KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
37. PIKTOR


__ADS_3

Kulihat Kristy begitu terpana dengan bentuk tubuhku. Ia terdiam sambil terus melihatku tanpa berpaling sama sekali...


"Apa lihat lihat..."? tanyaku sambil menyiram air ke muka kristy agar tersadar dari lamunannya.


"A ..aku.."Kristy kaget dan gugup.ia nampak salah tingkah.


"Belum pernah lihat cowok seganteng aku ya.."ucapku sambil tertawa.


"Apa sih Yog...Kamu ada ada saja.."ucapnya menutupi malu sambil tertawa


"Atau melihat tubuh seksi ku.."aku iseng menggoda kristy yang nampak begitu lucu saat kikuk dan malu malu. Wajahnya langsung memerah semerah tomat saat aku menggodanya.ia menganga sambil menutup mulutnya.


"Yoga..."ucapnya kemudian sambil memukul tanganku. Aku tertawa tawa.


"Mama kalian malu tu..."kataku pada Si Kembar.Mereka menoleh kepada mamanya yang nampak salah tingkah."Mama kalian genit..dia membayangkan saat..."


"Diam Yog.."ucap kristy cepat sembari menutup mulutku dengan tangannya.Aku yang ganti terdiam saat jemari lentik dan halus itu menyentuh bibirku..


'DEG'


Ah sial...malah aku sendiri yang kena.. niatnya cuma bercanda malah gue sendiri yang deg degan...


Aku dan kristy saling terdiam dan juga saling berpandangan .Saat tatapan kami bertemu aku benar benar merasakan debaran yang begitu kencang di dadaku. Rasanya aku ingin melakukan semua hal dengannya.Aku ingin menarik dia ke pelukan ku ,mendekapnya dan juga menciumnya. Ingin ku ***** habis bibir indahnya itu , menyentuh setiap inchi tubuhnya dan berbagi kenikmatan dengannya.. aduh...ternyata aku ini memang parnoπŸ˜“


Aku menggenggam jemari tangan Kristy.Membawa jari jari lentik itu mendekat ke bibirku dan menciumnya dengan lembut.


Kristy nampak bengong sambil terus menatapku.


"Papa dan Mama ngapain?"tanya Dafi lugu.


Ucapan Dafi itu seketika menyadarkan ku dan kristy. Kami yang terkejut segera berpaling dan saling menjauh. Sama sama kikuk dan salah tingkah.. Oh NO!!!!πŸ˜–


"Kris kau bawa si kembar naik perahu karet itu ya.. Aku mau berenang dulu.." ucapku kemudian seraya masuk ke air dan berenang menjauh dari mereka...


"I..iya.."jawabnya gugup.


Aku berenang mengitari kolam renang ku yang cukup luas itu sambil berpikir dalam hati.....Apakah Kristy menyukaiku?..Apakah Kristy memiliki perasaan kepadaku?..Kalau dia tidak menyukai aku tentu dia tidak akan diam saja saat aku mencium tangannya...Dia mungkin saja marah seperti waktu itu...Tapi tadi tidak ada penolakan sama sekali...


Aku berenang dan terus berenang mengitari kolam itu..Aku harus mengenyahkan pikiran pikiran kotor itu dari otakku


"Wah..papa hebat.." kata Dafa . si kembar begitu kagum melihat keahlian dan kecepatan berenang ku .


"Seperti ikan.."ucap Dafi.


Akhirnya aku berhenti juga karena kelelahan dan kehabisan nafas...

__ADS_1


"Papa keren.."si kembar bertepuk tangan


Ah..Sudahlah.. Entah dia suka atau tidak padaku...tetap saja aku tak bisa bersama dia. Seperti kata kak Romi.. Aku harus menjauh dari dia..benar benar harus menjauh...Aku tak ingin ada masalah dengan keluargaku...dengan kristy sendiri...dan juga sahabatku..Dia akan menjadi milik Bisma...Aku tak mungkin mengkhianati sahabatku sendiri..Perpisahan sebelum di mulai ini lebih baik...


Aku kembali menghampiri kristy dan si kembar.


"Yuk kita main ke sana.."ucapku sambil mendorong perahu karet yang di tumpangi si kembar berkeliling di kolam renang itu.Kristypun juga mengikuti kami.


"Kris...Ayo bantu dorong juga.."ucapku biasa saja seolah tidak ada apapun yang terjadi sebelumnya.


"I iya.."Kristy pun berusaha bersikap biasa saja. Kami lalu melanjutkan acara berenang seperti biasa saja.


*****


Keesokan harinya Andi datang pagi pagi seperti perintah Kak Romi.Hari ini meskipun akhir pekan ia masih harus bekerja. Ia di minta mengantar kristy dan keluarganya pulang kembali ke rumah mereka.


Kristy dan anak anaknya sudah bersiap siap .Mereka sudah mandi dan sarapan.Mereka menunggu Yoga yang masih belum turun.


