
Bisma bangun dari tidurnya saat terdengar suara kicau burung di pagi hari. Cahaya matahari mulai bersinar dari celah jendela kamarnya
Aku masih bernafas...
Bisma menoleh ke sosok cantik yang tengah tertidur sambil memeluk tubuhnya. Ia tersenyum sambil menyentuh kepalanya ,membelai rambutnya dan memberikan sebuah kecupan mesra di keningnya.
Sonia istriku...
Bisma begitu bahagia mengingat saat percintaannya dengan Sonia tadi malam. Gadis itu ternyata masih suci belum pernah di sentuh pria. Dan ia beruntung menjadi pria pertama baginya. Berkali kali ia melabuhkan nahkodanya dalam lautan gelora asmara hingga mereka kelelahan dan tertidur. Ia sudah memiliki gadis cantik imut itu , melepas segelnya.
Sempat terjadi protes tatkala Sonia memintanya mengeluarkannya di luar , namun Bisma yang kehilangan kontrol karena baru pertama kali menyentuh wanita , belum berpengalaman sehingga kemarin banyak yang tertumpah di dalam.
" Mm..." Sonia perlahan terbangun dari tidurnya. ia sempat kaget saat melihat Bisma , karena baru pertama kali ia bangun tidur ada pria di sebelahnya.
" Selamat pagi istriku sayang.." ucap Bisma sambil tersenyum
" A..pa. Pagi.." Sonia nampak gugup dan malu malu membalas sapaan pagi suami yang baru semalam dinikahinya.
" Terima kasih.."
Bisma tak banyak kata ia hanya berucap itu sambil memeluk Sonia dengan erat. Sonia pun tersenyum dan memeluknya kembali.
" Bis.."
"Hem...:
" Mau lagi.." ucap Sonia malu malu.
Ah ....manisnya... Bisma tersenyum " Yakin masih sanggup?" Bisma jadi ingin sedikit usil.
" Mau seharian juga boleh....mmmm....ini sangat menyenangkan...aku suka.." jawab Sonia lugas
" Ketagihan ya..." ucap Bisma seraya mengangkat tubuh Sonia hingga berada di atas tubuhnya. Sonia tersenyum sambil mengangguk .
" Sebentar.." ucap Bisma kemudian ia berdoa terlebih dahulu.
" Kenapa selalu berdoa dulu?" tanya Sonia heran
" Biar tidak di ganggu setan... "
" Oh ya?" Bisma kemudian segera bersiap memulai persatuan mereka lagi.
" Dan juga kalau punya anak agar menjadi anak yang baik ..."
*Anak yang baik?... Dari orang seperti ku*?...
Sonia kian merasa bersalah. Akankah orang sebaik Bisma ini benar benar harus berakhir di tangannya?... Ia mulai dilema..
" Bis...nanti jangan di keluarkan di dalam.."
" Kenapa?... Kau tidak mau punya anak dariku?" tanya Bisma kalem
" Ah..Tidak...bukan begitu.."
Tanpa kata Bisma kemudian mulai bergerak dengan cepat. Ia memeluk erat Sonia sambil terus menghujamkan miliknya memenuhi rongga terdalam Sonia.
*Ah ..sial...Ini terlalu nikmat..Aku benar benar menyukainya... Semua yang dimiliki Bisma terlalu hebat.. Aku tidak sanggup lagi.....untuk tidak jatuh cinta padanya...Ini Gila...Aku benar benar jatuh cinta padanya*..
" Ah...Bisma..." Sonia mengecup lembut Bisma. Bisma pun membalas ciuman tersebut
" Keluarkan di dalam.." Sonia menyerah..Ia terlanjur terbuai di alam kenikmatan.Bisma membuatnya melayang mabuk kepayang dalam per\_labuhan cintanya.
*Terserahlah.....Aku memang gila*..
Bisma menurutinya. Ia menumpahkan semuanya di dalam sana sembari me\_mautkan ciuman mereka saat keduanya mencapai \*\*\*\*\*\*\* bersama
.
.
Bisma dan Sonia saling menebar senyum saat berkumpul bersama keluarga Bisma. Ayah Ibu dan adik Bisma nampak senang melihat Bisma nampak bahagia..
*Syukurlah Bisma bisa melupakan Kak Kristy...semoga kali ini kakak benar benar mendapat kebahagiaannya.. Batin Bella penuh harap*
" Jadi kalian mau pergi bulan madu?" tanya Ayahnya
" Iya.. Sehabis sarapan ini kami berangkat ..Kami mau ke Batu Malang saja.." ucap Bisma
" Ya sudah...hati hati di jalan Bis..." ucap Ibunya.
.
.
