KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
64. GEMPA MOBIL


__ADS_3

" Sekarang kalian bawa anak anakku kemari atau kita berurusan di kantor polisi ! " Aku ganti memberi pilihan kepada mereka.


Jaka dan Nora saling berpandangan.


" T..tidak bisa. Mereka tidak ada di sini " jawab Nora.


" Bawa mereka kemari ! Sekarang!" Aku mulai tidak sungkan kepada mereka.


" Kami tidak akan menyerahkan Dafa dan Dafi... Mereka cucu kami.." Nora masih berkeras.


" Jangan sok mengaku mereka cucu kalian.. Mengusir mereka saat dalam kandungan saja tega..." kataku kesal


" Itu karena salah Kristy. Dia tidak mau menerima kompensasi dari orang itu.. Rumah pemberian kami sampai di sita. Dia sangat merugikan kami " Ucap Nora.


OH...Jadi ini ujung ujungnya cuma duit ya...Aku menghela nafas panjang.


" Sekarang aku tanya pada kalian..Kalian mau rumah itu kembali atau kompensasinya? " tanyaku.


Nora dan Jaka nampak saling berpandangan.


" Andi.."


" Ya Yog.."


" Kau siapkan sesuai permintaan mereka" Andi mengangguk.


" Kalau kalian mau rumah itu kembali , dalam waktu 1 bulan aku akan mengembalikan rumah itu pada kalian. Tapi kalau kalian mau kompensasi , aku akan memberikannya sekarang. Kau sebut nominalnya aku akan transfer kalian sekarang juga " kataku lantang.


" Memang kau punya uang sebanyak apa ? " Jaka tersenyum meremehkan.


" Sebut saja angkanya! "


" 1 milyar " Jaka sengaja menyebut nominal yang sangat besar untuk menjatuhkan Yoga. Dia mengira Yoga tak akan mampu membayarnya.


Kristy dan Desi ternganga. Sebanyak itu uang yang mereka minta. Apa Yoga sanggup?


" Cuma segitu?"


' Jangan sok anak muda ' batinnya meremehkan. Jaka membuang muka berpaling dari Yoga.


" Berikan no rekening mu " kata Andi.


Jaka menunjukkan hpnya pada Andi dimana di sana tertera no rekening mobile banking nya.


Dan tak lama kemudian. Sebuah pesan masuk ke hp Andi dan Jaka.


" Transfer sukses" ucap Andi sambil menunjukkan pesan laporan itu padaku.


Sementara itu Jaka dan Nora ternganga. Uang dengan jumlah yang sangat banyak itu langsung masuk ke rekening mobile nya.


" B..Banyak sekali nol nya Pa.." ucap Nora tak percaya.


" Kau..Kau ini sebenarnya siapa ?" tanya Jaka. Ia masih shock uang sebanyak itu bisa di dapatkannya dengan mudah dalam hitungan detik.


Aku tersenyum simpul.


" Aku?... Tentu saja aku papa Si kembar "


Jaka dan Nora masih bengong. Mereka seperti kejatuhan durian runtuh. Tiba tiba mendapat untung yang sama sekali tak pernah terlintas di benak mereka.


" Pantas saja Kristy mau kawin lagi , Pa... Suaminya itu orang kaya raya . Tajir melintir.. " bisik Nora pada Jaka.


" Kristy sekarang sudah tidak punya hutang pada kalian. Jadi mulai sekarang jangan temui Kristy dan anak anaknya lagi. " ucapku


" Tapi mereka cucu kami..."


" Kalian hanya boleh bertemu dengan Dafa dan Dafi dengan seizin ku. Untuk bertemu mereka kalian harus meminta ijin padaku terlebih dahulu " kataku tegas.


Andi dengan cepat memberikan kartu namaku pada mertua Kristy. Keduanya membaca kartu nama tersebut


"Dia CEO pa.." bisik Nora


'Pintar juga dia cari suami baru...Sudah muda, tinggi, kaya , ganteng lagi.....Benar benar pintar memanfaatkan asetnya. Modal cantik dan seksi doang. Dapat pria tajir melintir ' batin Jaka.


********


Akhirnya kami di pertemukan dengan Si kembar kembali. Dafa dan Dafi memeluk Aku dan Kristy dengan bahagianya.


" Mama Papa " ucap mereka dengan senyum berseri.


Aku mencium keduanya bergantian dan memeluk mereka erat.


'Maafkan keegoisan papa ya .. Hampir saja aku kehilangan kalian. Kalian adalah anak anakku yang berharga '


" Papa kok nangis?" tanya Dafa yang melihat air mata di sudut mataku.


