
Kristy menemani Yoga yang hendak tidur siang di kamar Kristy dulu. Sementara Si kembar main dengan neneknya yang menjaga warungnya. Dan Andi yang pergi berdua dengan Desi.
" Yog ...eh Mas.. ah..aku belum terbiasa.. susah banget memanggilmu 'Mas' Yog... Aku sudah terbiasa memanggilmu Yog Yoga saja " ucap Kristy
Aku geli melihat tingkah Kristy itu. Ia nampak begitu lucu . Frustasi karena sebuah hal kecil . konyol sekali..
" Ya di biasakan dong.." Aku menggodanya lagi agar ia lebih panik.
" Yoga.. eh ...Mas... Mas Yoga...A\*argh ..ini aneh.. masak aku memanggil orang yang lebih muda dengan Mas.. lidahku kelu ini.."
Aku tertawa tawa. Kristy melirikku tajam dan kemudian mendatangiku yang sedang tiduran di ranjang.
" Kalau aku memanggilmu Mas... Berarti kamu juga harus memanggilku 'Dik' tahu.." ucap Kristy sambil mendekatiku. Wajahnya begitu dekat.
" A..Apa harus begitu juga?" tanyaku dengan enggan.
" Iyalah. Biar adil " Jawab Kristy cepat.
" Aku lebih suka memanggilmu sayang " ucapku nakal sambil langsung mengecup bibirnya.
Kristy terdiam sesaat sambil menatapku yang tersenyum manis padanya.
" Curang " ucap Kristy sambil mengecup bibirku ganti. Aku tersenyum dan membalas ciumannya. Kami saling ber\_pagutan untuk beberapa saatnya. Menunjukkan seberapa besar kami saling mencintai.
Kristy melepaskan diri karena tidak mau kebablasan lagi. Yoga pasti akan meminta lebih lagi jika ia tak segera menghentikannya. Dan ia tak akan mampu menolak Yoga.
Semua pesona yang dimiliki Yoga sangat menyita perhatiannya bagai magnet kuat yang senantiasa bisa menariknya . Suaminya itu terlalu tampan , terlalu menarik dan terlalu kuat pula tenaganya .Dan ia begitu tergila gila ketagihan dengan sentuhannya. Tapi untuk hari ini ia benar benar ingin istirahat dulu.
" Andi tadi bilang kau harus minum obat..obat apa , dimana..biar ku ambilkan untukmu.." tanya Kristy.
" Itu suplemen untuk membantu supaya kita bisa cepat punya anak . Di tasku.."jawabku
Kristy segera mengambilkan obat tersebut dan juga segelas air putih.
" Ini Yog..." kata Kristy sambil memberikan sebutir obat dan air putih pada Yoga.
" Suapi.."
" Ya Ampun Yog. minum obat saja harus di suapi..seperti anak kecil saja " protes Kristy
" Pakai mulut " ucap Yoga singkat mengabaikan protes istrinya.
Kristy terkejut sampai membelalakkan matanya. Namun melihat Yoga yang tak bergeming sepertinya ia tidak punya pilihan selain melakukannya.
__ADS_1
' Dasar modus..' batinnya
Kristy meneguk air putih itu dan menyimpannya di mulutnya dan kemudian meletakkan obat itu di lidah Yoga. Kemudian ia mendekat pada Yoga memberikan air itu dengan ciumannya. Kristy tahu ujung ujung dari itu cuma satu , namun lagi lagi ia tak mampu menolaknya.
Yoga menelan obat itu sembari meneruskan ciuman mereka.
.
.
Sementara itu Andi yang pergi berkencan dengan Desi pergi ke sebuah hotel. Sesudah check\_in mereka langsung menuju ke kamar .
Dan sesampainya di dalam keduanya langsung mulai berciuman dengan ganasnya. Saling ber\_pagut dan menuntut. Ciuman panas penuh nafsu sembari tangan mereka menanggalkan kain yang menutup tubuh mereka.
Andi menyentuh dan meremas dua bukit kembar Desi sembari meninggalkan tanda tanda kepemilikan di sana. Menyusuri telinga, leher ,dan pucuk bukit kembar itu dan menyesapnya.
Desi mendesah merasakan nikmat sentuhan Andi itu. Tangan nya pun tak mau diam Menyusuri tubuh Andi dan memainkan adik junior Andi. Andi menahan desahannya sambil terus memainkan bibir lidah dan tangannya di tubuh Desi.
' Ah...aku sudah benar benar tidak tahan lagi.. " Batin Andi seraya mengangkat tubuh Desi dan membaringkannya di ranjang.