Bisma dan Sonia sudah siap di mobil nya. Orang tuanya dan Bella mengantar mereka. Dan kemudian mereka segera berangkat.
Bisma menyetir sendiri mobilnya . Ia mengemudikan mobilnya namun bukan ke Malang seperti katanya tadi melainkan ke sebuah hotel besar dan ternama di kota Blitar itu.
Mereka tak menyadari sebuah mobil berkaca hitam pekat mengikuti mereka.
" Lho Bis?"
" Aku berubah pikiran..Kita pergi ke tempat yang dekat dekat di sini saja.."
Sonia terdiam. Ia merasakan keanehan dari sikap Bisma. Namun ia hanya bisa mengikuti saja saat Bisma check i n .Mereka segera menuju ke kamar .
Bisma meletakkan tas kopernya. Dia masukkan barang barangnya ke dalam lemari.
" Jadi pingin yang dekat saja supaya bisa cepat main lagi?" tanya Sonia sambil memeluk tubuh Bisma dari belakang.
__ADS_1
" Kau ingin seperti itu? " tanya Bisma. Entah mengapa Sonia merasakan sikap berbeda dari Bisma.
Bisma melepas pelukan Sonia. Kemudian ia mengangkat tubuh Sonia dan menurunkannya di ranjang dengan kasar.
" Bisma...kenapa kau..." tanya Sonia heran. Bisma yang tadi pagi masih lembut dan penuh cinta kasih kenapa tiba tiba berubah kini. Bahkan kini ekspresi wajah Bisma berubah dingin.
" Lalu aku harus bersikap bagaimana...Sonya?" tanya Bisma.
*Sonya?.......Aku tak salah dengar dia memanggilku Sonya kan...bukan Sonia?...Jadi aku sudah ketahuan ya*..
Bisma memang awalnya lembut. Ia antara setengah percaya dan tidak dengan ucapan Romi. Namun tadi pagi sehabis mereka bercinta, saat Sonia mandi sebuah pesan masuk ke hp Sonia dan di bacanya.
'Boom pengantin' sudah waktunya beraksi'
Entah pesan dari siapa.. di sana cuma nomor asing yang tidak di kenal.
'Bawa dia ke tempat eksekusi..Aku yang akan mencabut nyawanya , sonya..'
Bisma shock...ternyata ucapan Romi memang benar... Sonia adalah orang yang mengincar nyawanya. Dia komplotan pembunuh bayaran yang mendapat tugas untuk membunuhnya.
Hatinya begitu sakit menerima kenyataan itu. Padahal ia mulai jatuh cinta padanya, mulai memberikan hati untuk wanita itu..Namun ternyata cinta yang di berikan wanita itu palsu. Hanya kamuflase untuk pembunuhan berencana yang akan dilakukannya.
Pantas saja tadi malam Sonia tidak mau ia menumpahkannya di dalam. Tentu ia takut jika sampai hamil anak dari targetnya. Namun entah apa yang membuat tadi pagi Sonia berubah pikiran dan mengijinkannya.
Bisma hanya ingin membawa Sonia jauh dari keluarganya. Ia tidak ingin keluarganya juga menjadi korban nantinya. Karenanya ia segera membawa Sonia pergi.
" Fu fu fu...ketahuan ya.." ucap Sonia dengan tawa terkekeh.
" Kau kejam Sonya...Setelah kau membuatku jatuh cinta kau ingin menghabisi ku.." ucap Bisma dengan bibir bergetar
" Aku ini mawar berduri Bisma... Aku di bayar untuk itu..."
" Lalu kenapa kau membiarkanku menyentuhmu..bukankah itu tidak pernah terjadi sebelumnya.. Targetmu akan mati sebelum memilikimu.."
" Itu bonus untukmu Bisma...karena aku terlalu menyukaimu... Andai saja kau bukan target ,aku pasti akan bahagia sekali memiliki suami seperti mu..." Jawab Sonia.
" Apa itu tak bisa di rubah... Aku bisa menerimamu kalau kau mau berubah kembali ke jalan yang benar"
" Sayang sekali tidak suamiku sayang... Kalau aku tidak membunuhmu ..teman temanku yang akan melakukannya...Dan kalau gagal , nyawa kami sendiri yang dalam bahaya menjadi incaran induk semang kami.."
" Kalau begitu lakukanlah...tapi ku minta jangan lukai orang tua dan adikku... Cukup aku saja.."
" Rasanya tidak seru kalau ini berakhir dengan cepat..."
" Lalu kau mau bagaimana?"
Bisma terdiam. Ia enggan melakukannya lagi . Apalagi jelas jelas wanita di depannya ini adalah orang yang menginginkan nyawanya.
" Lakukan setidaknya untuk nyawa orang tua dan adikmu.." Sonya mulai memberikan penekanan dengan ancamannya.
