KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
76. BOM WAKTU


__ADS_3

Kemudian aku segera memulainya. Memulai malam panas kami dengan sebuah ciuman pembuka. Aku terus mencumbu Kristy dan memberikan sentuhan sentuhan mesra untuk pemanasan . Saling menyentuh saling melepas rindu. Melepaskan semua hasrat yang menggelora di dada. Memenuhi seluruh ruang itu dengan suara deru desah kami.



" Aku sangat merindukanmu Kristy..." ucapku pelan sesaat sebelum memulai persatuan kami.



" Aku juga sangat merindukanmu Yog.. " ucap Kristy sambil menyentuh wajahku.



Aku kemudian mulai mendorong pelan adik juniorku di bawah sana yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk segera menelusup masuk mencari musuhnya. Musuh favorit tempat berbagi cinta kasih dan kenikmatan.



Yang membuatku heran, kenapa milik Kristy bisa tetap rapat saat adikku memasukinya. Milik nya yang sempit atau milikku yang terlalu besar? Seperti saat aku pertama kali menyentuhnya , dia sampai kesakitan. Apakah mungkin karena dulu dia masih tergolong pengantin baru dengan Raka jadi belum terlalu sering bercinta dengannya... Atau karena sudah lama tidak melakukannya sehingga merapat kembali. Atau Kristy melakukan perawatan?...Rasanya tidak jauh berbeda dengan Bulan yang saat itu masih perawan.



" Yog..." Kristy mengalungkan kedua tangannya di leherku dan kemudian memelukku erat. Aku mengecup lembut bibirnya sambil mulai menggerakkan milikku dengan cepat.



' Mau perawan atau bukan.. itu tidak masalah.. Aku sudah pernah merasakan semuanya. Dan aku sangat senang bisa bersama Kristy. Bisa memilikinya..Bisa mencintainya. Kristy adalah surgaku...'



Lama kami memadu kasih , saling memeluk , saling me\_magut , dan sudah beberapa kali Kristy menegang dan mencengkeram tubuhku kuat kuat saat ia mencapai puncaknya. Namun aku masih bertahan. Masih dengan asiknya bermain main di inti tubuhnya. Kristy sudah nampak lemas. Dan sepertinya aku harus cepat menyelesaikannya.



Aku menguatkan gerakan ku dan mempercepat temponya. Suara \*\*\*\*\*\*\* manis Kristy kian membahana memenuhi ruangan itu.



Seolah berada di dunia berbeda. Kami menikmati dunia milik kami sendiri. Mengabaikan semuanya dan hanya menikmati kebersamaan kami.



" Kris.." ucapku pelan saat merasakan tubuhku bergejolak. Seperti gunung api yang akan memuntahkan laharnya. Tubuhku menegang merasakan sesuatu yang ingin segera keluar. Aku semakin keras menggerakkan si junior dengan tanpa henti hingga akhirnya semuanya tertumpah di dalam sana.



Aku terkulai lemas di atas tubuh Kristy. Dengan nafas yang tersengal. Sembari menikmati sensasi denyutan yang berkedut di dalam sana. Aku berharap dan berdoa , semoga benih yang terserak ini bisa segera mewujudkan keinginanku untuk segera memiliki anak darinya.



Ya.. aku pun sebenarnya juga sama seperti Dafa dan Dafi , aku berharap bisa memiliki keturunan buah cinta kami .



Seorang anak yang lahir dari cinta kasih kami. Laki laki atau perempuan tidak masalah. Dia kelak tetap akan menjadi buah hati kami.



Karena kelelahan akhirnya kamipun tertidur.


>>>>>>>


.


.


Keesokan harinya , Aku terbangun namun Kristy sudah tidak ada di sana.


__ADS_1


' Kemana dia ? ' Aku mencari cari Kristy.



Aku segera bangun dan menyambar bajuku. Tak lupa aku juga mengambil baju ganti . Aku ingin segera mandi karena kami akan berangkat ke Jakarta. Ke makam Bulan.



Aku mendengar suara orang bicara dari sebuah ruang. Dan itu suara Kristy yang sedang berbicara dengan seorang wanita. Aku melangkah ke sana dan kulihat ternyata Kristy sedang memasak dan ngobrol dengan Dea . Di sana juga ada pembantu Nora yang turut serta membantu mereka.



Kristy nampak segar dan sudah rapi. Sepertinya ia sudah mandi. Ia mengenakan celemek agar pakaiannya tidak kotor saat memasak.



