KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
238. MODUS


__ADS_3

Kristy mencoba menghubungi Mimi , karena bayi Xavier sangat membutuhkan ASI. Mimi yang juga sedang berduka, tetap bersedia membantu .Meski ia tahu itu anak dari Xavier yang di bencinya. Naluri nya sebagai seorang Ibu , tidak bisa membiarkan bayi kecil tak berdosa itu . Ia pun dengan ikhlas bersedia membantu.



" Kenapa harus Mimi ? " protes Xavier pada orang tuanya. Ia begitu marah pada Kristy yang meminta tolong pada Mimi.



" Xavier , kau tidak boleh egois...Pikirkan anakmu...Dia terlalu lemah kondisinya.." jawab Kristy.



" Masih banyak wanita menyusui lainnya di luar sana ...Kenapa dunia kalian sempit sekali ..cuma Mimi mimi saja. Atau berikan saja susu formula..."



" Xavier...kau sudah kehilangan istrimu...Apa kau juga mau kehilangan anakmu ?" Yoga turut mendukung keputusan Kristy. Dan itu langsung membuat Xavier terdiam.



" Awas saja jika ujung ujungnya kalian menyuruh aku menikahi dia...aku tidak akan pernah mau " ucap Xavier kesal yang kemudian meninggalkan kedua orang tuanya dan segera menuju ke rumah sakit untuk melihat putrinya.


.


.


.


" Ngomong ngomong Shaka kemana.. beberapa hari ini aku tidak melihat dia masuk kerja..Meski Xavier tidak masuk sekolah dan kerja dia tetap harus di sini membantu bantu kamu.." kata Romi pada asisten pribadinya.



Shaka memang tidak masuk kerja sejak sehari sebelum Mika meninggal. Dan itu sudah beberapa hari lalu.



" Apa dia juga berduka atas meninggalnya pujaan hatinya..." tebak Romi..



" Sepertinya begitu Tuan...Tapi..." asistennya nampak ragu hendak mengatakan sesuatu.



" Besok suruh dia masuk..kalau masih ijin lagi ultimatum dia...apa dia ingin di pecat..."



" Baik Tuan..."



" Kau mau ngomong apa tadi...kenapa ragu ragu ? " tanya Romi



" Tuan Ferdi mengirim rekaman C C T V dari tempat kejadian Nyonya Mika meninggal "



" Bawa sini...biar ku lihat..." perintah Romi.



" Anak buahnya kemudian memberikan hp nya kepada Romi. Betapa terkejutnya Romi saat ia melihat kejadian sebenarnya di balik peristiwa naas yang merenggut nyawa Mika.



" Ini Shaka kan ?..Shaka ...Jadi...dia ada kaitannya dengan kematian Mika ?" tanya Romi kaget.



" Memang bukan murni kesalahan Shaka , Nyonya Mika memang jatuh karena tersandung kakinya sendiri saat mau pergi meninggalkan Shaka...Sepertinya sih...Shaka masih mencintai Nyonya Mika ..."



" Astaga.... kukira dia sudah move on dari Mika karena setiap hari melihat kemesraan mereka ...harusnya dia sudah mundur teratur bukannya malah memaksa seperti ini....." Asistennya mengangguk.



" Tapi masalah hati ...siapa sih yang bisa mengatur ... Kau besok panggil dia menghadap aku, tapi rahasiakan hal ini...jangan beritahu siapapun tentang video ini...Terutama Xavier ..Dia bisa membunuh Shaka jika tahu dia adalah penyebab kematian Mika..." kata Romi.



" Baik Tuan.."



" Beritahu si Ferdi juga..agar dia diam.. Aku tidak ingin semua kacau balau...Mau bagaimana pun ini sudah terjadi, aku tidak ingin ada korban lagi " kata Romi yang ingin menutup nya rapat rapat hal itu.



Dalam keadaaan saat ini, Xavier bisa saja berbuat nekat. Ia tak ingin keponakannya itu menanggung resiko yang merugikan dirinya sendiri sebab itu bisa menjadi boomerang untuk Xavier sendiri . Bisa bisa Xavier berakhir di penjara karena membunuh orang.


.


.


.

__ADS_1


...----------------...


.


.


.


.


.