Nafas keduanya saling memburu seolah sudah benar benar tak kuasa membendung hasrat mereka. Dan sebelum permainan inti itu di mainkan , Andi mengambil sesuatu dari laci hotel itu. Ia yakin pihak hotel pasti sudah menyediakan nya.
Seperti bungkus permen dan langsung ia sobek hingga terlihatlah sebuah plastik bening berbentuk lingkaran. Ia segera mengenakan itu pada Juniornya yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk menyusup masuk ke tempat ternyaman nya.
Setelah Andi memakai pengaman itu ia mendekati Desi kembali yang sudah menunggunya dari tadi. Andi memposisikan miliknya dan mendorongnya pelan. Menarik dan mendorongnya kembali. Sedikit demi sedikit . Karena ia tahu milik Desi masih sangat rapat. Berkali kali hingga akhirnya semua berhasil berada di dalam. Dan kemudian Andi mulai menggerakkannya .Intens dan cepat.
Andi memejamkan matanya saat tubuhnya. me\_nengang. Rasanya seperti tersengat listrik di seluruh tubuhnya saat ia menumpahkan semuanya. Ditambah dari denyut dan hisapan dari Desi yang mencengkeramnya kuat.
' A\*a\*ah... benar benar tiada tara..'
Andi terkulai lemas di samping Desi dengan nafas menderu.
" Gila.. ini benar benar gila.." ucap Andi
" Ini semua gara gara dua teman gila kita itu.. " kata Desi di pelukan Andi.
Andi tersenyum.
" Pantas saja mereka sampai melakukan itu dimana saja.. Memang sangat nikmat.." ucap Andi
" Bukan cuma mereka yang gila..kita juga.." kata Desi..
" Hahaha..benar juga.." ucap Andi saat ia mengingat kembali awal hubungan mereka..
__ADS_1
Itu terjadi saat mereka menginap dulu di Malang dulu. Saat itu Kristy yang dibawah pengaruh obat perangsang berubah agresif pada Yoga . Hingga Yoga membawanya ke kamar Andi.
Andi yang menyaksikan adegan panas mereka sejak di lift sudah ikut terpengaruh. Apalagi 2 x mereka menonton siaran live mereka .Satu lagi di dalam mobil. Saat itu ia dan Desi sudah sama sama ikut panas.
Andi yang darah mudanya tersulut terpengaruh adegan panas Kristy dan Yoga, mendatangi kamar Desi setelah ia terusir dari kamarnya sendiri.
"Des... tolong aku.." ucap Andi kala itu.
Desi bengong dengan permintaan Andi itu namun saat Andi mendekat dan langsung menciumnya. Ia baru mengerti.
Dan itulah awal hubungannya dengan Desi. Tanpa kata cinta dan tanpa ikatan mereka langsung melakukannya. One night stand. Semua hanya di dasarkan karena tak mampu mengendalikan diri karena suguhan panas di depan mata. Hingga merekapun juga ikut melakukannya.
Dan itu berlanjut tanpa sepengetahuan Yoga dan Kristy. Dan hari ini pertemuan kelanjutannya.
" Ya...kita juga gila..tapi aku tidak ingin mengakhiri ini Des..Secepatnya kita harus meresmikan hubungan kita.." kata Andi.
Desi mengangguk sambil memeluk Andi kian erat. Andi mengecup kening Desi dan memeluknya pula.
.
.
.
Malam harinya Andi dan Desi kembali ke rumah Bu Ranti karena mereka harus segera kembali ke Surabaya. Desi kembali mengantar mereka ke stasiun dengan mobilnya.
" Sudah cukup belum temu kangennya.. " aku menggoda Andi dan Desi.
Andi dan Desi tak menjawab , mereka cuma diam dengan wajah tersipu malunya.
" Kau ikut tinggal saja di Surabaya dengan kami Des.." kata Kristy.
" Mana bisa ..kan kami belum menikah.." kata Desi.
" Nikah belum tapi nyicilnya sudah..."ucapku sambil tersenyum menggoda mereka.
" Itu gara gara kalian tau.. Bikin panas siaran live mulu..." sahut Desi.
" Hahaha...brati beneran udah nyicil ya kalian.." Aku tertawa tawa. Juga Kristy.
Andi yang menyetir mobil hanya bisa menepuk dahinya. Desi malah secara tidak langsung malah membenarkan ucapan Yoga itu.
" Ha\_dehh..." ucap Andi tak habis pikir.
" Cepat di nikah Andi..Anak orang jangan di buat mainan.." kata ku
__ADS_1
" Iyaaaa.. " Jawab Andi kemudian.