka.



" Maaf Pa Ma... Aku sibuk " ucap Kristy seraya menutup panggilan telpon dari Orang tua Yoga dan mengalihkan perhatiannya pada putra putranya.



' Tak ada gunanya aku meladeni mereka.. Orang orang kaya sombong itu. .. Lebih baik mengurus putra putraku..'



" Sudah pulang sekolah sayang... bagaimana di sekolah tadi..." ucap Kristy sambil memeluk dan mencium putra putranya.



" Ayo kalian makan dulu. Kamu juga Des.."ucap Kristy mengajak Desi makan bersama .


.


.


" Tidak sopan sekali menutup telpon begitu saja. Dia pikir dia sedang bicara dengan siapa ?" Guntoro begitu kesal dengan sikap Kristy.



" Telpon lagi...Aku akan memaki maki dia..Beraninya tidak sopan padaku " tambahnya lagi.



" Di tolak Pa.." jawab Risa yang mencoba menghubungi Kristy kembali. Namun tidak di angkat dan langsung di tolak.



" Kurang ajar...belagu sekali wanita itu.." Guntoro mengungkapkan kekesalannya.


__ADS_1


" Tapi Pa... Tadi ada suara anak kecil Pa... memanggil Mama... Apa itu anak Yoga ? " ucap Risa ragu.



Untuk sesaat lamanya Risa dan Guntoro terdiam. Benarkah Yoga diam diam menikah dan sekarang sudah memiliki anak.



" Itu pasti suara Den Dafa dan Dafi .." kata Ijah



Guntoro dan Risa menoleh pada Ijah dengan penuh rasa heran.



" Mereka itu Si kembar putra Den Yoga" jelas Ijah. Kali ini Keduanya begitu terperanjat sampai ternganga.



" Yoga beneran sudah punya anak?" ucap mereka tak percaya.


.


.


.


Malam harinya Romi kembali ke rumah Yoga. Guntoro dan Risa duduk diruang tamu dengan wajah kesal menatap tajam kedatangannya.



" Kau sudah tahu belum kalau Yoga diam diam menikah ?" tanya Guntoro.



Romi terdiam dan menunduk. Ia tak berani berucap sepatah katapun . Terlebih Guntoro nampak murka.



' Lagi lagi begini...' batin Romi



" Bagaimana mungkin seorang putra tunggal pewaris 'Pratama Corp\_s ' menikahi seorang wanita yang lebih tua... janda...dan miskin pula ?" Guntoro bangkit dan menghampiri Romi.



" Bagaimana caramu menjaga dan mengawasinya selama ini... Kau bodoh Romi..Tolol...Tidak berguna... Apa saja yang kau lakukan sampai itu bisa terjadi.." ucap Guntoro mengamuk sambil melayangkan pukulannya.



" Bagaimana kau bisa kecolongan ..Mana hasil kerjamu..anak buah mu.. kau membiarkan Yoga melakukan hal yang mencoreng nama baikku..Apa yang akan di katakan orang orang nanti , rekan rekan bisnisku saat tahu putra tunggal ku menikahi janda miskin.. Kenapa kau biarkan dia melakukan hal seperti itu...." Guntoro terus berucap dengan suara keras dan terus memukuli Romi. Bahkan sampai jatuh iapun masih memukul Romi lagi.



Darah segar mulai mengalir dari mulut dan hidung Romi. Ia bahkan sampai mimisan. Namun Romi tetap diam dan tak membalas.Ia cuma menahan rasa sakit itu tanpa bersuara sedikitpun dengan ekspresi datarnya.



" Sudah Pa.." ucap Risa menghentikan suaminya menyakiti Romi.



' Pasti begini... dari dulu tetap seperti ini....Yoga yang berulah ..aku yang jadi samsak nya...



Beginilah nasib jadi anjing peliharaan orang kaya ...saat baik di beri tulang... saat kesal jadi tempat pelampiasan..



Anak angkat? ... C I H ...dia bahkan tak pernah menganggap ku sebagai manusia...



Anak sendiri saja tak pernah di urusi.. sibuk terus di lautan kesibukan.. kerjaan cuma menyuruh orang mengawasi..



Anak berulah frustasi...Masalah besar 'Nyuap' jadi solusi.. Kalau nasi sudah jadi basi ....kalian bisa apa.. Hanya menyalahkan dan masih memikirkan pencitraan... Orang tua macam apa?! '



Romi menyimpan semua kata katanya dalam hati . Sudah lama sekali semua itu di rasakan nya dan begitu ingin menyuarakan kemarahan hatinya..Namun semua terhenti di tenggorokannya.


__ADS_1


" Sekarang juga antar kan kami ke tempat wanita itu !! " ucap Guntoro keras.


__ADS_2