
Mika terbangun di tengah malam setelah ia dan Xavier bermain dengan panas dan mengulang beberapa kali pergumulan mereka. Kini Xavier pun terlelap di sampingnya sembari memeluknya.
.
.
Ah...Bocah ini terlalu hebat ... Aku tidak bisa melawannya... Dia benar benar memegang kendali semuanya...
Sekarang aku harus bagaimana...
Bagaimana pekerjaan ku jika aku tetap bersama nya..
Apa aku harus tetap mempertahankan kandungan ku ?
.
.
Mika menatap Xavier yang kini berada dalam satu selimut dengannya dalam keadaan sama sama polos. Mika menyentuh wajah Xavier yang tertidur , bocah itu memang tampan tiada cela. Hidung mancungnya begitu indah. Fisik nya semuanya terlalu sempurna.
" U h .... " Xavier mengeluarkan suara saat tangan Mika menyentuh sesuatu di bawah sana . Meski Xavier tertidur , tubuhnya spontan bereaksi dengan sentuhan Mika.
" Hihi .. " Mika tertawa kecil melihat itu.
.
.
Meski tidur...kamu peka juga ya Xavier .. Orangnya tidur tapi adiknya bangun.
.
.
Mika menyentuh dan mengusap benda kebanggaan Xavier itu dan kemudian memainkannya. Meski tidur Xavier pun mengeluarkan suara desahannya saat Mika memainkan miliknya. Semakin cepat ia memainkannya , semakin keras suara desah Xavier
" Kamu ini nakal sekali Mika .. " ucap Xavier kemudian sambil menyentil pipi wanita nya . Sentuhannya membuat ia terbangun . " Kau tidak mau membiarkan aku tidur sebentar saja...Apa masih kurang? "
Mika tersenyum kecil " Tidak akan pernah cukup..."
" Mau lagi ? " tanya Xavier. Mika mengangguk sambil tersenyum .
" Tapi aku punya syarat Mik..."
" Apa lagi..." Mika manyun .
" Kita menikah yuk Mika... Aku akan bertanggung jawab pada mu dan anak kita... Jangan di gugurin... Dia benih cinta kita... buah percintaan kita... "
Mika terdiam . Apakah ia benar benar harus menikahi bocah itu . Ayah dari anaknya yang masih bocah itu... Bagaimana bila ia mendapat cibiran dan cemoohan banyak orang nanti.
" Apa kau mencintai ku ? " tanya Mika ragu
" Bukankah sudah jelas... Kenapa masih di tanyakan lagi .. "
" Aku memang masih bocah dan aku masih sekolah. Tapi aku bisa menghidupi mu dan anak kita meski bergantung dengan orang tua ku. Nanti kalau sudah lulus dan bekerja , aku akan menghidupi kalian dengan hasil keringatku sendiri.. Aku akan membahagiakan kalian....Sementara ini ya begini saja dulu ... "
Mika begitu terharu mendengar ucapan Xavier itu. Ternyata Ia memang tidak berniat untuk lepas dari tanggung jawab nya. Meski bocah , ia tetaplah seorang pria .
" Keluarga mu bagaimana ? "
" Mereka semua mendukung ku... mereka juga menyuruh aku cepat menikahi mu sebelum anak kita lahir. Mereka tidak ingin kau hamil tanpa suami .. apalagi kau sampai menggugurkan kandungan mu... Om Romi bahkan kemarin mengembalikan kunci rumah dan mobil yang dia minta darimu... Aku yang membawa nya.... " jelas Xavier
" Tapi dia waktu itu menghina ku... " sangkal Mika.
" Itu sudah watak Om ku... Mulutnya memang pedas dari dulu .. Kau harus membiasakan diri ..tapi sebenarnya dia itu sangat baik dan begitu menyayangiku..."
" Kalau orang orang menghina ku bagaimana ... masak menikah dengan bocah...hamil anaknya pula di luar nikah "
__ADS_1
" Aku akan menghajar orang yang berani menghina mu..aku akan melindungi mu...percaya lah pada ku Mika ..." Mika terdiam dengan mata berkaca kaca seperti hendak menangis.
.
.
Jadi aku harus mempercayakan hidupku pada pria bocah ku ini ...
Tuhan...apa aku benar benar boleh bersama Xavier ?
Apa ini benar benar boleh??...
.
.
" Sejak kau pergi aku mulai menyadari perasaan ku... awalnya aku memang cuma ingin main main denganmu... dan cuma melepaskan kekesalan karena Mimi .. tapi saat kau sudah tidak ada di sisi ku lagi , aku begitu merindukanmu... aku mencari mu kemana mana.. menghubungi nomormu yang tidak aktif dan mengirim pesan meski tak pernah di balas... Akhirnya aku mulai mengerti kenapa aku seperti itu... Ternyata ..aku mencintai mu... "
Mika pun akhirnya tak kuasa membendung air matanya lagi. Iapun menangis karena saking terharunya. Ia begitu tersentuh dengan ucapan Xavier itu.
" Kita menikah yuk..." ucap Xavier sambil menggenggam kemari tangan Mika dan mencium nya. " Mau ya ? "
" Iya... " jawab Mika kemudian . Betapa bahagianya Xavier mendengar jawaban Mika itu. Iapun kemudian mendekat dan mencium Mika dengan begitu mesra. Mika memeluk tubuh Xavier dan menyentuh mukanya. Ia pun membalas ciuman mesra pria nya itu.
