
" Aku harus bagaimana Shila ..? " Mika bertanya pada teman sesama resepsionisnya saat mereka sedang ngobrol berdua sepulang kerja Shila. Mika masih menumpang di rumahnya.
Mika pusing dengan kehamilannya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Jika ia pulang kampung kedua orang tuanya pasti marah karena ia Hamill di luar nikah dan tanpa ada suami pula.
" Minta Bocah itu bertanggung jawab... Kamu kan hamil anaknya...Dia harus tanggung jawab dong. Enak aja cuma tebar benih...jadi di tinggal pergi... " ucap Shila.
" Tapi kalau aku mendekati Xavier lagi , Tuan Romi pasti memenjarakan ku..." Mika takut dengan Romi yang punya uang dan kekuasaan itu. " Bisa bisa aku malah melahirkan di penjara "
" Benar juga...Tuan Romi itu bukan orang sembarangan. Dia benar benar bisa memasukkan kamu ke penjara. Trus apa Xavier tidak pernah menghubungimu.."
" Dia terus menelpon dan mengirim pesan padaku...Jadi beberapa hari ini nomorku ku yang ada WhatsApp nya tidak ku aktifkan...Aku takut ketahuan Tuan Romi ..."
" Kalau begitu tidak ada pilihan lain Mika, kau harus menggugurkan kandungan mu.. "
Mika terdiam. Ia merasa ragu jika harus menggugurkan janinnya karena itu berarti dia akan menjadi pembunuh bayinya sendiri.
" Mumpung masih kecil Mika... Tidak apa apalah daripada kamu harus menanggung malu dan juga dapat masalah karena bayi itu.. Bapaknya aja bocah bau kencur, tidak bertanggung jawab lagi ..sudah gugurkan saja.." kata Shila .
" Aku pikir pikir dulu...tolong bantu aku cari kerja dong...aku tidak mau kelamaan nganggur dan numpang terus di rumah mu..."
" Iya ..nanti aku tanya tanya yang lain. Kamu juga coba cari di on line...biasanya banyak penawaran kerja.." saran Shila.
.
.
.
.
2 bulan kemudian...
Xavier benar benar merasa jenuh kerja di kantor tanpa ada Mika. Yang di lakukan ya cuma sekolah, kerja , pulang tidur. Begitu terus saja. Tidak lagi ke kampus Mimi, tidak lagi menggoda Mika. Jarang pula nongkrong dengan teman temannya . Hidupnya terasa flat dan membosankan . Hampa.
"Mika...kamu di mana ..Nomormu tidak aktif terus...aku tidak tahu lagi kemana harus mencari mu..." gumam Xavier sambil memandangi foto Mika dan dirinya yang nampak begitu mesra. " Aku bisa gila kalau tak bisa menemukan Mika..."
Xavier pun akhirnya pulang , ia males kerja membantu Om nya. Ia melewati meja resepsionis dan menoleh sesaat ke Shila dan teman resepsionisnya. Kemudian ia menghampiri mereka.
" Apa kalian benar benar tak tahu di mana Mika ? " tanya Xavier. " Kalian kan teman satu profesi, kalian seharian bersama , masak Mika tidak bilang apapun kemana dia pergi "
Teman Shila menatap Shila karena ia yakin Shila pasti tahu. Karena Shila dan Mika begitu akrab. Namun Shila nampak enggan memberitahunya .
" Maaf Tuan Muda.." Ucap Shila datar.
Xavier pun akhirnya berlalu. Ia nampak lesu dan tak bersemangat.
" Kau benar benar tidak mau memberi tahu Tuan Muda? Mika kan tinggal di rumah mu . Apalagi kondisinya hamil...Setidaknya biarkan Tuan Muda bertanggung jawab. Lihat dia nampak seperti orang stres mencari Mika " ucap Temannya.
" Apa kau ingin Mika di penjara?.. Tuan Romi sudah mengancamnya ..apa kau tak kasihan pada temanmu ?" tanya Shila balik.
