
" Nara..." Romi memanggil Kinara yang sedang duduk di bangku sekretaris bersama beberapa sekretaris lainnya.
" Datang ke ruangan ku " kata Romi lagi.
Kinara mengangguk. Ia kemudian segera bangkit dan mengikuti Romi menuju ke ruangannya.
" Anda perlu sesuatu Tuan?" tanya Kinara kemudian setelah berada di dalam ruangan Romi.
" Sudah ku bilang kita tak perlu berbasa\_basi. Kau bisa memanggilku Romi..."
" Baiklah... Romi.. Maaf aku tidak mau memanggilmu Kakak meskipun kau jauh lebih tua dariku... Aku tak suka jika harus bersikap formal denganmu.."
Romi tersenyum. Ia lebih senang begitu. Ia lebih suka Nara menunjukkan sisi aslinya daripada topeng palsunya.
" Nara apa kau tahu Yoga sudah beberapa hari ini tidak ke kantor ?"
" Tau. Kupikir dia ada dinas luar.."
" Dinas luar..Haha...C\_ih.. Itu sebuah pembodohan. Dia bolos kerja menemui wanita itu dan anaknya.."
" Janda itu?"
" Benar....Apa kau tidak penasaran mereka melakukan apa saja saat bersama? "
Nara terdiam sambil menggenggam kuat kuat tangannya.
" Padahal minggu depan mau menikah denganmu..tapi setiap hari bersama wanita lain. Dia benar benar tidak menganggap mu ya.." Romi mulai memprovokasi.
" Berikan alamat wanita itu.." ucap Nara cepat
" Kau benar benar tidak mengecewakanku..." ucap Romi sambil tersenyum dan menuliskan alamat rumah Bisma. Dan memberikannya pada Kinara.
" Hati hati kalau ke sana ya..Aku tidak mau kau terluka.."ucap Romi dengan tawa mengejek. Ia tahu Nara mudah terpancing emosinya.
" Apalagi wajah cantikmu ini .. " tambah Romi sambil menyentuh pipi Kinara. " Jangan sampai luka.. Ayah mertuamu pasti akan membuang mu kalau ini sampai rusak..Dia ingin menantu yang sempurna tanpa cacat "
" Huh " Kinara mendengus sambil menepis tangan Romi. " Kau benar benar licik memanfaatkan ku.."
" Hahaha..." Romi malah tertawa. "Kau bisa meminta apapun padaku sebagai imbalannya nanti. Asal pekerjaanmu memuaskan "
" Akan ku ingat kata kata mu ini Romi.."ucap Kinara seraya melangkah keluar dari ruangannya.
" Jangan kaget saat berada di sana Kinara. Banyak kejutan menantimu " pesan Romi.
" Sok perhatian " sahut Kinara sambil menutup pintu ruangan Romi.
Romi tertawa.
Sepertinya Kinara bisa sedikit di harapkan... Ah... ini akan jadi lebih ramai... Kinara oh Kinara...kuharap kau melakukannya dengan baik.
.
.
.
Beberapa hari kemudian....
' Ting tong.'
Kristy dengan penuh semangat membuka pintu rumahnya karena ia tahu pasti tamunya adalah Yoga yang biasanya datang sesudah Bisma berangkat kerja.
" Selamat datang Mas..."
Kristy membuka pintu dengan senyum . Namun senyum itu kandas saat yang di lihatnya adalah seorang wanita yang asing namun ia mengenali siapa orang itu. Dia adalah Risa. Mama Yoga. mertuanya dulu.
" A..anda.."
__ADS_1
" Mana cucu ku?" tanya Risa cepat
Kristy terdiam. Ia hanya menatap Risa yang berdiri di depannya.
" Mama ini...benar benar deh..Sapa dulu kek menantu Mama.. " ucap Yoga yang muncul belakangan karena mengambil sesuatu dari bagasi mobil yakni sebuah boneka beruang yang cukup besar dan 1 tas yang entah apa isinya.
" Habis... Mama ingin cepat bertemu dengan cucu Mama " ucap Risa.
Kristy terdiam sambil melihat keduanya. Belum mempersilahkan mereka masuk.
"A..Selamat pagi Kristy.." Risa menyapa Kristy dengan senyum manis di wajah cantiknya. Meski sudah berumur Risa selalu melakukan perawatan sehingga wajahnya nampak awet muda.
" S..Selamat pagi Nyonya.."
" Mama...bukan Nyonya. Kau panggil aku Mama , Kristy. Kau kan menantuku " ucapnya Risa ramah.
Kristy begitu takjub seakan tak percaya. Orang yang dulu pernah mengusir dan meremehkan nya kini berubah 360 derajat. Ia nampak ramah dan baik. dengan sikap manis pula.