Sementara Shaka kini berada di pusara Mika . Shaka tampak kacau , Ia menangis di sana. Ia sama sekali tidak ingin membuat Mika celaka , ia sungguh tidak menyangka jika karena perbuatannya , Mika sampai harus meninggal. Ia sungguh sangat menyesal



" Maafkan aku Mik...maafkan aku...aku tidak bermaksud seperti itu...aku hanya tidak tahan melihat kau dengan Xavier ..Aku ingin kau bahagia denganku .. Bukan dengan Xavier.... Aku tidak ingin kau mati ... Kenapa kau pergi secepat ini..." ratap tangisnya sambil menyentuh batu nisan Mika.



" Aku mencintaimu Mika... terlalu mencintaimu ..." ucapnya dalam derai air matanya.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


.


Xavier melihat Mimi yang baru saja selesai menyusui bayinya. Ia diam dan mengacuhkannya begitu saja. Demikian pula halnya dengan Mimi , terlalu sakit jika harus melihat Xavier. Karena itu membuatnya teringat kembali dengan kesedihannya kehilangan suami tercinta nya.



" Aku sudah menyusui dia...tadi juga sudah kop susunya dan ku masukkan ke DOT ...Nanti berikan pada putrimu kalau dia minta lagi. Aku pulang " ucap Mimi .



Xavier mengabaikan Mimi. Ia tak menjawab. Bahkan melihat Mimi pun ia enggan. Ia langsung menghampiri putrinya begitu Mimi telah pergi.



Xavier nampak tersenyum cerah begitu mendapati putrinya sedang bangun dan mengedip mata nya. Begitu imut dan menggemaskan .




Bayi mungil itu begitu membahagiakan Xavier. Melihat putrinya adalah satu satunya penyemangat nya kini.



Saat itu Mimi kembali karena tasnya ketinggalan . Ia sungguh tak menyangka jika Xavier ternyata tak sedingin perkiraan nya. Xavier bisa juga tersenyum lepas dan berseri di depan putri nya.


.


.


Dia sama seperti aku...Hanya anak kami penyemangat hidup kami...Dia dengan putrinya , aku dengan putraku...


.


.


Mimi yang jalan pikirannya sudah dewasa dan juga sosok yang berpegang kuat pada agamanya bisa berpikir tenang , semua yang terjadi pada mereka adalah takdir . Itu bukan salah Xavier sepenuhnya. Semua sudah ada garisnya. Setiap manusia hadir di dunia dengan satu paket lengkap, jodoh , rezeki dan mati...Dan tak ada satupun yang bisa melawan takdir Tuhan.


.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


.


" Shaka... kau mau bekerja disini atau mau ku pecat ? " tanya Romi.


Shaka yang menghadap Romi terdiam . Ia masih tampak kacau dan seperti belum bisa menerima jika mika telah tiada.


__ADS_1


" Aku berhenti saja Tuan. Aku tidak sanggup melihat Tuan Muda Xavier..."



" Jadi kau mau lari begitu saja ..Kau sudah membuat Xavier kehilangan Mika , Kau sudah membuat bayi kecil itu tidak punya Ibu...lalu kau cuma mau kabur ...pengecut sekali kau ini tenyata ...Aku sudah salah menilai mu...Ku kira kau bisa jadi orang yang meluruskan Xavier bandel itu ..ternyata kau lebih buruk.. Kau seorang pengecut yang takut keburukan mu terbongkar..''



" Apa maksud Tuan Romi..."



" Aku tahu kau penyebab Mika meninggal...Semua gara gara kau...Kau yang iri, benci dan tidak rela melihat orang lain berbahagia ...Memang Mika meninggal karena kecelakaan tapi kau penyebabnya.." ucap Romi sambil memutar laptopnya menghadap Shaka sehingga Shaka dapat melihat dengan jelas, rekaman kejadiannya dari awal hingga akhir sebelum Mika terjatuh.



Shaka nampak pucat. Ia ketakutan ia tahu siapa Romi dan kekuasaannya. Romi bisa saja memenjarakan dia.



" T.... Tuan mau apa ? " tanya Shaka kalut.



Romi menutup laptopnya. " Karena kau yang sudah mencelakakan Mika dan membuat Xavier terpuruk...kau yang harus membuat Xavier bangkit kembali. Tugasmu tetap sama...Kau harus membantu Xavier menjadi orang sukses, menguatkan mentalnya dan memberi dukungan padanya ....Kau harus tetap berada di dekat Xavier untuk menebus kesalahanmu...Dosa dosa mu mungkin akan termaafkan jika kau menebusnya pada Xavier dan bayinya bukan..