.
.
Romi tiba di rumah Bisma. Ia benar benar shock saat tahu Bisma malah membawa pergi Sonia . Namun ia tahu , Bisma pasti tidak ingin nyawa keluarganya terancam. Sehingga nekat melakukan itu.
" Lacak keberadaan Bisma..ponselnya masih aktif " ucap Romi.
" Kami mendapat koordinatnya. Hotel X...tapi kami juga mendapat titik keberadaan Ryan di sana.."
" Gawat...Kalau begitu aku ke sana duluan..kalian susul aku.. Hati hati Ryan pasti membawa senjata api..jangan lupa pakai rompi anti peluru.." Romi mengingatkan anak buahnya . Ryan seorang penembak jitu. Sekali bidik ,peluru bisa menembus ke jantungnya.
Romi buru buru menuju ke hotel tempat keduanya berada tersebut.
.
.
" Ah...ah..ah...ah..." Suara desah kedua insan yang sedang bersatu tersebut terdengar bersahutan.
" Panggil namaku Bis..." Ucap Sonia
" Sonia...ah... Sonya...Sonya..."
Mendengar suara Bisma memanggilnya. Entah mengapa air mata Sonia mulai berjatuhan...Bisma pun sama..Ia tak kuasa membendung kesedihannya...
" Aku mencintaimu..." ucap Bisma pelan
Perjumpaan cepat, pernikahan kilat , dan kebersamaan singkat...Namun tetap tak bisa mengingkari rasa di hati masing masing..Keduanya saling jatuh cinta di saat yang tidak tepat...
Dan itu harus berakhir sekarang....
Sonya mengarahkan pistol ke arah Bisma. Dengan tangan bergetar dan air mata berjatuhan ia menatap Bisma
Bisma sudah siap dengan semua yang akan terjadi. Jika ia memang harus mati , berarti takdirnya memang hanya sampai di situ..
Menemukan cinta di saat yang tidak tepat..
" Lakukanlah Sonia...aku tidak akan menyalahkan mu... Semua yang terjadi pada kita ini adalah takdir... Ingat pesanku Sonya , setelah ini berhentilah dari pekerjaanmu ini... Hiduplah dengan baik...Jangan melakukan dosa lagi.. Dan seumpama jika kau hamil...minta orang tuaku menanggung kalian..."
Air mata Sonya kian membanjir...Bisma masih juga membuatnya tersentuh. Untuk seorang pembunuh seperti dirinya , Bisma tetap menampakkan kebaikan hatinya. Sungguh, jika sepeninggal Bisma nanti ia pasti tak akan bisa hidup tenang.. Rasa bersalah pasti menghantui seumur hidupnya..
" Maaf Bis...Maafkan aku...."
__ADS_1
Seiring dengan itu terdengar suara tembakan yang mengarah ke dada Bisma. Darah segar mulai mengalir dari tubuhnya.
" Jangan... " ucap Bisma lirih di sela sakitnya dengan tangan hendak meraih Sonya. Ia sepertinya tahu apa yang akan di lakukan Sonya
" Dunia tanpamu...aku tidak akan sanggup Bis.. Aku ikut denganmu.." Sonya mengarahkan pistol itu ke dada nya sendiri dan menarik pelatuknya.
Seketika tubuh Sonya jatuh ke lantai dengan bersimbah darah. Bisma melihat pedih hal itu dengan berlinang air mata. Sonya memilih mengakhiri hidupnya bersama dengan dirinya. Sungguh perih tak terkira menyesakkan dadanya. Sakit yang tak tertahankan. Cinta yang baru mereka rasakan kini harus berakhir dengan kematian.
Bisma tak kuasa lagi saat matanya pun mulai terpejam.
.
..
Saat itu Romi tiba. Ia mendobrak pintu kamar tersebut. Ia begitu terkejut melihat dua tubuh itu sudah tergeletak di sana dengan bersimbah darah..
" Ambulance...Cepat bawa mereka ke rumah sakit!!"
Romi yang sudah memperkirakan yang pasti akan ada peristiwa berdarah datang dengan membawa ambulance. Namun ia sungguh tak menyangka jika Sonya juga tertembak.
Apa sebelum ini mereka sempat duel..kenapa boom pengantinnya juga tertembak?...Tapi tak bekas perkelahian di sini..