" Silahkan masuk Mama "
Risa tersenyum dan kemudian memeluknya.
" Maafkan sikap Mama dulu ya... Mama baru tahu semuanya.." ucap Risa.
Kristy tak menjawab .Ia cuma mengangguk saja di pelukan Mama Yoga. Rasanya tak percaya orang kaya ,cantik itu mau mengakuinya sebagai menantunya. Dan bahkan memeluknya.
Dan itu nampak tulus. Ia sampai menitikkan air mata saking terharunya.
" Sudah..sudah..Ayo cepat masuk ke dalam . Cucu mama menunggu.." ucap Yoga.
Risa melepaskan Kristy dan mengambil boneka beruang itu. Ia sudah mempersiapkan itu untuk hadiah kepada cucunya. Kemudian ia segera masuk.
Yoga menghampiri Kristy dan meletakkan tangannya di bahu Kristy sambil tersenyum.
" Kenapa mencium di depan rumah. Kalau di lihat orang bagaimana.." kata Kristy sambil mencubit Yoga. Ia merasa tidak enak kalau tetangga nya melihat. Padahal Yoga bukan pasangan serumahnya.
" Iya..iya. maaf.." ucap Yoga seraya melangkah masuk kedalam rumah sambil merangkul Kristy.
Dan benar dugaan Kristy. Seseorang melihat itu dengan wajah kesal penuh amarah.Dia mengepalkan kuat kuat tangannya. Ia dari tadi mengamati mereka dari dalam mobilnya.
" Beraninya janda itu mengganggu calon suamiku...Dia mau merebut Yoga kembali? ..Dan bahkan Tante Risa pun mendukungnya...Tidak bisa di biarkan.." ucap Kinara geram.
" Romi benar.. dia lawan yang sulit..karena..Yoga kelihatan sekali kalau dia mencintainya.. mencintai janda itu "
.
.
.
Risa benar benar bahagia saat bertemu Xavier. Terlebih wajahnya yang sangat mirip dengan Yoga. Meski ada sedikit juga yang menurun dari Kristy. Ia adalah perpaduan nyata dari keduanya.
" Xavier cucuku..." Risa memeluk dan menciumi cucunya itu. Meskipun saat itu Xavier belum mandi karena bangun kesiangan.
Xavier nampak kebingungan dengan kehadiran Risa. Namun ia senang dengan hadiah pemberiannya. Boneka beruang tadi dan banyak hadiah lain di tas yang di bawa Yoga.
Yoga sudah menceritakan semuanya kepada Mamanya .Sehingga Risa memperkenalkan diri kepada Xavier sebagai orang tua Yoga bukan nenek Xavier.
" Mas, Mama..Aku permisi dulu mau memandikan Xavier. Silahkan di minum tehnya.." ucap Kristy seraya melangkah pergi ke dalam rumahnya.
Risa dan Yoga mengangguk.
" Yog...Kau segera bawa mereka pergi dari sini. Selesaikan urusanmu dengan Bisma secara hukum. Mereka Istri dan anakmu... tidak boleh terus terusan tinggal dengan pria lain. " ucap Mamanya.
" Iya Ma. Aku sudah memikirkan tentang itu...Aku akan membicarakannya dengan Kristy dulu. Karena bagaimanapun Bisma sahabatku. "
__ADS_1
"Aku akan coba membujuk Papamu untuk menerima mereka...Aku tidak ingin cucu ku tumbuh dalam asuhan Orang yang bukan Papa kandungnya.. "
" Iya Mama..."
" Masalahnya adalah Kinara..Besok lusa kau akan menikah dengannya. Apa Kristy tahu?"
" Tidak..Kristy tidak tahu. Dan lagi itu tidak penting Ma. Kinara dan aku sudah sepakat pernikahan itu cuma di atas kertas..Buat apa aku memikirkan nya...Dia cuma ingin hidup mewah dan harta ..Biar dia mendapatkan itu. Aku bahkan tak peduli.."
" Haaaah... " Risa menghela nafas panjang. Ia sadar pernikahan Yoga dan Kinara memang tak bisa di batalkan karena itu perintah dari Guntoro.Dan semua harus terjadi.
" Papa mu itu.. aku benar benar tidak habis pikir.. Dia tidak peduli tentang apapun..semua harus sesuai dengan keinginannya. "
" Makanya Ma...Tidak usah di pikirkan. Pernikahan itu cuma formalitas. Aku dan Kinara bukan suami istri sungguhan. Jadi buang simpati Mama. Kinara yang sudah memilih jalan sulit untuk hidupnya sendiri. Biarkan dia merasakan akibatnya sendiri. " ucap Yoga yang sedikitpun nampak tak peduli pada Kinara.