" Urusannya rumit banget ya.. " Keluh temannya. " Trus Mika sekarang kerja apa ? "
__ADS_1
" Masih nganggur..."
" Duh kasihan nya .."
.
.
.
Mika melamar kerjaan di sebuah situs web on line dan ia di suruh datang untuk melakukan wawancara . Ia melamar menjadi resepsionis di sebuah tempat perhotelan.
Dengan pakaian rapi dan penampilan cantiknya ia memakai setelan jas yang bawahannya Rok span pendek jauh di atas lutut sehingga terlihatlah paha putih mulusnya. Terlebih dengan tubuh sintal dan seksinya, ia memang sangatlah cantik.
Saat di wawancara pun Calon bosnya nampak tertarik dengan penampilannya. Ia juga pintar dan memiliki kepercayaan diri tinggi saat di interview.
" Sepertinya daripada menjadi resepsionis , kau lebih cocok menjadi asisten pribadi ku...Bagaimana Nona Mikaila ?" tanya Calon bosnya itu. Ia seorang pria dewasa yang nampak berkelas dan elegan. Usianya pun cukup matang.
.
.
Bos dan asisten pribadi ... biasanya pasti bakal ada affair ...tapi pria ini tidak mengenakan cincin kawin...sepertinya sih belum menikah...Jadi tidak masalah lah... jika aku bekerja dengan dia...
Siapa tahu aku bisa jadi nyonya Bos nanti ..hihi... Bos pemilik perhotelan....itu tidak buruk ..😌
.
.
" Saya akan belajar bekerja dengan baik.." jawab Mika kemudian..
Pria itu pun tersenyum. " Kalau begitu mulai besok kau kerja...Selamat bergabung dengan kami Nona Mikaila..." ucapnya seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan . Mika pun segera menyambutnya dan tersenyum pada Bos barunya itu .
" Baik Tuan Ferdi, saya Mika...panggil Mika saja .." Ferdi tersenyum dan mengangguk. Pria bertubuh tinggi kekar dengan tangan besar itu sepertinya enggan melepas tangannya. Mika bukan orang bodoh yang tidak tahu jika pria itu nampak tertarik padanya.
Namun Tiba tiba saja Mika merasakan rasa mual kembali. Dan itu benar benar tidak bisa di tahannya.
" Saya permisi dulu Tuan...sampai jumpa besok..." ucap Mika seraya menarik tangannya dan segera berlari keluar. Ia mencari toilet terdekat dan muntah di sana.
.
.
Ini tidak bisa di biarkan... Kehamilan ini benar benar menggangguku...Bisa bisa aku tidak jadi punya kerjaan baru kalau terus begini...
Tidak ada pilihan lain selain aborsi...
.
.
Mika pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan dan memeriksakan kandungannya.
Dokter melakukan USG dan menunjukkan janinnya pada Mika di layar monitor.
" Kandungannya sehat...ini sudah jalan 4 bulan ...denyut jantungnya juga kuat...Dia akan menjadi anak yang sehat..."
Mika terdiam menatap gambar janin nya. Janinnya masih kecil sekali. Ada rasa sayang saat ia melihatnya. Dan ia juga mulai berat jika harus menggugurkan nya. Namun untuk pekerjaan yang baru di dapatnya setelah ia menganggur beberapa bulan , ia tetap harus melakukannya . Statusnya masih bujang, akan buruk sekali citranya jika ketahuan hamil di luar nikah dan tak punya suami. Ia pasti akan kehilangan pekerjaan yang baru di dapatnya.
" Dokter, aku ingin menggugurkan bayi ku.. Anak ini anak di luar nikah dan aku belum menikah. Ayahnya tidak bertanggung jawab...Aku tidak ingin melahirkannya..." ucap Mika kemudian .
__ADS_1
Dokter kandungan yang tadinya tersenyum mendadak kandas senyumnya dan berubah serius.