" Kamar mandinya di mana ?" tanyaku pada keduanya.



Kristy dan Dea menoleh.



" Kak Yoga..." ucap Dea.



" Sudah bangun Yog... mau langsung mandi ?" tanya Kristy. Aku mengangguk.



" Kakak jalan lurus saja sampai ke ruang yang ada sekat kayu itu terus belok kiri. Di situ kamar mandinya " kata Dea.



" Biar ku antar.." kata Kristy.




Sesaat aku masih mendengar percakapan mereka.



" Tadi malam Kak Kristy begituan sama Kak Yoga kan.." ucap Dea sambil tersenyum



Kristy nampak terkejut .Dan langsung tersipu dengan wajah kemerahan.



" Bagaimana kau bisa tahu...?" tanya Kristy panik.



" Ya tahulah.. Kan kedengaran sampai ke kamar ku.." Jawab Dea yang kamar tidurnya bersebelahan dengan kamar Yoga dan Kristy.



" A.. Apa suaranya sekeras itu ?" tanya Kristy malu malu.



" Hihihi.. untung saja Dafa dan Dafi sudah tidur .. jadi tidak tahu kalau Mama Papanya lembur membuatkan adik untuk mereka.."ucap Dea sambil tertawa tawa.

__ADS_1



" Ya Ampun.." Kristy nampak malu malu sambil memegangi kedua pipinya.



Aku cuma tersenyum kecil mendengar ucapan keduanya . Namun langkah kakiku langsung terhenti saat mendengar ucapan Dea lagi.



" Kak Kristy tau tidak.. kata Papa sama Mama nama Kak Yoga itu sama seperti nama orang yang menabrak Kak Raka dulu.."



Aku tersentak dan dengan spontan bersembunyi di balik dinding . Saking penasarannya aku mengintip dan mencuri dengar kelanjutan percakapan mereka .



" Nama orang dan nama perusahaannya juga sama lho Kak. Yoga Pratama dan Pratama Grup..



' Mati aku...Apa rahasiaku akan ketahuan sekarang di sini.. Dan apa yang harus aku katakan pada Kristy nanti..' Aku mulai gelisah sendiri.



" Suamiku memang kerja di perusahaan itu. Sepertinya itu mungkin anak cabang perusahaan yang aku dan Mas Raka pernah bekerja dulu. Tapi Yoga bukan orang itu..Namanya memang mirip . Tapi suamiku ini orang Surabaya. Bukan Jakarta..." jawab Kristy.



Aku sedikit lega saat mendengarnya.



" Dan Yoga itu beda sekali dengan orang itu... Sifat dan kepribadiannya sangat bertolak belakang. Yoga yang itu adalah seorang pengecut yang kabur dan bersembunyi di balik orang tuanya. Sedang Yoga suamiku ini orang yang sangat berbeda. Dia baik sekali.. perhatian dan penyayang. Sangat bertanggung jawab .. pokoknya 360° derajat perbedaannya . Seperti langit dan bumi... " Kristy menjawab dengan panjang lebar.



' Ya Ampun Kris.. kau menilai aku seperti itu.. '



Perasaanku antara senang dan sedih. Sedikit melambung dengan pujiannya. Namun juga sedih dengan hujatannya. Karena Yoga yang di bicarakan nya itu dua duanya adalah aku. Aku yang dulu dan aku yang sekarang.



" Yoga suamiku orang surabaya asli lho.. KK dan KTP nya Surabaya... "



" Begitu ya.. " kata Dea.



" Cuma nama yang mirip saja kok Dea..." kata Kristy lagi.



Aku menghela nafas panjang. Aku lega rahasiaku tidak ketahuan. Tapi aku sadar , tidak selamanya rahasia ini akan terus tertutup. Ini seperti Bom waktu . Yang sewaktu waktu dapat meledak menghancurkan segalanya.



Apa yang harus kulakukan saat itu , jika rahasia ini terbuka. Apakah rumah tanggaku masih akan baik baik saja atau malah akan hancur rata seperti boomerang yang terlempar dan berbalik menyerang kembali. Aku benar benar tidak tahu apa yang akan terjadi nanti..



' Apakah rasa cinta Kristy padaku masih akan tetap ada.. Atau malah menghilang sempurna tanpa sisa...'

__ADS_1



Yang bisa kulakukan hanya satu.. berharap dan berdoa...Semoga rahasia ini akan terus terkubur dan tidak akan pernah terbuka..selamanya...


__ADS_2