Yoga sudah sering mengacuhkan kinara. Ia tak pernah menemui Kinara sama sekali.Urusan pernikahan malah Risa dan Romi yang mengurusnya. Bahkan untuk ukuran gaun pengantin Pria , Romi yang di ukur karena perawakan nya sama persis dengan Yoga. Yoga tak mau datang ke butik untuk mencoba gaun pengantin. Yoga benar benar mengacuhkannya
.
.
" Haaaaah...Kenapa mesti aku?" tanya Romi saat Kinara menyuruhnya datang ke butik menemani Kinara yang mengajaknya foto berdua dengan gaun pengantin. Merekapun sudah memakai gaun pengantinnya.
" Lalu siapa lagi?... Om guntoro bilang ini foto untuk di pajang di depan gedung pernikahan kami ..."
" Yang mirip antara aku dan Yoga cuma tubuh dan perawakan kami. Wajahku beda sekali dengannya.."
" Tenang saja Romi..Wajahmu nanti akan sedikit di blur..Karena banyak saingan bisnis Om Guntoro yang akan datang .Dia bilang dia tak ingin wajah anaknya dikenali musuhnya. Ia takut mereka mengincar Yoga."
" Jadi itu sebabnya dia memajang gambar ku bukan anaknya. Kalau di incar musuh dan mati ..ya cuma aku anjing peliharaannya ini..bukan anaknya..pemikiran yang hebat " ucap Romi sinis.
" Kenapa sih kau begitu membencinya?" tanya Kinara kemudian pada Romi yang tampak sangat membenci Guntoro.
" Banyak sekali sebabnya..dan itu tak akan habis dalam semalam untuk menceritakannya"
Entah mengapa Romi bisa menunjukkan wajah aslinya tanpa di buat buat pada Kinara sejak malam dimana ia menemani Kinara ke butik dan sepakat bekerja sama beberapa hari lalu... Ia jadi bisa mengatakan apa saja yang ada di hatinya tanpa di tutupi lagi.
" Aku ingin tahu.." jawab Kinara. Romi terdiam sesaat.
" Jadi kau ingin mendengar ceritaku...?" tanya Romi sambil menatap Kinara yang berdiri di depannya dengan gaun pengantinnya. Mereka sudah berdiri di depan kamera dan fotografer yang akan memotret mereka.
" Tentu..."
" Tapi ...semalam bersamaku itu tidak mungkin cuma cerita saja...Aku bukan orang se\_pendiam itu.." Ucap Romi tanpa berkedip dan tetap menatap Kinara dengan tajam dan datar. Seolah tanpa emosi. Dan begitu enteng di ucapkan Romi.
' DEG ' Lagi lagi Romi membuatnya gugup. Detak jantungnya berdegup kencang tak karuan. .Romi sering kali mengacaukan pikirannya dengan semua tingkah lakunya
Sontak hal itu membuat wajah Kinara memerah karena malu. Ia bukan orang bodoh yang tidak mengerti maksud Romi.
Namun ia juga bukan wanita lemah yang akan diam saja di permainkan Romi seperti itu. Ia berusaha tetap tenang .
" Sedikit lebih mendekat Tuan Nona..Biar chemistry nya dapet.." ucap Fotografer itu.
Romi dan Kinara terdiam dan saling berpandangan.
" Memangnya cerita itu perlu praktik?' tanya Kinara seraya meletakkan tangannya di wajah Romi.
Romi tersenyum simpul
" Tentu saja..." jawab Romi kemudian mendekatkan wajahnya pada Kinara .Dekat sekali. Kurang sedikit saja bibir mereka sudah saling bersentuhan. Sembari itu ia memeluk pinggang Kinara hingga tubuh mereka menempel sempurna.
" Ya..begitu.. tahan sebentar.." ucap Fotografer itu saat ia mendapat feel yang tepat dari momen keduanya.
" Sempurna.. ini bagus sekali.. Done " puji fotografer itu mendapatkan gambar sempurna mereka. Selesai sudah tugasnya membidik momen penuh chemistry keduanya.
.
Dengan cepat Romi melepaskan pelukannya pada Kinara dan menjauh. Ia kemudian segera ke ruang ganti dan melepas baju pengantin Yoga tersebut .
Sesaat ia menatap ke cermin di mana gambar dirinya terpantul di sana. Ia hampir saja mencium Kinara tadi karena terlena oleh kata katanya. Tapi untung saja kesadarannya cepat kembali.
__ADS_1
*Aku tidak akan mengacaukan rencana ku karena perempuan itu...Dia bukan siapa siapa. Dia cuma salah satu pion bidak catur dalam permainan ini... Dia tidak berarti apa apa*...