Dan selama itu kau harus tutup mulut...Ingatlah selalu ...Kau sudah menghilangkan nyawa seorang istri...seorang ibu ...Lihatlah terus mereka untuk mengingat terus kesalahan yang kau lakukan ...Tanggung semua beban mental mu untuk tetap bersama mereka . Kau tidak boleh kabur " ucap Romi dengan penuh penekanan seolah ia sedang menghukum Shaka karena kesalahannya.



Shaka terdiam. Meski itu terasa ringan tapi sebenarnya sangat berat untuk di lakukan . Hidup mendampingi suami dan anak dari orang yang di celaka kan nya. Menanggung beban batin berat apalagi jika melihat wajah bayi kecil mereka. Setiap melihat mereka ia akan selalu dihantui oleh rasa bersalah . Perasaan menjadi seorang pembunuh di hadapan keluarga korbannya. Ia bukan seorang psikopat yang tidak akan merasakan apa apa , ia hanya manusia biasa yang bisa menangis dan terluka.


.


.


.


Beberapa hari kemudian....



Yoga Kristy bersama Romi membicarakan tentang bayi Xavier . Bayi Xavier berangsur angsur sehat dan kuat. Alat alat kesehatan dan infus pun sudah mulai di lepas. Pihak rumah sakit mengijinkan keluarga Xavier membawanya pulang .



" Menurutku yang terbaik juga begitu .. Lebih baik bayi Xavier di titipkan di tempat Mimi..jadi Mimi tidak perlu bolak balik ke sana kemari untuk menyusui bayi Xavier... Kasihan Mimi dia juga harus mengurus bayi nya..." kata Yoga



" Iya ..aku setuju saja..Nanti kita beri tambahan baby sitter untuk membantu Mimi di rumahnya..." Kristy setuju.



" Itu betul..." kata Romi pula.



" Putri ku mau di bawa ke tempat Mimi ? ...Yang benar saja . Kalian benar benar mau menjodohkan aku dengan Mimi? Jangan karena dia janda aku duda kalian mau menyatukan kami dengan alasan anak kami... aku tidak mau ya... aku benar benar tidak mau . Dia sudah menolak ku berkali kali... aku tidak akan pernah lupa itu..Dari pada dengan Mimi..aku lebih baik bujang seumur hidup ..." kata Xavier menentang keputusan orang tuanya.



" Aduh Xavier...gunakan akal sehat mu...siapa yang mau menjodohkan kamu dengan Mimi?..Memangnya Mimi mau? ...Kami cuma mau anak kamu tumbuh sehat , selamat ..Dan juga tidak terlalu merepotkan Mimi...Mimi juga punya bayi ..kasihan dia harus bolak balik tiap hari ke rumahnya dan rumah sakit padahal rumahnya juga tidak dekat .." kata Yoga.



" Setidaknya cuma sampai 6 bulan Xavier...Anakmu harus mendapat ASI eksklusif..setelah itu dia boleh minum susu formula dan juga belajar makan.. pikirkan semua demi kebaikan anakmu ..kau tidak ingin anakmu cacat atau penyakitan kan.." kata Kristy.



Sekali lagi Xavier tersudut oleh ucapan orang tuanya. Semua alasannya demi bayinya bayinya saja.. Kelak anaknya tumbuh besar , demi bayi nya yang pasti mulai ada ikatan batin dengan Mimi ia harus menikahi dia ..pasti ujung ujungnya begitu. tebak Xavier.



Xavier masih sangat sakit hati pada penolakan Mimi yang bahkan diam diam menikah dengan Abimanyu . Ia sungguh tidak ingin dekat dengan Mimi lagi , ia juga tidak ingin siapapun menggantikan sosok Mika.



" Terserah kalian " kata Xavier kesal seraya pergi meninggalkan keluarganya itu.



" Bocah itu menyikapi semua dengan kritis.. sepertinya dia benar benar membenci Mimi ya..." kata Romi .



" Benci karena cintanya tidak kesampaian.." kata Yoga tak habis pikir dengan sikap putranya itu .


" Padahal kalau dia mau , Mimi memang wanita yang tepat untuknya . Sama sama di tinggal pergi pasangannya dan bersatu ...Seperti kita ya Dik " tambah Yoga.


Kristy tersenyum dan mengangguk.



" Kalian ini ternyata beneran modus ya... ternyata beneran niat mau menjodohkan mereka..jangan lupa ya ..anak kalian itu masih BOCAH !!!" ucap Romi keras.


__ADS_1


Kristy dan Yoga tertawa ..." Bocah tapi duda. " Yoga pun tak mau kalah.


__ADS_2