" Papa kangen kalian.." ucapku


" Aku juga kangen Papa" Dafa berucap cepat


" Aku juga " Dafi Pun tak mau ketinggalan.


" Aku paling sayang sama Papa" kata Dafa

__ADS_1


" Sayangku lebih banyak" Dafi tak mau kalah.


"Aku! "


"Aku! "


Dua duanya tak ada yang mau mengalah . Aku menatap keduanya yang masih berdebat kasih sayang siapa yang lebih besar kepadaku. Ah..lucu sekali...


Kristy, Andi dan Desi cuma tersenyum melihat tingkah keduanya .


Aku memang bodoh. Terlalu menuruti keegoisanku.. padahal mereka se_sayang itu padaku.. Kenapa aku hanya memikirkan kesenanganku sendiri saja...


Diam diam aku menyesali keegoisanku..


" Ih kesel.. sayang siapa yang lebih besar Pa?" tanya keduanya padaku.


" Tentu saja sayangnya Papa pada kalian" jawabku sambil memeluk keduanya.


"Hehe.. " Keduanya lantas tersenyum sambil memelukku pula.


Ah..Anak anak ini... Memang bukan anak kandungku.. tapi rasanya memiliki kalian saja sudah cukup buatku.


Jaka dan Nora terdiam melihat pemandangan di depan mata mereka itu. Tampak sekali kedua cucunya sangat menyayangi Yoga. Begitupun sebaliknya.


******


Sesudah itu kamipun berpamitan. Memang sih rasa jengkel masih ada . Tapi etika dan attitude harus di jaga.


" Kami pulang dulu Oma Opa" Si Kembar melambaikan tangan pada kakek neneknya.


Kristy mencium tangan kedua mertuanya. Andi dan Desi juga bersalaman dengan mereka. Aku pun akhirnya mau juga bersalaman dengan mereka setelah Andi menyentil ku.


" Terima kasih sudah menjaga anak anak " ucapku kemudian.


" Sama sama Nak Yoga " ucap Nora ramah. Tentu saja ramah dia baru dapat rejeki nomplok.


" Tolong jaga cucu cucu kami.." kata Jaka kemudian. Aku cuma mengangguk.


Kamipun kemudian segera pergi.


" Langsung Surabaya ni bos?"


" Yup . Nanti kita gantian kalau kau capek " jawabku


" A_siyaaap !! "


"Om te_lolet om..."


"A_siap a_siap.."


********


Kami melanjutkan perjalanan. Tak terasa hari sudah malam. Aku menoleh jam tanganku. Pukul 11 malam.


" Mama ..mau pipis.." kata Dafa yang tiba tiba terbangun .


Kristy dan Aku yang tadinya tertidur segera bangun.


" Tahan sebentar ya.. " ucap Andi sambil mencari cari tempat rest area atau pom.


" Di depan ada mini market. tapi sebelah kanan jalan " Ucap desi yang melihat mini market di kejauhan.


" Ya sudah di situ saja. Nanti biar kita menyeberang.." ucapku.


Mobil yang kami tumpangi berhenti di kiri jalan . Sedikit gelap karena pencahayaan jalan yang kurang. Mungkin karena ini daerah kabupaten. Jadi lampunya tak sebanyak di kota kota besar.


" Dafi juga mau pipis?" tanyaku membangunkan Dafi.


" Mau jajan Pa " ucapnya begitu bangun dan melihat minimarket di sebrang.


" Oke.."


" Biar aku yang mengantar mereka saja Yog. Aku sekalian mau beli rokok " kata Andi.


" Aku ikut.. " kata Desi pula.


" Kau tidak sekalian Kris?" tanyaku


" Engga..Aku disini saja.." jawab Kristy malas.Mungkin karena masih mengantuk


Akhirnya Andi dan Desi saja yang mengantar mereka. Aku memilih menemani Kristy saja. Aku tidak sedang kebelet ke toilet juga malas keluar mobil.


Kristy menyandarkan kepalanya di pahaku. Dia mungkin capek tidur sambil duduk apalagi dengan memangku Dafi.Yah.. mungkin dia ingin melepas lelah sesaat. Aku duduk di tepi mobil agar dia lebih leluasa berbaring. Memberikan ruang lebih untuknya.


Aku membelai rambutnya dan mengusap kepalanya.


" Mau cari penginapan saja Kris.. Sepertinya kau tidak nyaman tidur di mobil..." kataku menawarkan


"EHM... tidak usah Yog..." jawabnya pelan sambil memejamkan mata.


