KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
223. MIMPI BURUK


__ADS_3

Keesokan paginya. Mika membuka matanya dan mendapati dirinya berada di pelukan Xavier. Meski ia tidur dengan posisi miring membelakangi Xavier , Xavier tetap memeluknya . Ia merasakan kehangatan pelukan dari sentuhan kulit mereka.


Ia tak bisa membohongi dirinya , bocah itu memang bisa memuaskan dahaganya dengan semua yang di lakukan nya.


Dan meskipun semalam Xavier memaksanya ia tetap bisa menikmati permainan Xavier. Bahkan sampai saat ia bangun , ia masih bisa merasakan milik Xavier berada di dalam tubuhnya. Xavier bahkan tak mau melepas persatuan mereka.


.


.


Xavier ini ternyata seorang cowok posesif ....Dan dia benar benar tak ingin apa yang di yakini miliknya hilang.. ini merepotkan...


Padahal aku tak melakukan apapun tapi dia sudah cemburu .. cowok posesif itu gawat .. dia bisa mengekang ruang gerak ku dan kebebasanku... dan biasanya cowok posesif itu mudah main tangan... menakutkan...


Aku harus pintar pintar mengendalikannya...


.


.


Mika sedikit bergerak untuk melepaskan diri dari Xavier namun itu justru membuat Xavier terbangun. Ia membuka matanya . Setengah mengantuk ia memeluk Mika erat lagi. Ia tak ingin melepas pergi wanitanya itu. Bahkan ia menggerakkan pinggulnya lagi seperti ingin bercinta lagi dengan Mika .



" Sudah , Xavier ..aku capek " ucap Mika



" Aku masih belum puas memelukmu .. Rasanya tak pernah puas.. Aku ingin terus melakukannya..."



" Tolong dengarkan aku juga... Hargai aku..." Mika berusaha membujuk Xavier dengan lembut agar ia tak selalu memaksakan kehendaknya.



" Iya iya .. " Xavier pun akhirnya mengalah. Ia menarik kepemilikannya dari tubuh Mika dan membiarkan Mika bangun.



Mika mengambil baju piyamanya dan mengenakannya kembali.



" Hari ini jangan kerja..ijin saja .. Aku juga tidak masuk sekolah.." Ucap Xavier seraya duduk bersandar di sandaran tempat tidur Mika.



" Xavier...aku bilang aku capek..." kata Mika yang menduga Xavier pasti ingin mengajaknya terus main jika bolos kerja.



" Iya...aku tahu...Aku ingin mengajakmu jalan jalan... Kita pergi kencan " jelas Xavier.



" Ke mana ?" tanya Mika.



" Nanti kau juga akan tahu. Kau pasti menyukainya " jawab Xavier sambil tersenyum. Manis sekali. Mika tak bisa membohongi jika bocah itu memang tampan, sangat tampan . Dadanya bidang dan memiliki lipatan six pack sempurna yang kini terpampang nyata di depan matanya memang begitu mempesona. Setiap wanita yang melihatnya pasti akan jatuh hati. 🀀


.


.


Setan kecil ini terlalu tampan meski semaunya sendiri .


.


.


" Aku memang tampan tapi jangan terus memandangiku ...Aku juga bisa malu.." canda Xavier.



Mika menghampiri Xavier karena gemas pada bocah itu. Kemudian ia mencubit kedua pipi nya. Xavier tersenyum dan merengkuh pinggang Mika.



" Kau ini menggemaskan tahu .. " ucap Mika geregetan.



" Hehe.."



" Andai saja kau sedikit lebih tua bukan bocah ..."



" Aku pria dewasa " sahut Xavier.

__ADS_1



" Huh..iya iya....bocah dewasa....Kau ini saja masih kekanakan begini... manja pula ..." kata Mika sambil mencubit hidung mancung Xavier. Xavier tersenyum . " Dulu ogah\_ogahan saat tau aku bukan perawan sekarang kau menjilat ludah mu sendiri..Kau tak bisa lepas dariku... kau seperti budak cinta akut "



" Sorry ... " Xavier hanya bisa mengucap itu.


" pukul saja mulut jahat ini ..."


Mika menggeleng. Tentu ia tidak akan melakukan hal itu pada pria nya. " Jangan jangan kau beneran suka padaku ya .." tebak Mika ingin tahu isi hati bocah itu.



" Dari dulu aku menyukaimu... sedikit...habis awalnya aku cuma ingin main main denganmu...Supaya tidak bosan di suruh membantu Om ku di kantor ..."



" Kalau sekarang?" tanya Mika lagi



" Banyak... banyak...sangat banyak..." jawab Xavier jujur. Ia memang selalu berkata jujur sesuai dengan yang ada di hatinya. Meski cukup nakal namun bukan seorang pembohong.



Mika tersenyum senang mendengarnya . Ia lalu memeluk Xavier dan memberinya sebuah kecupan manis yang langsung di balas oleh Xavier pula.


.


.


Ya Tuhan...bagaimana ini ..aku benar benar menyukai bocah ini .. Apakah ini boleh? Apakah aku boleh sedikit serakah ingin terus bersamanya...


Semakin lama aku semakin tak ingin berpisah dengannya...


.


.


" Jangan mengusirku lagi jika aku ingin tetap bersamamu... Aku tak bisa jauh darimu Mika... Biarpun aku masih bocah .. Aku ini laki laki....Aku akan melindungi mu dari orang tuaku dan Pamanku...Aku akan menjagamu..Jadi jangan cari pria lain lagi... Cukup aku saja...Aku akan memberikan segala yang ku punya padamu ..." ucap Xavier kemudian sambil mencium tangan Mika.



