KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
102. PERANG AYAH DAN ANAK


__ADS_3

" Dia tidak layak menjadi istrimu. Wanita miskin , rendah , sombong , gila harta , dan murahan.....statusnya janda dan beranak 2 lagi.. sangat tidak masuk akal menjadi menantuku "



" Aku yang menjalani pernikahanku bukan Papa. Dan aku bahagia dengan mereka. Papa tidak usah turut campur!!" aku berteriak dengan lantang



" Jangan mimpi .. Kau itu penerus ku. Satu satunya keturunan 'Pratama'. kau harus mendapat pendamping yang layak dan berkualitas. Bukan wanita munafik rendahan seperti dia. Ngakunya tidak mau sepersen pun menerima uang dariku..ternyata menggerogoti sumbernya langsung. Najis !"



" Kalau Papa tidak tahu siapa Kristy jangan asal ngomong. Dia bukan wanita gila harta seperti yang Papa kira. "



" Kau ini benar benar bodoh Yoga..sudah dibutakan oleh cinta.. Dan sepertinya dia berhasil mempengaruhi mu " ucap Guntoro.



" Pokoknya Papa harus bisa membuat Kristy kembali padaku . Papa yang sudah membuat kami berpisah . Papa juga yang harus menyatukan kami kembali "



"Hahaha...Baguslah kalau kalian sudah berpisah..Sadar diri juga dia " Ucap Guntoro sambil tertawa tawa. Ia begitu senang mendengar perpisahan Kristy dengan anaknya.



"Aku tidak bisa hidup tanpa Kristy...daripada kehilangan dia lebih baik aku MATI " Aku mengancam Papa.



"Jangan asal ngomong Yoga . Bangun dari mimpimu. Kalau kau tetap bersikeras dengan wanita itu kau harus menanggalkan 'Pratama' mu. Kau harus melepas semua yang kau miliki selama ini. Kau akan hidup menderita tanpa memiliki apapun. Tak ada uang, mobil , rumah dan pekerjaan. Kau harus melepaskan semua kemewahan dan hidup nyaman yang kau punya . Apa kau sanggup hidup seperti itu? Kau pikir cuma makan cinta kau bisa kenyang? Sadar Yoga..Sadar! "



Yoga terdiam . Ia yang sedari kecil sudah merasakan hidup serba enak itu tak bisa membayangkan jika mendadak harus hidup kekurangan.



Orang yang dari awal menjalani hidup dengan keras pasti bisa menjalaninya. Tapi jika orang yang pernah berada di posisi teratas pasti tak akan sanggup jika harus berada di posisi terendah tanpa punya apapun. Ia sadar sepenuhnya akan hal itu.



" Papa akan mencarikan pendamping yang layak untukmu. Wanita kelas atas . Bukan wanita murahan yang gampang di tiduri laki laki tanpa ikatan . Juga bukan janda bekas orang lain. Apalagi janda bekas pakai orang miskin dan beranak dua "



Guntoro dengan jelas menolak Kristy mentah mentah.



" Kalau Papa tetap bersikeras , Papa pasti akan menyesal !!" Ucapku keras seraya menutup telpon.



Kemarahan di hatiku benar benar memuncak. Kesal yang teramat sangat pada Papa ku tanpa bisa ku bantah. Karena aku memang tak akan bisa hidup mulai dari nol tanpa memiliki apapun.



Aku benar benar tak habis pikir dengan Papa, Kenapa semua selalu di dasarkan materi. Otaknya hanya mengacu pada kekayaan. Padahal harta yang dimilikinya sudah berlimpah ruah. Kenapa mencari menantu pun basicnya harus kaya.


.


.


.


Pantas saja Kristy tetap memilih berpisah , Papaku pasti sudah mengatainya bermacam macam dan merendahkannya. Tentu harga dirinya menolak untuk terus di rendahkan jika ia tetap bersamaku.

__ADS_1



Aku merebahkan diri di sofa. Menghilangkan sedikit kepenatan yang menyesak di dada. Energi ku benar benar terkuras hari ini setelah meluapkan emosi jiwaku.



Aku bersyukur hidup tanpa kekurangan dan dalam limpahan harta namun kadang aku juga bersedih . Kurang kasih sayang dan perhatian .



Kadang aku juga menyesal dilahirkan di keluarga kaya dan sempurna ini . Menyesal menjadi anak keluarga ini . Menyesal menjadi seorang 'Pratama' . Kebebasan yang dibatasi dan semua harus sesuai dengan tuntutan Papa . Ingin berbahagia bersama orang yang kucintai saja tidak bisa.



Orang tuaku selalu menimbang bibit , bebet , dan bobotnya. Dan untuk mereka semua harus sempurna. Padahal aku tidak menuntut kesempurnaan..Aku hanya ingin kebahagiaan.


.


.


.