" Jadi ... masih lanjut ga ni ?" tanya Xavier kemudian .
" Harus dong ..." jawab Mika cepat.
" Kau ini hiper ya ? "
" Fu Fu Fu...apa Iyah? " tanya Mika balik sambil tersenyum .
" Tenang saja Baby... aku selalu siap untuk mu.. Tenaga ku tidak akan pernah habis untuk mu .. Semua untuk mu " ucap Xavier sambil tersenyum. Mika membalas senyuman Xavier itu dan memeluk Xavier dengan erat. Mereka pun memulai percintaan mereka lagi
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya , Xavier mengantar Mika ke tempat kerjanya. Dan setelah itu , ia pun juga harus segera berangkat ke sekolah.
" Jangan kegenitan dengan bos mu itu .. " pesan Xavier. " Cepat pulang tidak usah mampir mampir "
" Iya iya..."
" Ah.. nggak .. nanti aku yang jemput kamu.. kamu pulang jam 5 kan... aku akan cepat menjemput mu.." kata Xavier kemudian.
" Kerjaan kamu?..kan kamu jm 8 pulangnya.."
" Santai saja aku cuma belajar di sana..dan lagi ada asistenku si Shaka itu.. biar dia nanti yang gantikan tugas ku... pokoknya jangan mau di antar pulang bos mu . tunggu aku sampai aku tiba ..." Xavier mengatur semuanya sekehendak hatinya.
" Iyaa..." Mika hanya bisa mengalah dan menuruti cowok posesif itu.
" Aku masuk dulu ya..." kata Mika hendak masuk ke tempat kerjanya.
" Cium dulu " kata Xavier yang enggan melepas Mika.
" Ini di tempat umum...banyak orang yang melihat "
Xavier diam dan tetap menunggu sambil menatap Mika. Akhirnya Mika pun mengalah , ia segera mencium bibir Xavier meski cuma sebuah kecupan singkat .
__ADS_1
Xavier tersenyum bahagia, ia kemudian membiarkan Mika pergi dan masuk ke tempat kerjanya.
Dari kejauhan seseorang melihat keduanya dari dalam mobil. Dia tidak lain adalah Ferdi , bos Mika. Ia melihat Xavier yang kemudian melajukan motor sport nya meninggalkan tempat tesebut.
" Siapa pria itu ? " tanya Ferdi pada sopirnya .
" Pemuda itu bukan karyawan hotel ini.. Mungkin dia kekasih Nona mika..."
" Kekasih?...Waktu itu saat aku tanya dia bilang dia singgel...Bukankah itu berarti dia jomblo..."
" Saya kurang tahu.." ucap Sopirnya lagi.
Ferdi menghela nafas panjang dan kemudian ia pun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam. hotel tersebut.
Ia sedikit kecewa karena melihat Mika dengan Xavier padahal ia baru saja mulai pendekatan dengan Mika. Mengajaknya makan malam dan mengantarnya pulang. Namun ia kalah cepat , ada cowok lain yang mendahuluinya.
.
.
.
Xavier pulang ke rumah Romi , di sana Romi, Yoga , Kristy dan Shaka menunggu di ruang tamu dengan wajah suntuk. Yoga dan Kristy tentu saja kesal karena putranya itu tidak pulang ke rumah semalaman.
" Duduk ! " kata Yoga
" Haaaaah... " Xavier menghela nafas panjang dan kemudian duduk di depan mereka
" Katakan dari mana kau semalam ? " kata Yoga dengan ber\_sedekap dan menatap Xavier dengan tajam.
Xavier sesaat menatap Papanya kembali dengan wajah serius namun kemudian ia pun berubah tersenyum.
" Pa...siapkan pesta untukku... aku akan menikah... mika bersedia menikah denganku " ucap Xavier dengan wajah bahagia.
" Ha?...Sungguh?" tanya Yoga tak percaya.
" Beneran Xavier? " tanya Kristy pula
" Dia benar benar mau ? " Shaka pun sulit untuk percaya.
" Iya dong... Xavier....cewek mana sih yang bisa menolak ku .. Dia tidak jadi menggugurkan anak kami dan dia mau menikah denganku .. Cepat Pa...lamar dia untukku .. datangi keluarganya...aku mau cepat menikah dengannya..."
Yoga , Kristy dan Romi akhirnya tersenyum dan mengangguk. Jika Mika bersedia, tentu mereka akan segera melakukannya.
" Keponakanku satu ini hebat juga...Bisa meluluhkan hati wanita ...Cocok kau jadi keponakan mantan Don Juan ini..." kata Romi bangga sambil mengusap Kepala Xavier.
" Hehe..." Xavier tersenyum bangga.
Shaka yang melihat itu cuma bisa diam. Jelas sudah kini , bocah itu yang berhasil memenangkan hati Mika pujaan hatinya. Mika menolak dirinya dan memilih Xavier
.
.
*Harta tidak bisa berbohong... Yang tulus pun juga kalah sama yang banyak v u l u s...
Apalagi musuh cewek matre....
Sia sia saja semuanya*....
.
.
Batin Shaka yang di selimuti kekecewaan karena cinta tulusnya tidak kesampaian. Ia benar benar kecewa dengan keputusan Mika itu.
__ADS_1