
" Yog.. Kau mau menikah?" tanya Andi langsung menelpon Yoga saat mendapat email surat undangan pernikahan Yoga dan Kinara.
Andi kini menjabat menjadi CEO menggantikan Yoga sejak Yoga sakit dan di rawat di amerika.
" Itu keinginan Papa ku.. Aku tidak bisa menolaknya "
" Hahaha.. orang kaya orang kaya.. " Ucap Andi sambil tertawa.
" Kau hadir kan Andi?"
" Tentu saja. Tuan Muda menikah masak anak buahnya tidak hadir..aku akan ke sana bersama Desi dan Andres..."
" Andres?"
" Ah Andres itu anak sulung ku.. Sekarang Desi lagi hamil anak kedua kami..."
" Ah gila.. lo rajin banget Andi..Suka banget bercocok tanam ya..."
" Hahaha... Berkat belajar darimu Yog..." Andi tertawa. " Andres itu seusia dengan anakmu kalau Kristy dulu tidak menggugurkannya.."
" Seusia Xavier?" tanyaku
" Siapa Xavier?" tanya Andi balik.
" Xavier itu anakku dengan Kristy "
" Hah?!" Andi begitu terkejut mendengarnya. " Kau sudah bertemu dengan Kristy?" tanya Andi lagi.
Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Andi. Dia mendengarkan semuanya dengan seksama.
" Tidak bisa begitu dong Yog..Dia menikah di atas pernikahanmu dengan Kristy. Dan kau belum menceraikan Kristy. Jadi pernikahan Kristy dan Bisma tidak sah. Kau masih hidup. Dan asal kau tahu , tiap bulan aku selalu rutin mentransfer dana ke rekening Kristy atas namamu . Meski memakai dana perusahaan tapi semua sumber dana di sini kan milikmu. Itu artinya kau masih memberikan nafkah lahir pada Kristy. Untuk nafkah batin jelas tidak bisa karena kau waktu itu sakit. Jadi status Kristy jelas. Dia masih istrimu" jelas Andi.
Aku ternganga. Andi benar benar memberikan angin segar yang menyejukkan hati ku dengan penjelasannya.
" Bahkan kau bisa membawa kasus ini ke ranah hukum.. Kau bisa menuntut Bisma. Juga menuntut pembatalan pernikahan nya dengan Kristy "
" Tapi dia sahabatku Andi..."
" Pikirkan Kristy..Pikirkan Xavier...Dia anak kandungmu. Statusnya harus jelas. Dia bukan anak Bisma "
Aku terdiam.
" Apalagi dengan lawan Kak Romi...Kau tidak bisa main main Yog.. kau harus benar benar menjaga mereka dalam genggaman mu. Rasa dendam Kak Romi sudah lama di rasakan nya..Bukan mustahil ia bisa membahayakan Anak dan istrimu...Sedikit egois lah Yog.. Xavier anak kandungmu..Darah daging mu.. Dia harus tahu kau ayahnya bukan Bisma. "
*Ya...kurasa itu benar. Mungkin ini adalah saat dimana aku benar benar harus memperjuangkan keluargaku... Demi Kristy ..Demi Xavier..Juga Dafa dan Dafi..Mereka keluargaku...
Sudah lama aku tidak bersama mereka karena banyak hal... Sekarang aku harus berjuang agar keluargaku utuh kembali.. Menjadi keluarga yang sesungguhnya*...
" Kau benar Andi...Aku akan memperjuangkan mereka kembali meski harus berhadapan dengan Papa, Kak Romi dan juga Bisma ... "
__ADS_1
Aku membulatkan tekad ku. Keputusanku sudah final sekarang. Setelah semua benang kusut ini terurai , aku memang harus menggulungnya kembali. Menata agar semua indah dan benar pada tempatnya. Aku harus mengembalikan keutuhan keluarga ku kembali.
Andi sejak dulu selalu menjadi dewa cinta ku dan Kristy. Dan sekarangpun untuk kesekian kalinya ia tetap menjadi mak comblang kami.Semoga semua nya lancar dan aku bisa kembali dengan Kristy .
" Terima kasih Andi..Kau benar benar menyadarkan ku dari kebodohan ku..." Andi tersenyum. Ia sungguh berharap Yoga bisa bersatu kembali dengan keluarganya.
.
.
.
...----------------...
.
.
" Aku ingin bertemu dengan Dafa dan Dafi " ucapku pada Kristy saat aku mendatangi rumah Bisma lagi.
" Mereka sekolah di Internasional school X... "
" Lho..Sekolah itu..Beberapa hari yang lalu aku ke sana menjadi sponsor event sekolah mereka..." jawabku.
" Berarti memang benar mereka waktu itu melihat mu Mas..."
" Ha?!... " Aku bengong.
" Kita langsung ke sana saja Mas..Aku ingin cepat mempertemukan kalian kembali. Mereka pasti sangat bahagia melihatmu ..." ucap Kristy bersemangat.
" Tentu Kris.. " Ucapku sambil memeluk Kristy.