Keesokan paginya aku terbangun .Kemarin aku ketiduran di sofa.



' Tak ada Kristy dan anak anak rasanya sepi sekali..hidupku hampa '



Aku bergegas bangun dan hendak mandi . Namun saat aku melihat sesuatu di meja , aku mengurungkannya dan segera mengambilnya.



' Ini hasil foto USG...' batinku saat melihatnya. Dan meski aku tak begitu paham , namun nama Kristy yang terukir di pojok foto itu sudah membuatku yakin. Terlebih gambar titik kecil yang mirip dengan janin itu aku kian yakin.




' Aku akan mandi dulu dan kemudian ke Rumah Sakit. Aku akan membujuknya lagi.. Demi anakku.. Anak kandungku...Anak kita Kris..'



Aku tersenyum bahagia. Meyakinkan diriku sendiri bahwa kami masih memiliki harapan untuk bersama. Rasanya kemarahan di hatiku langsung sirna , Anak kami memberi ku semangat kembali.



Aku akan berjuang kembali untuk keluargaku. Aku siap menghadapi semua resikonya. Aku siap menghadapi Papaku. Aku akan melakukan apapun untuk keluarga kami...


.


.


.


Sesampainya di Rumah sakit aku langsung mendatangi Kristy di kamarnya. Ia nampak berdiri menatap ke luar dari jendela kamarnya. Ia sedang mengamati pasien anak kecil yang yang nampak ceria bercanda tawa di gendongan Mamanya. Padahal di tangannya terpasang infus. Namun ia tertawa saat Papa anak itu mengajaknya bercanda.


" Cilukba... " Papanya membuka dan menutup mukanya.



Bocah kecil itu tertawa tawa dengan cerianya seolah lupa dengan sakitnya. Kristy pun ikut tersenyum melihatnya.



" Membayangkan itu anak kita ?" tanyaku sambil berbisik pelan di telinga Kristy.


__ADS_1


Kristy yang terkejut hendak berbalik namun aku memeluknya erat dari belakang .



" Ma..mau apa ?" tanya Kristy



" Aku rindu... Rindu sekali.. " Aku berbisik pelan di telinganya. Dan mendaratkan sebuah ciuman di belakang telinganya.



" Lepaskan... " kata Kristy.



" Aku belum menyapa anakku... Apa dia sehat sehat saja di dalam sana.. " Aku tetap memeluk Kristy dengan erat . Namun kali ini aku sambil membelai perut Kristy.



' Mas Yoga tahu kalau aku hamil ? Ya tentu saja...dia pasti tahu . Mungkin Desi yang memberitahu dia '



Kristy memejamkan matanya. Sejatinya ia memang masih sangat mencintai Yoga dan juga sangat merindukannya. Rindu sentuhan dan belaiannya. Dan sebagai seorang ibu hamil , ia pun sebenarnya sangat ingin ber\_manja di pelukan Yoga.



" Halo sayang... Ini Papa.. Sudah lama sekali Papa menunggu kehadiranmu...Sehat terus ya sayang... " Yoga menunduk dan kemudian membelai dan mengecup lembut perut Kristy.



Kristy begitu tersentuh dengan sikap Yoga. Andai tak ada masalah ia pasti sekarang sudah memeluk suami yang begitu di rindukannya itu. Namun saat mengingat semuanya , ia tetap harus bersikap tegas.



" Ucapkan perpisahan pada anakmu Mas.."ucap Kristy dengan sikap dinginnya kembali.



" Aku tidak mau berpisah dengan anakku " tegas ku.



" Bukankah kemarin aku sudah bilang...Aku tak bisa bersamamu.."



" Kau tak bisa memisahkan kami . Anakku membutuhkan aku . Memangnya kau ingin anakmu menjadi yatim lagi . Tidak kan.." Aku tetap tak ingin berpisah darinya dan mencoba membujuknya lagi.



" Aku benar benar tak bisa bersamamu Mas..."



" Cobalah untuk percaya sedikit saja padaku Kris...Aku akan menjaga kalian. Aku akan melindungi kalian dari Papa ku. Kita bisa pergi jauh dari sini dan pindah ke tempat dimana Papa tidak bisa menemukan kita.."



" Percuma Mas..Itu sia sia " sahut Kristy cepat.



" Jadi kau tetap tidak mau berubah?"



" Iya. Dan asal kau tahu mas..Aku akan menggugurkan anak ini nanti. Aku sudah membuat jadwal dengan dokter hari ini. Mas harus sadar , kita tidak akan pernah bisa bersama. Aku juga tak bisa melahirkan dan membesarkan anakmu Mas..Anak dari orang yang membunuh Papa Dafa dan Dafi "

__ADS_1



" Menggugurkan anakku?... Kau mau membunuh anak kita Kris? "Aku benar benar tak percaya Kristy akan melakukan itu. Apa aku tak salah dengar?


__ADS_2