Mika benar benar meleleh mendengar bujuk rayu dan sikap manis Xavier itu . Ia merasa begitu tersanjung mendengarnya.


.


.


.


.


" Jadi ...kau mencintai ku ?" tanya Mika ragu.



Xavier terdiam sambil menatap Mika. "Aku tidak tahu...." Xavier bahkan tak tahu apa itu cinta. Ia hanya merasa suka bersama Mika. Senang menghabiskan waktu berdua dengannya. Ia begitu tergila gila dengan percintaan mereka. Hanya bersama dan mencurahkan segenap hasrat semata. Mengikuti kata hati mereka. Cinta atau nafsu? Ia bahkan tidak tahu yang mana...



" Anggap saja seperti itu..." jawab Xavier kemudian. Mika sedikit kecewa dengan ucapan Xavier. Namun ia menghargai kejujuran bocah itu. Berani mengucapkan dengan jujur semua yang di rasakan nya.



" Ayo kita mandi saja ..Katanya habis ini mau kencan.." ucap Mika seraya bangkit dan menuju ke kamar mandi.



" Mandi bersama?" tanya Xavier seraya bergegas bangkit dan mengikuti Mika menuju ke kamar mandi.



" Ya ..tapi tidak plus plus .."



" Yaaaaaah... payah " ucap Xavier kecewa.


.


.


.


.


Xavier mengemudikan mobil Mika dan kemudian mengajaknya pergi kencan. Ternyata Xavier mengajaknya pergi ke pantai untuk menikmati pemandangan hamparan luas lautan yang membiru, bermain ombak di tepi pantai dan bermain dengan pasir putih. Membuat bangunan dari pasir putih , menikmati hembusan angin semilir yang menerbangkan rambut panjangnya.



Xavier duduk di belakang Mika yang mengambil foto mereka dengan tongsis nya. Xavier memeluk Mika yang bersandar di tubuhnya sembari tersenyum.

__ADS_1



" Cheese..." ucap Mika sambil tersenyum . Mika mengambil banyak foto kebersamaan mereka. Xavier juga melakukan banyak gaya yang berbeda. Ada foto saat mereka saling berpelukan, saling tersenyum , manyun , bahkan mereka juga membuat tanda hati dari jemari mereka yang di satukan. Xavier mencium pipi Mika dan demikian pula sebaliknya.



" Jangan cium bibir ...ini di tempat umum..." kata Mika. Namun Xavier mengabaikan Mika dan tetap menciumnya. Dan momen itu sempat terekam di video kamera Mika.



" Sudah...aku malu tau....Bisa bisa aku di kira Tante Tante yang mesum sama bocah .." kata Mika seraya mendorong Xavier menjauh.



" Tante Tante penyuka berondong...hahaha... " Xavier malah meledek Mika sambil tertawa.



" Dasar bocah Badung..." ucap Mika sambil mencubit kedua pipi Xavier karena saking gemasnya. Mereka berdua tertawa bahagia menikmati kebersamaan mereka itu.



Xavier dan Mika sama sama tidak tahu jika anak buah Romi mengikuti dan mengawasi mereka terus. Dan bahkan mengirim foto foto dan video kebersamaan mereka langsung pada Romi.


.


.


...----------------...


.


.


.


Seketika senyum bahagia yang terpancar di wajah Mika kandas saat Romi memanggilnya ke ruangan CEO dan menunjukkan foto foto itu padanya.


" Kau sudah melanggar janjimu Mikaila .. Kau ku pecat...Dan sekarang kau pilih...Aku memproses mu secara hukum dan kau akan berakhir di penjara atau kau meninggalkan Xavier...Dan tentunya kembalikan pula kunci rumah dan mobil yang kuberikan padamu itu..."



Mika ternganga ia tak bisa berkutik saat Romi menyudutkannya dengan dua pilihan yang keduanya sama sama menyengsarakannya.



" Ku beri kau waktu 1 x 24 jam untuk berpikir. Dan tentu saja kau tidak boleh mengatakan ini pada Xavier. Jika Xavier sampai tahu, aku akan langsung memenjarakan mu..." Ancam Romi.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


Mika pulang ke rumahnya .Ia begitu pusing memikirkan ucapan Romi . Romi atasannya itu memang bukan orang sembarangan. Ia benar benar akan memenjarakannya jika ia tetap bersama Xavier. Romi sangat terkenal sebagai orang yang tegas dan kejam bahkan tak punya perasaan . Ia tak akan pada mentolelir apapun dan siapapun.



" Hoek..." Mika tiba tiba merasa begitu mual dan ingin muntah. Ia langsung berlari ke toilet dan memuntahkannya .


.


.


Tunggu.... Aku berhubungan dengan Xavier sudah sekitar satu bulan lebih...dan dia selalu menumpahkannya di dalam....Dan aku juga tidak meminum pil pencegah kehamilan ... Dan bulan ini aku juga tidak mendapat tamu bulanan...


Oh tidak....


.


.


Mika segera mengambil tes pack yang pernah di belinya beberapa hari lalu. Kemudian ia langsung mengetesnya. Dan benar dugaannya , 2 garis merah.


.


.


Astaga....bagaimana ini....positif....aku hamil... Aku benar benar mengandung benih bocah itu😱😱😱 ..


Apalagi Pamannya sudah memecat ku .. Ia juga akan memenjarakan ku.. Aku juga tak boleh bersama Xavier lagi....


Astaga.... ini mimpi buruk 😭😭


.

__ADS_1


.


__ADS_2