"Yoga belum bangun Bibi ?" tanya Andi pada Bibi Ijah


"Sudah den..Tadi juga sudah sarapan bersama..lagi ngambil apa gitu di kamarnya.."jawab Bibi Ijah.


Tak lama kemudian Yoga turun dengan membawa sebuah tas.Ia juga sudah berpakaian rapi.


"Lho..kau juga ikut mengantar Yog?" tanya Andi


"Tapi Tuan Romi bilang.."


"Kau kan belum tahu tempatnya..jadi aku harus ikut biar tidak kesasar" ucapku beralasan.Padahal sebenarnya aku belum ingin berpisah dengan mereka.Terlebih kali ini adalah kebersamaan terakhir bersama kristy dan si kembar. Setelah ini aku benar benar harus rela berpisah dengan mereka.


"Okelah kalau begitu.."Jawab Andi.


Kami lalu turun ke garasi mobil.Disana Adul sudah menyiapkan mobil minibus yang akan kami pakai.


Dan seperti biasa ...saat akan naik mobil drama kecil pasti ada.


"Aku mau sama Papa "ucap Dafa yang ingin duduk bersamaku.


"Aku.."Dafi tidak mau kalah.


Aku tersenyum. Persis seperti dugaan ku , kedua bocah yang pasti sangat menyayangiku ini ingin bersamaku.Apalagi naluri bocah ini kuat, mereka pasti juga tidak ingin berpisah dariku.


"Bu... Ibu tolong duduk di depan saja ya.."ucapku pada bibi kristy.


"Iya.."jawab Bibi Kristy . Iapun lalu duduk di sebelah Andi.

__ADS_1


Aku kemudian duduk di tengah bersama kristy dan Dafa Dafi.Keduanya berebut untuk duduk di pangkuanku.


"Sama mama satu ya... "kata Kristy


"Nggak mau.."


"Sama Papa.."jawab keduanya. Aku tersenyum.


"Tak apa Kris... "jawabku kemudian seraya memangku keduanya "Tapi nanti kalau capek duduk sendiri ya.."


"Iya..."jawab keduanya . Kami pun lalu segera berangkat.


Selama di perjalanan kedua bocah itu begitu ceria dan aktif . Apapun yang mereka lihat dari jendela mobil selalu di tanyakan. Melihat Gedung tinggi bertingkat , bus kota , kereta api. bahkan hewan ternak juga di tanyakan.Aku, Kristy dan Bibinya bergantian menjawabnya dan menjelaskan semudah apa yang di terima anak kecil seperti mereka. Dan akhirnya merekapun tertidur karena saking capeknya.


Melihat Dafa dan Dafi yang tertidur di pahaku , Kristy segera mengambil salah satunya ke sisinya. Dia memindahkan Dafi ke pangkuannya agar bisa tidur dengan nyaman. Sedang Aku membiarkan Dafa tidur seperti semula di pahaku. Karena mengantuk ,akhirnya aku pun tertidur pula..


Aku terbangun saat merasakan berat di bahuku. Dan saat membuka mata ternyata Kristy pun tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahuku. Kulihat Ibu Kristy pun juga tertidur. Hanya Andi yang terjaga karena fokus menyetir.


"Lanjutkan saja tidurnya Yog.."ucap Andi yang melihatku terbangun.


" Nanti kalau capek bilang Andi , biar aku gantian yang nyetir " ucapku yang masih sedikit mengantuk .


"Beres"jawab Andi


Kemudian aku memejamkan mataku lagi. Kubiarkan Kristy bersandar di bahuku.


******


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan melelahkan kami sampai juga di warung bibi kristy di kota Blitar.


"Kita sudah sampai..ayo turun.."ucap kristy pada anak anaknya.


"Yeay...sampai di rumah.." ucap si kembar senang.


Mereka semua kemudian turun menuju ke rumah bibi kristy di belakang warung. Garis polis line sudah di lepas. Dan saat masuk ke rumah semua masih nampak berantakan seperti saat mereka di bawa pergi anak buah panter dulu.


" Maaf , yog...sebentar ya... "Ucap Kristy buru buru merapikan ruang tamu .Merapikan dan membersihkan tempat duduknya.


"Silahkan duduk Yoga , Andi...Maaf kotor.."ucap kristy.


"Tidak apa apa.." ucap Andi yang segera duduk.Ia sudah biasa berada di tempat yang biasa saja karena dia juga bukan berasal dari keluarga kaya. Sama seperti Bisma.


" Apa di sini tidak ada jasa cleaning servis?" tanyaku pada Kristy. Aku merasa kasihan membayangkan Kristy harus membersihkan rumah kotor dan berantakan yang sudah cukup lama mereka tinggalkan itu. Belum lagi warung mereka juga.


"Ada sih...tapi buat apa ?...kami bisa membersihkannya sendiri.."ucap kristy.

__ADS_1


"Ha??" Aku bengong .Haruskah kristy dan ibunya yang membersihkannya sendiri?


__ADS_2