Beberapa hari ini aku sering bolos kerja dan menemui Kristy dan Xavier. Keduanya mampu membuatku mengalihkan dunia kerjaku dan hanya ingin bersama mereka sepanjang hari.
Perlahan aku mendekati Kristy dan mendaratkan bibirku di atas bibir kenyalnya. Kristy awalnya mundur dan menjauh dariku. Namun aku terus mendekat dan melakukannya lagi. Dengan tubuh yang masih dalam pelukanku, ia tidak bisa kabur lagi. Ia menikmati saat saat bibir kami saling bersentuhan. Saling me\_magut dan menyesap dengan pelan dan lembut. Kristy yang terlena dengan sentuhan ku akhirnya membiarkan aku terus melakukannya.
Aku takkan melakukannya dengan Frontal. Aku ingin membiasakannya perlahan .Dan itu di mulai dari bibirnya. Beberapa hari ke depan aku masih akan melakukan ini. Mengecupnya , memberinya ciuman manis hingga bibirnya terbiasa lagi dengan bibirku.
Aku mengabaikan bayangan Bisma yang mungkin sudah melakukan banyak hal dengan Kristy sebelumnya. Aku hanya ingin Kristy mengingat sentuhan ku lagi..Membiasakannya kembali dari awal perlahan.
*Ah... Betapa lama aku tak merasakan* *ciuman manis ini...3 tahun waktu yang sangat lama..Aku sangat merindukan bibir nya, permainan lidahnya dan tentu saja malam malam panas percintaan kami dulu*.
" Kris..."
" Hem.."
" Bibirmu sangat manis.."Kristy langsung tersipu saat aku memujinya seperti itu.
*Ya ampun ...Ekspresi malu malunya ini..masih tetap menggemaskan ...Wajah merah semerah tomatnya...aku sangat menyukainya...Apalagi dengan suara desah manjanya...Cengkeraman miliknya yang begitu kuat...Oh my God...Aku bisa gila...
Aku benar benar tergila gila dengan semua yang dimilikinya...Belum apa apa ..aku sudah membayangkan malam percintaan kami* ..
" What are you doing uncle ? ... Why you kiss my Mom?" tanya Xavier yang melihat kami berciuman.
__ADS_1
" Come here baby.." Aku melepaskan Kristy dan memanggil Xavier untuk mendekat.
Dan begitu dekat aku memeluk dan mencium pipi ,dan keningnya. juga pucuk kepalanya.
" I kiss you because I love you..."
Xavier tersenyum. Ia nampak senang karena ucapan dan sikapku. Dia tahu aku sangat menyayanginya dan Kristy..
.
.
Kami kemudian pergi ke sekolah Dafa dan Dafi dengan mobilku.
Dan setelah sampai , Kepala sekolah dan para Guru menyambut dengan ramah. Tentu saja karena aku sponsor terbesar di sekolah itu.
"Tolong panggilkan Dafa dan Dafi "ucapku.
"Baik Tuan Yoga..."
Dan tak lama kemudian Dafa dan Dafi sampai di sana.
Dafa dan Dafi begitu tercengang saat melihatku. Mereka sampai mengucek matanya berkali kali. Mereka takut kalau itu cuma sebuah mimpi.
Namun saat melihat Kristy dan Xavier yang turut ada di sana , Mamanya yang tersenyum meyakinkan mereka kalau itu bukan mimpi.
" Papa..." Keduanya langsung memeluk Yoga dengan penuh haru. Betapa bahagianya mereka melihat Papa yang sangat mereka sayangi ternyata masih hidup.
" Ku pikir Papa sudah tiada.."
" Papa dulu cuma sakit.. Tidur panjang... tapi sekarang Papa kembali sayang...Papa sangat merindukan kalian " ucapku saat memeluk mereka.
Kristy dan Xavier turut mendekat . Aku memeluk mereka semua.. Rasanya kebahagiaanku sudah kembali..Hidupku kini terasa lengkap lagi dengan kehadiran mereka.
Aku ingin berkumpul dengan mereka. Selalu seperti ini...Menghabiskan waktu bersama sama mereka. Aku ingin mereka tumbuh dalam kasih sayang dan perhatian kami...Aku ingin mencintai mereka dan berbagi kasih sayang dengan mereka.
Melihat senyum mereka seperti ini adalah kebahagiaan terbesarku...aku merasa hidup ini indah bersama mereka...💖
.
.
.
" Yoga kemana.. beberapa hari ini aku tak melihat dia di ruangannya..." tanya Guntoro.
" Apa dia dinas luar Rom?" tanya Guntoro lagi. Romi terdiam.
' Padahal tinggal serumah.. malah bertanya padaku yang rumahnya berjauhan..Sangat lucu..' Batin Romi.
*Benar... sudah beberapa hari ini aku tak melihatnya di kantor... Apa bocah manja itu sebegitu kena mentalnya melihat istri nya di ambil orang...
Oh tidak..
Jangan jangan...dia malah bertemu dengan Kristy terus...Menghabiskan waktu dengan Kristy dan Xavier...
__ADS_1
Kalau benar..ini kacau...dia bisa mengacaukan rencana ku...Aku harus memberi tahu Bisma*..