" Apa anda yakin ?" tanya nya . Mika terdiam dengan wajah sedih dan mata berkaca kaca.
" Silahkan anda pikirkan kembali keputusan Anda... " ucap Dokter itu..
.
.
.
Mika keluar dari ruang pemeriksaan dengan langkah pelan dan wajah menunduk. Ia mengusap air matanya yang terus menetes tak mau berhenti.
.
.
Xavier tidak bertanggung jawab, jadi tidak masalah kan jika aku menggugurkan mu nak... Daripada kau lahir ke dunia ini dan cuma akan mendapat cemoohan dan cibiran orang orang ...menyebutmu anak haram ... lebih baik kau tidak ada saja..
.
.
Mika sudah membulatkan tekadnya , ia akan melakukan aborsi beberapa hari nanti. Sementara ini , ia cuma diberi obat anti mual. Dan juga Dokter memberinya waktu untuk memikirkan ulang keputusannya.
Ia membawa pulang foto hasil USG anaknya yang akan menjadi foto satu satunya kenangan nya nanti. Dan tanpa sengaja foto itu terjatuh. Ia bermaksud mengambilnya namun seseorang mengambilkan terlebih dahulu foto itu dan memberikan padanya .
" Terima kasih .." ucap Mika saat menerima foto itu kembali. Namun saat ia melihat orang yang memberikannya ia terkejut sekali karena wajah orang itu sudah sangat di kenalnya.
" Nyonya Kinara?" ucapnya saat mengenali orang yang mengambilkan foto miliknya tersebut adalah Nara , istri Romi yang kebetulan juga sedang berada di rumah sakit bersama Kesha. di
.
.
"Jadi itu anak Xavier ?" tanya Kinara saat mereka kemudian ngobrol berdua di kursi tunggu di rumah sakit itu. Mika mengangguk dengan wajah menunduk. " Lalu kau akan menggugurkannya ?"
Kinara menepuk dahinya ... pusing , Ia tahu Mika memang punya hubungan dengan Xavier namun ia benar benar tidak menyangka jika hubungan mereka kebablasan bahkan sampai hamil di luar nikah. Jika ia tidak pas memeriksakan Kesha yang sakit ke rumah sakit itu ia mungkin tidak akan pernah tau .
" Xavier tahu?" Tanya Nara lagi. Mika menggeleng.
" Tuan Romi mengancam saya akan memenjarakan saya jika mendekati Xavier lagi. Saya tidak berani mengatakan padanya .."
" Suamiku tahu?" tanya Nara lagi. Mika menggeleng.
" Aku akan membicarakan ini pada Suamiku dan juga orang tua Xavier. Kau jangan gegabah ..Jangan menggugurkan anakmu dulu ..Itu dosa tahu..." ucap Kinara .
Mika sesaat menatap Kinara, istri Romi itu. Wanita cantik berhijab dengan wajah ke\_araban nampak begitu peduli pada diri dan kandungannya.
" Mas Romi tolong segera kemari , ini gawat..." Kinara segera menghubungi Romi.
Dan tak lama kemudian, Romi tiba di sana dengan tergopoh\_gopoh dengan supirnya. Ia buru buru datang karena ia mengira kondisi anaknya sakit parah karena Kesha memang sedang sakit dan di bawa ke rumah sakit.
" Kesha bagaimana? " Tanya Romi cemas.
" Kesha baik baik saja...Kata Dokter dia cuma demam biasa...Aku menyuruhmu kemari bukan karena Kesha tapi karena Mika. Dia hamil anak Xavier Mas...Bocah beranak bocah .. bagaimana ini..." ucap Nara pada Romi.
Romi menoleh pada Mika yang nampak menunduk. Ia nampak ketakutan pada Romi. Ia takut jika Romi benar benar memenjarakannya .
__ADS_1
" S...saya berniat menggugurkan anak ini Tuan Romi....saya tidak ingin berhubungan dengan Xavier lagi...Saya sungguh tidak mendekatinya .." ucap Mika dalam kekalutannya.