Sesaat aku terdiam sambil memandangi sosok Kristy yang berbaring dengan kaki yang di tekuk di sudut sana.


Pose tidur seperti ini dimana enaknya Kris.. Aku tertawa geli dalam hati melihat Kristy dari ujung kepala hingga ke kakinya. Aku terkejut saat mendapati paha mulus Kristy terpampang nyata di depan mata. Roknya yang model A tersingkap sampai ke pangkalnya karena kedua kakinya yang di tekuk.

__ADS_1


OMG... cd-nya terlihat. batinku saat melihat rok Kristy yang tersingkap. Mataku tak bisa beralih dari sana.


" Kris ..bangun..." ucapku pelan


" Mm..apa Yog..?" tanya Kristy seraya langsung duduk


" Kau membangunkan adik ku.."


" Hah?..Apa?" tanya Kris bengong.


Tanpa kata aku langsung mengecup bibir manisnya.


" Ehm..Yog.." Kristy hendak protes. Namun Yoga dengan cepat menutup mulutnya dengan ciuman manisnya yang terus bertubi tubi di lancarkan Yoga. Seolah tak memberinya kesempatan untuk protes. Iapun akhirnya membalas ciuman Yoga yang kian lama kian memanas. Hingga tak terkendali lagi.


" Di sini Yog?" tanya Kristy pelan saat melihat Yoga mulai membuka resleting celananya.


Yoga cuma mengangguk.


" Tapi anak anak..."


Tanpa kata Yoga mengetik sesuatu di hpnya dan langsung mengirimkannya. Kemudian ia segera melanjutkan aktifitasnya tadi.


" Ehm... " Kristy menahan suaranya saat Yoga mendorong perlahan miliknya menembus pertahanan memasuki dirinya.


" Ah..Yoga.."


Kristy akhirnya mengeluarkan juga desahannya saat Yoga mulai menggoyang nya. Awalnya pelan namun semakin lama semakin cepat. Yoga menutup mulut Kristy dengan ciumannya. Sementara sesuatu dibawah sana melancarkan aksinya yang semakin gencar. Meski ruang gerak mereka terbatas tapi tetap kenikmatan itu tidak terelakkan. Yoga terus menggempur Kristy ...memberikan sensasi kenikmatan yang tiada henti.


Sementara itu Andi dan Desi yang sudah selesai mengantar Si kembar ke toilet dan juga berbelanja keluar dari mini market bersama sama.



' Ting' terdengar nada pesan masuk di hp Andi. Andi segera mengeceknya.



' Tunggu sebentar. jangan ganggu' Pesan itu di baca Andi .



" Om Andi.. Kenapa mobil kita bergoyang?" tanya Dafa yang melihat mobil yang kami tumpangi terlihat bergerak gerak.



' Ya Ampun ...dua orang itu..'



"Astaga.. " ucap Desi ternganga saat melihat mobil mereka dari kejauhan.



" Kalian makan jajan dulu di sini ya.. Om Andy mau merokok sebentar" ucap Andi seraya mengajak kedua bocah kecil itu duduk di kursi di depan mini market dan membongkar belanjaan mereka.



" Mobil kita kenapa om?" tanya Dafa lagi



" A..itu... sedang ada gempa.." Jawab Andi sekenanya.



" Gempa?" tanya Dafa dan Dafi



" Iya gempa tremor ...Kalian tahu kan Kalau gunung api mau meletus..Ada gempa dulu.. Jadi kita tunggu tremornya keluar dulu baru kita ke sana lagi. Sekarang kita makan saja ya.."



" Tremor itu apa? Om Andy? Tante Desi?"



" Lahar sayang...lahar..Itu.sesuatu yang di muntah kan gunung berapi saat mau meletus.." Desi berusaha memberi penjelasan pada dua anak kecil itu.



" Lahar di mobil kita?" tanya keduanya tak mengerti.



" Sudah ayo makan saja jajan kalian itu" sahut Andi cepat. Kedua bocah penurut itu akhirnya tak bertanya lagi.



Andi sesaat melirik Desi yang nampak salah tingkah saat melihat mobil bergoyang itu. Ia sampai memegangi kedua pipinya. Andi yakin Desi pasti membayangkan yang terjadi didalam sana.



" Benar benar deh...dua orang itu.." ucap Desi kemudian.

__ADS_1



' Asem ni Si Yoga...Tau anak buahnya masih bujang malah bikin siaran live di depan mata. Nasib nasib jadi jomblo ...cuma bisa ngiler saja.. Dasar bos koplak !!' batin Andi menjerit pilu dan memaki Yoga.


__ADS_2