ROMI menemukan hp milik Sonya dan Bisma. Romi membaca pesan di hp Bisma yang di kirimkan ke keluarganya
' Ayah Ibu maafkan semua kesalahan putramu ini.. Belum bisa membahagiakan kalian.. Bella .. Berbaktilah pada Ayah dan Ibu.. Aku titip mereka padamu...semoga kau bisa berbahagia dengan Frans.. Maaf jika aku pergi lebih dulu....Yang sabar , semua ini ujian... Jangan menyimpan dendam pada siapapun.. Juga jangan berniat untuk membalas dendam..semua yang terjadi adalah takdir... Jangan menyalahkan Sonya..dia tidak bersalah... Kalau dia hamil.. Tolong asuh dan besarkan anaknya.. Bisma '
Romi benar benar merasa bersalah. Ia yang menjadi penyebab utama kenapa nyawa Bisma di incar oleh Guntoro. Andai saja ia tak menyeret Bisma ke dalam rencana balas dendamnya , memprovokasi Bisma hingga membawa kabur Kristy dan anak anaknya sampai terjadinya peristiwa yang melukai Yoga . Guntoro pasti tak akan mengincar nyawanya.
Ia juga membuka hp Sonya yang berisi percakapan dengan Ryan. Di chat terakhirnya tertulis
" Aku yang akan melakukannya sendiri...aku akan mengakhirinya... AKU AKAN PERGI BERSAMANYA..."
Pesan singkat namun sudah mengisyaratkan hatinya. Sonya mencintai Bisma. Sebagai seorang pembunuh dia tetap pro melaksanakan tugasnya. Namun ia juga tak bisa mengingkari cintanya. Ia memilih mati bersama orang yang dicintainya karena tak ingin dihantui rasa bersalah seumur hidupnya...Sungguh Cinta mati yang memilukan...Cinta kuat yang hadir di saat yang tidak tepat.
Romi mengepalkan tangannya kuat kuat. Amarahnya kian memuncak. Kebenciannya kian menjadi jadi...
GUNTORO...AKU AKAN MEMBALAS MU !!!
.
.
" Sudah beres Tuan..Bisma mati.." ucap Ryan memberikan laporannya pada Guntoro.
" Bagus..." ucap Guntoro sambil tersenyum puas dengan hasil kerja algojo nya. " Kau akan mendapat bayaran mu dan juga bonus karena kerja bagus mu " ucap Guntoro
" Terima kasih Tuan.." ucap Ryan senang.
Guntoro menutup telponnya.
" Sudah kau transfer?" tanya Guntoro pada anak buahnya.
" Sudah Tuan.."
" Lalu bonusnya?" tanya Guntoro.
" Sudah beres Tuan..."
Guntoro tersenyum licik. " Nikmati bonus terakhirmu Ryan..Kau sudah terlalu banyak tahu sisi gelap ku...Sudah waktunya aku membuang mu.."
.
.
" Sudah masuk?" tanya Ryan
" Sudah...Gila..Berapa M ini ...nol nya banyak sekali.." ucap mereka sambil tertawa tawa.
" Sedih juga Sonya malah memilih bunuh diri demi pria desa seperti itu...Apa sih bagusnya dia.. Cuma sedikit tampan sudah kecantol..benar benar bodoh.." ucap teman nya
" Padahal dia sudah biasa main main dengan targetnya.. Kenapa sampai bodoh seperti ini.."
" Sonya memang idiot... " ucap Ryan kesal. Seharusnya saat ini mereka bisa menikmati uang hasil kerja mereka dan bersenang senang..tapi malah memilih mati dengan Bisma. Andai saja Sonya mau sedikit membuka hati untuk dirinya.
" Dari tadi mobil itu mengikuti kita.." ucap Teman Ryan.
" Siapa?" Ryan berpikir cepat sambil menoleh ke mobil hitam yang mengikuti mereka. Ia mengamati mobil itu dengan seksama
Mobil jenis itu sangat khusus apalagi dengan logo kecil di kap depan mobilnya 'P' sering di lihatnya.
" Sial.. Ambil senjata. " ucap Ryan..
" Guntoro sialan itu tak ikhlas memberikan uang pada kita..Dia mau mengambilnya kembali. Ucap Ryan geram..
Anak buahnya mengambil sebuah koper yang biasa nya berisik senjata mereka..Namun saat membukanya mereka kaget setengah mati karena isinya adalah bom rakitan. Dan waktu hitungan mundurnya cuma 30 detik. Putaran detiknya berjalan mundur sangat cepat. Dan..
" D U A R...!!!
Suara ledakan keras terdengar .Mobil itu hancur berkeping keping bersama seluruh manusia yang ada di sana. Mobil itu meledak menyisakan kobaran api besar yang melalap habis mobil itu.
Mobil hitam yang mengikuti mereka dengan jarak cukup jauh karena sudah memperkirakan hal itu berhenti .
Beberapa orang berjas hitam keluar dari mobil itu.
" Sudah beres Tuan...Mereka hancur tak bersisa..." anak buah memberi laporan kepada bos nya.
__ADS_1